
Zaskia baru pulang ke apartemen, setelah pulang sekolah ia langsung kerja kelompok di kafe yang letak nya tak jauh dari seolah.
Zaskia tak melihat Farel, mungkin ddi kamar. Zaskia bergegas memasuki kamarnya, ingin bersih - bersih lalu menyiapkan makan malam untuk Farel dadn juga dirinya.
Betapa kagetnya Zaskia saat mendapati meja riasnya sudah kosong. Tiddak ada satu pun skincare yang tersisa. Begitu juga dengan lemarinya , pakaian Zaskia pada kemana?
"FARELLLLLLL!" teriak zaskia.
Fare yang sedang bermain game online dikamarnya pun terkejut saat mendengar teriakan dari istrinya itu. Buru - buru ia mengganti celana boxernya dengan celana panjang, lalu keluar kamar menghampiri Zaskia.
"Apa, sih? Berisik banget! Kenapa teriak - teriak?"
"Kamu dari tadi ada di mana? Apartemen kita kemalingan, kamu nyadar nggak?" tanya Zaskia
"Kemalingan?" cicit Farel.
"Iya," Zaskia membuka lemarinya selebar - lebarnya.
"Tuh, lihat! Bajuku hilang semua."
Zaskia menunjukkan meja riasnya ddengan wajah yang di tekuk, " Skincare aku juga hilang, Rel!"
Farel tersenyum jahil, "Oohh bener, kemalingan."
"Hmm, malingnya masih ada di apart kita deh, Ki."
Zaskia membulatkan mata nya. Lucu sekali. Membuat Farel tak tahan ingi segera menerkam istri nya itu.
"Serius kamu?" tanya Zaskia.
"Iya, malingnya ganteng lagi. " kata Farel.
"Hah?"
Farel merapatkan tubuhnya pada tubuh Zaskia, Refleks membuat Zaskia melingkarkan tangan nya di leher Farel.
"Lo udah mandi?" tanya Farel..
"Hmm... Mmm belum." jawab Zaskia menggelengkan kepalanya.
Wangi tubuh Zaskia yang beraroma vanil kini menjadi candu bagi Farel. Paddahal gadis itu belum mandi, Kenapa wangi tubuhnya bisa awet sekali dari pagi?.
"Kia... " suara Farel suddah mulai serak.
"Kenapa, Rel?"tanya Zaskia.
"Sebenarnya, gue,,,"
"Allahuakbar allahuakbar."
Zaskia mendorong tubuh Farel, membuat badddanya suaminya itu tersungkur hingga berguling - guling di lantai. Lebay gak sihðŸ¤
"Awww, lo kasar banget sih, Ki."
Eh, Maaf, Rel. Uddah Addzan, aku mau mandi terus sholat mahgrib, Kamu bisa keluar dari kamar aku nggak?" suruh Zaskia.
Farel bangun dari posisi nya, lalu rebahan di atas kasur Zaskia, " Kalau , gue nggak mau gimana?" tantang Farel.
Lihat sendiri kan? Farel sangat menyebalkan.
"Kok gitu sih? Lagian nggak biasa nya kamu ke kamar aku gini, ngeselin banget tau." kata Zaskia kesel, ia berjalan mengambil handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi.
"Dih, dia sendiri yang manggil gue."
"Kia, lo habis mandi pakai baju apa? Kan baju lo diambil maling." Tanya Farel sedikit berteriak.
" Aku punya cadangan baju, nggak usah banyak nanya deh,Rel." Balas Zaskia dari dalam kamar mandi.
" nggak Ganti daleman lo,ya?Dih jorok. Udah Bau terasi tuh." Ucap Farel tak tahu malu.
Bugh!
__ADS_1
Barbar sekali Zaskia, melempar gayung tepat mengenai kepala Farel.
" rasain Emang enak!"
Karet membayangkan betapa lucunya wajah Zaskia di dalam kamar mandi yang sedang menahan kesal, " istri gue gak mau banget,aishh jadi pengen peluk." Gumam Farel sambil tersenyum mengusap kepalanya yang habis ketimpuk Gayung.
^^^
Setelah selesai mandi, Zaskia dikejutkan dengan kehadiran Farel yang masih belum keluar dari kamarnya. Bahkan kini Zaskia bisa mendengar dengkuran halus, apa suaminya tidur?
Zaskia berjalan perlahan mendekati ranjang, ia menggoyang-goyangkan tubuh Farel.
" Farel, Farel bangun dulu yuk, salat magrib dulu."
"Mmm... Mmm. Gue masih ngantuk Kia."
" bangun dulu bentar ya kita salat magrib berjamaah dulu." Ucap Zaskia lembut
Farel membulatkan matanya, mengubah posisi menjadi duduk di tepi ranjang.
Tadi Zaskia bilang apa? Salat? Bahkan Farah sendiri tak ingat Kapan terakhir kali ia salat. Mungkin sewaktu praktek salat jenazah pada pelajaran Fiqih Pak Burhan, dan itu pun sekitar 2 tahun yang lalu pas dia kelas 10 mungkin.
"Gue,..."
Tampaknya Zaskia tahu apa yang berkecamuk dalam pikiran suaminya.
" nanti aku yang ngajarin, sekarang kamu wudhu dulu, gih."
wudhu? Farel suka mengantuk jika menyentuh air, biasanya ia lebih memilih tayamum ketimbang wudhu.
"Tapi..."
" yuk ikut aku ke kamar mandi." Kata Zaskia menarik tangan Farel menuju kamar mandi.
Farel mulai menyalakan kran air, menatap iba pada gadis yang sedang memperhatikannya di Ambang pintu kamar mandi.
Zaskia tersenyum geli melihat raut wajah Farel, " gulung dulu celananya sampai ke lutut, supaya nggak basah,Rel."
Gadis itu mengambil sarung dan Sajadah kemudian memberikannya kepada Farel.
" Dipakai, ya"
" Gue bisanya salat jenazah, Kia" kata Farel.
Zaskia membulatkan mata nya, namun sedetik kemudian ia tersenyum memaklumi.
"Nanti aku ajarin kok, kita masih sama - sama belajar, Rel." kata Zaskia
Zaskia mulai memakai mukenanya, Farel menjaddi salah fokus, cantik sekali istrinya itu.
Setelah 5 kali mencontohkan cara salat, akhirnya Farel pun mengerti . ia bisa menghafal gerakannya di luar kepala , tapi tidak dengan bacaan salatnya .
...^^^^...
Setelah selesai Menyiapkan makan malam ,Zaskia memanggil Farel yang di kamarnya . Terkejutnya Zaskia ketika mendapati keadaan kamar Farel yang berantakan Dan dipenuhi oleh barang-barangnya .
"FARELLLLLLLL!"
Farel yang baru saja keluar dari kamar mandi terkejut mendengar suara Zaskia.
"Kenapa sih, Kia? Teriak - teriak mulu dari tadi." ujar Farel
"Kenapa - kenapa! Ini kok barang - barang aku ada ddi sini?" tanya Zaskia
Farel menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, berjalan perlahan mendekati pintu kamar.
"Sekarang kamu mau kemana?!" yang ddi tanya hanya bisa nyengir kuda, membuat Zaskia memijit pelipisnya. Pusing ddengan kelakuan Farel.
"Itu skincare aku kenapa bisa berantakan gitu?" tanya Zaskia menunjuk Skincare nya yang tergeletak dddi karpet bulu.
"Kamu ya malingnya?" tanya Zaskia.
__ADS_1
Dengan senyum malu - malu Farel menjawab.
"Iya hehe."
Zaskia menghembuskan napas kasar, duduk di tepi ranjang Farel.
"Eh, lo kenapa, Kia?"
Zaski hanya menggalang sebagai jawaban, berangkat dari sana dengan menggeret koper miliknya.
" Eh mau ke mana lo ?" tanya Farel
" Mau ke kamar" jawab Zaskia
Farel menahan lengan Zaskia , menariknya hingga membuat badan mereka terjatuh ke atas kasur .
" Ini jantung Kenapa sih ?" ucap Farel dalam hati
" Astagfirullah , posisinya Minggu banget " kata Zaskia dalam hati
"Mmm Rel."
" Diam, jangan bergerak,!" ucap Farel sambil menahan nafas.
" Kenapa?"
" Mulai malam ini dan seterusnya, Lo tidur bareng gue , di kamar ini ."jawab Farel
Mata Zaskia membulat sempurna ,itu tandanya Farel sudah mulai Mencintainya kan?
" Nggak usah ke gr-an lo ya." Ucap Farel yang seakan tahu isi pikiran Zaskia.
membuat senyum yang sempat terbit menjadi luntur seketika .
" Gue tahu kalau teman-teman lo Udah pada tahu tentang pernikahan kita,Begitu juga dengan teman-teman gue. gue yakin pasti nanti mereka bakal sering main ke sini ,otomatis kamar tamu yang Lo pakai bakal ddi tempatin sama mereka." ujar Farel.
"Ya, gue secara pribadi, sih nggak mau kalau sampai mereka tau kita ini tidur pisah kamar. Mau di tarush ddi mana muka gue?"
Zaskia menggigit keras lengan Farel, dia sangat kesel setengah mati.
" Minggir ah, sana jauh - jauh . Aku tunggu kamu di meja makan ," ujar Zaskia meninggalkan kamar FFarel.
Farel tersenyum, manis sekali. Senyum yang tak pernah ia tunjukkan pada gadis mana pun. Dan nanti nya, senyum ini yang akan menghiasi kehidupan rumah tangga nya bersama Zaskia.
"Gu akan ngungkapin perasaan ini secepatnya, pada dia." gumam Zaskia.
...^^^^ ...
" Gue, cepetan masuki dong, aku udah nggak tahan nih. "
"Sabar, Kia. Ini lobangnya kecil banget."
"Payah, masa gitu doang nggak bisa.
"Lo si bawel banget. Jangan rusak konsentrasi gue makanya, bentar lagi masuk nihh."
"Cepetan, Rel. Itu udah ddi ujung lobang,sedikit lagi masuk, ayo dong aku udah nggak sabar nih," ucap Zaskia greget. Paddahal sedikit lagi akan memasuki lobangnya.
"Awhhh..."
" Astagfirullah berdarah, kamu nggak papa kan ,Rel?"
Zaskia mengambil tisu , mengelap darah yang berada pada ujung jari suaminya . Malam ini Zaskia sedang latihan menjahit , ia meminta tolong pada Farel untuk memasukkan benang ke dalam jarum jahit .
"Maaf , aku terlalu bawel, ya"tanya Zaskia penuh rasa bersalahnya
" Nggak apa-apa kok, cuma lupa kecil. nih benangnya , di sana lanjut jahit ." kata Farel memberikan benang jahit kepada Zaskia
Farel tersenyum melihat wajah Zaskia yang mengkhawatirkan dirinya.
" Penyesalan terbesar gue adalah pernah menyia-nyiakan orang sebaik Lo, Kia."ucap Farel dalam hati ,
__ADS_1
~•••~