
Senyum secerah mentari menghiasai wajah cantik Kia, ia berjalan menghampiri ketiga sahabat nya.
"Assalamualaikum." ucap Zaskia.
"Nah, ini ini anak nya udah datang."
"Eh, Ki lo tau nggak?"
"Jawab dulu dong salam gue."ucap Zaskia geleng - geleng.
"Walaikum salam."jawab ketiga sahabat nya serempak.
"Lo, udah liahat mading nggak?" tanya Sindy
Zaskia menggeleng kan kepala nya, " belum, emang ada apaan?"tanya Zaskia.
"Pak Adi lagi buka pendaftaran buat pemilihan sekretaris osis yang baru. Mila baru aja pindah sekolah, Farel lagi butuh sekretaris baru buat bantu dia ngejalani organisasi ini." ucap Risa menjelaskan.
"Jadi?"tanya Zaskia yang masih belum mengerti maksud dari para sahabat nya itu.
Luna menepuk jidat nya, lupa kalau sahabat nya yang satu ini agak telmi, telat mikir. Percuma saja Risa menjelaskan nya panjang lebar.
"Jadi, lo mau nggak ikutan daftar buat jadi sekretaris Osis?" tanya Luna.
"Hah?"
"Astagfirullah Kia sayang, elo belum paham juga?" tanya Luna yang mulai gemas.
"Eh nggak, enggak gue udah paham kok. Barusan, cuma gue kaget aja, refleks. Yaudah, nanti gue coba deh, ya." jawab Zaskia nyengir.
"Yeayyy" sorak ketiga nya.
"Sebenar nya gue pengen banget jadi sekretaris osis, jadi bisa deket - deket terus sama Farel, kan ya? Tapi sayang itu bukan bidang gue ih, kalau bisa langsung jadi pendamping hidup kenapa harus jadi sekretaris? Ya nggak "ucap Risa yang membuat ketiga sahabat nya menatap nya dengan tatapan jijik.
"Kalian ngeliatin nya kenapa kaya gitu sih? Emang ada yang salah dengan ucapan gue barusan?"tanya Risa
"Nggak, nggak ada yang salah dengan ucapan lo, cuma yang salah itu adlalah otak lo Cha." ujar Luna dan di susul dengan gelak tawa dari Zaskia dan Sindy.
^^^^
"Dika, ngajkin gue ketemu." ucap Farel.
__ADS_1
"Hah!!"
"Apa?"Farel rasa nya dia berbicara dengan nada yang normal, tapi kenapa respon teman - teman nya sangat berlebihan gitu.
"Mingkem bang sat, kalau kaya gitu mulut lo 11 12 sama mulut monyet." kata Alan menyentil mulut Vino pelan.
Vino menatap Alan, kesal.
"Ngapain si ikan pari ngajak lo ketemuan, segala? Udah kaya orang pacaran aja,"ujar Vino bergidik geli.
"Mau ngapain lagi, sih dia? Apa dia masih nggak terima anak buah nya lo kalahin? Najis, dasar geng cupu tau nggak."timpal Kemal.
"Dia bilang urusan dia sama gue belum selesai, tapi gue rasa permasalahan LD dan geng dia itu udah tuntas semua. Dan juga beberapa wilaya kekuasaan mereka juga udah jatuh ke tangan kita, tapi dia masih aja dengan seenaknya dan masih kekeh pengen miliki semua wilayah kekuasaan LD. Nggak habis pikir sama jenis manusia setan kaya Dika."ucap Farel.
"Benar - benar setan si Dika."
"Dasar Dika setan"
Vino mengangguk setuju, "Setan aja mungkin kagak mau lihat tu muka si ikan pari."ucap Vino
"Jadi, gimana? Lo mau nemuin dia?"tanya Kemal mengakhiri pembicaraan tentang setan.
"Gue tau banget dia itu orang nya licik banget kaya iblis, ya..."
Kemal geleng - geleng kepala mendengar kebodohan Vino, sedangkan si Alan sedang menyiapkan ancang - ancang untuk menendang Vino agar pergi jauh dari planet ini. Farel? Tentu pria itu menyesal telah menjadikan Vino sebagai sahabat nya.
Farel menghela napas nya.
"Gue ke perpustakaan dulu." ucap Farel turun dari rooftop, dia membuang puntung rokok yang ukuran nya sudah kecil namun masih mengeluar kan asap.
^^^^
"Yang mana ya? Yang ini kali ya."ucap Zaskia bermonolog sambil mencari - cari buku yang sesuai dengan materi yang akan di butuhkan nya..
Zaskia sebagai sekretaris kelas di perintahkan oleh bu Agnes untuk menyalin materi biologi kelas 12. Karena buku baru bleum di bagikan, mau tak mau Zaskia harus menggunakan buku lama yang ada di perpustakaan.
"Nggak apa - apa deh, lagian isi nya juga sama, cuma beda letak penyusunan materi nya aja." ucap nya mengambil beberapa buku biologi dengan pengarang yang berbeda namun penyampaian materinya hampir mirip dan membantu Zaskia dalam merangkup materinya agar lebih lengkap dan jelas.
Setelah mendapatkan buku - buku nya, Zaskia berjalan ke bangku depan.
Zaskia duduk di bangku paling depan dekat dengan meja pengawas perpustakaan, karena menurut nya itu adalah tempat paling nyaman buat nya.
__ADS_1
Pojok paling belakang biasa nya di jadikan markas tetap oleh siswa yang sudah memiliki pasangan, tentu saja Zaskia tidak akan nyaman berada di dekat - dekat orang yang sedang berpacaran.
Zaskia membutuhkan tempat yang tenang agar bisa konsentrasi, kalian tau sendiri kan dimana kalau orang yang sedang pacara di pojokan itu.
Saat sedang fokus menyalin materi, Zaskia dikejutkan oleh suara gaduh dari arah pintu masuk.
"Farel, kamu kenapa sih cuekin aku terus?"
Hening
"Farel, kok kam...."
Brakkk
"Bianca, ini perpustakaan bukan pasar, pelan kan suara kamu!"
Zaskia yang berada tepat di depan meja pengawas hanya bisa memejam kan mata nya,ia terkejut dengan suara bu Susi yang menggelegar.
"Maaf, bu."Bianca menunduk lesu.
"Minggir, lo ngehalangi jalan gue."Farel menyenggol bahu Bianca, bisa - bisa nya ia di tempeli oleh ratu ular jenis Bianca. Alih - alih pergi ke perpustakaan untuk mencari ketenangan, eh bukan nya ketenangan yang di dapat nya,malah kesialan yang di dapatnya.
"Gue boleh duduk di sini?" tanya Farel.
Zaskia menoleh, menatap lawan bicara nya, " hah gimana?"
Tak menjawab pertanyaan gadis di hadapan nya, Farel langsung menjatuhkan bokongnya di kursi sebelah Zaskia. Sengaja memilih meja depan dekat dengan meja bu Susi agar bisa menghindar dari Bianca tentu nya.
"Duh gue kok jadi deg - degan gini sih," ucap Zaskia dalam hati.
Jarak tempat duduknya dengan Farel bisa di hitung dengan jari, tentu saja Zskia merasa gugup, ia tak pernah merasa sedekat ini dengan pria mana pun selain ayah dan Jovi.
"Astagfirullah" ucap Zaskia
Farel sontak menoleh, mengernyit seolah - olah mengatakan " apa?"
"Gue permisi, assalamualaikum."Zaskia buru - buru meletakkan kembali buku biologinya ke tempat semula, ia tidak fokus menulis, ekor mata nya selalu curi - curi pandang kearah Farel. Dari pada menambah dosa lebih baik ia menlanjutkan tugasnya nanti, sungguh Zaskia merasa gugup setengah mati.
"Dasar cewek aneh" gumam Farel, melihat Zaskia.
~•••~
__ADS_1
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜