
"Gue cowok mana punya barang kaya gituan." kata Farel kesal.''
"Emang mama atau Raiina nggak pernah nginep, di sini? Terus ninggalin pembalut gitu?"tanya Zaskia pasrah.
"Nggak" jawab Farel
"Teman atau pa.."
"Nggak. ada. Kia!" ujar Farel menekan di setiap kata nya dalam kalimat nya.
" Rel?"
" Apa lagi, sih? cepetan keluar, ah!" seru nya.
"Tolongin beli pemblut dong, di depan kan ada super market kan, tolong beliin dong!" mohon Kia.
"Pleaseee" Zaskiia menatap Farel dengan raut wajah memelas.
"Dih, ogah. Lo sendiri aja beli sana." tolak Farel dan menyuruh gadis itu untuk pergi membeli nya sendiri.
"Tolong lah, Rel. Kali inii aja, perut aku sakit banget, ini." ujar Zaskia sesekali merintih menahan sakit
Farel yang sedang bersender pada tembok pn, buru - buru membetul kan posisi nya,
" Eh, seriusan lo?"
"Arghhh ini sakit banget, aaa bunda tolongin Zaskia. Perut Kia sakit banget. Aduhh ZKiiia nggak kuat, kaya di tusuk - tusuk pisau rasa nya. " ucapa Zaskia seraya memegang perut nya.
Farel yang melihat zaskiiia menangis, menjadi gelagapan sendirii. " Yauda iya, gue beliin."
"Beliiiin laurier last night 2, yang biiaisa 1. jangan lupa yang pakai sayap ya, Rel."
Belum sempat selesai, Zaskia bicara Farel sudah menghilang di baliik pintu.
Zaskia tersenyum tipis, sebenar nya barusan ia hanya berpra - pura sakit. Mau bagaimana lagi? Jika tidak begiitu, Farel mana mau membeli kan nya pembalut.
"Maaf ya, Rel. Ki inii aja kok aku bohongin kamu, janji enggak lagi." ucap Zaskia pelan
...^^^^...
__ADS_1
"Nih pembalut nya!" Farel melempar kasar pembalut yang baru saja ia beli, dan dengan sigap Zaskia menangkap nya.
"Makasih banyak, Farel." ucap Zaskia.
"Dah sana ganti, nyusahin orang aja siih lo!"
Zaskia memasuki kamar nya, meninggalkan Farel yang sedang dalam mode senggol bacok.
Farel bergidik ngri jika mengingat kejadian di super market barusan. Ksiir nya yang seorang waria. Masih terbayang - bayang bagai mana ekspresi waria tersebut saat sedang menggoda nya.
"Waria zaman sekarang udah mulaii aktif."
"Bener - bener meresah kan." ujar nya.
"Kok bisa mau - mau nya ya giue beliin Kia pembalut. Mau dii taruh di mana muka gue nanti? " bibiir sexy itu terus saja mengeluar umpatan.
"Sekarang di suruh belii pembalut, besok - besok apa? Testpack? Dih ogah, gue nggak mau punya anak dari dia," ujar nya.
Farel menoleh ke arah sofa yang di duduki oleh Zaskia, sudah bersih. Darah nya sudah nggak ada. Pasti Zaskia yang membersihkan nya.
Farel terngat dengan pesan yang dii kirimkan oleh mertuanya. Niat awal ingin bertanya lewat telpone. namun ia urung kan.
Rasa nya tidak sopan menelpone di jam segiini, meskiipun iia tau selisih waktu Jepang dan Jakarta. Hanya saja, ah sudah lah, Farel terlalu gengsi untuk menanyakan itu semuanya.
Bunda Zaskiai a.k.a mertua
Assalamualaikum, bunda Farel mau tanya, barusan Kia aneh banget kelakuan nya, Nda.Udah gitu dia tiiba - tiba datang bulan, FArel takut aja, kalau sampaii terjdi apa - apa sama Kia.
Farel tersenyum geli, melihat pesan yang is kirim kan pada mertua nya. Ini adalah obral yang terpanjang yang pernah Farel ketik seumur hidup nya.
Bahkan dengan mama nya sendiiri pun Farel tidak pernah bertukar pesan seperti ini. Palingan, mentok ya telphonan va WA.
Mengetik....
Farel tiidak sabar ingin mendengarkan ppenjelasan langsung darii mertu nya.
" Waalaikumsalam mantu Bunda, Iya emang gitu, nak. Dia kalau sedang kedatangan tamu bulanan gelagat nya suka aneh. Beda sama perempuan lain yang lebih menunjuk kan rasa sakit nya lewat emosi, marah atau kadang nangis. Saat hormon tubuh berubah Waktu menstruasi, hal ini membuat ia bereaksi atau bertindak Di Luar Batas wajar. Jadi kamu nggak perlu khawatir kalau, Kia sedang datang bulan. Dia bertingkah aneh kalau lagi awal-awal menstruasi aja kok,Rel. Selebih nya normal Insya Allah."
" Hari pertama Kia datang bulan pasti selalu demam Rel. Dari awal dia beranjak remaja sampai sekarang, dia selalu kayak gitu Jadi tolong jaga dia baik-baik ya Bunda percayakan dia sama kamu.
__ADS_1
" Demam? Astaga, ini aja beli pembalut udah bikin gue ketar-ketir sendiri. Apalagi ngadepin Zaskia yang lagi demam" tambah Bunda.
...^^^^...
Farel celinga-celinguk alis tebal nya menyatu ketika melihat keadaan meja makan yang masih kosong. Padahal Jam sudah menunjukkan pukul 08.30.
hasrat untuk berteriak mendadak keluh saat diri nya menoleh ke arah pintu kamar Zaskia, tertutup rapat. Itu artinya sang penghuni kamar belum beranjak dari singgasana nya.
" Tumben banget dia jam segini belum bangun, biasa nya juga pagi buta udah nangkring di dapur."ujar Farel, heran.
Farel melangkah menuju kamar Zaskia, mengetuk pintu kamarnya dengan pelan-pelan,
"Kiaaa, lo belum bangun?"
Farel membuka pintu kamar Zaskia secara perlahan. Kaki nya melangkah masuk, aroma vanila langsung masuk ke dalam indra penciumannya.
Farel menoleh begitu mendengar engsel pintu kamar mandi berbunyi. Ia melihat Zaskia yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan keadaan wajah yang sangat berantakan, seperti zombie.
"Eh, muka lo mengenas kan banget, lagi latihan jadi pemain film horor, ya?"
Zaskia menyeret kaki nya menuju kasur, merebah kan tubuh nya di sana tanpa memperduli kan ucapan Farel. Tubuh nya terasa berat, kepala nya sakit sekali.
Farel yang merasa terkacangin sekali pun segera menghampiri Zaskia, timbul sedikit rasa kasihan melihat Zaskia yang kini terbaring lemah di kasur.
Astaga, Cowok itu baru Ingat pesan mertua nya semalam.
" hari pertama Zaskia datang bulan pasti selalu demam,Rel"
" lu demam, Ki?"
" Enggak , lagi latihan jadi pemain film horor."
" Sabar sabar , dia lagi sakit , jangan emosi, jangan kepancing Rel" ucap Farel dalam hati .
" sebentar, ya" Farel berlari menuju wastafel, menyiap kan air hangat. lalu memasuk kan handuk kecil ke dalamnya.
Iya kembali ke kamar Zaskia , kemudian duduk di tepi ranjangnya .
" Sini tidurnya lebih dekat sama gue , Gue kompres ya supaya demam nya cepat turun."
__ADS_1
Setelah selesai mengompres Zaskia, Farel segera mengambil ponsel nya . membuka grup chat yang beranggota kan dirinya dan ketiga sahabat gila nya . sebelumnya Farel tidak pernah ikut nimbrung dalam topik apapun yang sedang dibahas dalam grup ini . dengan aman terpaksa , Farel mengetik sebuah pesan , yang ia sendiri yakin jawaban para sahabat nya pasti akan menyeleweng .
~•••~