
Setelah salat Isya berjamaah, Farel menemani Zaskia nonton drakor di ruang tengah. Sepanjang film itu berlangsung, senyum di wajah Farel Kian merekah. Bagaimana tidak? Diri nya sudah bisa menjadi imam sholat, benar-benar kemajuan yang begitu pesat.
"Kia, Dari pada Lo nonton ginian yang nggak ada faedah nya sama sekali. Mending kita ke kamar, gue pengen ngomong sesuatu sama lo." kata Farel
" Bentar lagi,ya. Ini Udah mau selesai kok." balas Kiayang fokus ke layar tv.
" Bentar ya bentar bentar, dari sejam yang lalu lo ngomong gitu terus, tapi nggak juga selesai-selesai tu film ."
"Bacot banget tau nggak" lanjut Farel ia menekuk wajahnya kesel.
Bukan nya marah, justru Zaskia tertawa geli melihat ekspresi Farel. Satu keripik kentang yang ia lempar berhasil mengenai mulut suami nya.
" Biasa aja kali ngomong nya." Kata Zaskia
" Cepetan ah!" seru Farel
" Iya Iya sebentar lagi juga - AAA FARELLL."
Tiba-tiba saja mati lampu, spontan membuat Zaskia lompat ke pangkuan Farel.
"Rel, kok mati?"tanya Kia
" Kayaknya ada pemadaman bergilir deh, Kia."jawab Farel.
" Terus gimana dong?"
" Gimana apanya?"
" Aku pegel kalau posisinya gini."
Farel menyentil pelan kepala Zaskia," gue kali yang pegel! Mentang-mentang mati lampu, main Nyosor seenaknya. Untung Badan lo kecil kayak umbi-umbian."
" Gelap Rel, aku takut"
" Lebay banget sih lo."
Zaskia mengerucut kan bibir nya, Farel tak bisa diajak romantis seperti suami-suami di novel-novel yang biasa ia baca.
" Ada gue di sini, jangan takut." ucap Farel
Zaskia mendusel - dusel ke dalam jeruk leher Farel, mencari kenyamanan.
"Sial, titik sensitif gue." Ucap Farel dalam hati
" Gue mau ngomong sesuatu sama lo,Kia capek ya mau ngungkapin ada aja yang ganggu. Bodo amat sama mati lampu, gue mau jujur sama lo. Sebenar nya gue...."
__ADS_1
Teringat yang kurang halus, sial! Zaskia malah tidur, gagal lagi.
"Ngerepotin banget sih lo, untung lo istri gue." Gumam Farel.
Farel menggendong Zaskia menuju kamar mereka, meletakkan gadis itu di atas kasur secara perlahan, seolah Zaskia adalah barang berharga yang harus di jaga nya dengan begitu hati-hati.
Meski pun gelap gulita, Farel bisa melihat wajah Zaskia yang tenang. Ia mengelus pipi istri nya, menyejuk nya beberapa kali.
" Jahat banget gue dulu, karena cemburu sama Kemal gue jadi kasar sama lo, Ki" ucap Farel pelan
Farel beralih mengelus bibir Zaskia menggunakan ibu jarinya, " Bibir lu sampai berdarah karena ulah gue,Ki"
Rasa nya, hanya menulis saja tidak cukup. Dosa tidak jika mengambil kesempatan dalam kegelapan seperti ini?
Farel mendekat kan wajah nya pada Zaskia, bahkan yang bisa ikut merasakan alunan nafas Zaskia yang teratur.
" Hayo, Kamu mau ngapain?" Tanya Zaskia yang tiba-tiba membuka mata nya.
"Eh?" Buru-buru Farel menjauhkan wajah nya.
" Jadi, lu pura-pura tidur, ya."
Zaskia ngakak, melempar wajah Farel dengan bantal.
" Cuci muka sana, muka kamu Mesum banget. Aku takut lihatnya."
Tingkah laku Farel yang tiba-tiba, seketika membuat dirinya mati kutu. Dalam jarak yang sedekat ini, Zaskia takut Farel akan mendengar suara detak jantung nya yang bertalu-talu.
"Kenapa diem? Lanjutin aja ketawa nya."
Zaskia menggeleng, jika tidak mati lampu, pasti Farel bisa melihat wajah lucu Zaskia. Duh, membayangkan nya saja sudah membuat Farel senyum - senyum sendiri.
"Lo tadi denger semua omongan gue?" tanya Farel.
Zaskia menggeleng.
"Ngaku aja lo!"
Zaskia tetap menggeleng.
" Kalau nggak ngaku, gue cium nih!" ancam Farel.
Zaskia mengangguk.
"Beneran denger?" tanya Farel.
__ADS_1
" Iya aku denger semua nya, Rel." ucap Zaskia.
"Bagian mana nya?" tanya Farel lagi.
"Bagian Kemal."
Jawaban Zaskia berhasil membuat Farel kepanasan. Ditambah lagi, pendingin ruangan yang mati, mungkin sebentar lagi tubuhnya akan terbakar.
" Maksud aku, aku udah paham sekarang. Kejadian kamu nampar aku waktu itu, semua atas dasar kecemburuan kamu lihat aku bareng Kemal, kan?" kata Zaskia.
" Iya, gue juga jadi penonton waktu lo di lamar sama Kemal di rooftop."
"Kamu melihat nya?" tanya Zaskia tak percaya.
"Iya, gue melihat nya. Tapi gue seneng karena pada akhir nya lo menolak lamaran itu."
"Tapi gue juga kecewa, Ki. Waktu lo bilang pengen sendiri dulu untuk sementara waktu. Lo nggak pengen menjalin hubungan dengan siapa pun. Alasan lo cukup klise, tapi nyakitin banget buat gue, Ki."
"Kenapa? Bukan nya kamu sendiri yang pengen ngerahasiain hubungan kita ddari orang - orang? Kamu akan malu punya istri kayak aku, Rel. Kita juga menikah atas dasar perjodohan. Yang harus nya ngerasa sakit it aku, Rel. Bukan kamu."
Mendengar ucapa Zaskia, Farel melepas kan pelukan nya, kemudian membawa kepala Zaskia untuk bersandara pada dada bidang nya.
"Gue akui dulu,, gue udah jahat sama elo. Sekarang gue lagi belajar untuk berubah jadi lebih baik, gue udah beljar sholat, ue udah belajr mengontrol emosi, gue udah nggak sedingin dulu lagi. gue udah banyak tersenyum sekarang, Ki. Dan itu semua gue lakuin demi lo." kata Farel.
"Ubah cara pikir kamu. Kalau menyangkut agama, jangan bawa - bawa manusia . Sholat itu kewajiban, Rel. Memang manusia yang ngajarin yang ngajarin kamu. Tapi untuk urusan akhirat, Allah lah yang menjadi dasar kamu untuk berubah." Kata Zaskia
" lo udah membantu gue buat menjadi pribadi yang lebih baik, Ki. Allah kasih lo ke gue untuk bantu gue berubah."
" Allah juga, kan yang ngasih rasa cemburu ke gue? Allah Maha pembolak-balik hati . Dan sekarang, Allah udah ngejawab doa-doa lo selama ini."
Zaskia menoleh ke arah Farel, jarak wajah mereka sangat dekat, membuat jantung Zaskia serasa gempa bumi di dalam sana.
" I love you Zaskia, gue cinta sama lo,Ki" ucap Farel
Ya Allah, ini Zaskia nggak lagi mimpi kan?
Farel Mencintai nya?
" Gue nggak tahu perasaan lo kayak gimana. Gue emang cowok brengsek,Ki. Gue nggak pantes dapatin cinta lo. Lo berhak milih cowok yang lebih baik di luar sana. Gue akuin gue nggak pernah mikirin perasaan lo, gue sangat egois Kia. Gue nggak pernah tahu sebelum nya kita menikah, kalau udah punya kekasih di luar sana? Gue..."
" Aku juga mencintai kamu,Rel" potong Zaskia.
"Hah?"
~•••~
__ADS_1
Maaf ya guys, Yeoja telApt post🙏