Detektif Terpilih

Detektif Terpilih
Novel Baru


__ADS_3

Hi teman-teman ada karya novel baru sedang on going ya ..


Judul "Wanita Pilihan".


Mohon dukungannya.


Prolog


Waktu terus berlalu, dan hubungan maya dan Hendra semakin intens dan tumbuh rasa yang berbeda dari teman biasa. Pada suatu siang selepas kuliah Rendra mengirimkan pesan singkat melalui whatsapp dan berencana mengajak keluar serta memberikan surprise yang telah ia siapkan untuk Maya. Dia ingin mengajak Maya makan malam romantis dan menonton pertunjukan musik yang mereka mainkan di salah satu kafe di tengah kota.


Rendra dengan senyum ceria mengirim pesan chat kepada Maya. "Hai Maya, apakah kamu ada waktu nanti malam? Aku ingin mengajakmu makan malam dan menonton pertunjukan musik yang kami tampilkan di kafe yang ada di tengah kota."


Maya membuka tas karena mendengar notifikasi pesan sambil tersenyum simpul dan membalas chat tersebut. "Wah keren, tapi sayang aku gak bisa. Sore ini hingga malam, aku harus bekerja, barusan manajer resto memintaku menggantikan temenku yang ijin ada urusan keluarga, Maaf ya."


"Oh, maaf, Maya. Aku tidak tahu kamu memiliki jadwal kerja sore ini. Ok baik mungkin lain kali saja." Jawab Rendra sambil tersenyum kecut membaca balasan


"Makasih ya atas pengertiannya. Kamu tau kan Pekerjaan ini penting bagiku untuk mendukung diri sendiri secara finansial." Balas Maya tersenyum lembut.


"Iya aku mengerti, Maya. Pekerjaanmu juga penting. Tidak apa-apa, kita masih memiliki banyak waktu untuk merencanakan momen lainnya. Aku akan selalu mendukungmu dalam apa pun yang kamu lakukan." Balas Rendra sambil menggenggam handphone dan memikirkan tindakan selanjutnya.


Maya tersenyum lega. "Terima kasih, Rendra. Aku sangat menghargai dukunganmu. Kita pasti akan menemukan waktu yang tepat untuk pergi bersama."


Setelah itu rendra terlihat menelpon seseorang. Meskipun rencana malam ini tidak berjalan sesuai rencana, dia berusaha membuat plan B jika rencana ini tidak berjalan mulus.


**


Menjelang hampir tengah malam di tempat kerja Maya, suasana mulai sepi karena sudah jam tutup dan beberapa lampu di ruangan yang tidak ada pengunjung telah di matikan. Sejak sore tadi, Maya bekerja seperti biasa selanjutnya harus mengambil shift tambahan karena salah satu teman kerja meminta ijin mendadak dan dia harus bekerja sampai larut. Ia tidak menyadari apa yang sedang direncanakan oleh rendra saat ini. Saat hendak berbenah peralatan sisa pemakaian, terlihat Rendra muncul dipanggung restoran dengan gitar di tangannya. Pengunjung dan staf restoran yang melihatnya langsung terkejut dan berbisik-bisik.


“Harusnya sudah mau tutup dan jam live musik sudah selesai dari tadi” Kata seorang staf restoran temen Maya kepada yang lain, tapi ketika hendak berjalan menuju panggung dan menyapa Rendra, ia di berhentikan oleh Manajer resto dan memberikan kode agar membiarkan rendra melakukan aksinya.


Tentu! Ini adalah skenario di mana Rendra membuat kejutan di tempat kerja Maya. Rendra sudah merencanakan sebuah kejutan yang spesial untuk Maya di tempat kerjanya, Dan dia telah berkoordinasi dengan manajemen restoran tersebut sebelumnya untuk memastikan semuanya berjalan lancar.


Rendra dengan penuh percaya diri mengundang maya kearah panggung untuk menemaninya bermain musik, Semua mata tertuju pada mereka berdua. Rendra meletakkan gitar di pangkuannya sambil tersenyum lembut. Maya sempat bingung untuk mengatakan hal yang sama seperti temannya tapi Rendra memberikan isyarat telunjuk jari di bibirnya untuk diam dan mengikuti arahan selanjutnya.


"Maafkan aku karena mengganggu pekerjaanmu malam ini Maya. Tapi hari ini, aku ingin memberikan kejutan spesial untukmu di depan semua orang di sini." Kata Rendra selanjutnya.


Maya yang masih penasaran hanya terdiam bingung menuruti semua yang di minta oleh Rendra, namun senyumnya tak bisa disembunyikan entah itu bahagia atau bingung penasaran campur aduk. Rendra pun mulai memetik senar gitar dan memainkan melodi yang indah. Lalu, dengan penuh perasaan, dia mulai menyanyikan sebuah lagu yang telah dia buat khusus untuk Maya. Suaranya yang lembut mengisi ruangan, memikat perhatian setiap orang.


Di antara senja yang merah


Kau hadir dalam hidupku


Setiap detik berharga


Kau memberiku cinta yang suci

__ADS_1


Dalam setiap nada ini


Ku temukan arti yang sejati


Kau membuatku merasa hidup


Kau adalah sinar di gelap malamku


Hari ini, di malam yang bercahaya


Aku ingin berbagi rasa di hatiku


Maya, engkau adalah bintang yang kuat


Bersinar terang dalam hidupku


Di depan teman-teman kerja


Dan di hadapanmu yang kucintai


Aku mengatakan dengan tulus


Maya, kau membuatku jatuh hati


Maya, apakah kau mau menjadi


Satu-satunya yang kumiliki


Hingga akhir nafasku


Selama Rendra menyanyikan lagu itu, suasana di restoran berubah menjadi romantic, menciptakan momen yang benar-benar istimewa. Dengan suara yang penuh emosi, Dia menyanyikan lagu dengan lirik yang sendu, mencerminkan perasaannya yang terpendam selama ini. Suara merdunya memenuhi ruangan dan menyentuh hati semua orang yang hadir.


Setelah lagu selesai, cahaya sorotan restoran menyala dan mengarah kepada mereka berdua, dan tepuk tangan meriah menggema di ruangan itu. Semua orang memberikan tepuk tangan dan sorakan kecil untuk Rendra dan Maya.


Saat ini Rendra merasa gugup namun tetap berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan mengatakan sesuatu kepada Maya. Maya yang tersenyum terharu menatap Rendra dengan penuh perhatian dan menunggu akhir dari surprise yang akan di berikan oleh Rendra.


"Maya, kamu adalah bintang dalam hidupku, dan aku merasa harus mengatakan sesuatu yang sangat penting bagiku." Rendra dengan perasaan deg-degan mencoba mengutarakan maksudnya.


"Tentu, Aku siap mendengarnya." Sambil mengerutkan dahinya Maya berusaha tersenyum lembut dan menjawab dengan perasaan penasaran.


Rendra menelan ludah yang sebenarnya sudah kering karena habis bernyanyi.


"Baiklah, begini... Sebenarnya, aku merasa sangat dekat denganmu dan aku... aaa gini Maya, kamu seperti matahari yang menghangatkan hatiku, seperti bulan yang menerangi malamku, dan seperti... eee… tomat di atas pizza yang membuatku tak bisa berhenti mencintaimu!"


"Rendra, aku gak paham apa yang kamu sampaikan" Maya tertawa kecil dan merasa bingung dengan maksud pernyataan itu.

__ADS_1


"Duh? Harus darimana ini, kata-kata ini tidak yang ku rencanakan, bagaimana mungkin aku bisa mencipta lagu cinta tapi…" komat kamit rendra berbicara sendiri dan merasa canggung dan mulai panik.


“Rendra!!!” Maya menepuk telapak tangan rendra karena ingin menunggu lanjutan kalimat itu.


“Pokoknya aku kamu, ya aku selama ini sudah ke kamu.” Jawabnya kelabakan karena kaget di sapa maya dan kalimat yang sudah disiapkan hilang seketika.


“Iya kamu kenapa, sepertinya kamu lupa minum obat deh!” kata maya sambil menatap serius kearah rendra yang gugup tidak karuan.


"Tomat di atas pizza? Maya, itu benar-benar unik! Dan itu serasi jika tetap bersama untuk di nikmati.” Jawab rendra asal dan berusaha menahan napas agar pikirannya kembali normal.


"ooooo itu, ya ya ya, Aku mengerti dan menghargai keberanianmu untuk mengatakannya." Ucap Maya tersenyum lebar dan mulai sedikit mengerti arah pembicaraan rendra.


“You do? Jawab rendra sambil menunjuk kearah hidungnya sendiri.


“Ya, Berikan aku waktu sejenak untuk memikirkannya”. Kata maya menambahkan.


"Ya, mungkin kamu benar. Aku hanya ingin kamu tahu betapa istimewanya dirimu bagiku. Kamu membuat hatiku berdetak lebih cepat setiap kali kita bersama." Rendra mengangguk berkali-kali dan karena merasa lega ternyata maya mengerti maksud yang ingin dia sampaikan.


"Terima kasih, Rendra. Aku juga merasa ada sesuatu yang istimewa di antara kita. Tapi Aku perlu waktu untuk memikirkannya, aku senang koq kamu berani mengungkapkan perasaanmu kepadaku." Kata Maya dengan senyum hangat di wajahnya.


Disisi lain para pengunjung restoran yang masih disana, teman kerja, serta manajer Rendra menatap adegan dua sejoli itu dengan bingung dan cara penyampaian cinta yang aneh. Mereka pun akhirnya menyadari bahwa Rendra memang memiliki kepribadian yang unik. Mereka tertawa melihat ekspresi canggung Rendra, dan memberikan tepuk tangan untuk dukungannya dan bubar karena ******* dari surprise malam ini sepertinya harus di tunda karena yang di beri surprise tidak ingin malam ini segala sesuatu langsung selesai.


"Rendra, cara kamu mengungkapkan cintamu memang unik. Tapi setidaknya, kamu berhasil membuat kami semua tersenyum." Kata Manajer restoran tempat Maya bekerja sambil tersenyum


"Terima kasih, Pak. Aku hanya ingin Maya tahu perasaanku, walaupun terkadang aku agak kikuk." Jawab Rendra dan wajahnya langsung merah padam.


Sambil tertawa dan berbicara dengan ringan, suasana di restoran menjadi lebih ceria. Rendra dan Maya merasa lega karena walaupun ada momen lucu dalam pengakuan cinta mereka, mereka berhasil mengatasi ketegangan awal dan memperkuat hubungan mereka.


"Rendra, Aku tidak bisa mengerti entah otakmu terisi dari bumbu apa sehingga menyampaikan kalimat tadi. Tapi setidaknya, kamu berhasil membuat kami semua berpikir sejenak. Yang aku masih heran, kamu bisa menaklukkan gitar, menulis lagu dengan tegas tapi…." Timpal Manajer restoran maya sambil tersenyum mengejek dan tidak melanjutkan kalimatnya seraya berbalik kembali ke ruangannya. Rendra mendengar itu hanya cengar cengir dan menyadari bahwa yang disampaikan itu benar adanya.


"Nanti pulang aku yang nganter ya." tanya Rendra kepada maya sambil tersenyum penuh pengertian.


“Aku beberes dulu di belakang kamu tunggu aku di depan” Jawab Maya langsung pergi ke belakang restoran untuk membantu teman-teman yang lainnya membereskan segala sesuatunya.


Tidak sampai 30 menit berselang saat ini Rendra sedang mengendarai motornya membonceng Maya pulang dengan penuh harap dan perasaan campur aduk. Sepanjang jalan suasana canggung masing-masing dengan pikirannya sendiri-sendiri. Maya yang duduk di belakang sambil mengenakan helm tersenyum sendiri mengingat kata-kata Rendra tadi saat mengungkapkan isi hatinya dengan kata-kata yang aneh tapi lucu. Dan itu membuat perasaan Maya terkuak, dan dia juga menyadari bahwa dia juga sebenarnya telah menyimpan perasaan yang sama sejak lama, tapi tidak pernah di sampaikan. Pikirnya emang apaan, masa cewek yang nembak duluan.


Setelah sampai di depan gerbang asrama kampus tempat Maya tinggal, Rendra menghentikan motornya dan Maya segera turun dari motor dengan hati yang berdebar membuka helm dan menyerahkan kepada hendra. Tanpa aba-aba terlebih dahulu, Maya langsung mencium pipi Rendra saat helm rendra yang barusan di lepasnya. Rendra merasa terkejut namun sangat bahagia karena Maya tiba-tiba menciumnya dengan penuh semangat di depan gerbang asrama. Hatinya berbunga-bunga dan kegembiraan tak terkira memenuhi dadanya. Ia tersenyum lebar sambil memandangi Maya yang sudah berlari ke dalam asrama sambil berteriak kegirangan.


“Rendra, aku menerima cintamu dan mau jadi pacarmu! Kamu pulang gih udah larut malam!” Sambil berlari Maya berteriak dari kejauhan.


Rendra terpaku dan tidak percaya dengan adegan barusan, ia tersenyum bahagia melihat reaksi Maya yang begitu spontan. Dia tahu bahwa momen ini adalah permulaan dari kisah cinta mereka yang penuh petualangan dan kebahagiaan.


“Oh ya, hah ya” Jawab rendra sambil memegang pipinya dengan perasaan campur aduk…


“Selamat beristirahat semoga mimpi indah, dan terima kasih sudah mau menerimaku jadi….” Tambah Rendra lagi sambil sedikit berteriak yang ritmenya semakin pelan dan hanya seperti berbisik karena maya sudah tidak terlihat disana..

__ADS_1



__ADS_2