Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 41


__ADS_3

" Iya waktu itu gue nggak sengaja lihat Kemal lagi ngobrol serius sama Bram , gue awal nya nggak ada niatan buat nguping . tapi tinggal gue cukup tajam buat ngedenger semua pembicaraan mereka ."


"Tapi kenapa Kemal,ngomong nya nggak ke Farel aja langsung . Farel kan ketua osisnya . dan dari awal pun ,Pak Adi pengen nya Farel yang jadi MC. Iya gue tahu awal nya Farel emang menolak, tapi gue nggak tahu kalau ngakatin posisi nya Farel itu Kemal." kata Zaskia tak percaya .


" Nggak mungkin dong Kia, Farel itu orang nya cuek bebek , Kemal pasti sudah mikirin hal ini berulang kali. kalau sampai ketahuan pihak sekolah , Kemal sama Bram bisa discourse atau bahkan bisa di DO. Farel nggak pernah mau tahu urusan ginian , udah pasti dia boddo amat dan dia pun nggak mau namanya ikut terseret ."


"Tapi beda cerita , kalau di sini lo yang dilibatkan Kia. Farel pasti nggak akan tinggal diam , dia duluan yang bakal terima tawaran pak Adi buat Jadi MC bareng lo." kata Luna yang mencoba menjelas kan kepada Zaskia .


Luna menatap sekeliling, berbisik pelan pada Zaskia. " Kemal, main curang, Ki. Dia nggak bersaing secara sehat. "


"Bersaing? Kita nggak lagi tanding, Lun. Nggak ada yang di perebutkan juga, kan? Dan kenapa Farel harus peduli? Dia itu... "


"Berhenti berspekulasi yang tidak - tidak, Kia. Meski pun kalian menikah atas dasar perjodohan, bukan berarti selama nya Farel nggak cinta sama Lo. Kalian hidup bareng, Kalian tiap hari bertemu, Kalian makan di satu meja yang sama. Cinta itu haddir karena terbiasa , Kia." ucap Luna.


"Terus sekarang, gue harus apa?" tanya Zaskia yang nggak tau harus bersikap seperti apa.


"Temuin Kemal di rooftop, Pertegas perasaan lo ke dia. Tapi lo jangan sangkut paut kan Farel dalam hal ini. Gue nggak tau pasti, Kemal udah tau apa belum tentang pernikahan lo dengan Farel."


"Baiklah, gue akan coba, Bismilah. " ucap Zaskia.


"Sekarang tinggal urusan gue sama Sinddy. tolong jangan seperti bocah, Kia. Selesein semua nya secara dewasa, Kenapa lo jadi ngindar gini, sih." ucap Luna dalam hati


...^^^^...


"Uhuy jagoan kita nih, " celetuk Vino menyapa Kemal yang baru datang


"Asik yang lagi jatuh cinta, mah aura nya beda euy!"


Farel diam saja, tak berniat mengucap kan apa pun pada Kemal .


" Hahaha makasih bro , nanti PJ nyusul deh tungguin aja,ya" ucap Kemal.


" PJ NDASMU!! gue yang suaminya aja nggak alay kayak Lo , Mal." ucap Farel dalam hati .


" Lo kenapa diam aja, Rel ?" tanya Kemal.


" Sariawan gue." jawab Farel seadanya .


"Oh semoga cepat sembuh ya, Rel"


Farel hanya mengangkat alis sebagai jawaban . Lelah seharian ini naik turun tangga untuk mengurus konsumsi acara pensi . Kemal sih enak , di atas panggung bersama Zaskia .


" Ya udah gue cabut dulu ya, bro"


" Eh mau ke mana lo ?baru juga duduk, Mal."


" Biasa PDKT " ucap Kemal sambil tersenyum


"WOILAH, KEMAL SUDAH MULAI AKTIF YA BUND."Ujar Vino heboh yang dibalas dengan gelengan kepala oleh Farel.


" PDKT kok sama istri orang , anaknya nggak tahu malu ya Bun" udah parah kesel dalam hati .


...^^^^...


Zaskia sudah berada di Rooftop,mata nya menangkap sesosok pria bertubuh tegap yakini sedang memandang keramaian ibu kota dari atas sini .Ia masih tidak menyangka bahwa Kemal menyukai dirinya . Padahal selama ini sikap Kemal biasa saja . dia tidak menunjuk kan perhatian manis yang biasa Bagas tunjukkan pada dirinya .


"Kem?" Panggil Zaskia .


Kemal menoleh , sudut bibir nya tak bisa berhenti tersenyum. setiap mendengar suara ini memanggil nama nya , hati nya berdesir hangat. Tak sia-sia diri nya menyimpan perasaan ini cukup lama . gadis di hadapan nya tak pernah mengecewa kan.


"Kia."


" Ada apa Kem? lo manggil gue ke sini?"


" Gue mau ngomong sesuatu sama lo ,boleh ?" Kemal berjalan perlahan mendekati Zaskia , Iya sangat gugup Setengah Mati .


Zaskia memiliki daya tarik tersendiri bagi Kemal , Zaskia lah Cinta Pertama nya . Malam ini , Kemal akan mengungkap kan segala perasaan nya .Ia bukan pria cupu seperti apa yang di katakan ketiga sahabat nya . Malam ini ia akan meyakinkan perasaan nya pada Zaskia .


" boleh ngomong aja , tapi setelah itu gue yang ngomong ,ya ?" ucap Zaskia .

__ADS_1


DEG!


Sudut bibir Kemal terangkat , apa Zaskia memiliki perasaan yang sama terhadapnya? Tidak salah lagi, mereka memang berjodoh .


" Aku cinta sama kamu,Kia. udah lama banget , Sejak pertama kali aku pindah ke sekolah baru ku. Awa lnya Ku kira ini cuman rasa kagum , tapi lama kelamaan aku makin nyaman berada di dekatmu,. Apa lagi waktu kamu nolongin aku yang nggak sengaja terkunci di gudang . Aku pikir aku cuma sekedar suka sama kamu, ternyata perasaan ku ini salah. Sewaktu liburan sekolah dulu, hatiku terasa hampa karena nggak bisa bertemu kamu di sekolah ."


Oke,Kemal sudah mengubah gaya bicaranya menjadi aku kamu.


Kemal memejam kan mata nya sebentar,Kemudian bersimpuh di depan kaki Zaskia.


"Aku nggak nyangka, di sekolah ini, aku ketemu lagi sama kamu. Aku yakin bahwa perasaan ku ini nggak main-main. Dan sekarang, aku rasa udah waktunya. Zaskia Azzahra, maukah kamu menerima lamaranku?"


DEG!!!


Di luar dugaan, Kemal membuka kotak perhiasan yang berisikan cincin berlian di dalam nya.


Luna benar,Ia harus mempertegas nya. Kini Zaskia bukan gadis lagi, dia adalah wanita yang sudah bersuami.


Tak pantas sebenar nya jika ia berduaan dengan Kemal di tempat sepi seperti ini.Tapi ya tak punya pilihan lain, mungkin malam ini adalah kesempatan terakhir Kemal bertemu dengan Zaskia,Sebagai teman lama.


Tanpa keduanya sadari, ada dua pasang mata yang menyaksikan semua kejadian ini dari sudut yang berbeda.


Seorang gadis yang berusaha keras menahan kristal bening yang hendak meluncur dari pelupuk mata nya.


Juga seorang pria yang mati-matian menahan emosi, agar tidak mengajar oknum yang dengan berani nya melamar Zaskia di kegelapan seperti ini. Pengecut, kalau memang berani kenapa tidak langsung berhadapan dengan orang tua Zaskia saja?


"Bangun, Kem.Jangan kayak gini."Ujar Zaskia tenang, raut wajah nya tak menampak kan ke terkejutan sama sekali. Seolah ia sudah tahu dari lama, bahwa pria di hadapan nya ini memang menyukai nya.


" Kamu terima perasaanku ini?"


" Bangun dulu nanti gue jawab!" Seru Zaskia.


Tak ingin berlama-lama menyaksikan wajah munafik milik sahabat dekat nya, Gadis itu berlari menuruni Rooftop sembari menahan tangis nya .


...^^^^...


Risa sedang asik mengunyah makanan nya, ia bener - bener sangat lapar. Luna yang berada ddi depannya, hanya bisa menggelengkan kepala melihat porsi makan sahabatnya itu.


"Enak aja, berapa hari. Gue tadi siang makan kali."


"Lah, terus. Kenapa lu kaya belum makan berhari - hari gini. Ini banyak banget lo Cha, yakin lo bisa ngabisin ini semua?" tanya Luna


"Ya elah, Lun. Lo kan tau sendiri kalau gue lagi stres pasti nafsu makan gue tu nambah.'


"Stres? Stres kenapa?"


"Ya karena pertunjukan tadi lah. Menguras energi gue, makanya jadi kaya gini." ucap Risa nyengir.


"Alesan."


"Udah lu nggak usah ngurusin makan gue, lu hbaisn aja tu makanan lo. Dan lagian , Sindy mana sih, ddari tadi ngilang mulu."


" Mana gue tau. " bales Luna.


Di tempat lain , Vino dan Alan sedang berjalan mencari makanan di stand - stand makanan.


"Lu mau makan apa , Vin?"tanya Alan.


"Apa aja, samain aja sama punya lo." jawab Vino, yang fokus dengan ponselnya.


Alan menoleh, dia menghela napasnya.


"Yakin nih, samain sama punya gue?" tanya Ala tersenyum smirk.


"Iya. "


"Ok." Vino pun dengan semangat berjalan menuju penjual bakso.


"Bang, bakso nya dua ya dan....."Alan tidak melanjutkan ucapan nya dan membisikkan sesuatu pada penjual bakso itu.

__ADS_1


"Antar ke meja pojok sana ya , bang!" ujar Alan.


"Yuk, Vin. Kita duduk di sana!"ajak Alan.


"Udah pesan nya?" tanya Vino dan di jawab dengan anggukan oleh Alan.


Mereka pun berjalan menuju meja yang di tunjuk oleh Alan barusan.


Saat mereka menuju meja nya, mereka berdua nggak sengaja melihat Risa dan Luna. Tiba - tiba ide jahil pun muncul di kepala Vino.


Entah lah, Vino juga nggak tau kenapa, dia rasa nya sangat suka sekali menjahili Risa.


"Eh ada Maimunah." uca Vino menghentikan langkahnya.


Risa dan Luna pun menoleh.


"Mau lo, gue lagi nggak mood berantem." ucap Risa acuh.


" Gue punya sesuatu buat lo." ucap Vino. Alan yang sudah tau tujua Vino menghampiri Risa, jadddi dia hanya diam saja dan memilih mendudukkan tubuhnya di samping Luna.


"Nggak peduli. " ujar Risa acuh.


" Cewek cantik kok kaya gitu, nggak asik ah."


Risa tersenyum saat mendengar Vino menyebutnya Cantik.


" Ok, cepetan, apaan gue lagi lapar ini!" seru Risa. Vino tersenyum


"Gue punya pantun, lo mau denger nggak?"tanya Vino.


"Pantun, bagus nggak?"tanya Risa mengubah posisi nya jadi menghadap Vino.


"Maka nya dengerin dulu.


"Oke buruan!!"


"Jalan jalan kota Jakarta


Kota Jakarta adalah ibu kota


Tari nan cantik nan lagi ramah


Tutor dong cara jadi pawang nya" ucap Vino tersenyum.


"Loh , loh nama nya kok Tary?"tanya Risa kaget, karena bukan namanya yang di sebutin Vino.


"Iya, bener."


"Katanya buat gue, tapi kok malah nama cewek lin sih" ucap Risa kesal


"HAhaha, Yang bilang buat lo siapa, gue kan cuma nyurh dengerin doang. PD banget lo, yuk Lan, kita cabut" ucap Vino senang yang berhasil mengerjain Risa.


"Ihhhh,,, Dasar banci sialan" geram Risa.


"Awas lo!!" Luna hanya bisa menggeleng dan menahan tawa nya.


"Tega bener lo sama ,dia."kata Alan.


"Bodo amat, lagian ini bukan salah gue." ucap Vino


"Lah, terus salah siapa? Gue?"


"Bukan, Salahin aja noh si Author yang udah nerima requesan dari komen." ucap Vino santai.


"Bener - bener nih sih author," Alan geleng - geleng.


~•••~


Maafin author ya babang Vino🤭

__ADS_1


Ok , lunas sudah janji nya.😉


Sorry, nggak nyambung ,ya.🙏


__ADS_2