
Lita diam membeku, ia tidak tau kalau Farel akan melakukan apa pada diri nya, ia hanya bisa menangis sesegukan melihat Dion yang sudah babak belur di hajar Farel.
"Hiks... Hiks... Hiks..."
"Tata sayang."ujar Farel lembut sambil mengelus pipi Lita.
"Kalau dulu gue bakal prihatin sama air mata lo, kalau dulu gue bakal ikut sedih liat lo nangis kaya gini, kalau dulu gue selalu berusaha buat elo selalu tersenyum, dan itu berlaku waktu dulu saat gue masih cinta sama elo, sekarang? Bahkan liat wajah elo aja gue nggak sudi, Ta! Gue cinta sama elo, gue sayang sama elo. Meski hubungan kita baru berjalan 6 bulan, tapi lo harus percaya kalau gue udah nyimpen perasaan ini bertahun - tahun, di hati gue cuma ada nama lo doang, Ta."
Farel memfokus kan kembali perhatian nya pada Dion.
"Dan lo, lo brengsek banget, Yon. Persahabatan yang udah kita jalin selama ini, dari kita kecil Yon. Lo rusak gitu aja cuma gara - gara cewek doang. Lo mau Lita kan? Ngomong ke gue, kalau emang kalian saling cinta gue pasti kasih dia buat lo. Gue nggak suka rebutan sama orang Yon dan lo juga tau kalau gue orang nya suka ngalah. Entah soal makanan, ataupun soal mainan, apa yang lo suka pasti gue relain buat lo,, meskipun gue juga suka itu." ucap Farel.
"Lo berdua hebat, bisa menghancur kan kisah cinta gue dan persahabatan kita secara bersamaan di waktu yang sama."
"Tuhan tolong Lita" batin Lita yang menatap nggak percaya dengan Farel yang saat ini berdiri di depan nya.
Lita yakin laki - laki yang sekarang sedang berdiri di hadapan nya ini bukan lah Farel. Farel sangat manis, tidak pernah memperlakukannya seburuk ini. Farel sangat hangat, tidak pernah sedingin ini, Lita sangat takut saat ini.
"Sorry, Rel. Gu nggak bermaksud bikin lo kecewa, gue cuma nggak mau kalau elo sakit hati . Karena kenyataan nya, gue lebih milih Dion dari pada elo."ucap Lita
"Justru sikap lo yang kaya gini yang bikin gue sakit hati, Ta. Kalau elo ngomong dari awal, luka di hati gue mungkin nggak akan selebar ini. Selain lo bikin gue sakit hati, lo juga udah merusak persahabatan kita, lo harus tau itu, Ta."
"Rel, tolong jangan salahin Tata, ini semua salah gue, gue mohon ja...."
"Buat apa lo belain pacar lo ini? Mau dibilang pacar yang baik dan perhatian? Mulai lagi drama nya."ujar Farel datar.
"Silahkan lo berdua pergi dari rumah gue, mulai dari sekarang gue nggak mau lagi lihat muka kalian dua. Kalau perlu, kalian boleh pergi ke Singapore secepatnya, supaya Indonesia bebas dari sampah kaya kalian."
"Sekali lagi gue minta maaf sama lo Rel, ayo Yon."Lita memapah Dion yang berjalan dengan susah payah karena tulang kering nya di tendang oleh Farel.
"Pergi kalian pasangan sampah!! "ujar Frel bersidekap dada.Ujung bibrnya tertarik keatas, ia tersenyum smirk.
__ADS_1
Anne, mama nya Farel yang menyaksikan nya langsung kejadian itu hanya bisa menangis melihat kelakuan anak nya yang menurut nya sudah di luar batas. Tapi ia tak bisa melakukan apa - apa, Anne tahu betul kalau anak nya itu sedang patah hati. Sikap Farel yang berubah 180° membuat hati Anne semakin tersayat setiap hari nya. Farel yang berubah jadi pria yang sangat dingin dan tak tersentuh, sikap nya yang sangat cuek sangat susah untuk mengerti oleh anggota keluarga nya.
Hingga saat awal memasuki SMA, Farel membeli apartemen dari uang tabungan nya sendiri. Ia ingin pergi dari rumah nya, meninggalkan semua kenangan manis bersama mantan sahabat nya, dan jua kekasihnya.
Terlalu banyak kenangan yang mereka ukir di sana, terutama di rumah pohon yang di bangun oleh papa nya Farel. Farel butuh waktu untuk melupakan semua itu. Ia ingin menata kembli hati nya yang telah di hancurkan berkeping - keping oleh kedua sahabatnya.
FLASHBACK OFF
...^^^^...
Alan tidak berhenti mengumpat, jam makan siang nya menjadi berantakan karena ulah Farel. Entah harus berapa lama lagi diri nya harus menunggi di depan gerbang SMA Angkasa.
"Farel mana sih? Lama banget keluar nya, perasaan dia duluan deh yang jalan ke pakiran."decak Alan kesal.
"Mentang - mentang ganteng, bisa ngaret seenak jidat nya."timpal Vino.
"Apa hubungan nya ganteng dengan ngaret?"tanya Alan
"Sabar Lan sabar, kdu ngalah sama anak bagong."ujar Alan mengelus dada nya sendiri, kalau bukan karena alan numpang di mobil nya Vino, ia nggak akan mau berlama - lama dengan anak bagong ini, menguras emosi aja.
"Vin, Lan, gimana Fael udah jalan belum?"tanya Kemal menghampiri mereka berdua sahabat nya itu.
"Boro - boro jalan, muncul aja kaga tu anak."
"gue kira dia masih di dalam sama elo, Mal."ucap Alan
"Kagak, gue sama Ryan habis di panggil bu Rita ke kantor, buat ngurusin smeinar minggu depan."jawab Kemal.
Habis sudah ke sabaran Alan dan Vino. Masalah nya hari ini mereka harus pergi ke markar LORD DEVIL karena ada urusan penting yang harus di selesaikan.
Alan dan Vino sudah menunggunya hampir satu jam di depan gerbang sekolah, dan Farel sebagai ketua nya belum muncul juga.
__ADS_1
Kesetiaan ketiga sahabat nya membuat merea bertiga juga ikut bergabung alam geng yang Farel pimpin, selama kurang lebih 2 tahun lama nya.
"Coba lo chat si Farel, tanya di lagi dimana? Siapa tau sia udah sampai di markas, batrei ponsel gue abis."suruh Kemal pada Vino.
Vino pun mengeluarkan ponsel nya dari saku seragam. Menghidupkan nya dan membuka aplikasi chat dengan logo pesawat kertas. Vino pun mulai mencari kontak seseorang yang ia berinama "Kutub es"
^^^"Assalamualaikum titisan firaun."^^^
"?"
^^^"Lo dimana?"^^^
"Jln"
^^^"Hari ini lo ikut ke markas kan?"^^^
"G, gw mmpr k rmh nykb"
^^^"Hah?"^^^
'Read'
"Kaya nya keyboard di ponsel Farel nggak ada huruf vokal nya kali ya. Ya allah sakit mata gue baca nya. nih coba lo baca deh Mal.."Kata Vino menyerah kan ponsenya pada Kemal.
"Dia bilang mau mampir ke rumah nyokab nya. Aelah nggak cocok lo jadi teman nya Farel, masa baca yang beginian doang kagak bisa, percuma lo namain di kutub es.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜
__ADS_1