
Ia menelan bagian terakhir bir dan melempar botolnya ke dalam keranjang yang berjarak sejauh lima kaki darinya. Botol itu pun mendarat dengan suara keras gemerincing.
“Bila kita tidak tahu detail yang tepat, paling tidak dua hal kelihatan pasti. Yang pertama, apa pun objek misterius atau rahasia itu, ia secara intim berhubungan dengan Esclarmonde dari Castelombres, istri Count Raymond III, yang dari kisahnya tampak dianggap sebagai sosok penjaga atau pelindung. Yang kedua, hal ini tampaknya memiliki signifikansi yang besar bagi keyakinan Yahudi. Pada awal 1104, menurut Rashi, kita kedatangan pemimpin dari komunitas Yahudi utama Languedoc di Toulouse, Beziers, Narbonne dan Carcassonne yang mengunjungi kastil.
Pada 1120 Yahudi datang dari tempat sejauh Cordoba dan Sisilia. Dan pada 1150 tempat itu terlihat lebih terbangun sebagai pusat Jamaah Yahudi dan studi Kabala. Lagi-lagi, aku harus menekankan betapa lemah sumber itu. Bahkan dengan tetap memikirkan hal itu, jelas bahwa sesuatu yang sangat tidak biasa sedang berlangsung di Castelombres selama periode ini.” Layla duduk tepat di bibir kursi.
“Teruskan.” Topping menggeleng kepalanya. “Sayangnya, sejak pertengahan abad keduabelas berbagai sumber itu benar-benar diam. hal berikutnya yang kita dengar tentang Castelombres, hal terakhir yang kita dengar, adalah sesuatu yang disebut Chronicle dari Guillaume Pelhisson yang merekam bagaimana pada 1243, selama Perang Salib Cathar, kastil diratakan dengan tanah oleh kekuatan Gereja Katolik, tanahnya didistribusikan lagi dan tempat tinggal Castelombres dienyahkan. Di luar harta karun misterius atau rahasia atau apa pun namanya, tidak ada hal lain lagi yang terdengar.” Ia berhenti sejenak, kemudian menatap Layla dari balik bagian atas kertasnya.
“Atau setidaknya, tidak terdengar sampai aku menemukan referensi yang agak menggelitik beberapa bulan lalu dalam register Inkuisisi yang sedang kupelajari pada Perpustakaan Nasional di Paris. Yang menjelaskan bagaimana seluruh hal itu dimulai pertama kali.” Terdengar dentang tumpul di luar ketika lonceng berdentang tanda setengah jam.
“Kau tahu tentang Cathars?” Topping bertanya. Layla pernah membaca sekilas tentang itu selama perjalanan, bersamaan dengan materi yang telah ia petik dari internet, yang telah memberinya pengetahuan dasar.
“Sedikit,” katanya. “Aku tahu mereka adalah sekte Kristen Heretikal yang berkembang di Languedoc pada abad keduabelas dan ketigabelas. Bahwa mereka percaya” Ia melirik catatan singkatnya yang ia tulis di pesawat” alam semesta ini diatur oleh Tuhan Cahaya dan Tuhan Kegelapan, dan bahwa segala sesuatu dalam dunia material adalah hasil karya Tuhan yang jahat. Bahwa Gereja Katolik menyatakan Perang Suci melawan mereka, Perang Salib Cathar. Bahwa mereka membuat posisi terakhir di Kastil Montsegur, dan bahwa beberapa saat sebelum kastil roboh mereka sebenarnya dipersiapkan untuk menyelundupkan harta karun keluar melewati tentara yang mengepung.” Ia mendongak ke arah laki-laki itu. “Itu saja, aku kira.”
Ia mengangguk terkesan. “Lebih banyak dibandingkan apa yang diketahui oleh orang kebanyakan, aku pastikan itu.” Kemudian senyap untuk beberapa saat. Keduanya saling bertatapan, lalu, dengan memiringkan sedikit kepalanya, Topping beranjak menuju dapur lagi dan mengambil bir.
“Kau sungguh-sungguh tidak ingin minum?” tanyanya.
“Boleh kalau begitu.”
Ia membuka dua botol dan, begitu kembali, memberikan satu untuk Layla dan duduk di seberangnya, sambil meluruskan kakinya panjang, pucat, halus sehingga telapak kakinya yang telanjang hanya satu inci lebih dari kursi yang diduduki Layla.
“Harta karun Cathars sudah lama menjadi subjek spekulasi,” Katanya, sambil mengutip narasinya, “Sebagiannya bersifat akademis, dan sebagian besar hanya fantasi liar. Semua gagasan sudah dikemukakan mengenai apa sebenarnya harta karun itu, segala sesuatu mulai dari karung-karung emas ke teks religious Cathar ke Holy Grail. faktanya adalah, seperti juga seluruh Rahasia Castelombres, sumbernya tidak jelas.” Ia meneguk birnya.
“Kita tahu tentang harta karun dari serangkaian pernyataan yang diberikan kepada Inkuisisi oleh mereka yang selamat dari kepungan Montsegur. Ketika kastil dijatuhkan oleh para tentara perang salib Katolik pada Maret 1244, sekitar dua ratus orang mempertahankan menolak meninggalkan keimanannya dan dibakar sampai mati. Sisanya dibiarkan bebas dengan syarat mereka mengakui sepenuhnya interogator Inkuisisi. Dua puluh dua pernyataan pengakuan dapat diselamatkan lebih dari empat ratus halaman empat di antaranya bercerita tentang misteri harta karun yang diselundupkan.” Layla baru separuh mengangkat botolnya untuk meminum isinya, tapi kemudian menurunkannya lagi dan malah menulis apa yang baru saja dikatakan Topping.
“Kemudian, Desember lalu, aku menemukan apa yang kelihatannya merupakan bagian dari pernyataan yang selamat dari Montsegur yang kedua puluh tiga. Yang juga menyebutkan tentang harta karun Cathars, tetapi dengan detail ekstra yang lebih menarik.” Ia terlihat rileks ketika mengatakan hal ini, terbenam dalam kursinya dengan botol bir menggantung di tangannya. Terlepas dari ini, Layla dapat mengatakan dari kecerahan matanya dan ceramahnya yang agak semakin cepat bahwa Topping, sebagaimana dirinya, tertarik akan kisah itu.
“Pernyataan itu telah diikat, sangat mungkin secara kebetulan, menjadi register dokumen jauh di kemudian hari,” ia melanjutkan.
“Ia merekam interogasi yang selamat dari Montsegur bernama Berenger D’Ussat oleh inkuisitor bernama Guillaume Lepetit William The Small, atau aku lebih suka memanggilnya William Kecil. Di dalamnya, Berenger menjelaskan bagaimana, suatu waktu sekitar Natal 1243, tiga bulan sebelum Montsegur jatuh ke dalam kepungan Katolik, empat pemimpin Cathar ia merujuk ke catatannya” Amiel Aicart, Petari Laurent, Pierre Sabatier dan laki-laki bernama Hugon, berusaha melarikan diri dari kastil di malam hari dengan membawa pergi harta karun yang penting. Di dalamnya yang tidak mengguncangkan bumi keempat pernyataan ’harta karun’ lain mengatakan hal yang benar-benar sama. Apa yang terjadi kemudian sangat mengagumkan, karena ketika William, si interogator itu, mendesak Berenger untuk informasi lebih banyak lagi tentang harta misterius ini, ia berkata” ia melirik pada catatannya lagi”’Credo Id Catelombrium Unde Venerit Relatum Esse Et ini Sepultum Esse Ne Quis Invenire Posset’, yang diterjemahkan menjadi ‘Aku percaya ini dikembalikan ke Castelombres, dari mana ia berasal, dan dipendam di sana sehingga tidak seorang pun akan mendapatkannya.’”
Rahang Layla turun. “Keduanya adalah hal yang sama! harta Montsegur dan Rahasia Castelombres!” Topping terenyak di kursinya dan meneguk birnya lagi, “Yahh, diakui ini hanya sepotong kesaksian,” katanya, “Sepenuhnya belum pasti benar. Lebih dari mungkin bahwa Berenger hanya mencoba mengacaukan inkuisitornya, memberikan kepada mereka petunjuk yang salah. Semua sama, ini merupakan pendapat yang menggugah minat. Dan barangkali tidak sepenuhnya tidak mengejutkan. Meskipun demikian, Castelombres kurang dari sepuluh kilometer seperti gagak terbang dari Montsegur, maka cukup adil untuk berasumsi bahwa ada sejenis interaksi antara dua kastil ini. Juga, Cathars terkenal akan persahabatan mereka dengan bangsa Yahudi. Jadi, cukup adil untuk berasumsi bahwa dalam menghadapi kekuatan serbuan Katolik yang antisemitik, para penjaga yang mempertahankan Montsegur telah menawarkan tempat perlindungan rahasia atau harta karun apa pun disimpan di Castelombres. Apa Lord Castelombres itu sendiri sebenarnya mengadopsi dogma Cathar....” ia mengangkat bahu. “Aku ragu kita akan pernah mengetahuinya, walaupun dengan keterlibatan mereka bersama bangsa Yahudi dan kenyataan bahwa kastil mereka dirusak para tentara perang salib, maka adalah tebakan yang masuk akal bila mereka melakukannya. Terus terang, tidak di sini atau di sana. hal yang penting, tampak ada landasan solid yang masuk akal untuk berspekulasi bahwa apa yang sampai sekarang tampak sebagai dua misteri yang sepenuhnya berbeda pada ke nyataannya adalah sama.”
Layla masih belum meminum lagi sisa birnya. Sekarang ia mengangkat botolnya dan menelan beberapa teguk, berusaha memproses apa saja yang baru ia dengar untuk mengaitkannya dengan apa yang sudah dia ketahui: William De Relincourt menemukan objek di bawah Gereja makam Suci; ia mengirimnya ke saudara perempuannya Esclarmonde di Castelombres; Castelombres menjadi fokus sekte misteri Yahudi; objek itu dipindahkan ke Montsegur untuk disimpan dengan aman selama pergolakan Perang Salib Cathar; ketika Montsegur jatuh, ia dikembalikan ke Castelombres dan dikubur. Semuanya terlihat cocok dan pas.
__ADS_1
Namun, semenarik itu, pada akhirnya hal ini masih belum membuatnya maju lebih jauh. masih banyak yang tetap belum diketahui nya, begitu banyak pertanyaan membutuhkan jawaban.
Apa gerangan yang misterius itu? mengapa ia begitu penting bagi orang Yahudi? Apa relevansinya dengan Al - Mulatham? Dan apa yang terjadi dengannya?
“Laporan pidato Anda mengatakan sesuatu tentang arkeolog Nazi,” ujar Layla, sambil meneguk minumannya, mengangkat kaki kiri dan melipatnya di bawah tumit kanan.
“Bagaimana sampai seperti itu?” Topping tersenyum.
“Aku heran kau sampai pada pertanyaan itu. Dalam banyak hal itu memang bagian paling menarik dari keseluruhan cerita.” Ia berdiri dan berjalan ke jendela, sambil memandang ke lapangan di bawah. Selain suara musik dari ruang sebelah, semuanya diam dan senyap.
“Transkrip Inkuisisi adalah topik kuliah yang cukup samar,” katanya setelah jeda beberapa saat. “Tidak banyak orang tertarik mempelajarinya. Sebagian Register di Bibliotheque Nationale tidak pernah melihatnya selama bertahun-tahun, bahkan mungkin puluhan tahun. Aku pernah menemui satu di antaranya yang belum pernah dibuka sejak pertengahan abad kesembilan belas.”
Layla mengetuk-ngetukkan pulpennya pada lutut, bertanya-tanya ia mau ke mana dengan cerita itu.
“Menurut catatan Perpustakaan,” ia melanjutkan, sambil kembali kepada Layla, “Terakhir kali orang melihat pada register yang di dalamnya kutemukan transkrip Berenger d’Ussat adalah pada awal September 1943, pada saat pendudukan Jerman di Prancis, ketika sedang diteliti oleh cendekiawan Nazi bernama Dieter Hoth.” Nama itu tampak menerangi hubungan yang samar di suatu tempat jauh dalam pikiran Layla. Pikirannya terlalu penuh dengan informasi sehingga ia tidak dapat segera berpikir mengapa.
“Lanjutkan.”
“Hmm, awalnya aku berpikir Hoth ini yang secara kebetulan tidak pernah kudengar sebelumnya, yang terasa aneh dalam keadaan betapa sempit areal ini pasti telah luput mendapatkan transkrip Berenger semuanya karena tidak ada catatan bahwa ia pernah mempublikasi apa pun tentangnya. Bagaimanapun juga, aku mencari tahu tentangnya melalui salah seorang teman di Toulouse, spesialis Nazi, dan coba tebak? Kurang dari seminggu setelah menelaah, register Dieter Hoth ini muncul di bagian terjauh Languedoc, berdiam di desa modern Castelombres, kali ini di temani unit pasukan khusus SS. Dan menurutmu apa yang mereka semua lakukan di sana?” Layla menggelengkan kepalanya. Topping meneguk birnya dan bersandar pada kusen jendela, tersenyum masam.
“Menggali.” Ia terperanjat. “Kau serius?”
“Dan? Apa mereka menemukan sesuatu?”
Lagi-lagi ia memberikan senyum masam. “Sepertinya ya, walaupun tidak dapat kukatakan padamu. Seperti yang kubilang, arkeolog Nazi benar-benar bukan area keahlianku.” Ia menatap Layla, kemudian menjauhkan diri dari kusen jendela, menuju dapur dan mulai menggeledah lemari. Layla memundurkan badannya dan meneguk birnya, pikirannya mendenging.
Begitu banyak hal harus ditindaklanjuti, begitu banyak jalan untuk dieksplorasi.
“Siapa teman Anda itu?” Layla bertanya setelah beberapa saat.
“Seseorang di Toulouse.”
“Aku tak memanggilnya teman seperti itu,” jawab Topping,
“Lebih sebagai kenalan sambil lalu. Aku bertemu dengannya beberapa tahun silam, ketika aku sedang cuti panjang dari Universitas Toulouse. Ia menjalankan bisnis toko antik dekat St Sernin. Laki-laki yang aneh.
__ADS_1
Eksentrik. mengetahui segala hal disana adalah mengetahui tentang Nazi. Namanya Jean-Michel Dupont.”
Seperti juga Dieter Hoth, ini pun tampak menderingkan bel yang ada jauh di kedalaman pikiran Layla. Ia menutup matanya, mencoba menemukan dan menandainya. Dieter Hoth, Jean-michael Dupont; Dieter Hoth, Jean-michel Dupont. Bagaimana ia tahu orang-orang ini?
Dan kemudian, tiba-tiba saja, datang padanya. Tentu saja! Dari web malam yang lalu. Artikel tentang arkeolog Nazi, dengan catatan kaki yang berisi inisial DH yang tidak teridentifikasi.
Matanya berbinar dan, setelah menulis sesuatu pada catatannya, ia menarik hasil cetak yang ia buat saat itu: 13 November 1938 Thule Soc. makan malam, Wewelsburg. Spirit tinggi setelah peristiwa tanggal 9-10, dengan WVS membuat lelucon tentang “Ceceran harapan Yahudi”. DH mengatakan mereka akan lebih tercecer bila perihal Relincourt terlepas, setelah diskusi panjang tentang Cathars, dan lain-lain. Burung pegar, sampanye, kognak. mohon maaf dari FK dan WJ.
“Ya Tuhan,” Layla berbisik. “Ia tahu. De Relincourt, Castelombres, Montsegur. Ia membuat hubungan itu.”
“Apa itu?” kata Topping. Ia mengabaikan pertanyaan itu.
“Dieter Hoth ini. Apa yang terjadi dengannya?” Topping kembali ke ruang sambil mengunyah apel.
“Tewas di akhir perang. Kepalanya ditembak oleh artileri Rusia. Tidak lebih dari yang selayaknya ia terima.” Ia menggigit apel itu lagi dan bersandar pada pintu dapur.
“Jangan mengkhayalkan sesuatu untuk dimakan. Atau, kau justru sedang melakukannya? Aku tahu ada taverna Yunani yang enak sekali di jalan Trumpington.” Layla mendongak, terperanjat.
“Anda sedang merayuku, Profesor Topping?” Ia tersenyum.
“Pastinya!”
*****_____*****
Baca Juga Novel yang lainnya Guys "Cinta Kilat Perawan Tua"
Tema Cerita tentang “Kasih Sayang keluarga terlalu manja dan berlebihan kepada anak bar gede dengan jiwa pemberontak, yang bertemu dengan Wanita bangsawan berhati keras serta kaya raya. Hingga akhirnya merubah pola pikir hidup menyendiri dan tidak ingin bertanggung jawab tentang apapun. Akhirnya harus jatuh cinta dengan paman sang gadis beliau. Ikuti ceritanya pasti seru...
*Komen dan sarannya dikolom komentar dibutuhkan, serta jangan lupa Vote ya…*
By the way, Enjoy it
Ikuti juga Instagram di: @itsme.okta
Thanks in Advanced
__ADS_1
Best Regards
*****