
Kota Jakarta terlihat lebih indah di malam hari . kerlap-kelip lampu kendaraan bisa terlihat dari atas sini.
" Cantik banget, "ujar Farel mengelus Sisi wajah Zaskia
Zaskianya bisa terpejam, merasakan desiran hangat kadatangan kekar dan dingin itu membelai wajahnya. Hanya perhatian sederhana, namun Zaskia selalu mabuk dibuatnya
Semilir angin kota Jakarta membuat rambut Farel sedikit berantakan . Dengan telaten dan penuh kehati-hatian, Zaskia menyisir rambut Farel menggunakan jari-jarinya. Zaskia bercincin kecil, berusaha menyetarakan tinggi badannya dengan badannya Farel.
" Udah kan, kalau rapi kayak gini jadi makin ganteng. "
Farel menarik pinggang Zaskia agar lebih dekat dengannya . "Besok aku juga nggak sekolah dulu, Sayang. "
"Kenapa?"
" Aku ada meeting sama klien besok pagi . mau nggak mau aku harus izin lagi ke yayasan. "
Zaskia menangkup pipi Farel menggunakan kedua tangannya. "Ya udah nggak apa-apa, kamu fokus aja kerjanya, cari uang yang banyak ya suami . buat beli Skin Care hehehe . "
Farel memutar bola matanya malas. "Dasar cewek, kehabisan Skin Care dikit heboh banget udah kayak kehilangan keperawanan aja."
" Skin Care itu penting loh rel"
" Kalau disuruh milih, lebih pilih aku atau Skin Care? "
Zaskia meletakkan tangannya di dagu Ujung bibirnya sedikit tertarik ke atas membentuk senyuman jahil. " Ya aku pilih kamu dong...."
Farel tersenyum senang.
"Kalau nggak ada kamu, mana bisa aku beli Skin Care," ujar Zaskia tertawa kecil.
"Dasar! Ada maunya." Farel merangkul mesra pundak Zaskia, "besok aku yang antar sekolah ya, tapi pulangnya bisa naik taksi kan?"
"Bisa kok."
"Jaga kesehatan, Sayang . aku nggak mau kamu pingsan kayak waktu itu titik Apalagi besok nggak ada aku di sana."
Zaskia melepas rangkulan Farel, kemudian beralih menatap dalam mata suaminya " jangan khawatir gitu . Kan, aku udah bilang kalau kemarin aku cuma kecapean doang. Hasil tespek yang kamu beli waktu itu juga menunjukkan garis satu kan? Aku negatif. Jadi udah ya jangan terlalu dipikirin lagi. "
" Hasil tespek itu kadang nggak akurat, Sayang. Apa susahnya kita periksa ke dokter? "
"Udahlah Rel. Nggak perlu, lagi pula aku juga udah nggak mual-mual. "
" Ya udah sekarang kita tidur ya. Besok, kan kamu harus kerja pagi, aku juga sekolah. "
Mereka berdua masuk ke dalam kamar, menutup jendela balkon, lalu mematikan lampu utama.
Seorang pria dengan motor hitamnya, menyeringai puas dari bawah sana.
"kita tunggu besok, permainan akan segera dimulai. "
...^^^...
"Suami lo nggak sekolah, lagi? "
Mulut Zaskia masih penuh dengan es buah, hanya gelengan yang ia berikan untuk menjawab pertanyaan Risa.
"Loh udah habis 6 mangkuk es buah loh Kia minta gembung tuh perlu loh? "
"Enggak kok Soalnya ini enak banget . Tolong pesankan satu mangkok lagi dong Lun! "
Cindy, Luna dan Risa melongoh. Tak biasanya Zaskia makan seperti ini. Setiap istirahat biasanya yang Gadis itu pesan hanyalah mie ayam dan juga es jeruk Tapi kali ini kenapa sahabat mereka itu memesan es buah .
Aneh, Zaskia seperti sedang ngidam saja.
"Lo tekdung?" Tanya Risa yang membuat Zaskia tersedak buah naga yang baru saja ia telan.
"Eh, pelan-pelan dong ngunyahnya. Lo kayak belum makan setahun aja tahu," ucap Cindy Seraya menyandarkan tisu pada Zaskia.
" Tekdung? Nggak kok hasil cek tespek kemarin juga negatif, garis 1 "
Mata Risa membulat sempurna Sedetik kemudian ia tersenyum girang." jadilah udah main sama Farel ?"
Zaskia mengerutkan keningnya. "Main? Main apa?"
"Main kuda-kudaan titik tadi kan lo bilang udah cek pakai tespek dan hasilnya negatif nah Berarti lu udah kayak gitu sama Farel. Iya kan? "
" Gitu gimana maksudnya Cha? "
Risa sudah menyiapkan ancang-ancang, membuat bentuk lingkaran dengan jari-jari jempol dan telunjuk yang disatukan tapi kemudian buru-buru Luna mencegahnya
"Maksudnya Ica, Lo udah pernah ngelakuin hubungan suami istri sama Farel?" Tanya Luna berbisik
Mendengar nama Farel, kedua mata Zaskia berbinar,... kemudian dirinya mengganggu antusias. "Sering Kok, setiap malam malahan."
...^^^...
Sudah setengah jam Zaskia menunggu di halte, sampai sekarang tak ada satupun taksi maupun kendaraan umum yang lewat. Wanita itu ingin menelepon Farel, tapi pasti suaminya itu sedang sibuk.
Huft. 15 menit lagi Zaskia akan menunggu di sini . jika tidak ada angkutan umum yang lewat maka terpaksa Zaskia harus kembali ke sekolah, karena tak mungkin dirinya menunggu di halte sampai larut malam.
Tiba-tiba ada segerombolan anak lelaki yang menghampirinya. Sepertinya dari sekolah lain terlihat dari motif seragamnya yang berbeda .
"Assalamualaikum Ukhti "
__ADS_1
" Neng sendirian aja, pacarnya mana? " ucap lelaki yang mengucapkan salam tadi
Zaskia berjalan menjauh, merasa risih dengan kehadiran 5 lelaki tak diundang ini . apalagi penampilan mereka yang berantakan membuat siapapun enggan berdekatan.
"Kok mundur-mundur? Mending main sama Abang aja yuk. Kita maju mundur bareng," ujar lelaki gendut dengan tompel di dekat matanya
Zaskia tidak memperdulikan mereka, matanya tetap fokus pada Jalan Raya. Siapa tahu ada kendaraan yang lewat.
Aduh, kenapa tidak jadi sepi gini sih?
"Nyari siapa sih? Mending sama kita aja yuk, pacar lo lagi selingkuh mungkin," ujar pria jangkung dengan tato di lehernya tertawa senang ketika melihat wajah ketakutan Zaskia.
"Kalian mau apa tanda tanya bisa nggak, nggak usah deket-deket? Mau nongkrong? Kayak nggak ada tempat lain aja, nongkrong kok di halte? Nggak ada duit ya buat main ke kafe?" Sindir Zaskia dengan tatapan sinisnya.
" Guys, di sini ada cewek cantik, makanya sekalian aja kita ajak nongkrong . yoi nggak tuh? "
"Yoi"
Zaskia ingin pergi dari sana, namun tangannya dicekal oleh pria berbadan plontos. Zaskia yang sekali, si botak ini adalah ketuanya.
plaak!
Zaskia mengeplak kepala pria tersebut . "Nggak usah pegang-pegang!"
Zaskia membaca nama yang tertera pada seragam cowok itu. "Nama doang kelakuan kayak Firaun! "
Setelah mengatakan itu, Zaskia segera pergi dari sana. Ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk berlari secepat mungkin.
Tiba-tiba ada yang membekap mulutnya . menarik Zaskia ke ujung Gang sepi.
"Lepas!"
"sssttt,diam, ini gue. "
"Mereka masih mengejar loh, Tuh lihat." Cowok tersebut menunjuk ke arah segerombolan berandalan yang mengganggu Zaskia. "Kalau kita ngumpet di sini lo bakal aman, mereka nggak akan tahu. "
Zaskia mengganggu, tatapan mata cowok di hadapannya ini berhasil membuat Zaskia terhipnotis.
"Udah aman . lo Nggak apa-apa kan?"
Zaskia menghembuskan nafas lega. "Alhamdulillah, aku nggak papa kok, Makasih ya."
Mereka berdua Keluar dari gang kecil tersebut. "Knapa sendirian? Farel mana? Kok nggak pulang bareng?"
"Farel lagi sibuk, aku mau naik angkutan umum aja."
Cowok tersebut melirik jam yang berada pada pergelangan tangannya. "Sudah sore banget ini, angkutan umum pasti nggak ada yang lewat." Ia menatap Zaskia penuh minat, "pulang bareng gue aja mau?"
Zaskia menimbang-nimbang, jika menolak, ia takut berandalan tadi mengganggu dirinya lagi . namun jika diterima, para pasti akan memarahinya.
"Ya udah aku bareng kamu aja."
"Naik motor nggak papa kan ?nanti tas lo ditaruh di tengah aja jadi pembatas. "
Zaskia mengangguk paham
" Pakai dulu helmnya, "ujar cowok tersebut menyodorkan helm pada Zaskia
Zaskia mulai memakainya, tapi ia sedikit kesusahan ketika mengaitkan tali pengaitnya
Tampaknya cowok itu sangat pekah, ia tertawanya, "bisa nggak Kia?"
"Susah hehehe..."
"Sini." Cowok tersebut membantu Zaskia memasang helm, jarak mereka sangat dekat . bahkan Zaskia bisa mencium bau keringat yang beraroma maskulin dari tubuh cowok tersebut.
Astagfirullah.
"Ayo, naik."
"Pegangan ke pundak gue aja, takut lo jatuh . nggak enak juga masa bidadari terjungkal dari motor. "
Zaskia tertawa geli, kemudian memukul pelan bahu Rio . "Ada-ada aja loh."
Rio mulai melajukan motor hitamnya, "ke mana?"
Setelah sampai di depan Apartemen, Zaskia segera turun dari motor. Melepas helm, lalu menyerahkannya kembali kepada Rio
"Ini apartemen loh?"
Zaskia mengangguk mengiyakan. Benarkan? Apartemen Farel kan juga apartemen dia titik semua barang yang para punya, juga milik Zaskia termasuk uang.
Uang suami adalah Uang istri juga. Tapi uang istri bukan uang suami.
"Lo tinggal sendirian doang?"
Zaskia tak mau berbohong. "Makasih banyak, Rio . ini udah kedua kalinya lo nolongin gue , maaf ngerepotin. "
"Nggak apa-apa Kia . gue juga nggak sengaja ngelihat lu dikejar-kejar sama berandalan di pinggir jalan . lo kan tahu kalau gue nggak jago berantem. Jadinya gue cuma bisa ngumpetin lo doang di gang."
Zaskia tertawa, membuat Rio terpesona untuk kesekian kalinya
"Ya udah gue balik dulu ya. Besok-besok bareng Farel aja pulangnya. Takut loh kenapa-kenapa lagi . "
__ADS_1
"Iya hati-hati di jalan ya yo." Jawabnya sambil Melambaikan tangan, ketika Rio mulai menjalankan motornya dan berlalu meninggalkan apartemen Farel.
Zaskia memasuki apartemennya, terkejut melihat Farel yang sedang berkaca pinggang sambil melotot ke arahnya.
"Pinter banget ya jam segini baru pulang . bonceng cowok lain Kenapa nggak sekalian aja kamu ajak dia masuk ke dalam,Kia?"
" Fa? Kamu udah pulang? Itu barusan Rio. "
Senang sekali Zaskia menyebut nama Rio.
"Ngapain diantar dia? Aku nyuruh apa sih, sama kamu?"
"PULANG NAIK TAXI! KENAPA HARUS DIANTERIN COWOK LAIN?!"bentuk Farel dengan suara beratnya lalu berlalu meninggalkan Zaskia.
Buru-buru Zaskia melepas sepatunya, menghampiri Farel di dalam kamar mereka. "Rel aku nggak ada niatan pulang bareng sama dia . tadi...."
"Tadi apa tanda tanya Nggak ada kendaraan yang lewat? Baterai ponsel kamu habis? Aku udah muak dengar semua alasan kamu itu. "
"Kamu kenapa sih rel? Lagi ada masalah di kantor?"
"Kamu masalahnya, kiah . Kamu tahu aku cemburuan orangnya. Masih berani juga boncengan sama cowok lain? Otak tuh dipakai dong Kia"
Zaskia merasakan nyeri di dadanya, segampang itu Farel menuduh dirinya yang tidak tidak Farel tidak mau mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu.
" Kamu kenapa sih, nggak mau dengerin penjelasan aku dulu? "
" Buat apa tanda tanya ujung-ujungnya juga kamu cari pembenaran atas kesalahan yang kamu buat. "
" Kamu Kapan sih bisa percaya sama aku? Aku ngobrol sama Kemal, kamu marahin aku . Aku pulang sama Rio kamu salahin aku. Aku belum jelasin apapun sama kamu Rel . Dan kamu udah nuduh aku yang enggak enggak."
" Caper! "
"EGOIS!" Zaskia pergi dari sana, membawa bajunya ke kamar tamu. Ia ingin istirahat di sana, malah berdebat dengan Farel, lagi pula dirinya sedang kurang enak badan.
Selesai mandi Zaskia Menyiapkan makan malam . Meskipun sedang marahan, tapi tetap saja Zaskia harus menjalankan kewajibannya sebagai istri.
Tok tok tok tok
"Makan dulu Rel. Makanannya udah aku siapin di meja makan."
Farel memegang lengan Zaskia, "Mau ke mana?"
Mata istrinya sebab, pasti habis menangis.
"Kamar." Jawab Zaskia malas.
"Kalau ditanya sama suami itu Jawab yang benar, nggak baik ngalihin pandangan kayak gitu."
Zaskia menangkup pipi Farel, tersenyum semanis mungkin agar pria dihadapannya ini puas. "Mau ke kamar Sayang."
"Temenin aku makan," ujar Farel menyeret Zaskia menuju meja makan
" Kamu makan sambil ngerjain tugas kantor? "Tanya Zaskia ketika melihat Farel membawa banyak map ke atas meja makan.
"Hemm, aku nugas kamu suapin aku ya. "
Lihatkan? Pria egois, pemaksa dan pemarah seperti Farel bisa manja juga jika sudah berada di dekat Zaskia.
Selesai makan, Zaskia membereskan meja makan . membawa piring kotor untuk dicuci di wastafel.
"Mau ke mana?"
"Nyuci piring."
"Duduk!"
"Mau nyuci piring dulu."
"Kalau aku nyuruh duduk kau mah ya nyuruh dong Iya." Ujar Farel tegas tak ingin dibantah.
Zaskia duduk di sebelah Farel, suaminya melepas kacamata radiasi yang bertengger di atas hidungnya. "Nggak ada yang mau kamu jelasin?"
" Aku nggak yakin kalau kamu mau dengerin penjelasan aku. "
"Maafin aku ya sayang . tadi aku lagi banyak pikiran di kantor. Sampai apartemen pengen peluk kamu Komah Tapi yang aku lihat kamu malah boncengan sama cowok lain. Aku kebawa emosi ya."
Farel merentangkan tangannya, membuat Zaskia langsung berhambur ke pelukan suaminya . " tadi aku digangguin sama anak sekolah lain rel. terus ada Rio yang nolongin aku. Dia nawarin aku buat pulang bareng, karena Emang nggak ada angkutan umum yang lewat sama sekali . aku takut diganggu sama mereka lagi jadi aku terima aja tawaran Rio. "
"Maafin aku karena udah bikin kamu jadi salah paham gini."
Farel mengecup bibir Zaskia . "Kalau ada apa-apa kasih tahu aku telepon aku Ay"
"Aku takut ganggu kamu," cicit Zaskia
"Aku nggak ngerasa keganggu sama sekali sayang."
" Kamu kalau marah sama aku jangan kasar-kasar ya Rel. Aku jadi takut "
"Siapa yang kasar ? Aku? "
Zaskia mengangguk pelan, menatap sendu ke arah Farel.
Farel menangkap pipi Zaskia, berbisik pelan di telinga istrinya. "Aku kasar kalau melihat kamu sama cowok lain titik tapi kalau cuma ada kita berdua gini, aku mainnya halus kok sehalus ranjang"
__ADS_1
~•••~