
Tok tok tok
"Rel, ayo bangun!" sudah berulang kali Zaskia membangunkan Farel, hanya keheningan yang menyahutinya.
"Rel, Farel! Bangun yuk, nanti kamu kesiangan lo ke sekolahnya."Seru Zaskia.
Sekarang jam menunjukkan pukul 6 pagi, sudah di pastikan kalau pria itu melewati sholat subuhnya.
"Rel, ayo bangun!."Zaskia mengelus dada nya, satu fakta yang baru di ketahuinya setelah menikah dengan Farel. Pria itu sangat sulit bangun pagi.
"Farel kaya orang mati, astagfirullah, dia susah bnaget di bangunin." gumam Zaskia.
Ceklek
"Lo ngomongin gue!"
"Astagfirullah, enggak." elak Zaskia
"Elo kenapa sih, pagi buta gini udah teriak - teriak di depan kamar gue? Berisik tau nggak!" seru Farel
Zaskia menghela napas berat, membangun kan Farel hanya membuang - buang tenaga dan waktunya saja, pria di hadapannya ini tidak tau terima kasih.
Farel melengos pergi begitu saja, berjala ke meja makan dengan memakai seragam yang sudah lengkap.
Zaskia duduk di hadapan Farel, mengambil piring lalu menyendokkan nasi goreng ke dalamnya.
"Aku tanya mama, katanya kamu biasa nya sarapan sama nasi goreng. Dan barusan aku bikinin untuk kamau, di makan ya."ucap Zaskia tersenyum. Mulai hari ini dia bertekad untuk mengambil hati Farel dan bagaimana pun caranya Zaskia harus berhasil membuat Farel luluh.
Farel menyuapkan nasi goreng buatan Zaskia ke dalam mulutnya, mengunyah pelan, lalu mengeap rasa nya, " enak" ucap pria itu.
Mata Zaskia berbinar mendengar ucapan suaminya itu, semoga saja ia tidak salah dengar. " Enak, Rel?" tanya nya lagi, untuk memastikan.
Farel mengangguk, ia tidak munafik. Nasi goreng buatan Zaskia memang enak, ia menyesal karena semalam tak ikut makan malam dengan gadis itu. Pasti masakan nya tidak kalah enaknya dengan nasi goreng yang ia makan ini.
"Lo nggak makan?"tanya Farel, ia melihat Zaskia tidak ikut memakan nasi goreng buatan sendiri.
" Ini mau makan, aku nggak biasa makan nasi kalu pagi, lebih enak sarapan roti sama susu."ucap Zaskia, mengambil selembar roti dan mengoleskannya dengan slay strawbery kesukaan nya.
Farel mengangguk paham,"Lo nggak lupa kan kalau kita satu sekolah?" tanya Farel di sela makan nya.
Zaskia meneguk susu nya sampai habis tak tersisa. " Inget kok, kenapa memangnya?"tanya Zaskia, balik.
"Lo berangkat bareng gue."ucap Farel datar.
"Nggak usah, aku bisa pesan ojol kok." tolak Zaskia secara halus, ia tidak mau merepotkan Farel.
"Gue nggak nerima penolakan!" ujar Farel tegas.
__ADS_1
"Hmm... Baiklah, kita bareng." balas Zaskia. sudut bibir Zaskia tertarik ke atas, ia tak bisa menahan senyum nya.
"Kita berangkat sekarang?"tanya Zaskia ragu - ragu.
Farel mengangguk.
"Itu sisa nasi goreng nya mau lo apain?" tanya Farel menunjuk nasi goreng yang masih tersisa banyak di dalam mangkuk.
"Maaf, tadi aku masaknya kebanyakan. Aku kira kamu bakal makan banyak, tapi ternyata kamu makannya cuma sedikit"ucap Zaskia dengan penuh sesal.
" Gue cuma nanya, ngapain lo malah minta maaf?"tanya Farel, menaikkan satu alis nya. Padahal belum juga lebaran, tapi gadis di depan nya ini selalu saja minta maaf padda nya.
"Ada tupperware di rak makan, masukin ke sana. Nasi goreng nya buat gue aja, kasihan kalau di buang, mubazir." sambungnya.
"Kamu mau bawa bekal?"tanya Zaskia memastikan.
"Iya, buruan! Banyak tanya lo, keburu telat ni kita."suruh Farel sok cuek.
Lagi dan lagi Zaskia tersenyum lebar, setelah semalaman ia manahan tangis, pagi ini Farel berhasil membuat nya tersenyum bahagia.
Dalam hidup terkadangbkamu harus melalui kesedihan tuk dapat menghargai ke bahagiaan. Apa pun itu, percaya lah selalu aka ada pelangi setelah hujan.
^^^^
Zaskia tidak berhenti bersenandung, ia masih setia memutar - mutar pulpennya di atas meja. Kejadian tadi pagi benar- benar membuatnya senang bukan kepalang. Gadis itu yakin sekali bahwa masih ada peluang untuk dirinya medapatkan hati Farel.
Zaskia memutar kursi nya. tersenyum kecil sembari menggeleng.
"dih, sakit lo, ya?" Luna meletakkan punggung tangan nya di dahi Zaskia, memeriksa apakah sahabatnya ini demam atau tidak.
"Nggak, gue baik - baik aja, sehat wal apiat malah." ujar Zaskiamenepis tangan Luna.
"terus kenapa lo , senyum - senyum sendiri kaya gitu?" tanya Luna, Zaskia hanya menjawab nya dengan senyuman.
"Dasar ,Aneh."ucap Luna geleng - geleng.
"Lo kenapa, nggak masuk kemaren?"tanya Luna lagi.
"Bukan nya, ayah udah izin ya ke buk Agnes?"tanya Zaskia.
Luna mengedikkan bahu nya, " nggak tahu." ucap nya.
Tubuh Zaskia mendadak kaku , seingat dia ayah nya sudah mengirim surat pada bu Agnes. Jika Luna sudah bertanya demikian, maka Zaskia harus menjawab apa?"
"Kia?"
"Sepupu gue yang di Bali menikah, makanya kemaren gue nggak bisa masuk." ucap Zaskia.
__ADS_1
" Astagfirullah ya Allah, maafkan aku tidak bermaksud untuk bohong." batin Zaskia
Luna menyipitkan mata nya curiga, kemudian menunjuk hidung Zaskia.
"Yang nikah sepupu lo atau Lo?" tanya Luna.
Deg!!
Zaskia membasahi bibirnya yang kekering,
"Maksud lo apa?"tanya Zaskia.
"Ya, siapa tau aja ya kan, kemaren lo yang nikah makanya lo nggak masuk." ucap Luna menaik turun kan alis matanya, berusaha menggoda Zaskia.
Luna tidak tahu saja, kini gadis di hadapannya itu tengah menahan gugup setengah mati.
"L- Lo tahu?"tanya Zaskia.
"Apa nya? Pffftttt hahaha..." tawa Luna pecah, ia tidak kuat melihat wajah Zaskia yang mulai memerah seperti keping rebus.
"Yaelah, gue becanda kali, Ki. Sekelas juga udah tau, kok kalau kemaren lo izin, bokap lo udah kirim surat ke bu Agnes." ucap Luna
Zaskia menghembus kan napas panjang, ia sempat panik barusan.
"Lo kenapa sih, keliatanya panik banget? Ada yang salah sama ucapan gue barusan? Maaf deh.." ucap Luna yang merasa tak enak.
"Eh, nggak kok. Yaudah, aku akan lanjut ngisi jurnal dulu." ucap Zaskia
"Oke." Luna kembali ke bangku nya, tersenyum penuh kemenangan.
"Tanpa lo ceritai, gue juga bakal tau apa yang terjadi sama lo, Kia. Itu pasti, cepat atau lambat." ucap Luna dalam hati.
"PAGI SEMUAAAA!" teriak Risa dengan semangat.
"PAGI JUGAAAA, ICHAAA..."teriak anak kelas tak kalah semangatnya.
"Gue ada hot news nih, hot banget." Risa mejerit - jerit di depan papan tulis, membuat Luna dan Zaskia menutu wajahnya dengan buku tebal, menahan malu.
"Lebih hot dari lo nggak?"
"Wah apaa tuh?"
"Apa, Beb? Lo open Bo?
"Wow, Risa akhirnya, laku juga."
"Heh, mulut lo pada benar - benar nggak ada akhlak ya."cetus Risa sambil melempar tatapan tajam pada beberapa murid laki - laki yang sedang nongkrong di bangku belakang.
__ADS_1
~•••~