
Pagi hari di rumah Farel....
Farel kembali menyuapkan nasi goreng ke dalam mulut nya. Satu tangan nya masih sibuk mengirimi pesan pada anggota LD untuk balapan nanti malam.
"Kak, nanti pulang jam berapa?"tanya papa Dimas.
"Seperti biasa, pah. Jam 4." jawab Farel
"Sepulang sekolah jangan kemana - mana dulu ya, langsung pulang. Ada yang mau papa omongin sama kamu."ujar Dimas.
"Kenapa nggak sekarang aja ngomong nya? Kenapa harus nunggu nanti?" tanya Farel.
"Nggak bisa, papa lagi buru - bur, ada pertemuan penting pagi ini sama klient dari Singapore. Yaudah kalau gitu papa berangkat sekarang ya, yok Rain." ucap Dimas beranjak dari duduk nya.
"Yok, pah."sambung Rain, berdiri dan mencium punggung tangan mama dan kakak nya.
"Pergi dulu ya , Assalamualaikum."ucap Rain dan juga papa.
" Waalakum salam"jawab mama Anne.
"Kakak, kebiasaan ! Kalau ada orang yang mengucapkan salam itu, harus di jawab nggak boleh diem aja, nggak sopan tau nggak!" omel mama Ann.
"Iya, mah. Kakak tau, lagian juga udah jawab, tapi dalam hati."ucap Farel, Anne hanya bisa menghela napas mendengar jawaban anak sulung nya itu.
"Yaudah, kalau gitu kaka juga berangkat." pamit Farel beranjak berdiri dan mencium punggung tangan mama nya.
^^^^
Siang ini pelajaran matematika, mata pelajaran yang sangat di benci oleh Farel dan juga parah sahabat nya. Awal nya, mereka ingin tidur saja saat pelajaran tersebut berlangsung. Akan tetapi bu AS guru matematika tiba - tiba mengadakan ulangan dadakan. Siapa yang tidak kesal coba? Sudah lah mengganggu tidur ke empat pria itu dan sekarang saat otak mereka sedang malas untuk bekerja, malah di paksa dan di peras untuk mengerjakan soal - soal yang dipenuhi dengan angka tersebut.
Namun, Farel dan teman - teman nya tidak hilang akan untuk menghindari pelajaran itu. Mereka tidak peduli dengan nasib nilai mereka yang akan jadi korban nya.
Membolos di rooftop dalah jalan satu - satu nya yang mereka pilih. Mereka keluar dari kelas lewat pintu belakang saat Bu AS mencatat soal di papan tulis.
"bolos itu emang paling enak, ya." ujar Vino yang mendapatkan anggukan dariketiga sahabat nya.
Menghisap bebrapa batang rokok mungkin lebih asik, dari pada menghitung angka yang dari mana asalnya, dan mereka berempat, paling anti jika di suruh mikir terlalu keras.
__ADS_1
"Asli cantik, banget."ucap Kemal tiba - tiba.
"Hah, apa nya yang cantik?"tanya Vino
"Zaskia, cantik banget."jawab Kemal tersenyum
Sontak Farel yang sedang fokus bermain ponsel ikut menoleh ke arah Kemal., Ia seperti mengenal nama itu.
"Zaskia, sekre osis baru?"tanya Farel
Kemal mengangguk kan kepala nya dengan semangat.
"Lo naksir sama dia?"tanya Farel lagi.
"Yaelah Rel, elu ketinggalan berita tau nggak, Kemal tu suka sama Zaskia itu dari SMP. Mereka udah kenal sejak lama, si kunyuk ini aja yang nggak berani buat nyatai nya ke Zaskia."ujar Vino sekedar info pada Farel.
"Lah, kok bisa?"tanya Farel yang masih nggak percaya dengan info itu.
"Ya bisa lah, Rel. Kenapa nggak coba?" saut Kemal angkat bicara.
Kemal membulat kan kedua matanya, ingin rasa nya Kemal membuka sepatu nya dan memukul mulut Farel sahabat nya yang kurang aja itu.
"Dia itu sholeha, anak baik - baik juga Rel. Jaman sekarang susah tau nyari cewek kaya Zaskia. Dia itu spesial dan sangat langkah." ucap Kemal.
Farel tersenyum masam.
"Anak baik - baik kata lo? Karena dia make hijab, jadi lo cuma lihat dari cover nya doang,? Kemal, Kemal, jaman sekarang banyak kali cewek nal bersembunyi di balik pakaian nya. Dilihat dari luar sih, emang dia polos. Tap, kita nggak tau gima dia asli nya." ujar Farel menjelasan dan menasehati Kemal agar tidak salah menilai cewek.
"Kebiasaan banget lo nilai orang sebelah mata, pake bawa - bawa fisik lagi. Wajar kali manusia banyak kurang nya, karena emang dasar nya nggak ada manusia yang sempurna, ya kan? Tapi bukan nya itu bagus ya, jadi gue sama dia bisa saling melengkap, gitu."ucap Kemal tersnyum
"Serah lo, deh..."ujar Farel.
"Tapi, emang bener sih, nggak selamua waniitu make hijab itu polos...." ucap Vino sengaja menghentikan ucapan nya. Farel, Alan dan Kemal sudah fokus mendengar kan kelanjutan dari ucapan Vino.
"Kadang ada juga yang motif bunga - bunga."lanjut Vino.
"SIALAN LO,!!"umpat ketiga sahabatnya. Vino hanya tertawa mendengar umpatan yang keluar dari mulut ketiga sahabat nya.
__ADS_1
^^^^^^^^^^
"Hai, Ki. Lo lagi sibuk ya?"tanya seseorang.
Zaskia mendongak kan kepala nya, tersenyum pada orang yang baru saja menyapa nya.
"Hai, Ndre. Enggakkok, kenapa?"tanya Zaskia.
"Nanti sore gue mau ke gramedia, adik gue ulang tahun, Ki. Niatnya, sih pengen ngasih kado novel gitu. Tapi, gue nggak tau novel mana yang bagus, lo mau nemenin gue nggak, ecara lo kan sangat paham soal urusan buku - buku gitu."Jelas Andre.
"sore ini gue nggak bisa tu , Ndre. Soalnya , nanti gue harus ke bandara buat semput abang gue yang baru pulang dari jepang. Maaf banget , ya."tolak Zaskia ecara halus.
"Oh, gitu ia Ki. Iya nggak apa - apa. Tapi, lain kali elo mau kan nemenin gue?"tanya Andre yang masih belum menyerah.
"Insya allah."jawab Zaskia
"Yaudah, kalau gitu gue ke kanti dulu ya. Lo, mau ikut?"tawar Andre
"Eh nggak usah, Ndre. Gue masih kenyang, elo duluan aja."ucap Zaskia.
Andre tersenyum tipis, Ia membetukan letak kacamata nya yang sedkit turun.
"Gue, duluan ya, see u Kia." ucap pri itu sambil berjalan mundur, tatapan matanya seakan tak mau berpaling dari wajah cantik sekre kelas nya itu.
Zaskia hanya tersenyum kecil,sambil melambaikan tangannya pada Andre. Setelah Andre pergi, Zaskia kembali fokus pada jurnal kelas yang ada di atas meja nya.
"Ngapain dia , Ki?"tanya Luna, sambil menarik kursi di sebalah Zaskia, lalu mendudukinya.
"Siapa?"tanya Zaskia.
"Andre."jawab Luna
"Ohh itu, dia minta di temenin ke gramedia. Tapi, gue nggak bisa. soalnya ntar sore gue harus jemput bang Jovi di bandara,"JelasZaskia yang mendapat anggukan dari Luna.
"Saran gue, sih, lo jangan deket - deket sama Andre." ujar Sandra menyarankan.
~••••~
__ADS_1