Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 59


__ADS_3

"Cindy!" Cindy menoleh, mendapati Farel yang sedang berlari kearahnya.


"Kenapa, Rel?" tanya Cindy ketika Farel sudah berada di dekatnya


"Kia, mana?"


"Bimbingan olimpiade sama Rio di aula."


"Ada guru?"


Cindy mengedikkan bahunya, " Setau gue sih, ini bagiannya pak Sigit yang jaga."


"Oke makasih." ucap Farel, berlalu pergi meninggalkan Cindy.


Sesampainya di aula, Farel sedikit mengintip melalui cela jendela pintu. Dan benar saja , dia dalam sana ada istrinya dan juga Rio yang sedang mengerjakan sesuatu. Sepertinya soal - soal olimpiade.


Farel mengetuk pintu 3 kali.


"Iya, silahkan masuk"


"Permisi, pak." suara Farel berhasil membuat ketiganya kompak menengok ke arah pintu. Membuat Zaskia girang, namun tidak dengan Rio.


"Ada apa, Farel?" tanya Pak Sigit.


Farel berdeham, " Saya utusan orang tua Zaskia, pak. Orang tuanya nyuruh saya untuk nemenin Zaskia di sini." kata Farel.


Pak Sigit geleng - geleng kepala mendengar ucapan Farel. " Kamu ini aneh - aneh saja. Ya sudah silahkan duduk, tapi jangan bikin keributan ,ya."


"Siap pak." Farel menduduki bangku di sebelah Rio. Sengaja, agar pria gatel ini tak terus mencuri - curi pandang ke arah Zaskia.


"Semangat ngerjainnya, sayang." ucap Farel.


Di saat ada guru, bisa - bisa nya Farel menggoda Zaskia. Membuat pak Sigit geleng - geleng kepala.


"Anak jaman sekarang padahal belum halal,tapi udah sayang - sayangan."


Farel terus saja menatap Zaskia yang sedang mengerjakan soal - soal, membuat Rio meremas pensil yang sedang ia pegang.


Kesempatan Rio untuk berduaan dengan Zaskia jadi terganggu karena kehadiran Farel di antara mereka.


Ingin sekali ia menghajar Farel, namun Rio tak cukup memiliki keberanian. Ia terkenal sebagai anak pintar, kebanggaan semua guru.


Berbeda dengan Farel, yang di puji - puji seluruh warga sekolah hanya karena ketampanannya.


Rio merasa lebih unggul dari Farel, wajah bukanlah segalanya. Tipe suami idaman Zaskia pasti tidak jauh berbeda dari pada dirinya. Dan jika nanti mereka menikah, anak - anaknya akan sangat bangga memiliki orang tua yang pintar seperti dirinya.


"Rio, Zaskia, bapak tinggal dulu, ya. Bapak ada urusan mendadak, kalian lanjut aja ngerjain soal - soalnya. " ujar pak Sigit, bangun berdiri dari duduknya.


"Baik, pak." ucap Rio dan Zaskia.


Pak Sigit meninggalkan aula, membuat Farel menggeser bangkunya mendekat ke arah Zaskia.


"Masih banyak, sayang?" tanya Farel.


"Sisa 15 soal lagi, kenapa?"


"Nggak, apa -apa kok. Aku nungguin kamu di sini, yaa." ujaar Farel mencubit pipi Zaskia.


Rio yang melihhat itu hanya mampu beristighfar. Mau - maunya Zaskia di sentuh oleh cowok nakal seperti Farel.


"Kenapa, lo?" tanya Farel


"Nggak apa - apa." ujar Rio cuek sambil mengerjakan soalnya.


" Nggak usah ngelirik-lirik pacar gue! Awas aja, gue congkel mata lo pakai ini." Kata Farel sambil mengarahkan penggaris besi ke wajah Rio.


"Rel, udah. Jangan bikin keributan di sini." lerai Zaskia.


" Beruntung banget parah bisa dapetin hatinya Zaskia." Ucap Rio dalam hati.


" Kamu kepanasan enggak sayang? Aku Kipasin ya?" tidak biasanya nada bicara Farel terdengar manja. Membuat Rio yang mendengarnya merasa jijik.


" Sial di sini padahal udah ada AC." Gerutu Rio kesal dalam hati.


"Boleh" Zaskia dengan senang hati


Farel mulai mengipas-kipas wajah Zaskia dengan menggunakan buku. Entah buku siapa sepertinya sih buku milik Si Rio.


"Kia, niat belajar nggak sih?" Ujar Rio mengebrak meja.


Farel mengepalkan tangannya, ingin rasanya ia melayangkan bogeman pada pria culun di hadapannya ini. " Lu berani bentak Zaskia?"


" Gue nggak bentak dia, lu yang gangguin kita. Kita lagi belajar bareng buat Olimpiade,Rel. Bukan mau main api di belakang lo. Kalau ada lo di sini, gue sama Zaskia jadi nggak bisa fokus ngerjain soalnya." Ujar Rio.


" Kata siapa? Zaskia aja nggak masalah kok gue ada di sini, gue juga nggak gangguin lo. Kenapa malah lo yang ribet sih?!" Tanya Farel dengan nada sedikit membentak.


Farel tersenyum sinis," Oh gue tahu, jangan-jangan lu cemburu ya ngeliat gue mesra-mesraan sama Zaskia? Lu nggak terima gue pepet Setia terus?"

__ADS_1


" Farel udah. Nggak perlu ribut karena masalah sepele kayak gini. Rio bener, lebih baik kamu keluar ya sekarang. Aku jadi nggak fokus kalau ada kamu di sini. Kita butuh suasana yang tentram rel." Ucap Zaskia pada Farel


Oke, kita.


Zaskia memang pandai membuat Farel cemburu. Kemarin Kemal, sekarang Rio. Tapi bukan Farel namanya jika mengalah begitu saja.


" Enggak, suruh aja dia yang pergi. Pacar kamu kan aku bukan dia."


"Rel..."


" Oke, biar gue yang pergi dari sini. Kalian lanjutin aja mesra-mesraannya. Gue juga nggak fokus kalau situasinya panas kayak gini. Kita lanjut besok aja belajarnya Kia." Kata Rio


" Semoga pacar posesif lo nggak gangguin kita lagi." Ujar Rio meninggalkan Aula, sambil membawa soal-soal yang ia kerjakan tadi.


Farel tak peduli, ia mengeluarkan permen karet dari saku seragamnya. Mengunyahnya pelan, sambil terus memperhatikan punggung Rio yang mulai tak terlihat.


" Yo, mau ke mana? Tunggu sebentar" Zaskia hendak mengejar, namun tangannya berhasil ditahan oleh Farel.


" Hei mau ke mana? Lanjutin aja belajarnya, biar aku yang temenin kamu di sini." Farel membawa Zaskia untuk kembali duduk di kursinya.


" Tapi...."


" aku suami kamu, bukan sekedar pacar kamu. Yakin mau ngebantarin aku?" Tanya Farel sambil menatap Zaskia.


Jika sudah seperti ini, Zaskia mana bisa membantu ucapan Farel. Ya Bun hanya diam dan melanjutkan kembali belajarnya seperti yang dikatakan oleh Farel.


...^^^^...


" Gue minta maaf ya, Yo" ucap Zaskia


" Nggak apa-apa,Kia. Ini bukan salah lo kok. Gue aja yang terlalu baper orangnya." Ujar Rio memasukkan buku ke dalam tasnya, yang akan bersiap-siap pulang


" Gue ngerasa nggak enak sama lo,Yo. Maaf soal sikap dan ucapan Farel barusan ya."


"Iya, nggak apa - apa Kia."kata ,Rio.


"Masalah, olimpiade..."


"jangan dibahas dulu, Kia. Gue lagi nggak mood bahas persoalan tadi." kata Rio memotong ucapan Zaskia,


Zaskia meremas ujung kerudungnya. " Yo, tolong jangan kayak gini. Gue bener - bener minta maaf sama lo."


"Please, Yo."


Rio melangkahkan kakinya keluar kelas, sedetik kemudian sebuaha seringaian muncul di wajah tampannya.


...^^^...


" Assalamualaikum ,Yo."sapaan dari seorang gadis cantik membuat Rio mengerjakan matanya berulang kali.


" Waalaikumsalam "


" Maaf telat, lu nunggunya lama ya ." ujar Zaskia setelah mendaratkan bokongnya di kursi yang telah disediakan.


" Enggak kok , gue juga baru datang ."


" Udah ada di sini sejak pulang sekolah ,Kia. Gue rela nunggu lo berjam-jam" ucap Rio dalam hati


" Lo izin ke Farel?" tanya Rio


Zaskia hanya tersenyum,Kemudian mengalikan topik pembicaraan.


" Lu udah ngerjain sampai nomor berapa ?" Tanya Zaskia


Rio tersenyum licik , ia yakin sekali pasti Zaskia pergi ke sini tanpa sepengetahuan Farel . lagian kan, mereka pisah rumah . tak mungkin juga paras selalu mengawasi kemanapun Zaskia pergi


Flashback on


" Rel aku nanti jam 05.00 mau keluar ya " ujar Zaskia meletakkan segelas es kopi susu di atas meja Farel.


" Mau ke mana?" tanya Farel yang masih sibuk dengan laptopnya .


" Ke cafe soft, mau ngerjain tugas." jawab Zaskia


" Sama siapa ?"Tanya Farel lagi


Zaskia terdiam sejenak, menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya , " teman " jawab Zaskia


"Jam berapa ?"


" Sekitar jam 05.00 "


Farel mendongak , kemudian meminta Zaskia untuk duduk di sebelahnya . " sini duduk "


"Kamu berangkat sendiri nggak apa-apa kan sayang? Aku diminta Papa untuk mengurus surat pengajuan di perusahaannya "


Farel memang menawarkan diriUntuk membantu di perusahaan milik Papanya. Farel tidak mau menafkahi Zaskia dengan uang pemberian dari orang tuanya.Ia ingin mendapatkan uang dari hasil jerih payahnya sendiri,ya Meskipun harus memulai dari nol.

__ADS_1


Awalnya,papanya minta Farel untuk menempati posisi dewan direksi.Namun Farel menolaknya, ia meminta di tempatkan dalam posisi karyawan biasa saja. ia belum memiliki banyak pengalaman dalam menjalankan bisnis. bisa-bisa kantor ayahnya bangkrut juga Farel yang memimpin.


"Nggak papa kok, Rel.Aku bisa sendiri."Balas Zaskia tersenyum.


"Nanti pulangnya aku jemput ya."Kata Farel.


Flashbaack off


...^^^^...


" Soal terakhir selesai," ujar Rio menghembuskan nafas lega.


"Alhamdulillah"


melihat keadaan kafe yang begitu sepi, Rio berniat menjalankan rencana liciknya , yaitu membuat Farel cemburu.


"Kia, lu mau bantuin gue nggak ?"tanya Rio


" Bantu apa ?"


" Tadi Mama titip pesan , dia minta dikirimin foto lu. kangen katanya . Baru kali ini kan kita ditemuin lagi dalam tim yang sama " kata Rio


"Foto bareng mau ?" tanya cowok itu


Zaskia menimbang-nimbang, Jika ia menolak . ia merasa tidak enak pada Rio . Tapi jika mengiyakan Zaskia seperti sedang berselingkuh di belakang Farel .


"Foto aja kan?" tanya Zaskia memastikan .


" Iya Kia."


" Dikirim ke tante aja ? Nggak dikirim ke yang lain kan ? Gue nggak mau menimbulkan fitnah ,Yo" ujar Zaskia menatap Rio penuh curiga .


"Iya Zaskia"


Akhirnya Zaskia menyetujui ucapan Rio , tak apalah , hanya berfoto saja kan . posisi mereka juga terhalang oleh meja .


Rio meminta waiters di cafe tersebut untuk mengambil foto mereka.hanya satu kali jepretan , tak peduli dengan hasilnya . Zaskia segera membuka ponselnya , berniat menghubungi Farel bawah dirinya sudah selesai dan bisa dijemput .


" Lo pulang dijemput siapa,Kia?" tanya Rio


" Farel" jawab Zaskia singkat


" Mau gue temenin nggak?" tawar Rio.


" Nggak usah,Yo. Lo duluan aja, bentar lagi juga Farel datang ." tolak Zaskia


" Oke, kalau gitu gue duluan ya." Rio pun berlalu pergi meninggalkan Zaskia.


...Pacar Halal...


...Oline...


^^^Assalamualaikum, Rel.✔️^^^


Udah, di jawab dalam hati


^^^Jemput, aku udah selesai.✔️^^^


Bidadariku, mau di jemput pake apa?


^^^Pipiku, memerah Rel, dipanggil begitu.✔️^^^


Lucu banget, sih.


Oke, sayang aku OTW


^^^Hati - hati di jalan, pelan aja abawaa mobilnya.✔️^^^


Mobilnyaa aku setir, Sayang.


Kalau dibawa berat dong.


^^^Farel, ih✔️^^^


Farel menjalankan mobilnya meninggalkan pakiran Aditama corp.


lampu merah di depannya lama sekali, farel sudah tidak sabar ingin memeluk zaskia. padahal baru beberapa jenis lalu mereka bertemu, Farel sudah sangat merindukan istrinya itu.


Ting!


Farel menepikan mobilnya, ada sebuah pesan masuk. lebih baik ia buka saja. Siapa tahu dari Zaskia.


Farel mengepalkan tangannya ketika tahu siapa yang mengirimkan pesan ini. tangannya memukul stir dengan kuat, matanya memerah menahan emosi.


" Setelah ini apa masih bisa Aku percaya sama kamu , Kia"


~•••~

__ADS_1


__ADS_2