
Bagi para pendukungnya yang semakin berkembang Baruch Har-Zion adalah David baru, pejuang yang dipilih Tuhan untuk memerangi keganjilan yang sudah berlebihan dan mengantar rakyat nya ke Tanah Yang Dijanjikan. Tangguh, tak kenal takut, disegani dalam perang, ia adalah lambang Schtarker Pahlawan kokoh Yahudi yang memerhatikan dirinya sendiri, rakyatnya dan Tuhannya, dan tidak ada rasa penyesalan apa pun tentang alat atau cara apa yang digunakan untuk melakukan semua hal itu.
Lahir sebagai Boris Zegowsky di desa kecil di selatan Ukraina, ia datang ke Israel pada 1970 saat usianya 16 tahun, setelah ia dan adik laki-lakinya berhasil menyelundupkan diri keluar Uni Soviet, menyeberang separuh eropa dan menyerahkan diri ke Kedutaan Besar Israel di Wina, mengklaim hak mereka sebagai orang Yahudi untuk membuat aliyah. Perjalanan itu, bagi Har-zion, bagaikan perjalanan rohani, yang sebagaimana pelarian, sebuah petualangan ke tanah mistis yang menawarkan tidak saja tempat aman dari sikap Anti-Semit korosif di negara asalnya, tetapi manifestasi fisik dari janji Tuhan terhadap orang yang dipilih-Nya.
Har-zion telah mengabdikan sisa hidupnya untuk mempertahankan dan mengembangkan tanah air.
Pertama sebagai serdadu pada IDF, tempat ia mengabdi dengan penuh dedikasi di resimen elite Sayeret matkal; kemudian, setelah mengalami kebakaran mengerikan saat humvee-nya menabrak daerah pertambangan di Libanon selatan, ia bergabung dengan Intelijen militer, mengepalai unit yang bertugas merekrut dan mengatur informan dari Palestina. Pengabdian yang absolut kepada cita-cita Israel itulah yang menyebabkannya menjadi seperti sekarang ini, pengabdian yang termanifestasi dalam aksi heroisme ekstrem ia telah dua kali dianugerahi penghargaan medal of Valour untuk keberaniannya, medali Israel yang setara dengan Victoria Cross dan juga brutalitas ekstrem. Pada 1982, ia menerima teguran resmi karena menyembunyikan seorang gadis belia Libanon dalam patroli dan memerintahkan bawahannya untuk mengancam gadis itu kecuali dia membuka rahasia tentang di mana senjata hizbullah di sembunyi kan (dan gadis itu pun memberitahukannya). Selama masa tugasnya pada Intelijen militer Har-zion pernah dikirim ke pengadilan perang atas pernyataannya bahwa ia telah memberi otoritas pada ancaman pemerkosaan ramai-ramai sebagai alat untuk menghukum perempuan Palestina menjadi kaki tangannya (semua tuduhan telah dihapus setelah saksi persekusi utama mati dalam kecelakaan mobil yang misterius).
Dan itu hanyalah ujung dari sebuah gunung es. Kisah tentang kekerasan, brutalitas dan intimidasi mengikutinya ke mana pun ia pergi sesuatu yang, jauh dari membuatnya peduli, malah muncul sebagai sumber kebanggaan yang lebih besar daripada semua penghargaan atas keberaniaannya. “Sungguh menyenangkan menjadi seseorang yang dikagumi,” sekali waktu ia pernah berkata, “tetapi jauh lebih menyenangkan menjadi seseorang yang ditakuti.” Sebagai oponen yang sengit terhadap persetujuan perdamaian Oslo terhadap persetujuan perdamaian apa pun yang terlibat dalam penaklukan setiap inci tanah Israel ia meninggalkan Inteligen militer pada pertengahan 1990-an dan memasuki dunia politik, bergabung terlebih dahulu dengan organisasi pendudukan militan Gush emunim sebelum melepaskan diri untuk menemukan Chayalei David yang bahkan lebih militan. Kampanye David tentang perampasan dan pendudukan kembali tanah Arab awalnya dibubarkan karena dianggap pekerjaan orang pinggiran yang gila.
Namun, dengan tampilnya Al-mulatham dan Persaudaraan Palestina, pesan garis kerasnya bahwa tidak akan ada jaminan keselamatan dari bom bunuh diri sampai seluruh tanah Eretz Israel dikuasai bangsa Yahudi dan setiap orang Palestina didesak keluar perbatasan menuju Yordania memperoleh popularitas tinggi.
Rapat umumnya menarik kerumunan lebih besar lagi, acara makan malam untuk pencarian dana dihadiri lebih banyak tamu terkemuka. Pada pemilu 2000, ia memenangkan kursi di Knesset, dan dalam beberapa wilayah, ia kini secara serius sedang ramai dibicarakan sebagai pemimpin Israel di masa depan. “Bila Baruch Har-zion menjadi Perdana menteri maka itu berarti berakhirnya negeri ini,” demikian komentar yang dilontarkan politikus moderat Israel, Yehuda milan. “Bila Baruch Har-zion menjadi Perdana menteri, maka itu berarti berakhirnya yutzim seperti Yehuda milan,” demikian Har-zion memberi tanggapan.
__ADS_1
Resume ini berputar dalam benak Layla ketika ia berdiri menatap laki-laki di hadapannya, dengan tangan tertutup sarung tangan, rambut yang mulai abu-abu dan wajah dengan rahang persegi, pucat serta berjanggut, seperti kotak granit yang tertutup lumut. Di sekelilingnya nyamuk pers sekali lagi meneriakkan bermacam pertanyaan.
“Tuan Har-zion, apakah Anda mengakui bahwa Anda telah melanggar hukum karena telah menduduki rumah ini?”
“Apakah Anda percaya bahwa ada akomodasi yang mungkin terwujud antara Israel dan Palestina?”
“Dapatkah Anda berkomentar tentang klaim yang mengatakan bahwa aksi Anda dibantu secara jelas oleh Pm Sharon?”
“Apakah benar Anda ingin menghancurkan Kubah Batu dan membangun Kuil Kuno di lokasi tersebut?” Har-zion menjawab pertanyaan satu per satu, dengan senjata dipegang ketat pada sisi tubuhnya, … dan … dalam suara yang rendah dan keras, menyatakan ini bukanlah pendudukan dan bukan pula penyelesaian melainkan lebih sebagai pembebasan tanah milik bangsa Yahudi yang merupakan hak dari Tuhan. Ia menjelaskan itu selama dua puluh menit sebelum kemudian memberi tanda bahwa tidak ada lagi yang ingin dikatakan, dan ia pun kembali ke dalam. Baru saja melangkah, Layla maju dan berteriak
“Lebih dari tiga tahun terakhir anggota Chayalei David telah meracuni sumur-sumur orang Palestina, merusak peralatan irigasi orang Palestina, dan memotong kebun buah-buahan orang Palestina. Tiga orang anggota yang terpisah dari organisasi Anda telah dipenjara karena kasus pembunuhan rakyat sipil Palestina, termasuk satu kasus ketika anak laki-laki usia 11 tahun dipukul hingga mati dengan gagang kampak. Anda sendiri telah berbicara dengan restu dari Baruch Goldstein dan Yigal Amir atas aksi Anda.
Bukankah Anda ini seorang Al-mulatham Israel, Tuan Har-zion?” Har-zion terhenti, kemudian berbalik perlahan menghadap pers lagi, mencari wajah Layla, menatap matanya untuk beberapa lama. Tatapannya begitu tajam, marah, walaupun ada sesuatu yang berkedip di belakangnya, hampir kegirangan, seolah keduanya sedang melakukan permainan pribadi yang hanya mereka saja yang tahu rahasianya.
__ADS_1
“Jelaskan padaku, Nona madani,” ia menyebut nama perempuan itu sambil meludah, seolah terasa begitu pahit dalam mulutnya “mengapa ketika seorang Arab membunuh dua puluh orang sipil ia disebut korban, tetapi ketika seorang Yahudi mempertahankan diri dan keluarganya ia dituduh sebagai pembunuh?” Layla membalas tatapan matanya, menolak diintimidasi.
“Jadi Anda mendukung pembunuhan yang tak beralasan terhadap masyarakat sipil Palestina?”
“Aku mendukung hak orang-orangku untuk hidup dalam damai dan aman di tanah yang diberikan Tuhan kepada mereka.”
“Sekalipun itu melibatkan aksi terorisme yang sistematis?” Wajah Har-zion memberengut. Wartawan lain menatap pada mereka, suasana tiba-tiba hening, terserap ke dalam duel pribadi.
“Hanya ada satu kelompok ******* di wilayah ini,” kata Har-zion, “dan itu bukan Yahudi. Walaupun Anda tidak akan mengira hal itu dari laporan Anda.”
“Menurut Anda pembunuhan terhadap anak-anak bukan terorisme?”
“Aku menyebutnya tragedi perang, Nona al-madani. Tetapi bukan kami yang memulai perang itu.” Ia berhenti sejenak, dengan mata terus menatap Layla. “Walaupun tentu saja kamilah yang akan mengakhirinya!” Ia membalas tatapan Layla, dan melangkah mundur memasuki rumahnya.
__ADS_1
“Perempuan ******,” desis salah satu pengikut Har-zion begitu ia memasuki ruangan. “Dia perlu sebutir peluru menembus kepalanya.” Har-zion tersenyum. “mungkin saja, tapi masih belum. Bahkan dia pun ada gunanya.”