Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 30


__ADS_3

Zaskia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kiri nya. Sudah jam 11 namun Farel belum juga pulang. Membuat ke kahawatiran yang ada dalam diri gadis itu membuncah.


"Farel, kemana, sih? Jam segini belum juga pulang." ucapnya gusar


Selepas pulang sekolah tadi, Farel hanya mengantar Zaskia ke apartemen. Cowok itu tidak ikut masuk ikut dalam, bahkan turun untuk ganti seregam pun tidak. Gadis itu harus banyak - banyak bersabar menghadapi sikap Farel yang jarang pulang seperti ini.


Tak lama ponsel Zaskia pun berdering. Ia berharap yang menghubungi nya itu adalah Farel


Bunda is calling...


^^^"Assalamualaikum, Bunda,,"^^^


"Waalaikum salam. Loh kamu belum tidur, nak?"tanya Mina.


^^^"Udah , bunda." jawab Zaskia singkat, karena dia nggak mau berbohong pada sang bunda dan dia lebih memilih menjawab asal.^^^


"Hahaha.... Kamu ini Aneh - aneh aja. Tadi bunda cuma iseng - iseng pencet kontak kamu, eh tau nya terhubung beneran, kan bunda jadi gelagapan sendiri."Ucap Mina di sebrag sana di sertai dengan tawa kecil di akhir kalimat.


Zaskia tersenyum tipis mendengar ucapan sang bunda, sudah lama sekali ia tidak mendengarkan suara ini. Ah Zaskia jadi rindu.


^^^"Bunda lagi apa?"^^^


"Lagi nunggu ayah sama abangmu pulang kantor."jawab Mina.


"Sudah jam 11 malam, berarti di jepang sekarang jam 9 malam. karena antar Jepang dan Indonesia khususnya jakarta, selisih waktu 2 jam.


^^^"Kok ayah sama abang lama pulangnya bun? Ini udah malam banget loh."ujar Zaskia.^^^


"Iya, kata nya tadi mereka ada sedikit perkerjaan yang tidak bisa di tunda."


^^^"Ingetin sama ayah , Bun. Jangan kecapean kerja, kan udah ada abang yang bantu." Zaskia berusaha mencari topik , tentu nya untuk menghindari pertanyaan Mina tentang suaminya.^^^


"Kok Kia belum tidur? Farel mana?" tanya Mina. Dan ini adalah pertanyaan yang di hindari oleh Zaskia dan akhir nya, pertanyaan itu pun keluar dari mulut bunda nya.


"Kia?"


Zaskia harus jawab apa? Sudah cukup selama ini ia membohongi teman - teman nya, dan tidak dengan bunda nya.


^^^"Farel lagi ma...." Belum sempat Zaskia menyelesaikan ucapan nya, suara pria di sebrang sana berhasil membuat Zaskia bernapa lega.^^^


"Eh, udah dulu ya, nak. Ayah sama bang jo udah pulang nih, besok bunda telpon lagi. Sekarang Kia istirahat, ya. Besok kan harus sekolah."ucap bunda.


^^^"Iya ,bun. Nantin kalau ada waktu dan kesempatan, Zaskia sama Farel berkunjung kesamna."ujar Zaskia.^^^

__ADS_1


"Iya, nak. Bunda tutup dulu ya, teleponnya, Assalamualaikum." ucap bunda.


^^^"Waalaikum salam "balas Zaskia.^^^


Zaskia mendengar suara bel apartement nya berbunyi. Apa Farel sudah pulang? Tapi kenapa pria itu membunyikan bel, kenapa tidak langsung masuk saja?.


Baru saja akan membukakan pintu, Farel sudah berjalan sempoyongan ke arah Zaskia. Seragam yang tadi sore pria itu kenakan, sudah berganti dengan pakaian santai.


"Astagfirullah." Zaskia memapah Farel, membawa nya menuju sofa.


" Kamu kenapa, Rel? Ehmm mulut kamu bau alkohol, kamu habis minum ya?" tanya Zaskia menutup hidungnya.


Zaskia merutuki dirinya sendiri, Farel kan lagi mabuk. Jadi bagaimana mungki pria itu akan menjawab pertanyaannya.


"Benny sialan, mati aja lo, anjing!" umpat Farel


Zaskia berdiri, hendak mengambil air minum untuk Farel. Namun, ia mengurung niatnya ketika mendengar Farel meracau.


"Gue salah apa sama lo, bangsat. Jangan ganggu hidup gue lagi!"


Zaskia bergidik ngeri melihat suami nya yang kini setengah sadar. Farel menyebut nama Benny berulang kali di sertai dengan umpatan - umpatan kasar yang keluar dari mulut nya.


Tiba - tiba Farel mencekal tangan Zaskia, menatap matanya tajam, lalu meludah ke lantai.


"Sialan, lo Benny!!"


Zaskia sedang dalam bahaya, buru - buru ia melepas cekalan tangan Farel pada pergelangan tangan nya, namun tidak bisa. Farel terlalu kuat.


"Rel, lepasin! Aku Zaskia bukan Benny." ucap Zaskia.


Ingin rasa nya ia berteriak sekencang mungkin, tapi ia takut Farel akan memperkosa nya.


"Aku, belum siap."


Zaskia menggelengkan kepala nya kuat - kuat. berusaha menepis pikiran kotor yang bersarang di dalam benaknya. Mana mungkin Farel berani melakukan hal seperti itu. Tapi bisa saja yakan, secara dia dalam pengaruh alkohol.


"Lo kenapa diam? Tadi aja sok - sok ngancem gue seenak nya. Kenapa sekarang malah kaya orang bisu? Punya mulut nggak lo?!" Farel melayangkan tangannya ke udara, berusaha ingin menampar Zaskia.


Zaskia yang sudah pasrah hanya bisa memejamkan matanya.


Satu detik


Dua detik

__ADS_1


Tiga detik


Zaskia meraba pipi mulus nya, tak ada rasa perih seperti tamparan pada umumnya. Apa Farel belum menampar nya?


Perlahan Zaskia membuka mata, ia melihat Farel sedang menutup mulutnya, seperti akan muntah.


Huekkkk


Yang benar saja? Farel ini kenapa? Tadi ia meraung - raung tidak jelas. Dan sekarang? Ia memuntahkan seluruh isi perutnya. Untung saja Zaskia bergerak lebih cepat, karena jika tidak, mungkin muntahan Farel akan mengenai baju dan kerudungnya.


Zaskia memang selalu mengenakan kerudung nya. Termasuk di dalam apartement. Ia merasa risih harus membuka mahkota yang selama ini ia jaga dengan baik, sekali pun itu di depan Farel, suaminya sendiri.


Bunda memang selalu menasehati nya . "Nak, kalau di depan suami nggak apa - apa kok buka kerudung, kaya bunda kalau lagi berduaan sama ayah di kamar. Jangan bikin suami Kia nggak nyaman, ya. Bikin dia betah di rumah, layani dia dengan baik."


"Huekkkk huekkkk


Zaskia tersadar dari lamunan nya, buru - buru ia menekan tengkuk Farel, kali ini Farel muntah lebih banyak dari yang sebelumnya.


Mungkin malam ini Zaskia akan begadang, membersihkan sofa yang di penuhi dengan muntah Farel.


"Kita ke kamar mandi, ya. Bersihin dulu bekas muntahnya." ucap Zaskia lembut sambil terus memijat tengkuk suami nya itu.


"Nggak, nggak , nggak, gue nggak mau! Gue mau tidur aja, ngantuk!" seru Farel menolak ajakan Zaskia. Ia berjalan dengan sempoyongan menuju kamarnya, tanpa memperdulikan ucapan Zaskia.


Zaskia hanya bisa menghela napas dan pergi ke dapur, mencari kain lap dan pel untuk membersihkan muntahan Farel. Zaskia menghela napas sejenak, muntahan Farel sangat banyak, mengenai sofa juga berceceran di mana - mana.


Tak apa lah, ini juga termasuk salah satu kewajiban Zaskia sebagai seorang istri.


Setelah semua nya selesai, Zaskia bergegas masuk ke kamar Farel, berniat untuk memeriksa keadaan suami nya itu.


"Bisamillah, semoga dia nggak ngamuk lagi!" ucap Zaskia pelan.


Zaskia berjalan dengan pelahan,ia mengalihkan pandangan nya ke seluruh penjuru kamar. Ini adalah ke dua kali nya Zaskia masuk ke kamar Farel ini. Setekah kemarin tidur seranjang dengan pria itu, Zaskia kembali ke kamar ini untuk mengurus suami nya yang tengah mabuk.


Kamar Farel jauh lebih besar di bandingkan dengan kamarnya. Mungkin Farel pecinta interior minimalis, yang beranggapan bahwa memiliki banyak barang, hanya akan membuat kamar nya terlihat pengap dan sumpek.


"Hueekkk"


Zaskia berlari ke arah Farel, suami nya ini, Suaminnya, ini masuk anginatau terlalu ke banyakan minum? Sudah tiga kali cowok itu memuntahkan isi perutnya, hanya saja kali ini muntahanya yang keluar lebih sedikit, dan mengenai kaos serta celana yang farel kenakan.


Zaskia bingung, apa yang harus dia lakukan sekarang? Mengganti baju Farel? Tapi nanti farel pasti akan memerahinya habis - habisan. Namun, jika tidak di ganti, Zaskia mera berdosa karena membiarkan Farel tidur dengan pakaian kotor.


Zaskia membuka lemari Farel, kemudian mengambil baju pitih polos, serta celana pendek berwarna hitam.

__ADS_1


"Bismillah, nggak dosa kok. Kan suami sendiri, bukan suami tetangga." gumam Zaskia pelan, dia benar - benar gugup melakukan nya.


~•••~


__ADS_2