
Dengan berat hati Wati menyetujui permintaan Rania, dan tidak mengatakan apapun pada ibu nya, lalu terdengar suara bude Walimah yang memanggil semua gadis itu untuk makan bersama.
Sore itu bude Walimah membuatkan makanan kesukaan simbah Parti, sayur nangka dengan ayam goreng dan sambal terasi, terdengar Lala mengatakan jika aroma masakan bude Walimah sangat lezat, sementara Rania dan juga Wati hanya terdiam dengan memandang sendu masakan yang sudah tersaji di atas meja makan.
"Ayo dimakan jangan dipandangi seperti itu." seru bude Walimah seraya menuangkan segelas air putih.
Kemudian Rania mengatakan jika yang dimasak bude Walimah, adalah menu masakan kesukaan simbah Parti, lalu Wati pun menanggapi ucapan sepupu nya itu, jika simbahnya akan langsung memakan sayur nangka ini tanpa nasi beserta lauk dan sambal terasi nya.
"Aah aku jadi kangen sama simbah." celetuk Wati dengan mata berkaca-kaca.
"Iya Wat aku pun juga sama, semakin merindukan simbah kalau melihat menu masakan hari ini, kita baca alfatihah saja yuk untuk simbah." tukas Rania dengan wajah sendu.
Setelah itu mereka semua membacakan lantunan alfatihah untuk simbah Parti, kemudian mereka semua menyantap makanan itu dengan berbagai kenangan nya bersama simbah Parti.
Entah kenapa aku jadi semakin merindukan simbah, seandainya beliau masih ada, akan aku curahkan semua keluh kesahku ini, batin Rania dengan mata berkaca-kaca.
"Sudahlah nduk jangan bersedih seperti itu, aku juga tidak tau kenapa tiba-tiba ingin memasak semua ini, mungkin memang simbah yang menginginkan nya." ucap bude dengan tersenyum kecil berusaha mencairkan suasana.
"Ah iya bude sepertinya simbah ingin kita mengingatnya kembali, padahal kan simbah Parti selalu ada didalam hati kita." ujar Lala.
"Tapi aku belum pernah memimpikan simbah setelah beliau tiada." celetuk Wati dengan menundukan kepalanya.
"Aku pun juga Wati, padahal sebelum kepergian nya simbah sempat berpamitan padaku, tapi setelah itu sama sekali aku tidak pernah melihatnya meski didalam mimpi sekalipun." jelas Rania dengan menghembuskan nafasnya panjang.
Sebenarnya tadi siang ketika aku tertidur, aku bermimpi bertemu dengan almarhumah simbah Parti, beliau mengatakan padaku untuk membuatkan menu masakan kesukaan nya, karena malam ini dia akan datang berkunjung ke rumah ini, entah itu benar atau tidak, aku hanya ingin berbakti pada almarhumah dengan membuatkan masakan kesukaan nya dan meletakan nya di dalam kamar nya, semoga beliau tenang di alam nya, batin bude Walimah dengan mata berkaca-kaca.
"Astaga bude kenapa sedih seperti itu, tadi katanya kita tidak boleh bersedih, tapi lihatlah bude sendiri yang bermuram durja." seru Rania dengan mengkerutkan kening nya.
"Iya ih ibu ini aneh deh, yuk kita santap hidangan ini dengan suka cita." tukas Wati seraya menikmati makanan nya.
"Ah kau ini Wat lebay banget deh." ucap Lala dengan menyunggingkan senyum nya.
__ADS_1
Terlihat mereka semua menyantap habis makanan yang ada di atas meja, setelah itu mereka semua nampak berbincang-bincang di ruang tv, acara tv favorit simbah pun tayang kembali, padahal sebelumnya acara itu sudah tidak tayang lagi.
Kenapa acara tv favorit simbah tayang kembali, padahal kan sudah beberapa bulan tidak tayang, batin bude Walimah dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Loh sinetron ini kok tayang kembali di chanel tv ikan terbang." seru Wati dengan mengkerutkan kening nya.
"Bukankah sinetron mengandung bawang seperti ini, memang sudah biasa tayang di chanel tv ikan terbang." sahut Lala seraya menonton tv.
"Mungkin saja banyak yang menyukai sinetron ini, akhirnya mereka menayangkan nya kembali." ujar Rania dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
"Ah padahal kan aku sedang menunggu drama korea, yang biasa aku lihat di jam ini." ucap Wati mendengus kesal.
Kemudian bude Walimah mengatakan sesuatu yang tidak biasa, dia mengatakan jika saat itu simbah Parti sedang merindukan kebiasaan nya saat di rumah.
"Sudahlah kita nonton sinetron ini dulu, sekalian mengenang simbah kalian nduk." tukas bude Walimah dengan mata berkaca-kaca.
Tanpa terasa acara tv favorit simbah sudah selesai, mereka satu persatu memasuki kamarnya, nampak semua orang di rumah itu tertidur dengan lebih cepat, bahkan Rania dan Wati yang memiliki kebiasaan tidur larut malam, akhirnya sudah terpejam di atas tempat tidur nya, suasana rumah itu nampak sunyi dan hening tidak seperti malam-malam sebelumnya, Lala yang masih terjaga dengan mengerjakan tugas kuliahnya, merasa mendengar suara perempuan bersenandung menyanyikan lagu jawa, samar-samar namun terasa sangat nyata, Lala berusaha mencari tau darimana suara itu berasal, kemudian Lala melangkahkan kaki nya perlahan ke arah kamar Rania, karena suara itu semakin jelas dari dalam kamar Rania.
Cekleek...
Kreeaaak...
Nampak di dalam kamar itu ada sesosok perempuan tua, dengan rambut panjang yang menjuntai ke lantai, beliau tengah duduk disamping Rania dengan menyanyikan lagu jawa, yang biasa digunakan para orang tua untuk mendoakan anak mereka.
Ana kidung rumeksa ing wengi
Teguh hayu luputa ing Lara
Luputa bilahi kabeh
Jim setan datan purun
__ADS_1
Paneluhan tan ana wani
Miwah panggawe ala
Gunaning wong luput
Geni atemahan tirta
Maling adoh tan ana ngarah ing mami
Guna duduk pan sirna.
Betapa terkejutnya Lala setelah menyadari, jika yang ada di dalam sana adalah sosok simbah Parti, yang malam itu sengaja datang untuk menemui anak cucu nya, beliau tau jika cucu nya Rania akan melakukan perjalanan ke alam gaib, dan beliau menyanyikan kidung itu sebagai bentuk doa untuk Rania.
Nampak arwah simbah Parti berdiri mengambang dengan menyunggingkan senyum nya pada Lala, beliau menitipkan pesan pada Lala jika simbah Parti akan mengiringi perjalanan Rania ke alam gaib, karena beliau tidak ingin sesuatu hal yabg buruk terjadi pada Rania.
"Dan tolong nduk sampaikan pada cucuku Wati, untuk lebih rajin beribadah supaya tidak ada makhluk halus yang berani memperdaya nya, karena kelak dia hanya akan hidup berdua bersama ibu nya, sementara Rania akan kembali bersama kedua orang tua nya, dan mereka berdua tidak akan bisa mengandalkan mbah Karto terus menerus, karena semua manusia yang bernyawa akan kembali ke asalnya, ingatkanlah mereka semua ya nduk, aku akan pergi lagi dan akan kembali ketika Rania melangkahkan kaki nya di dimensi gaib, terima kasih kau mau menemuiku malam ini, semoga kelak kau akan hidup berbahagia dengan lelaki yang akan menerimamu apa adanya." ucap simbah Parti menyunggingkan senyumnya seraya melesat pergi menembus tembok kamar Rania.
"Ya Alloh almarhumah simbah Parti masih menghawatirkan keluarga nya, ternyata beliau sengaja menghadirkan kenangan nya bersama anak cucu nya, pantas saja aku merasa aneh dengan malam ini, tidak seperti biasanya." gumam Lala pada dirinya sendiri.
Sementara itu Rania yang tiba-tiba membuka kedua mata nya, nampak terkejut karena mendengar suara Lala, gadis itu meregangkan otot tubuhnya, seraya mendongakan kepala nya ke atas, menatap bingung Lala yang tengah berdiri mematung di depan pintu kamar nya.
Kenapa Lala ada di kamarku ya, apa yang dia lakukan disini, batin Rania didalam hati nya.
*
*
...Dukung terus karya ku dengan memberikan Vote atau hadiahnya kak, jangan lupa baca novel baru ku Dendam perempuan berjubah merah, maaf kalau agak lama update nya, Author sedang sibuk di RL mencari Vaksin yang sudah mulai susah didapatkan, semoga kita semua sehat selalu Amin 🙏...
...Bersambung....
__ADS_1