
" Bangun, Nak. sekarang langsung siap-siap ya . ikut mama sekarang ." ujar Mama mertuanya .
" Mau ke mana Mah ?ini masih pagi banget loh ."
" orang tua kamu Dan Abang kamu mengalami kecelakaan mobil saat perjalanan pulang ke rumah ."
...^^^^...
" Masih jauh Mah ?"
" Sabar sayang . Sebentar lagi kita sampai ."
Zaskia masih lengkap dengan baju tidurnya, tanpa mencuci muka , Bahkan ia tak sempat membawa ponsel .
Wanita itu terlalu syok ketika mendengar kabar kecelakaan orang tua dan abangnya itu.
Jika kalian berpikir Zaskia akan menangis, Kalian salah besar . Hati Zaskia sudah sangat rapuh sekarang, bahkan air matanya saja sudah terkuras habis untuk menangisi pernikahannya .
Hatinya kalut sekali , takut terjadi apa-apa pada ayahnya, bundanya , dan juga abangnya .
Sebenarnya inne ingin menanyakan sesuatu pada Zaskia . namun , situasinya saat ini kurang mendukung . Ia akan menanyakan hal ini nanti saja.
Setelah sampai di rumah sakit , Zaskia dan Anneberjalan cepat menghampiri Dimas dan Rania ."Pah?"
Dimas bangun dari posisinya, kemudian merangkul Zaskia dan menggiring menantunya itu untuk duduk di kursi tunggu ." ayo sini nak kita duduk dulu ya ."
" Kejadiannya gimana sih Pah?"
" Orangtua kamu Dan JoVian dijemput sama Mamang supir rumah kalian dari bandara. Karena hujan deras dan saat itu kondisi mobil dalam keadaan ban kempes. Mamang nggak bisa menyeimbangkan laju mobil dengan jalanan yang licin . Mobil yang Orang tua dan abang kamu tumpangi terperosok ke dalam jurang di sisi jalan . untungnya mobil itu Nggak meledak . warga yang ada di lokasi langsung menghubungi pihak yang berwajib dan membawa mereka ke rumah sakit ini .setelah tas Ayah kamu diperiksa, warga nemuin kartu nama papa, mereka langsung menghubungi nomor telepon yang ada di kartu itu."
Zaskia mendengarkan baik-baik penjelasan dari mertuanya . Ia terus berdoa ,Semoga saja orang tuanya dan abangnya juga Pak Sardi yang kerap di panggil Mamang sama keluarganya itu tidak kenapa-kenapa .Semoga saja hanya cedera kecil .Zaskia tidak mau musibah ini mengorbankan nyawa salah satu dari mereka .
Dokter keluar dari ruang ICU ." Apakah di sini ada keluarga dari korban kecelakaan barusan?"
Buru-buru Zaskia bangun dari duduknya, kemudian mendekati dokter tersebut ." Saya dok, saya anaknya ."
Dokter tersebut mengelus bahu Zaskia ." saya meminta maaf Yang sebesar-besarnya , saya dan tim medis Yang lain sudah berusaha melakukan hal yang terbaik untuk pasien . namun, takdir berkata lain ."
" Pasien atas nama Faisal, Mina dan jovian tidak bisa terselamatkan . sedangkan pasien atas nama Sardi , masih kritis hingga saat ini."
Zaskia tersenyum Getir , dokter di hadapannya ini pintar sekali berbohong . mana mungkin mereka meninggalkan Zaskia secepat ini , Mana mungkin mereka meninggalkan Zaskia untuk selama-lamanya .itu tidak mungkin kan ?
" Dokter bercandanya nggak lucu deh . dokter pasti bercanda kan ?"
" Orang tua dan abang saya terbang ke Indonesia buat ketemu saya . bukan untuk ketemu sama Tuhan, bercandaan dokter benar-benar enggak lucu ."
Anne sudah bersih Mbak air mata, Rania mendekap Dimas dengan sangat erat . tak ada yang bisa menguatkan Zaskia untuk saat ini .
Zaskia menghempaskan tangan anne yang sedang merangkulnya , Ia berlari ke arah ruangan rawat orang tuanya dan juga abangnya .
nafas Zaskia tercekat , di hadapannya ada tiga jasad yang sudah terbujur kaku .
Zaskia menampar-nampar pipinya sendiri. Ini semua seperti mimpi , Bagaimana bisa ? bahkan Zaskia saja masih bertukar kabar saat ketiganya sedang menunggu penerbangan di bandara.
Ini mimpi kan ?
Zaskia mendekati brankar ayahnya , pejabat terakhir Faisal tiba-tiba berputar di pikiran Zaskia.
"Ini udah ya hubungin . Lagian kan , ini pembicaraan terakhir kita Kia. sebentar lagi , Ayah sama Bunda terbang ke Indonesia nggak perlu deh kita kangen-kangenan lagi ."
Pembicaraan terakhir , pembicaraan terakhir ,pembicaraan terakhir .
Zaskia mengerti, makna dari ucapan ayahnya barusan adalah sebuah pertanda .
" Kenapa ayah bilang kalau kita nggak perlu kangen-kangenan lagi ? saya lihat kan , Sekarang? kita udah ketemu yah. Ayo marahin Kia.Kenapa Iya sakit banget, yah?"
"Ayah kenapa diam aja? Ayah nggak suka kan Lihat dia nangis ?"
" Kia sekarang lagi nangis ya . ayo marahin Kia , ayah kenapa diam aja sih ?!"
Zaskia menangis histeris, memeluk tubuh ayahnya yang sudah diselimuti oleh kain putih .
__ADS_1
Wanita itu melangkahkan kakinya menuju perangkat Mina. "Bunda kangen sama Kia kan?"
" Bunda kangen sama Kia kan ? kalau kangen, bunda harus bangun dong. bunda kuat kok ,kalau Bunda pergi , siapa yang bakalan nguatin Zaskia ? Kia, lemah Bun.Kia masih pengen Bunda ada di samping, Kia."
" Bunda bilang Kia harus kuat , tapi dengan kepergian Bunda , dia malah Semakin rapuh ."
"Kia udah mau nikah sama Farel , dia bahagia kok sama dia . terakhir kali Bunda Lihat, Farel sikapnya Dingin banget kan ? Coba Bunda lihat sekarang , Farel udah berubah jadi pria yang hangat . dia sayang banget sama Kia,dia suka bikin Zaskia ketawa ."
Zaskia mengedarkan pandangannya , ia berusaha menghalau air mata yang dengan sekali kedipan akan membanjiri mimpi mulusnya peran terakhir di sudut ruangan ini adalah abangnya jovian ."
".... Nanti kalau abang udah nyampe Jakarta , kamu boleh cerita apapun ke Abang . kita selesaikan masalah kamu sama Farel bareng-bareng ya ."
Zaskia membuka kain yang menutupi wajah Jovi, menciutkan dengan Abangnya secara perlahan , lalu turun untuk mencium kedua mata jovian yang sudah tertutup rapat."
" Abang marahin Zaskia karena suka bohong .Tapi kenapa sekarang malah Abang yang bohong ? Abang bilang setelah sampai di Jakarta , Abang mau dengerin cerita Kia . Abang mau bantuin Kia buat Selesaikan masalah Kia sama Farel . "
" Lihat sekarang? kenapa Abang gak bisa buktiin omongan Abang sendiri ? kenapa Abang malah pergi ninggalin Kia?"
" Sebentar lagi kan kita terbang, Kia. kamu nggak usah ikut jemput kita ya ."
"Abang kenapa nggak izinin Kia buat ikut jemput sih ? kan nanti kita perginya bisa bareng,bang. Nggak adil rasanya kalau Kalian bertiga ninggalin dia sendirian di sini"
" Kia nyesel, kenapa barusan nggak ikut jemput kalian bareng Mamang . Kia mau ikut kalian,dia nggak mau di sini ."
Tangisan dia semakin kencang , membuat Anne dan Rania ,Memeluk Dimas erat .
Tubuh Zaskia merosot ke lantai , kebahagiaan yang sudah hilang . tak ada lagi Alasan Zaskia untuk semangat menjalani hidup .
orang-orang kesayangannya sudah pergi , bahkan setelah ini Zaskia akan menyandang status janda .
Zaskia tak punya harapan lagi , dadanya sesak sekali . ingin bernapas saja rasanya sangat sulit
Kenapa secepat ini Allah mengambil orang-orang yang ia sayangi.
...^^^^...
" Anak itu brengsek sekali , kenapa ditelepon nggak diangkat-angkat ?" ujar Dimas mondar-mandir depan ruang jenazah .
Anne mengelus lengan suaminya." udah, Pah sabar . jangan marah-marah terus , nanti darah tinggi kamu kumat ."
Dimas duduk di sebelah Zaskia, ya sangat sedih melihat menantunya seperti ini . Zaskia menatap lurus ke depan , tatapannya kosong.
" Nak, kamu tahu Farel sekarang lagi ada di mana ?"
Jelaskan menggelengkan kepalanya ." ada dua hari Farel gak pulang ."
ketiganya terkejut ,membuat Dimas lagi-lagi memijat pelipisnya . satu masalah belum selesai , sudah datang lagi masalah lainnya.
"kalian lagi berantem ? ada masalah apa Kiaa?"
Zaskia tersenyum masam," lebih baik Papa tanyain langsung sama dia , Lagian sebentar lagi juga Farel akan menggugat cerai Kia"
Dimas mengepalkan kedua tangannya ,brengsek sekali Farel . Kenapa anak itu mengambil keputusan ini secara sepihak ?Jika ada masalah kan bisa diselesaikan dengan baik-baik . tidak perlu bawa-bawa kata cerai .
Zaskia beranjak dari posisinya , ia menatap lurus ke depan, tatapan wanita itu kosong , tak seperti biasanya ." udah jam 07.00 , mending kita urus pemakamannya sekarang ya. kasihan ayah ,bunda , sama Abang ."
"kita nggak perlu nunggu Farel, karena dia juga udah nggak peduli lagi sama Kia"
...^^^^...
Sudah dua hari Farel menginap di markas LD . Dirinya dan Bintang sedang mencari bukti-bukti tentang kasus Zaskia dan Kemal .
Menyesali perbuatannya pada Zaskia, istrinya tidak salah . Kemal juga tidak bersalah.
dalam rekaman CCTV itu, terlihat Rio yang sedang menyeret Zaskia masuk ke dalam toilet pria .
Dan Kemal ,cowok itulah yang telah menolong istrinya .
Farel merutuki kebodohannya sendiri . Bisa-bisanya ia m enghajar Kemal hingga babak belur . Bisa-bisanya ia membentak Zaskia , dan melontarkan kata-kata kasar kepada istrinya .
Sungguh Farel telah menyesali atas perbuatannya .
__ADS_1
Farel menghidupkan telepon genggamnya yang sudah ia matikan selama 2 hari .
Betapa terkejutnya Farel ketika mendapati banyak pesan dan juga ratusan miscall dari orang tuanya dan juga para sahabatnya . mereka semua mencari Farel? tapi ada apa ?
Luna is calling ...
^^^" halo ?"^^^
"BAJINGAN, DI MANA LO AANJING!!"
^^^" Kenapa ?"^^^
" pulang bangsat! mertua lo meninggal ."
DEG!"
...^^^^...
Farel mengusap rambutnya ke belakang. Apa dirinya terlambat? Pemakaman sudah sepi. Bahkan di atas kuburan yang masih bertabur bunga segar, hanya ada Zaskia, orang tuanya, adiknya, dan para sahabatnya.
"Kia?"
Tangan Dimas mengepal, ingin menghajar Farel di sini namun dia Tahan.
Zaskia menoleh ke sumber suara. Rekeningnya mengalir ketika melihat Farel yang hendak berjalan mendekatinya. Setelah semua yang diucapkan pria itu, setelah tata cara yang keluar dari mulutnya, setelah perlakuan kasar Farel di kampus waktu itu, masih berani juga suaminya datang kemari? Zaskia menggeleng tak percaya, urat malu Farel benar-benar sudah putus. " mau ngapain kamu ke sini rel?" Tanya Zaskia.
Farel berjalan menghampiri istrinya, ia bersimpuh di bawah kaki Zaskia." Maafin aku, Ki. Aku tahu aku salah, aku...."
BRUKKKKK
Zaskia ambruk di pangkuan Farel, membuat orang-orang di sana berteriak panik.
" Astaga, itu apa di kaki Kia?"
"DARAH?"
...^^^...
Dengan cepat, Farel membawa Zaskia ke rumah sakit. Dirinya paling tidak bisa melihat Zaskia kesakitan seperti ini. Belum lagi darah yang terus mengalir dari bawah istrinya, membuat Farel ikut meringis. " tahan ya sayang. Aku akan selalu ada di samping kamu." Ujar Farel mencium kening Zaskia.
" Tampaknya ini kondisi darurat, lebih baik anda tunggu di luar saja"
" Nggak bisa Dok saya adalah suaminya, dia butuh saya"
" Mas, dokter juga butuh konsentrasi untuk memeriksa keadaan pasien. Jika anda panik seperti ini, bagaimana Bisa dokternya fokus? Mohon kerjasamanya ya, Mas. Bisa ikut saya keluar?"
Farel menghembuskan nafas pasrah, mengikuti arahan dari suster untuk keluar dari ruangan ini.
Semua orang bangun dari posisinya, menyerbu Farel dengan berbagai macam pertanyaan.
" Gue juga nggak tahu, Zaskia masih belum sadarkan diri."
PLAAKKK!
Semua orang di sana Terkejut kalau melihat Anne menampar Farel. " Kalau sampai terjadi apa-apa sama Kia, Mama nggak akan segan-segan untuk misahin kalian berdua!"
Dimas menekan tubuh Farel ke dinding dan mencekik lehernya. Matanya menggelap karena amarah.
" Papa yang akan urus perceraian kamu dan Kia. Jadi kamu nggak usah susah-susah buat ngajuin surat pisah. Karena Papa yang sudah menjodohkan kalian, maka dalam hal ini Papa juga yang akan mengatur perpisahan kalian."
Wajah Farel memerah, ya tak bisa bernapas sehingga terbatuk-batuk.
Dimas melepas cekikannya dari leher Farel, ketika dokter keluar dari ruangan Zaskia.
" Pasien sedang istirahat, Kondisinya masih belum stabil"
" Maaf saya tidak bisa menyelamatkan janin dalam kandungan pasien."
" Pasien mengalami keguguran."
~•••~
__ADS_1