Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 33


__ADS_3

"Siapa yang banci?" suara bariton dari seorang pria berhasil membuat bulu kuduk ketiga nya meremang seketika.


"Mampus.."


Risa membelalak kan mata nya, ia menatap Luna dan Sindy secara bergantian.


"Belakang lo , Cha" ujar Sindy pelan, sambil memberi kode lewat kedipan mata.


Risa membalik kan tubuh nya, menampil kan senyum semanis mungkin pada pria yang kini sedang berkacak pinggang di depan pintu kelas nya.


"Eh ada Vino, ngapan ke sini , Vin?" tanya Risa, sambil tersenyum kikuk. Ia yakin sekali saat ini muka nya terlihat sangat jelek.


"Siapa yang bancu, Ri?"tanya Vino menatap Risa tajam


"Ri?" Luna dan Sindy menahan tawa. Telinga mereka tak salah dengar kan? Seorang Vino memanggil Risa dengan panggilan 'Ri' beda dengan panggilan pada umum nya.


"Ya terus apa dong? Icha? Nggak ah udah biasa dan itu udah umum."


"Gue mau sesuatu yang berbeda, Rii. Itu panggilan kesayangan gue buat lo." ucap Vino seraya menunuk Risa.


Risa menghampiri Vino, menarik kerah seragam nya. Membuat Vino oleng, karena mendapat serangan mendadak dari Risa.


Bruk!


Luna dan Sindy ikut meringis.


"AWWWW...."teriak Vino dan Risa, saat mereka tak sengaja di tabrak oleh siswa lain.


Mereka ambruk, terjatuh di lantai kelas Risa dengan posisi tengkurap. Lebih tepat nya tertindih


"Vino goblok! bangun lo! badan lo berat banget , njir, ini punggung gue sakit banget!" Seru Risa yang memang posisi nya di bawah Vino.


"Tapi gue nggak ngerasin sakit tu, malahan..."


"Empuk dan kenyal." lanjut nya


Risa menjambak rabut Vino, ingin menampar mulut nya namun tidak bisa. Karena posisi nya yang kurang estetik.


"Bangun lo!"


"Aduh aduh iya ampun, Ri" ucap Vino.


"Berhenti manggil gue dengan sebutan Ri! Jijik tau nggak!" Risa melepaskan jambakan nya dari rambut Vino. Lumayan lah, beberapa helai rambut Vino menempel pada sela - sela jari nya. Pasti sangat sakit, namun sayang nya Risa nggak peduli akan hal itu.


"Aduh iya - iya, bawel banget lo. Cuma gitu doang padahal, parahan mana sama lo yang manggil gue dengan sebutan banci?" tanya Vino.

__ADS_1


"Em... Yaudah sih, nggak usah di bahas lagi. Lagian gue cuma bercanda. Kenapa lo jadi mojokin gue gini, sih.?!" ujar Risa merasa Vino mojokin dia.


"Tu wajar lah, kan lo yang salah! Gue ke sini dengan cara baik - baik, eh lo malah ngajak gue ribut. Kalau tadi lo nggak sok - sokan nantangin gue, gue nggak bakalan kali cari perkara sama lo."


"Heh, aj...."


"Ada urusan apa lo sama Zaskia?"potong Sindy membuat Risa mengeram kesal.


"Kok lo semua sinis gini, sih sama gue? Santai aja kali."


"Ih, banyak omong , jawab aja kali pertanyaan temen - temen gue barusan lemes banget lo kayak cewek." sembur Risa.


Vino tersenyum miring, seperti nya ia harus menghukum Risa. Gadis di hadapan nya ini sudah membangkit kan sisi lain dalam diri Vino.


"Oke, gue bakal kasih tau kalian, tapi ada syarat nya."


"Lo bertiga harus setuju tapi."


"Iya cepetan deh ah." desal Risa, pria kurang ajar ini sungguh menyebal kan.


Vino Menggenggam erat tangan Risa, menarik nya agar lebih dekat. " Tapi lo ikut gue dulu , ya. Nanti gue kasih tau deh." cap VIno.


"Ihh ogah banget gue." tolak Risa menepis tangan Vino.


"OKE" ucap Luna dam Sindy serempak, kalau urusan Risa dan Vino, mereka berdua sangat mendukung nya, siapa tau Vino adalah obat yang paling ampuh untuk menyembuh kan kecentilan Risa. Tak apa sedikit jahat, toh Vino pria yang baik.


"Beneran nih nggak apa - apa?"tanya Vino kepada Sindy dan Luna.


"Iya, nggak apa - apa. Bawa aja, Vin, asal jangan lupa di kembaliin, ya. Risa nggak nyusahin kok orang nya, cuma rada rewel aja. Tapi tenang, dia gampang di jinakin kok." pesan Sindy pada Vino.


"Oke!" Vino mengacung kan jempol nya pada Sindy dan Luna, berbeda dengan Risa yang mengacung kan jari tengah nya.


"Ih, pelan - pelan narik nya! Sakit tau."ucap Risa menepis kasar tangan Vino yang bertengger manis di lengan nya, enak saja main pegang - pegang. Dia pikir dia siapa?.


"Biasa aja kali. Lebay banget lo."


"Kita mau kemana sih, Vin? Lo narik - marik gue mulu dari tadi." tanya Risa.


"Kan tadi gue udah bilang di kelas lo, kalau gue lagi nyari Zaskia. Ada urusan " jawab Vino.


"Terus?"


"Zaskia ggak ada, kan? Yaudah gue bawa lo aja sekalian, bantu gue buat nyari Zaskia, plaese" Vino menyatukan kedua tangan nya, memohon pada Risa.


"Ngapain sih nyari - nyari Kia segala? Urusan apa emang? Lagian lo yang butuh kenapa gue yang ribet, sih." ujar Risa.

__ADS_1


"Tadi tu gue mau hotspot ke Farel, soalnya cuma dia doang yang care ke gue. Eh, tau nya kata anak - anak dia sama Zaskia di panggil sama pak Adi karena urusan osis. Gue kira tadi mereka lagi di kelas lo, Ri"


"Lo kan tau sendiri sekolah kita inii pelit Wifi. Jadi gue teramat sangat membutuhkan Farel." Ujar Vino dengan enteng nya.


Risa mengepal tangan nya kuat - kuat, muka nya memerah, telinga nya mulai mengeluar kan asap, alis tebal nya bertaut menjadi satu.


"Ih, muka lo jelek banget kaya pantat monyet, serem gue liat nya." ucap Vino melihat perubahan wajah Risa.


"ARGHHH! VINO BANCIII! NGESELIN BANGET SIH LO!" Risa memukul Vino dengan membabi buta, taka akan di beri ampun pria sialan di hadapan nya ini.


"Aduh adu aw, lo kenapa Sih?!" tanya Vino, ,mencoba menghindari pukulan Risa.


"Huh huh huh huh." Risa menetral kan napas nya, dada nya naik turun, ia masih menyimpan dendam terhadap Vino.


"Kenapa nggak lo bilang dari awal, kalau elo itu nyari Farel?! Kenapa harus bawa -bawa Kia segla? Gue nggak pedulii dengan urusan lo sama Farel, tapi jangan bawa - bawa Kia juga dong. Gara - gara lo nih, Sindy sama Luna jadi ikutan ke cuci kan otak nya. Vino geblek! Ngeselin banget siih huh huh huh huh." Jangan sekarang, tolong penyakit asma Risa jangan kumat sekarang.


"Ya maaf deh, Iya gue salah." ucap Vino


"Terus sekarang lo mau nya gimana? Balik ke kelas gitu? ? Tanggung banget nih, mending kita cari mereka bareng - bareng aja, yuk." ujar Vino berlari sekencang mungkin, takut terkena amukan siinga betina.


"Arggghhh SETSN! VINO SETAN MAU KEMANA LO!"teriak Risa mengejar Vino.


Vino berhenti mendada, membuat Riisa menabrak punggung nya.


"Aduhhh, kenapa berhenti mendada , bego?!"


"Vino membekap mulut Risa. "Diem! Gue lihat ada orang di dalam" ujar Vino setengah berbisik.


Risa mendongak, melihat papan nama di atas pintu ruangan tersebut. " Ruang osis "


"Ya iya lah, bego! Ini ruang osis, ya wajar lah ada orang di dalam nya. Kalau yang nggak ada orang itu dii gudang belakang, itu yang harus lo pertanyakan. " kata Risa yang nggak abis pikir dengan Vino.


"Berisik banget lo, Maimunah!"


"Berani - berani nya lo ngubah nama gue, Parmin."


Karena pukulan Risa pada punggung nya terlalu keras, pria itu tak sengaja menabrak pintu ruang osis. tak tertutup rapat juga rupa nya.


Badan mereka terhuyung ke depan, pemandangan yang pertama kali Vino lihat adalah Farel dan Zaskia ang akan berciuman, eh tunggu sebentar, berciuman?!


Vino berteriak, di susul dengan jeritan Risa.


"ASTAGFIRULLAH KALIAN NGAPAIN?!"


"YA ALLAH YA RABB MATA SUCI GUE TERNODAI!!" teria Risa hebo.

__ADS_1


~•••~


__ADS_2