Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 8


__ADS_3

Tok tok tok


Pintu kamar nya di ketuk, terdengar suara mama nya dari balik pintu.


"Kak, papa udah pulang, temuin dudu di bawa." panggil mama nya.


Oh tampak papa nya sudah selesai dengan urusan bisnis nya. Farel sudah sangat merindukan papa nya itu.


"Iya ma, bentar lagi kakak ke bawah." saut Farel.


Farel menuruni anak tangga satu persatu, ia melihat kearah ruang keluarga dimana sang papa sedang sibuk menonton tv di temani dengan brownies buatan mama nya.


"Hai, pa."Sapa Farel, sambil menyalami tangan papa nya.


"Duh jagoan papa, kamu apa kabar, kak?"tanya Dimas.


Dimas Mahendra adalah orang yang super sibuk. Saat Anne memberitahukan tentang kepulanngan anak nya itu. Tanpa berpikir panjang dia langsung memesan tiket pesawat hari itu juga. Ia tak mau melewatkan kesempatan berharga ini, kapan lagi anak sulung nya itu mau kembali tinggal bersama mereka.


"Baik, pa. Gimana tadi perjalanan nya dari Surabaya?" tanya Farel, sembari ikut mencicipi brownies di hadapan nya.


"Alhamdulillah lancar, papa terlalu antusias saat mendengar kamu pulang."kata Dimas.


Farel tersenyum tipis menanggapi ucapan papa nya."Kakak mau belajar jadi dewasa, pah. Tapi, kasihan mama "ucap Farel.


"Papa sama mama selalu dukung apa pun keputusan kamu selama itu nggak merugikan, kamu kak. Jangan kecewakan mama lagi, kasihan dia tiap hari kepikiran kamu terus."ujar Dimas menasehati anak nya.


Farel semakin merasa bersalah kepada mama nya, kemarin ia sangat yakin bahwa keputusan nya untuk pergi dari rumah adalah keputusan yang benar dan sudah tepat. Tapi kenyataan nya? Banyak sekali pihak yang kecewa atas keputusan nya itu niat hati hanya ingin hanya ingin tinggal beberapa hari disini semakin membuatnya gunda, sepertinya ia akan memikirkan kembali tentang keputusan nya itu.


Dddddrrrrtttt....


Bintang is calling...


"Pa, kakak mau keluar dulu ada urusan, dan kayak nya bakal lama. Pintu depan nggak usah di kunci ya."ucap Farel yang di balsa anggukan kecil oleh papa nya.


...^^^^...


Suara motot saling bersautan, tempat begitu ramai dengan terakan penonton dan suara deru knalpot. Para pembalap liar sudah siap dengan aksi nya malam ini, Dan Farel adalah salah satu di antara para pembalap itu.


"Kebetulan lawan lo kali ini adalh Dika, anak dari geng tengkorak, bos."ucap Bintang pada Farel.


"Bagus, tandingan gue emang nggak pernah main - main."ucap Farel tersenyum smirk.

__ADS_1


"Lo, siap lawan Tengkorak?"tanya Kemal, menunjukkan raut wajah khawatir.


Genk tengkorak memang rival dari Lord Devil, genk licik itu memang selalu ingin menguasai daerah kekakuasaan milik Farel. Benny sang ketua mempunyai banyak cara untuk menghancurkan geng yang sudah Farel bangun dengan susah payah.


"Lo, harus hati - hati sama dia, Rel. Bisa saja dia sudah menyusun rencana jahat buat elo celaka."ujar Alan, dibalas dengan anggukan oleh anggota Lord Devil lainnya.


Brummmm.... Brummmm..... Brummmmm......


Perlombaan akan segera di mulai, sesekali Farel menoleh kearah teman - teman nya yang menatap nya seolah mengatakan,. "elo harus menang, Rel."


Aba - aba di mulai.


"1..."


Brummm....


"2..."


Brumm...


"3!...."


BRUMMMMM...


dua putaran telah di lewati, tinggal satu putaran lagi yang harus mereka lalui, untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemenanng nya.


Jalan penuh tikungan, Benny hampir kehilangan konsentrasinya, ia belum perah menguasai jalur yang seperti ini, dan hampir saja dia terjatuh,


"Sial!''umpat nya.


Garis finish sudah di depan mata, dengan kecepatan penuh Farel bisa melewati garis fiish. Tak heran, lagi dan lagi ia menjadi pemenang dalam balapan ini.


"Anjay Farel menang lagi cuy..."teriak Vino hebo.


"Gimana, Rel? Benny nyelakai elo nggak?"tanya Alan.


"Pasti dia curang ya?"timpal Vino.


"Lo nggak di apa - apain kan sama anak buahnya ikan pari itu?"tanya Kemal.


Wusss, baru saja Farel melepas kan helm, Farel sudah di serbu berbagai macam pertanyaan dri teman - teman nya.

__ADS_1


""Aman." jawab Farel sembari mengacungkan jempolnya.


Di tempat Tengkorak, sudah ada Dika yang sedang menghajar Benny habis - habisan.


"Lo itu bego banget,sih. Lawan Farel aja nggak bisa. Gue kan udah nyuruh lo buat pake cara curang, dan lo malah nolak. Lo bilang buat apa pake cara curang kalau pake cara jujur saja bisa mengalahkan Farel, tapi mana bukti nya. Makan tu jujur, muak banget gue!!!" geram Dika pada Benny.


"Eh eh liat deh si ikan pari, kasihan banget Benny tu sampai babak belur gitu di pukulin. Kenapa nggak dia aja sih yang langsung lawan lo, Rel."ucap Vino sambil memandangi tenda kuning, tempat dimana Dika dan teman - temannya berkumpul.


Farel hanya mengedikkan bahu nya acuh, dia tidak peduli dengan geng Dika yang menurutnya sangat kekanakan.


"Lihat aja lo, Rel. Gue sendiri yang akan turun tangan buat membalaskan kekalahan ini."ujar pria berkacamata hitam di seberang sana sembari mengepalkan tangannya kuat - kuat.


...^^^^...


Pagi ini cerah sekali, mendung yang semalam menutupi langit Jakarta sudah sirna, di gantikan oleh kicauan burung - burung yang bertebangan di udarah.


"Selamat pagi, bun..."


"Ayah?"Zaskia mengerjapkan mata nya beberapa kali., menatap tak percaya pada pasutri yang kini tengah asik bersenda gurau di meja makan, sampai - sampai tak menyadari kehairan nya.


Faisal menoleh ke asal suara, tersenyum tipis lalu merentangkan kedua tangannya.


"Eh, anak gadis baru bangun ,ya. Kok malah bengong? Kamu nggak mau peluk aya? Oh jaadi nggak kangen nih, sa....."


Belum selesai menggoda anaknya, Zaskia sudah berlari kecil lalu menghambur ke dalam pelukan sang ayah.


"Ih, ayah kenapa pulang nggak bilang - bilang dulu sama Kia? Kan, Kia bisa jemput nanti, pasti ayah sama bunda sekongkol, ya?"ujar Kia


"Duh, anak gadis ayah sekarang udah kelas 12 masih aja manja, apa nggak malu di liatin sama bunda?"goda Faisal


Zaskia mengerucutkan bibirnya, "Biarin." ucap Kia.


Bunda hanya menggelengkan kepala, ia hanya bisa tersenyum melihat interaksi antara ayah dan anak itu.


"Ayo, sarapan dulu. becanda dan manja - manjaan nya di lanjutin nanti aja."ujar bunda.


"Cie.... Bunda cemburu ya, lihat Kia peluk - pelukan sama ayah?"ucap Faisal sengaja ingin menggoda istri nya.


"Lihat sayang, bunda malah senyum - senyum gitu, pipi nya juga merah tu."lanjutnya menatap wajah sang istri.


"Ih, ayah. udah - udah ayo makan. jangan godain bunda terus dong, inget umur, yah."balas bunda.

__ADS_1


"HAHAHAHA" sarapan pagi kali ini cukup menyenangkan, di hiasi oleh lelucon yang di ciptakan oleh Faisal yang mengundang gelak tawa. Tetapi masih ada yang kurang, Kia rindu Jovi.


__ADS_2