Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 27


__ADS_3

Air mata nya tak dapat lagi di bendung, apa yang di kata kan Farel ternyata memang benar, Zaskia adalah gadis cengeng. Ia kembali menelan air ludah nya, menepuk dada nya sendiri berusaha meyakinkan bahwa dia adalah perempuan yang kuat. Air mata Zaskia terlalu berharga jika di hambur - hamburkan hanya untuk menangisi pernikahan ini.


"Keluarin aja semua nya, nggak apa - apa . Di depan gue, lo nggak usah pura - pura lagi, ya."


Zaskia memandang cermin yang ada di hadapannya, ia melihat Luna berdiri di belakangnya.


"Luna? Eh, ini gue barusan..."


"Apa? Kelilipan? Nggak ada orang kelilipan sampai sesegukan gitu, Kia." ucap Luna, memotong perkataan Zaskia.


Luna berjalan mendekati Zaskia, memegang pundak sahabatnya,


"Nyonya Aditama."bisik Luna.


Tubuh Zaskia menegang, Luna bilang apa barusan? Zaskia tak salah dengar kan? Dari mana Luna bisa tahu?


"Udah nggak usah kaget gitu, gue udah tau semuanya, lo nggak perlu menutup - nutupi hal ini lagi dari gue." ujar Luna


"Lo tahu dari mana? Hiks..."tanya Zaskia.


"Astaga kok nangis lagi, sih? Udah dong Kia sayang, nanti gue ceritain semua nya."jawab Luna


"Janji?"


"Iya janji."balas Luna.


Luna menarik Zaskia ke dalam pelukan nya.


"Lo tau nggak sih, gue ngerasa jahat banget sebagai sahabat, ngebiarin lo nanggung beban seberat ini sendirian. Kenapa lo nggak cerita dari awal sama kita, si Ki?" tanya Luna, yang nggak habis pikir dengan Zaskia yang udah nyembunyiin beban seberat ini dari mereka.


"Gue takut, hiks" jawab Zaskia


" Takut apa? Takut kita bertiga jauhin lo?"tanya Luna.


Zaskia mengangguk kecil dalam dekapan Luna.


"Astaga Kia, Farel nggak sepenting itu kok buat kita. Atau Farel ****** itu udah ngancem lo juga, ya?" ujar Luna.


Zaskia melepaskan pelukannya,


"Ih, Luna. Jangan ngomong gitu, nggak boleh, bagaimana pun Farel itu suami gue." ucap Zaskia


"Astaga sahabat gue bucin banget sekarang." goda Luna, sambil tersenyum.


Zaskia mencebikkna bibir nya kecil, merengut kesal melihat Luna yang asik menggodanya.


"Lihat aja lo, Rel. Gue akan patahi leher lo kalau lo masih berani nyakitiKia, "janji Luna dalam hati.

__ADS_1


...^^^^...


Luna sudah menceritakan semuanya pada Zaskia . Mulai dari ia yang selalu mengikuti mobil Farel hingga sampai ke apartemen juga menanyakan pada satpam di sana mengenai hubungan keduanya.


"Gue dari awal ngerasa ada yang nggakberes sama lo, Ki. Apalagi lo bilang izin ke Bali karena sepupu lo nikah, alasan lo sama persis kayak alasan Farel yang gue denger di kantin."


"Soal Raina anak kelas 10. Dia adiknya Farel kan? Raina Aditama.


Zaskia menganggukkan kepalanya sekali.


Lun menghembuskan napas berat. "Lo nggak perlu nyembunyiin semua ini dari kita, Kia. Apa untungnya sih?" tanya Luna


Zaskia mengok ke kanan dan kiri, memastikan bahwa tidak adda yang menguping pembicaraan mereka.


"Farel nggak ngizinin"Ucap nya pelan.


"Karena pernikahan ini?" tanya Luna lagi.


"Iya"


"Yaudah ngga apa - apa, mungkin demi kebaikan lo juga. Farel pernah berbuat kasar nggak sama lo?"tanya Luna serius


Zaskia tidak mungkin membongkar aib suaminya sendiri, sudah menjadi tanggung jawab nya untuk menjaga nama baik Farel.


Enggak kok, cuma ya gitu, Farel selalu bersikap dingin, tapi kan dia emang super dingin orang nya kan."jawab Zaskia, setengah berbohong.


"Oh iya Ki, tentang masalah ini, apa lo nggak mau ngasih tau ke Icha dan Sindy juga?"tanya Luna.


Zaskia memejamkan mata nya, Farel pasti akan marah besar jika tau dirinya telah membocorkan status mereka. Cukup Luna saja yang tahu, urusan Risa dan Sindy biar waktu saja yang menjelaskannya.


"Nanti aja Lun, gue belum siap"ucap Zaskia


"Yauda nggak apa - apa, gue juga nggak akan maksa kok, semua keputusan ada di tangan nyonya Aditama,"ucap Luna setengah berbisik, takut ada oknum lambe turah yang menguping.


"Lun, jangan kaya gitu." Zaskia berusaha menyembunyikan semburat merqah di pipi nya.


"Chiaahaha bucin, di goda dikit langsung salting."LEdek Luna, sambil tersenyum geli melihat reaksi sahabatnya yang malu - malu.


...^^^^...


Setelah selesai mencuci piring kotor bekas makan malam, Zaskia berniat kembali ke kamar untuk menyelesaikan laporan osis. Namun langkah nya terhenti kala mendengar bel apatemen berbunyi.


Gadis itu membuka pintu apartemen nya, ia terkejut begitu mendapati mertuan dan adik ipar nya berdiri di depan pintu dengan sneyum secerah matahari.


"KEJUTANNNN!" teriak keduanya seraya menerjang Zaskia dengan sebuah pelukan.


"Mama? Raina?"

__ADS_1


"Halo, mantu kesayangan mama, aduh mama kangen banget kama kamu Ki. Udah lama ya kita nggak ketemu." kata mama Anne.


"Sama mah, Kia juga kangen banget sama mama."balas Zaskia tersenyum.


Anne mengusap perlahan bahu Zskia, matanya menelisik ke dalam apartemen.


"Kamu sendirian aja nak? Farel mana?"tanya Anne yang tidak menemukan putra nya.


"Nggak kok mah, Farel ada di dalam. Eh iya, ayo masuk, nggak enak kalau ngobrol depan pintu."ucap Zaskia mengajak mertua dan adik iparnya untuk masuk ke dalam apartemen.


"Siapa yang datang?!" tanya Farel keluar dari kamar nya hanya mengenakan celana pendek selutut dan baju kaos berwarna hitam. Sepertinya pria itu baru selesai mandi.


"Mama? Raina? Kalian ngapain ke sini?"tanya Farel sedikit kaget melihat ke hadiran adik dan mamanya itu.


"Kamu itu apaan, sih kak! Salim kek, Peluk mama kek, ini kok malah nanya gitu? Kamu pikir mama mau maling di sini?!" seru Anne dramatis.


Farel memutarkan bola matanya, pada hal dirinya bertanya baik - baik, namun selalu saja Anne merespon ucapannya dengan nada tak bersahabat.


"Mama mau makan apa? Biar Kia masakin."tanya Zaskia sengajah mengalihkan topik


"Enggak usah Ki, sebelum ke sini kita udah makan kok, sengaja biar nggak ngerepotin kamu." jawab Anne


"Nggak ngerepotin kok ma, yaudah kia bikin minum dulu ya."ucap Zaskia


Setelah Zaskia berlalu pergi, kini di ruang tamu hanya ada Anne dan Farel. Raina ikut ke dapur dengan Kia untuk membantu kakak iparnya itu.


"Gimana hubungan kamu sama , Kia?"tanya Anne memecah keheningan di ruang tamu itu.


Farel tak mengubris pertanyaan sang mama. Jari - jari nya sibuk mengetik sesatu di ponselnya.


"Kak?"


"Hmmmm"


"Hubungan kamu sama Kia gimana?"tanya Anne lagi. Memang bertanya pada anaknya ini tak cukup jika hanya sekali.


"B aja" jawab Farel singkat.


"B aja gimana? Baik - baik aja maksudnya?"tanya Anne lagi.


"Bosen." ucap Farel singkat.


Anne melempar bantal sofa ke arah muka pria itu.


" Yang bener kalau di tanyain orang tua, kualat baru tau rasa kamu."ujar anne kesal, karena jawab anaknya itu yang terlalu singkat dan terkesan acuh.


"Mama apa - apaan sih, tadi di suruh jawqan. Giliran di jawab malah kaya gitu, aneh" protes Farel yang serba salah di mata mama nya.

__ADS_1


~•••~


__ADS_2