Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 15


__ADS_3

Farel muak, ia marah dengan orang tua nya, ia marah dengan takdir, ia marah dengan semua nya. Kenapa harus dia? Kenapa harus diri nya yang selalu mengalami kejadian pahit seperti ini? Kenapa bukan orang lain saja? Farel salah apa? Hidup nya sekarang dibawwa kendali orang tua nya, mana Farel yang dulu ? Mana Farel yang keras kepala dan dingin? Kenapa malam ini dia terlihat lemah sekali.


"Tuhan nggak pernah adil sama gue.."gumam Farel.


...^^^^...


Suasana hati Kia sangat kacau, ia kembali menenggelam kan kepala nya pada lipatan tangan di atas meja. Untuk pertama kali nya semangat belajar Zaskia hilang entah kemana.


"Ki, lo kok lesuh gitu, kenapa?"tanya Sindy.


Zaskia hanya menggeleng. Hari ini dia sangat malas untuk berbicara, Zaskia masih memikirkan ucapan kedua orang tua nya semalam. Zaskia kira zaman sekarang sudah tidak ada lagi perjodohan, dan itu hanya di lakukan pada zaman Siti nurbaya saja. Tapi kenapa hal itu terjadi pada nya?


Zaskia tidak tau pria mana yang akan di jodohkan dengan nya. Pupus sudah impian nya untuk memiliki rumah tangga yang selama ini ia idam - idam kan. Bagaimana bisa Zaskia akan menikah dengan orang yang tidak dikenal nya sama sekali? Apakah diri nya bisa mencintai pria itu?


Zaskia tidak memiliki pengalaman apa pun dalam urusan percintaan. Ia tak pernah berinteraksi dengan pria mana pun selain ayah dan juga abang nya Jovi. Bagaimana nanti, jika suami nya bosan karena gaya bicara Zaskia yang terdengar sangat kaku.


Zaskia tidak semenarik wanita kebanya kan untuk dilirik, dia takut suami nya malah akan menghempas kan nya ketika mereka akan melakukan malam pertama. Dan jug, Zaskia takut tak bisa melayani suami nya dengan baik. Zaskia belum siap untuk menjadi seorang istri, bagaimana jika nanti calon suami nya juga meminta anak kepada nya? Membayangkan nya saja sudah membuat nya panas dingin.


Gadis itu selalu mencoba untu berpikir positif, namun tidak bisa. Sekarang ini pikiran dan hati nya sedang tidak sejalan.


Jika dengan menyetujui perjodohan ini maka dapat membahagia kan semu orang. Maka dengan berat hati Zaskia kan menerima perjodohan ini dengan lapang hati. Namun, jika menolak dan banyak pihak yang akan kecewa atas keputusan nya. Sungguh, Zaskia akan merasa sangat bersalah jika melihat raut putus asa yang nanti nya akan terpatri di wajah ayah dan bunda nya.


Luna yang sedari tadi memperhatikan Zaskia hanya terdiam. Ia yakin ada yang tidak beres dengan sahabat nya itu, Selalu seperti itu Zaskia tidak mau berbagi masalah nya dengan siapa pun, sekali pun itu sama sahabat nya sendiri. Biarlah nanti Luna sendiri yang akan mencari tahu sendiri.


...^^^^...


"Cuy, pulang sekolah kita ngumpul di markas yu, udah lama nih kita nggak ngumpul disana, lo pasti ikut kan Rel?" tanya Alan.


Baru saja ingin menjawab pertanyaan Alan, ponsel Farel berbunyi, tanda ada panggilan masuk.


Mama is calling...


^^^Hallo ma....^^^

__ADS_1


Hallo, kak. Nanti pulang sekolah jangan kemana - mana. langsung pulang kerumah, kerumah loh bukan apartemen!...


^^^Hmmm....^^^


Kamu nggak lupakan, nanti malam kita ada janji sama keluarga calon istrimu?....


^^^Hmm...^^^


Kamu harus datang loh kak, jangan sampai bikin malu keluarga....


^^^Hmm.....^^^


Kamu bisu ya kak, dari tadi kamu hanya hmm hmmm aja...


^^^Iya, kakak inget...^^^


Yaudah mama tutup dulu telponnya...


Sengaja Anne tidak mengucap kan salam karena dia tau kalau putra nya itu tidak akan menjawab nya.


"Gue nggak bisa ikut."


"Kenapa? Nyokap lo lagi?"tanya Alan.


"Iya."


"Yaudah, nggak apa - apa, lain kali aja kalo gitu, Rel."Kemal tau betul kalau Farel sangat menyayangi mama nya. Tidak mungkin ia lebih memilih markas dari pada menuruti perintah sang mama.


...^^^^...


Tok tok tok....


"Nak, Bunda masuk, ya?" tanya Mina.

__ADS_1


"Astagfirullah, kamu belum siap - siap ?"Mina mengelus dada nya, satu jam lagi calon besan nya akan datang. Dengan santai nya, Zaskia masih guling - guling di ranjang nya, lengkap dengan seragam sekolah SMA nya.


"Bun, Kia nggak enak badan, tamunya suruh datang besok aja." kata Zaskia.


Mina meletakkan tangan nya di atas kening kepala putri nya itu.


"Nggak enak badan? Tapi kamu nggak panas kok, suhu badanmu juga normal."ucap Mina.


Zaskia gelagapan, kemudian memijat pelan kepala nya,


" Panas nya emang nggak keliatan, tapi kepala kia sangat pusing." kata Zaskia dengan nada manja nya.


"Alasan. Sebenar nya Kia kenapa? Bunda tadi sudah pesan sama Kia kan, pulang sekolah langsung mandi dan siap - siap. Lalu kenapa Kia masih leha - leha."


Mata Kia mulai berkaca - kaca. "Bun, Kia belum siap, kia nggak mau menikah muda."


"Kia, dengerin bunda ya nak. Maaf kalau selama ini ayah dan bunda belum jadi orang tua yang baik buat Kia. Pernikhan ini kami lakukan untuk mnejaga Kia dari pergaulan bebas di luar sana, Kalau bukan suami Kia yang bertanggung aja akan hal itu, lalu siapa lagi? Ayah, bunda dan abang tidak bisa selalu ada di samping Kia." Mina menghela napasnya sejenak, kemudian melanjutkan nya.


"Semua keputusan ada di tangan Kia, Terserah Kia mau menerima atau menolaknya. Tapi ingat nak, semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya."


Tangis Zaskia pecah, ia memeluk bunda nya dengan sangat erat.


"Bunda, Kia sayang kalian, Kia nggak rela kalau kalian meninggal kan Kia sendirian di sini, Kia mau ikut kalian ke Jepang aja."ucap Zaskia.


Mina memegang bahu anak nya, menatap manik mata putri nya. Melihat Zaskia menangis , membuat nya juga ingin menangis.


"Kia harus ikhlas, ya. Kia percaya kan, sama ayah, bunda dan bnag Jo?" Zaskia mengangguk.


"Sama seperti ayah dan bunda, kami ikhlas melepas Kia untuk menikah karena kami percaya pada calon suami Kia bisa menjalankan amanah dengan baik. Bisa menyayangi dan mencintai Kia dengan sepenuh hati. Bisa menjadi imam yang baik untuk rumah tangga kalian. Ayah, bunda dan bang Jo sangat menyayangi Kia melebihi apapun Jadi,Kia harus ikhlas ya, nak." Zaskia kembali memeluk sang bunda. Kali ini pelukan nya semakin erat.


"Udah ah nangis nya, kamu mandi terus siap - siap ya. Sebentar lagi keluarga calon suami kamu bakal datang, bunda tinggal dulu ya."


Melihat ketulusan dari ucapan bunda nya barusan, Zskia jadi nggak tega jika harus menolak perjodohan ini. Apalagi tadi bunda nya terus bilang kata ' calon suaminya' ya alla bantu kia, ia sangat ragu.

__ADS_1


~•••~


__ADS_2