
" Baiklah anak-anak, Bagian mana yang belum mengerti?" Katanya Bu Rita ketika selesai dijelaskan materi yang ia tulis di papan tulis.
Tok tok tok!
" permisi, Bu Rita. Maaf mengganggu waktunya sebentar."
" Iya Pak Beno Ada apa? Silakan masuk!"
Pak Beno pun masuk ke dalam kelas tersebut.
"Untuk saudara Rio dan saudari Zaskia, bisa ikut ke ruangan saya sebentar?" Kata Pak Beno
Rio dan Zaskia saling melempar tatapan, detik kemudian mereka berdua mengangguk. " Baik Pak" jawab mereka kompak
" Baiklah kalau begitu, saya permisi." Kata Pak Beno dan keluar dari kelas Zaskia.
Rio dan Zaskia pun ikut pergi menyusul pak Beno keruangan nya.
Sesampainya di ruang guru, Pak Beno pun menjelaskan tujuannya memanggil Rio dan Zaskia.
" Gimana apa kalian, setuju? " tanya Pak Beno, setelah menjelaskan tujuannya.
"Kalau saya, etuju pak, setuju banget malah." kata rio yang langsung di acungkan jempol oleh Pak Beno.
"Lalu, kamu bagaimana , Kia?" tanya Pak Beno melihta kearah Zaskia.
"Hmm, bisa beri saya waktu untuk memikirkannya dulu, pak?" kata Zaskia.
"Kenapa, Kia? Tumben sekali, biasanya kamu yang paling semangat kalau jika ada lomba olimpiade seperti ini, apalagi jika mendapatkan tim yang sama dengan Rio. " ujar pak Beno, guru bahasa Indonesia sekaligus ayahnya Rio.
Zaskia mencari - cari alasan yang masuk akal. " Tapi, saya harus minta ijin dulu sama orang tua saya, pak." kata Zaskia.
" Yaudah nggak apa - apa, bapak hargai keputusan kamu. Tapi, tolong secepatnya ya, Kia, kasian Rio yang udah deg - degan nunggu jawaban kamu. " ujar Pak Beno sengaja menggoda Zaskia.
Pak Beno memang kurang ajar! Berani - beraninya dia menggoda Zaskia. Untung saja, hal ini tidka di dengar oleh Farel, kalau tidak bisa habis ni guru botak. Bisa di kuliti bapak botak ini.
Zaskia dan Rio pun keluar dari ruangan tersebut.
Zaskia meringis ketika mengingat ucapan Farel pada dirinya saat di kanti tadi.
"Sebagai suami yang baik, aku ngelarang kamu untuk deket - deket sama Rio. Jauhin dia, jaga batasan antara sekretaris dengan ketua kelas. Ketua kelas nggak ada apa - apanya di bandingkan dengan ketua osis. Inget, suami kamu jauh lebih tampan dari pada Rio Rio itu." ucap Farel.
"Jangan hanya karena Farel keaktifan lo dalam dunia pendidikan jadi terbatas, Kia. " celetuk Rio membuyarkan lamunan Zaskia.
"Kita mau olimpiade, bukan selingkuh," lanjutnya.
"Ingat, Kia. Nama baik sekolah ini ada di tangan kita."
__ADS_1
"Jadi, tolong jangan kecewain bokap gue terutama warga sekolah yang udah mempercayakan kita untuk memajukan sekolah ini." ujar Rio serius.
"Lo, nggak perlu susah - susah buat dapeti izin dari Farel. dia itu cuma pacar. Bukan suami Lo. Jadi, lo nggak perlu merasa terbebani dengan status kalian yang sekarang, Kia." ucap Rio.
Setelah berucap seperti itu Rio pun berlalu pergi meninggalkan Zaskia dengan segala kebingungannya.
" Gimana sekarang? Apa aku harus bohong ke Farel tentang ini? farel nggak mungkin ngizinin aku buat ikut kalau dia tau yang jadi pasangan aku tu Rio. Mana harus di kirim ke Yogja pula, Farel pasti akan marah besar." Ujar Zaskia bicara sendiri.
"Lagian, pak Beno kenapa nggak lolosin Sinta aja , Sih? Kan, sinta sama Rio bisa langsung dikirim ke sana tanpa menunggu keputusan aku." gumamnya lagi.
"Kalau kayak gini aku jadi nggak enak sama Rio, sama Pak Beno juga. Ya allah, apa Kia harus bohongin Farel kali ini? Demi pendidikan Kia dan Demi nama baik sekolah ini." Zaskia benar - benar dalam kebingun sekarang.
...^^^...
"Kenapa Sinta nggak ikut?" tanya farel ketika Zaskia menceritakan soal olimpiade yang di tawarkan pak Beno.
"Dia, nggak lolos seleksi, Rel." jaab Zaskia.
"Kalau aku nggak ngizinin kamu, apa Kamu akan tetap akan gabung?" tanya Farel.
Mata Zaskia berkaca - kaca, Dia ingin sekali ikut olimpiade ini. tapi di sisi lain dia juga harus menghargai keputusan suaminya. Zaskia tidak mau menyembunyikan apa pun dari Farel.
" Aku akan menuruti apa pun perintah kamu, Rel." ucap Zaskia dengan suara berat.
" Cengeng, gitu aja udah mau nangis aja. Aku belum bilang nggak padahal lo." kata farel sambil mengusap Rambut Zaskia.
Senyum manis Zaskia langsung terpatri di wajah cantiknya," Serius kamu?" tanya Zaskia.
"Iya serius, Lagian aku juga percaya kok sama kamu." Sudut bibir Farel terangkat.
"Nggak mau ngasih capan terima kasih, nih?"
"Makasih, Farel." ZAskia berhambur ke pelukan Suaminya.
"Bukan peluk." kata Farel, cowok itu pun menunjuk pipinya, memberi kode pada Zaskia
" Malu, kan. Belum pernah. " kila Zaskia. Padahal diri nya pernah curi mencium Farel diam - diam, Saat Farel mabuk dulu.
Farel tergelak, " Yang waktu di ruang osis itu apa, ya? Modus nanyain CCTV, eh malah di kasih kecup tiga kali." ledek Farel.
Zaskia menutup wajahnya dengan bantal, " eh iya itu juga." ucap Zaskia.
"Ya udah cepat cium dulu, kalau nggak mau , nanti aku tarik lagi perizinan olimpiadenya." kata Farel
Zaskia memutar bola matanya, tak mau menatap wajah mesum Farel . " Kamu menghadap sana, biar aku cium pipi kanan dulu, habis tu baru yang kiri!" seru Zaskia.
"Ribet amat, sih. tinggal cium doang padahal." kata Farel.
__ADS_1
Zaskia tersenyum jahil, " Mau apa nggak?" ancam Zaskia.
Farel menganggukkan kepalanya berulang kali, membuat Zaskia terkekeh kecil.
"Udah, cepat ngadap kiri!"
Farel menurutinya, ide jahilnya pun langsung muncul begitu saja di kepala Farel.
Zaskia mengucapkan doa terlebih dahulu, agar Farel tidak memintah lebih. Bisa baha nanti .
"Merem!" perintah Zaskia.
" Lama banget sih, Ki!"
"Sabar, napa sih." ZAskia mulai memajukan kepalanya.Niat hati ingin mengecup pipi kanan Farel, namun sianya cowok itu malah memutar kepalanya ke depan
Membuat Zaskia terkejut, karena ciumannya meleset jauh dari sasaran.
Cuppp
" Firstkiss, gue." ucap Farel dalam hati.
"Ciuman pertamakuuu." ucap Zaskia dalam hati
Bibir ranum Zaskia berhasil mendarat dengan sempurna di bibir sexy farel. Membuat sang empu mengeluarkan senyum liciknya.
Farel perlahan mulai menggerakkan bibirnya, membuat Zskia melotot.
Tidak - tidak! Kelakua Farel harus dicegah. Hanya kecupan, tid boleh ada lu ma tan.
Buru - buru Zaskia melepas ciuman bibir mereka, membuta Farel menggigit bibirnya sendiri, " Aduuhhh.. " Desis nya.
Zaskia menghujami Farel dengan pukulan, cakaran, bahkan tendangan. " Farelll, ih jahil banget sih!!" kata Zaskia kesa.
" Aw, sakiat, kia"
Farel tergeletak tak berdaya, kesempatan emas bagi Zaskia untuk menyiksa suami usilnya itu.
Zaskia merangkak naik ke atas tubuh Farel, tertawa ngakak melihat wajah suaminya yang mirip seprti pedohil.
"Nggak usah anaeh - aneh makanya! Kebiasaan banget ngambil kesempatan dalam kesempitan. Nih nih rasain, nih..."
" Napas Farel tersengal - sengal. " Jangan gerak!" larang Farel
Bukannya menuruti, Zaskia malah semakin gencar menggerakkan tubuhnya di atas tubuh Farel. Polos sekali, dia tidak tau kalau Farel sedang mati - matian untuk mengontrol nafsunya.
"Adik aku bangun, kamu janga gerak!"
__ADS_1
~•••~