
Dengan amat terpaksa, pagi ini Zaskia berangkat sekolah menggunakan angkutan umum. Farel entah pergi kemana, saat Zaskia bangun untuk melaksana kan sholat subuh, ia sudah tidak mendapati ke beradaan Farel di mana pun.
Zaskia tersenyum kecil mengingat kejadian semalam, mungkin saja Farel saat ini sedang berusaha menghindari nya.
Saat berjalan menuju ke kelas, Zaskia tidak sengaja berpapasan dengan Farel dan juga Kemal.
"Selamat pagi, Kia" sapa Kemal ramah. Mimpi apa ia semalam? Masih jam 6 pagi sudah di suguhi pemandangan indah seperti ini.
"Iya pagi juga Kem." balas Zaskia.
Kemal tak bisa menahan senyum nya, kenapa perempuan di hadapan nya ini manis sekali? Hanya Zaskia yang memanggil diri nya dengan sebutan 'Kem'. Sungguh panggilan yang spesial dari orang yang tak kalah spesial nya juga.
Kemal tak tahu saja kini, Zaskia sudah berstatus sebagai istri nya orang, dan lebih parah nya lagi, gadis itu istri dari sahabat terdekat nya pula.
"Udah tatap - tatapan nya? Buruan cabut!" Farel melanjut kan langkah nya tak menghirau kan Kemal yang sedang misuh - misuh di tempat nya.
"Farel kurang ajar, tungguin gue, oy!" panggil Kemal.
"Kia, gue nyusulin Farel dulu ya, kita lanjut ngobrol nya nanti aja di kantin, maaf nggak bisa nganterin sampai depan kelas." ucap Kemal penuh sesal.
"Depan kelas? Ini kan udah di depan kelas gue Kem."ujar Zaskia, sambil menunuk papan nama kelas nya yang tergantung di atas pintu masuk.
Kemal senyum malu - malu seraya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, di depan Zaskia kenapa dia mendadak menjadi bodoh seperti ini?.
"O git ya, yaudah kalau gitu gue pergi dulu. See you ,Kia." pamit Kemal
"See you to, Kem" balas Zaskia.
Zaskia menggeleng kan kepala nya, lucu juga jika lihat raut wajah Kemal barusan.
"Udah ganteng, lucu pula." ucap nya tersenyum .
...^^^^...
"Ih ngeselin banget sih tu banci." Risa menghentak - hentakkan kaki nya. Rambut gadis itu beranta kan, seperti habis ribut dengan seseorang.
"Masih pagi, Cha. Senyum kek, muka lo kenapa di tekuk gitu sih?" luna yang sedang asik makan kuaci terkejut mendengar suara Risa.
"Neng Risa bapak nya tukang topeng monyet keliling, ya? Kok abang tau, sih? SOAL NYA MUKA ENENG KAYA PANTAT MONYET HAHAHAHAHA...."Sindy menirukan suara Vino saat menggombali Risa di pakiran tadi, ia tidak kuasa menahan tawa nya.
"Sialan lo!" Risa melempar kan wajah Sindy dengan kuaci yang di pegang Luna.
__ADS_1
"Eh, astaga, itu kaci gue, Cha. Harganya lebih mahal ari harga diri elo." ujar Luna terkekeh dengan ucapan nya sendiri.
"Gue lagi kesel banget, setan." Kesal Risa, sahabat nya ini bukan nya menghibur nya eh ini malah ikutan meledek nya.
Sindy mencerita kan semua kejadian di pakiran tadi pada Luna, tanpa mengurangi atau menambahkan yang lain.
Luna tertawa, ternyata Vino dalang di balik ke garangan Risa pagi ini.
"Seriusan, ampun dah ngakak banget gue." ucap Luna tertawa
"Tau ah, males gue sama kalia." Risa melempar tasnya ke arah Luna. Dengan cepat Luna menghindar sambil menjulurkan lidahnya pada Risa.
"Nggak kenak, wleee."
"Btw, Kia mana? Kok nggak kelihatan?" tanya Tisa sengaja ingin mengalihkan pembicaraan
"Cie ngalihin pembicaraan, me ding urus Vino aja sana! Naksir dia kali sama lo, Cha." ujar Luna, di susul dengan gelak tawa Sindy.
"Udah deh, nggak jelas banget kalian dua." kata Risa kesal
"Lagian udah tau Vino ngeselin gitu, masih aja di ladenin, Cha , Cha. Salah sendiri."
"Tapi kalau di lihat - lihat ni ya, lo cocok kok sama Vino. goals banget parah." ujar Luna, sambil mengetuk kan telunjuk nya di dagu.
"Siapa yang banci?"
"Mampu!"
...^^^^...
"Gimana udah beres?"
Zaskia menoleh, mendapati suami nya yang sedang menatap nya serius ke arah komputer di hadapan nya.
Saat memasuki kelas tadi Zaskia, yang baru saja meletak kan tas nya di bangku. Mendapat panggilan dari pak Adi selaku pembina osis. Farel dan Zaskia di tugas kan untuk menghandle acara pentas seni minggu depan. Tentu saja Zaskia merasa sangat senang. AwalnyaFarel menolak, tapi karena ancaman dari pak Adi, mau tak mau Farel pun menyetujuinya.
"Udah kok, tinggal minta tanda tangan kepala sekolah."
"Nanti kita tempel informasinya di mading dan pendaftaran udah bisa kita buka di jam istirahat pertama." Jelas Zaskia yang mendapat anggukan dari Farel.
"Proposal yang mau di serahkan mana? Coba gue lihat." pinta Farel.
__ADS_1
"Belum aku prin tinta nya habis. Masih nunggu Mila, dia lagi ke ruang TU sebentar."
"file nya ada?"tanya Farel
"Ada" Zaskia membuka salah satu dokumen dan menunjuk kan nya pada Farel.
"Ada typo tu, sebelum di cetak di revisi dulu kali, Kia."ucap Farel mengoreksi beberapa kesalahan dari laporan yang Zaskia buat.
Tumben sekali Farel sedetail itu, biasa nya ia sama sekali tidak peduli dengan urusan osis. Jika ada acara seperti ini, biasanya Bram dan sekretarisnya yang lama lah yang selalu menghadle nya.
Berhubung sekrestaris nya itu pindah sekolah, Zaskia yang menggantikan nya sebagai sekretaris, lalu kemana Bram? Kenapa di saat seperti ini harus Farel yang di pasangkan dengan Zaskia?.
"Yang mana?"
Farel mengambil ahli mouse komputer yang berada di genggaman Zaskia, menunjuk beberapa kata yang salah.
Dalam jarak sedekat ini, Zaskia bisa merasakan langsung hembusana napas Farel. Aroma mint, Zaskia suka itu.
"Farel wangi banget, jadi betah lama - lama nempel sama dia."ucap Zaskia dalam hati.
"Udah beres. Paham nggak?" suara farel berhasl membuat Zaskia tersadar dari lamunan nya.
Zaskia menoleh, dan sial nya Farel un ikut menoleh. Terjadilah tatap - tatapan yang membuat jantung kedua nya berpacu dengan sangat cepat, seperti akan loncat dari tempat asalnya.
"Kemal benar, dia cantik ternyata." ucap Farel dalam hati.
"Aduhh jantung, jangan kaya gini dong, aku bisa mati mua kalau jantung nya kaya gini." pikir Zaskia.
Farel memandangi bibir merah muda dia hadapan nya, bibir yang selalu membuat telinga nya panas,. Bibir yang mungkin setelah ini akan menjadi candu bagi nya.
Farel sudah mensejajarkan posisi nya dengan Zaskia Kepala yang sedikit di miringkan, membuat diri nya lebih mudah untuk mengakses benda mungil di hadapan nya.
Perlahan, Zaskia memejam kan mata nya, ia siap menerima apa yang akan di lakukan oleh Farel pada nya.
"Astagfirullah jantung aku berdisko jedag jedug."ucap Zaskia dalam hati.
"Cantik, menggoda" pikir Farel
Baru saja akan memulai, catat baik - baik ya! Baru saja, namu suara anak setan di ambang pintu ruang osis berhasil membuat Farel mengepalkan kedua tangan nya.
"ASTAGFIRULLAH, KALIAN LAGI NGAPAIN!!!"
__ADS_1
~•••~