
Farel sedang curi - curi pandang ke arah Zaskia. Ekor mata nya terus saja memperhatikan apa yang sedang gadis iitu lakukan. Jarii - jari nya tak henti ia ketukkan ke stiir mobil.
"Kia.." panggil nya.
Akhir nya Farel berani membuka suara, ia benci suasana seperti iin, ke konyolan yang hampiir saja iia lakukan berhasil membangun jarak di antara diri nya juga Zaskia. Mau tidak mau Farel harus kembali mengikis jarak di antara mereka. Entah apa alasan nya, tapii Farel tiidak ingin jika Zaskia menjauhi dirinya hanya karena kejadian tadi pagi.
Zaskia tak menjawab, ia memainkan ujung kerudung nya.
"Tatap mata gue kali, Ki." Farel nggak suka jika Zaskia tertunduk atau tidak melihat kearah nya saat diri nya sedang berbicara.
"Iya, Rel, ada apa?"tanya Zaskia menoleh kearah suami nya itu.
Sudut bibir farel terangkat sedikit, wajah Zaskia terlihat sangat menggemaskan ketika sedang blushing seperti ini.
"Muka, lo kenapa memerah kaya gitu?"tanya Farel sengaja menggoda istri nya itu.
"Hah? Oh ini, gerah, iya karena aku kegerahan." jawab Zaskia asal.
Di luar hujan, AC mobil menyala juga. Jadi gerah dari mana coba? Pikir Farel.
"Rel, yang barusan..."
"Eh, udah lampu hijau, sebentar." Farel kembali menjalan kan mobil nya, untung saja lampu lalu lintas di depannya sudah berubah warna. Jika tidak, pasti Zaskia akan membahas kembali perihal di ruang osis tadi.
"Rel, yang barusan..."
" Yang mana?"tanya Farel sengaja memotong perkataan Zaskia, karena dia tau apa yang akan di katakan oleh gadis itu.
"Yang waktu kamu mau cium aku." ucap Zaskia dalam hati.
"Yang masalah proposal tadi pagi gimana? Belum sempat aku print." Zaskia nggak seberani itu untuk mengeluar kan uneg uneg nya pada Farel.
"Yaudah nggak apa - apa. Undur besok pagi saja. Besok kita berangkat lebih awal,ya. Jadi pas apel bisa sekalian kita jelasin sama anak - anak."jawab Farel.
"Oke."
"Rel, aku boleh nanya sesuatu nggak sama kamu?" tanya Zaskia sambiil mengepalkan tangan nya, mengumpulkan keberanian nya.
"Turun , udah sampai!" seru Farel
Lagi dan lagi Farel tidak merespon ucapan nya. Sungguh, padahal Zaskia hanya ingin bertanya tentang Vino.
Masalah Risa sudah selesai, dengan bantuan Luna, Zaskia berhasil meyakinkan Risa bahwa apa yang di liihat nya tadi pagi iitu, hanyalah ke salah pahaman sja. Untung masalah ini tiidak sampai terdengar ke telinga Sindy, kan biisa gawat urusan nya jika sahabat nya yang satu itu sampai tahu.
To tok tok
__ADS_1
"Mau samapai kapan lo bengong di dalam mobil? Nggak mau turun? Atau lo mau gue kunci di dalam sekalian?!"
^^^^
ZAskia rasa diiinya harus memastikan kembali kejadian tadi pagi pada Farel. " Rel, tentang Vino gimana?" tanya Zaskia serius pada Farel.
Farel yang sedang fokus dengan ponselnya hanya berdeham pelan sebagai jawaban.
"Rel, jawab yang bener dong!" desak Zaskia, yang merasa kalau Farel mengabaikan nya.
"Apa sih, Kia?"tanya Farel, tanpa mengalihkan pandangan nya dari ponsel nya.
Karena kesal, Zaskia merebut ponsel Farel, kemudiian memasuk kan benda pipih itu kedalam saku baju tidur nya.
"Balikin , nggak!" seru Farel
"Nggak mau." tolak Zaskia mentah - mentah.
"Lo itu apa - apaan , sih Ki, kayabocah tau nggak." kesan Farel
"Bodo."
"Makanya, kalau orang lagi nanya itu respon dong, buaknya di abaikan kaya gitu."
"Pertanyaan yang mana?" Farel bangun dari duduknya, ber jalan perlahan - lahan mendekatii Zaskia.
"Emang vino kenapa?"tanya Farel balik.
"Please deh, nggak usah malah balik nanya giitu," geram Zaskia yang sudh sangat kesal dengan semua pertanyaan Farel. Suami nya itu terlalu banyak alasan.
"Lo suka sama Vino?" tanya Farel
"Astagfirullah, enggak. Pertanyaan macam apa itu." sangkal Zaskia cepat.
"Terus kenapa lo nanya - nanyain Vino segala? Inget ya, Kia. Yang jadi suami lo itu Farel bukan Vino." ata Farel yang semakin mendekatii Zaskia.
Zaskia mundur secara perlahan, mengapa pria di hadapan nya ini terlihat jauh lebih agresif dari sebelumnya?
Dug!
Zaskia tak bis amundur lagi, lemari buku di belakang nya membuat pergerakkan Zaskia menjadi terhenti.
Kini Farel sudah berada di hadapan nya. Bahkan gadis itu bisa ikut mersakan deru napas Farel. Oh tidak - tidak , Jantung Zaskia kembali berdisko lagii.
Apa - apan Farel ini? Kedua tangan nya sudah terulur ke samping kiri dan kanan tubuh Zaskia. Membuat diri nya seperti terperangkap dalam kukungan suami nya sendiri.
__ADS_1
Zaskia memejamkan mata nya takut, apa Farel marah saat diri nya menanyakan soal Vino? Padahal itu hanya lah pertanyaan biasa saja. Sungguh Zaskia nggak ada bermaksud untuk menyinggung perasaan suami nya itu.
"Jangan merem, buka mata lo!" ujar Farel, menekan setiap kata yang di ucap kan nya.
Zaskia membuka mata nya, menatap lantai apartemen yang berwarna putih . Lalu mulai menghitung nya satu persatu. Entalah, mungkin saja cara ini bisa membuat kegugupan nya sedikit berkurang.
"Jangan nunduk, tatap mata gue!"
Zakian mendongak, mata nya di manjakan oleh pemandangan yang sangat indah. Rambut Farel sedikit basah, menambah kesan maskulin di wajah nya. Bola mata nya yang berwarna hazel akan membuat siapa saja yang melihatnya, akan langsung jatuh cinta jika terlalu lama menatap nya.
Farel mendekatkan wajah nya pada Zaskia. Jika sudah berhadapan dengan istri kecil nya, mau tak mau Farel harus membungkuk kan sedikit badan nya. Itu karena tinggi Zaskia yang hanya sebatas dada nya.
" Pake warna apa?"
Pertanyaan yang tiba - tiba keluat dari mulut Farel, membuat Zaskian mengerutkan kening nya tak paham.
"Hah?"
"Warna pink atau peach?" tanya Farel yang masih ambigu menurut Zaskia .
"Hah?"
Farel mendusel - dusel ke ceruk lehwr Zaskia yang tertutup hijap. Menghirup dalam - dalam aromah vanila dsri tibih cewek itu. Nyaman, itu lah yang Farek rasakan sekarang.
"Rel, kamu ngapain, sih?"tanya Zaskian
Sungguh, Zaskia merasa tak nyaman dengan posisi seperti inj.
Bisa di lanjutkan di ranjang saja tidak?
Bukan - bukan, bukan itu maksud Zaskia. Ini sudah malam, tidak bisa kah Farel membiarkan dirinya tidur nyenyak di atas kasur empuk sekarang.
Farel menangkup pipi Gembul Zaskia, membuat bibirnya sedikit mengerucut lucu.
Farel ingin melanjutkan aktivitasnya di ruang OSIS yang sempat tertunda. Mereka sedang berduaan kan sekarang? Tak mungkin ada pengacau di sini.
" Lipstik lo warna apa Ki? Beach Apa merah muda?" Bisik Farel tepat di samping telinga Zaskia.
Tak butuh jawaban dari gadis di hadapannya,
Farel tak mau lagi menyia - nyiakan kesempata.
Sedikit lagi bibir mereka akan menyatu, nam. Suara kanjeng ratu di ambang pintu ruang tamu, berhasil membuat Farel mengepalkan tangan untuk yang kedua kali nya.
"Ups, mama ga kalian ya?"Ujar Anne menutup kedua mata nya Dengan nya. Tas prada saffiano keluaran terbaru milik nya.
__ADS_1
"Sial, sial sial!"umpat Farel dalam hati.
~•••~