
Jam sudah menunjuk kan pukul 11.00 malam , Menurut kalian sopan tidak jika mengutara kan perasaan jam segini ?
Ah, Farel tidak peduli.
Malam ini, sebelum memejam kan mata , Farel bertekad akan mengutara kan isi hatinya pada Zaskia. Farel akan Jujur saja, bahwa dia sudah mulai mencintai istri nya itu.
Farel meremas jari-jari nya , Kenapa Zaskia lama sekali memakai Skin Care ? untuk apa sih memakai benda-benda seperti itu ? mau tidur aja ribet banget .
"Kia, masih lama nggak ?" tanya Farel
"Bentar lagi ."Sebenar nya Zaskia sudah selesai sejak tadi . Hanya saja pikiran dan hati nya tidak sejalan . Iya gugup sekali harus tidur seranjang dengan Farel ,Padahal mereka sudah sah .
"Ini juga bukan pertama kali nya mereka tidur di atas ranjang yang sama .
"Kia, udah?"
Zaskia memejamkan mata nya, " Udah kok "
Farel menepuk-nepuk kasur di sebelah nya , " sini deh , Kia"
Gadis berhijab itu berjalan dengan polos nya sembari mengait kan jari-jari nya satu sama lain . Mulai menaiki kasur, lalu duduk berhadapan dengan Farel .
"Ada apa ,Rel?" tanya Zaskia
"Gue mau jujur sama lo .."
Drrrtttt drrrttt drrttt
"Sebenarnya gue ..."
Drrrttt drrrttt drrrttt
"Bentar, ada telepon masuk ."
Zaskia marahi ponsel nya di atas Naka , membaca nama sang penelpon .
"Mama " ucap Zaskia
" Mama ganggu aja , kebiasaan deh ."rutuk Farel dalam hati.
^^^" Assalamualaikum Ma" sapa Zaskia^^^
"Kia, Farel mana Kia?" tanya Mama tergesa-gesa .
Tidak seperti biasa nya , nada bicara Mama mertua nya terdengar begitu panik .
^^^"Ada apa Mah, ini Farel nya lagi di sebelah Kia ." kata Kia .^^^
"Kenapa ponsel nya susah banget sih di hubungin ?" kata nya mama kesel .
Zaskia sedikit menjauh kan ponsel nya ketika hendak berbicara dengan Farel .
"Ponsel kamu mana ? Mama nanyain?" kata Zaskia pelan
"Mati, Baterai nya habis." ujar Farel males .
^^^"HP Farel mati mah , kata nya habis baterai. Mama mau bicara sama dia ?" tawar Zaskia^^^
__ADS_1
" Iya Kia mama mau bicara sama Farel."
Zaskia menyentuh tombol loud speaker , merapatkan tubuh nya pada Farel . Sepertin ya obrolan yang ingin mertua nya sampai kan cukup penting .
^^^" Kenapa sih Mah ? ganggu banget?"^^^
"Raina dari tadi sore belum pulang, Rel. hp-nya juga nggak aktif,mama sendirian di rumah . Bapak kamu masih dinas di luar kota ."
Deg!
Farel turun dari ranjang,Lalu berjalan menuju balkon , " aku sama Zaskia ke sana sekarang mama nggak usah panik ya ."
Farel mematikan telepon nya kemudian menghampiri Zaskia . " Ikut gue ke rumah mama ya !" kata Farel
Zaskia mengangguk , diri nya juga khawatir jika ada sesuatu yang terjadi pada adik ipar nya itu .
Seingat Zaskia , tadi Raina sempat pamit pada nya untuk nonton bioskop bersama kekasih nya.
...^^^...
"Rel, Raina belum pulang juga?" Tanya Anne sembari menuruni anak tangga satu persatu.
"Belum Ma."
" Apa sebaik nya kita lapor polisi aja?" Ujar Zaskia
Farel menggeleng, menggeser posisi nya agar sang mama bisa duduk di sebelah nya.
"Nggak akan di terima, dan nggak mungkin di proses juga. Kita aja nggak tahu Raina ke mana emang beneran hilang atau diculik, kan? Terakhir dia pergi bareng pacar nya. Mama bilang Yuda anak yang baik, dewasa, bertanggung jawab. Sekarang kita mau lapor Raina atas kasus apa?" Kata Farel
"Aku udah coba telpon semua temen nya, tapi mereka nggak ada yang tau ke beradaan Raina. Terakhir mereka lihat Raina naik mobil sport warna hitam milik Yuda.." ucap Zaskia
"Kenapa, Rel?" tanya Anne semakin panik.
"Mama punya nomor telpon nya yuda?" tanya Farel.
"Punya, tapi nomor nya udah nggak aktif, mama udah telpon dia berulang kali."
Zaskia mengelus pundak mertua nya, " Mama yang sabar, ya. Raina pasti akan pulang dengan selamat kok." kata Zaskia.
"Kirim nomor Yuda sekarang ke Farel!" seru Farel
Farel menyamakan nomor telpon Yuda dengan nomor seseorang.
"Ternya Yuda bukan orang baik," ujar Farel yang membuat tangis Anne pecah.
"Farel pergi dulu, tolong jangan kasih tau papa tentang masalah ini. Selama Farel bisa ngurusin ini sendirian, papa nggak usah langsung terbang pulang, ma. Kasihan papa." kata Farel.
"Kia, gue titip mama sama , lo ya" ucap Farel
"Iya, kamu hati - hati ya Rel. "
Baru saja Farel memutar tubuhnya, terdengar suara parau dari ambang pintu. "
"Mama, Kakak."
Bruk!!
__ADS_1
Raina jatuh pingsan membuat seisi rumah panik ke bingungan.
"RAINAAAAA."
Farel mengepal kan kedua tangan nya. Tak akan ia biarkan lolos, pria yang sudah membuat adiknya menjadi seperti ini, Yuda.
...^^^...
Raina mengerjap kan mata nya berulang kali. Tempat ini jauh berbeda dengan tempat penyekapan diri nya beberapa jam yang lalu.
"Raina, kamu sudah sadar?"
"Kak Kia."
"Ini di minum dulu," Zaskia menyerah kan segelas teh hangat pada Zaskia.
"Kak, aku..."
"Udah jangan di bahas ddulu, kamu baru saja sadar, Rain."
"Mama sama Kakak, mana?"
"Mama lagi ngobrol sama dokter, kalau Farel lagi ada urusan sebentar. Nggak apa - apa kan, kalau kakak yang jagain kamu, disini?"
Raina memeluk Zaskia ddengan erat, Ia sudah tidak bisa menangis lagi, air mata nya sudah terkuras habis oleh si bajingan, Yuda.
Raina melepas kan pelukan nya, " Pasti, kakak lagi nyari, Yuda, ya kan kak?" tanya Raina.
Zaskia tersenyum, " udah, nggak usah di pikirin."
"Kak?"
"Iya, kenapa, hm?"
"Kak, Kia jangan bilang ke siapa - siapa , ya. Termasuk kak Farel, apa lagi mama."
Zaskia membetul kan rambut Rain yangmenutupi sebagian wajah nya. " Iya, Rain. Kenapa?"
Raina menunduk, meremas bantal yang ada di pangkuan nya.
"Raina, hampir di leceh kan sama Yuda dan temen - temen nya, kak."
Deg!!!
Zaskia membawa Raina ke dalam pelukan nya. Mencium puncak kepala Raina, berusaha menyalur kan kasih sayang seorang kakak pada adik nya,
"Kamu sudah aman sekarang, jangan takut lagi ya"
Raina pasti merasa kan ketakutan yang amat mendalam. Zaskia juga seorang perempuan. Ia bisa merasa kan apa yang sedang di rasakan oleh Raina.
"Kalau ada apa - apa jangan sungkan cerita ke kakak, ilangin pikiran negatif kamu, ya. jangan samapai kamu depresi, Rain. Apalagi sampai..."
"Raina nggak apa - apa, kak. Kak Zaskia tenang aja."
Raina tau kakak ipar nya ini amat sangat mengkhawatirkan nya. Raina di kenal sebagai anak yang ceria, ia tidak mau setelah ini di kenal sebagai anak yang pemurung.
"Raina, yakin, kakak nya pasti bisa menyelesai kan masalah ini. Ia sudah tidak peduli lagi dengan Yuda, lebih tepat nya musuh besar Farel yang bernama Benny Yhudarta.
__ADS_1
~•••~