Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 31


__ADS_3

Zaskia mulai membuka kancing baju Farel. Tiga kancing terbuka, spontan membuat Zaskia memejamkan matanya. Ia mengintip sedikit, tangan nya bergetar.


"Roti sobek?" gumam Zaskia, mata nya membulat sempurna, mulutnya terbuka sedikit. Dada bidang suami nya kini tak tertutup apa - apa. Terdapat bulu - bulu tipis, tak lupa juga dengan perut kotak - kotaknya.


Mata Zaskia berkedip 2 kali, gadis itu berusaha menahan saliva nya dengan susah payah. Kenapa dalam keadaan shirtless seperti ini ketampanan Farel bertambah menjadi berkali - kali lipat.


"Ya Allah, ganteng banget" gumam Zaskia pelan.


Zaskia menahan napasnya, kini kancing terakhir telah berhasil di buka nya. Zaskia memasangkan baju baru yang barusan di ambilnya dari lemari.


Kini pikirannya terhenti, ia baru sadar, kali ini apa lagi? Melepas celana Farel lalu memakaikannya celana yang baru? Ah tolonglah , ini sama aja membunuh Zaskia secara perlahan.


"Aku takut itunya nanti bangun, nanti nggak sengaja ke senggol, gimana? Ya Allah, sungguh ini cobaan yang sangat berat." gumam Zaskia berbicara sendiri.


"Kia..."


Zaskia membeku di tempat, Farel meracau lagi?


"Gue bisa sendiri."ucapnya.


Mungkin saja ke sadaran Farel sudah mulai berangsur pulih, Zaskia membalikkan badanya, membiarkan Farel mengganti celananya sendiri.


Zaskia memainkan jarinya, kenapa lama sekali?


"Rel, udah belum?"tanya Zaskia.


Tak ada jawaban, Zaskia mendengar dengkuran halus dar belakang, ia pun menoleh,


"Astagfirullah, dia udah tidur, pantesan diam aja." ucap Zaskia menggeleng.


Zaskia memungut pakaian Farel, memasukkan nya ke dalam keranjang kotor, besok pagi akan di cuci nya.


Zaskia mendekat ke arah ranjang suami nya kembali, dia menatap dan menyelimuti tubuh cowok itu, lalu mengusap dahi Farel yang di penuhi oleh keringat. Aneh, padahal suhu di kamar ini cukup dingin.


Entah dorongan dari mana, Zaskia mencium pipi Farel. Sudut bibirnya terangkat, Farel sangat terlihat manis jika sedang terlelap seperti ini.


"Tidur yang nyenyak, maaf aku belum bisa jadi istri yang baik. Maaf karena pernikahan ini kamu jadi nggak bisa bebas. Maaf kalau aku suka ngerepotin kamu."


"Aku sayang sama kamu ,Rel. Mungkin pernikahan ini nggak akan bertahan lama. Tapi sebelum kita berpisa nanti, aku punya satu permintaan, tolong anggap aku , Rel." ucap gadis itu pelan sambil memegang kedua pipi Farel.


"Karena perasaan terburuk seorang perempuan itu ketika kehadiran nya tidak lagi di hargai," ucap nya lagi, Zaskia menatap cincin pernikahan dan wajah Farel secara bergantian.


Tak terhitung, entah sudah berapa kali Zaskia menguap. Setelah mematikan lampu kamar, ia beranjak dari tempat nya.


Namun baru saja Zaskia melangkah, suara bariton Farel berhasil membuat detak antungnya bekerja dengan sangat cepat.


"Jangan pergi! Tidur di sini aja, temani gue." pinta Farel.


"Ini perintah bukan tawaran." sanggah Farel, saat Zaskia hendak protes.

__ADS_1


...^^^^...


Farel mengacak rambut nya frustasi, sekarang masih jam 4 subuh. Pertama kali dalam hidup nya ia terbangun sepagi ini, dan sudah lengkap dengan memakai seragam sekolah.


"Gue apa - apaan, sih, astaga."


"Kenapa juga semalam harus mabuk berat, bangsat." umpat nya.


"Itu, Zaskia kenapa juga harus tidur seranjang sama gue, sih?"


"Masih sepagi ini, gue harus kemana coba? Sepagi ini sekolah pasti belum buka?" ucap nya bingung.


Saat terbangun tadi, Farel merasa tangan kanan nya keram. Pemandangan yang ia lihat pertama kali ialah Zaskia yang menjadikan lengan nya sebagai bantal. Tak lupa jari - jari mungil gadis itu mengelus dada bidangnya.


Sungguh, Farel terkejut bukan main. Entah siapa yang memulai duluan, ia yakin sekali Zaskia tak mungkin senekat itu untuk ikut tidur bersamanya di atas ranjang yang sama.


Samakin Farel berusaha bangun dari posisi nya, semakin Zaskia mengeratkan pelukannya. Kepaal gadis itu mendusel - dusel semakin dalam ke dada bidang nya.


Bahkan ke terkejutan nya tidak sampai di situ saja. Pakaian yang terakhir Farel pakai sudah berganti dengan kaos putih dan celana pendek abu. Farel yakin sekali bahwa yang mengganti pakaian nya adalah Zaskia. Oh tidak - tidak, mau di tarus di mana harga dirinya sekarang?


"Dia liat pusaka gue? Sialan. Berani banget tu cewek. Liat aja nanti malam gue telanjangin dia." ucap Farel kesal.


Cukup sekali saja mereka tidur seranjang. Tapi kenapa tadi malam kita tidur seranjang lagi?


"Arghh kok tadi gue ke enakan gitu, sih, sialan!"


Padahal hanya beberapa kata saja, namun berhasil membuat amarah Farel tak terkontrol


Flashback On.


"Langsung balik, Rel?" tanya Keman pada Farel.


"Iya, mungkin."


"Yaudah lah kuy balik, udah jam malem, takut di cariin nyokap euy."


Kemal, Alan dan Vino sudah meninggalkan tempat tongkrongan. tersisa Farel yang sedang membayar total pesanan teman - temannya tadi. Hari ini memang gilirannya mentraktir mereka. setiap minggu mereka sudah ada jadwal untuk giliran mentraktir masing - masing.


Setelaha semua nya beres, Farel berjalan menuju pakiran mereka. Namun baru saja akan membuka pintu mobil, bisikan setan berhasil membuat telinga nya panas.


"Malam, brodi"


Farel mengepal kan tangan nya kuat - kuat, Ada perlu apa lagi manusia titisan iblis ini menghampiri nya lagi?


"Mau apa lo?"tanya Farel dingin membalik kan tubuh nya.


"Kalau lagi ngomong sama orang itu, tatap dong mata nya!" seru Benny


"Bacot! Cepat mau ngomong apa? Gue banyak urusan!."

__ADS_1


"Kenapa lo nggak nemuin gue waktu itu? takut lo sama gue?"tanya Benny tersenyum smirk.


"Sepenting apa lo, sampe gue harus nemuin lo?"


"Ooo, pasti nya penting banget, Karena nyawa adek lo ada di tangan gue."ujar Benny tersenyum.


"To the poin brengsek! nggak usah bertele - tele!" bentak Farel dan menatap Benny tajam.


"Farel Aditama, anak pertama dari 2 bersaudara. Gue baru tahu kalau elo itu punya adik cewek, Raina Aditama, bener nggak?"


Farel menatap tajam pria sialan yang ada di hadapannya ini.


"Nggak usah nyebut - nyebut nama adek gue pake mulut kotor lo itu!"


"Kaya nya gue suka deh sama adek lo, Rel. Habis nya cantik banget,sih. Boleh kali gue gebet."ujar Benny.


Farel mengertak kan giginya, ingin sekali ia menghajar pria ini.


" Jangan sekali - kali lo mendekati adek gue!. Gue nggak akan pernah rela, kalo sampai Raina jatuh ke perangkap busuk lo itu.!" bentak Farel sambil menaap tajam.


Benny mengangkat alis nya, kemudian tersenyum sinis, " Cewek mana sih yang bisa nolak pesona gue? Sekali kedip adik lo, pasti dia langsung kecantol sama gue" ucap Benny sok kecakepan.


"Mau apa sih lo ,Ben?" tanya Farel jengah


"Sabar dong, Rel. Jangan emosi gitu dong" ujar Benny.


Benny menepuk pelan bahu Farel, " Lo tanya gue mau apa? Ya gue mau Lord Devil, bisa lo kasih?" tanya Benny


"Ja, ngan. Mim, pi!" farel menekan setiap kata dalam kalimat nya. Meladeni ucapan Benny hanya akan buang - buang waktu nya saja. Menurut nya Benny sudah tidak waras.


" Lord Devil jauh lebih berharga dari pada nyawa gue sendiri. Lo denger ya, Lord devil nggak pantes jatuh ke tangan orang kaya elo!"


"Nggak apa apa sih, kalau lo nggak mau ngasih Lord Devil,. Tapi di tukar sama adek lo, gimana?"


Farel terdiam, Benny pikir siapa dia, berani - berani nya dia mengancam Farel.


"Kok diam? Oke gue anggap lo setuju. Lo kenal gue udah lama, kan. Gue nggak akan berhenti sampai apa yang gue pengen bisa gue dapetin."


"Kalau gitu gue cabut dulu, telinga lo udah keluar asap tu, see you Farel."


"Eh salah. See you kakak ipar." ucap Benny berlalu pergi meninggal kan Farel yang sedang menahan amarah nya.


Saat mendengar tawa Benny, ingin rasa nya Farel menghajar pria itu sampai mati.


Flash back off


"Benny anak anjing!" umpat nya kesal.


~•••~

__ADS_1


__ADS_2