Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 19


__ADS_3

Bianca bangun di bantu oleh dayang - dayang nya," Diem lo cabe!" kata Bianca kesal pada Risa.


"Kalau gue cabe, terus lo apaan? Rambut warna warni kaya anak ayam, seragam kekecilan kaya baju adik gue yang masih TK, baju nggak di kancingin? Sini gue bantun kancingin, sini. Kasihan tu dada lo jadi santapan gratis buat anak cowok. Lo mau sekolah apa open BO?!" Risa tidak tahan lagi untuk tidak mengeluarkan kata - kata kasarnya pada gadis kurang ajar di hadapannya ini.


"Sialan lo anjir!!"bentak Bianca hendak menyerang Risa, namun dengan cepat Zaskia menghalanginya..


"Gue minta maaf sama lo atas keteledoran gue barusan, maaf atas perlakuan Luna, dan maaf juga atas ucapan Risa. Gue permisi, yuk."ucap Zaskia mengajak ketiga sahabatnya, ia yakin sekali para sahabatnya ini nggak akan mau minta maaf kepada Bianca. Dari pada keadaan semakin runyam, lebih baik Zaskia mengalah dan mewakili para sahabatnya meminta maaf kepada Bianca.


Mereka duduk di bangku tengah, menyantap makanan yang diantar mbak Jum selaku penjual mie ayam dengan khidmat. Namun, kedatangan seseorang berhasil mengusik ketenangan keempatnya.


Byurrrrr


"Astagfirullah"


Semua penghuni kantin mneoleh ke asal suara, tempat di mana Zaskia dan sahabat nya duduk.


"Apa - apaan lo?" Sindy mengebrak meja dengan kasar, tak terima dengan hinaan yang Bianca lakukan pada sahabat nya.


"Upss!! Sorry gue nggak sengaja."ujar Bianca sambil mengibas kan rambut nya.


"Mau lo apa, sih?! Jelas - jelas barusan lo sengaja menumpah kan minuman itu ke kepala nya Kia"Luna sudah sangat kesal dengan gadis yang bernama Bianca itu.


"Terus kalau gue emang sengaja, kenapa? Lo nggak terima? Teman lo juga udah numpahin minuman ke sepatu gue anggap aja ini tu sebagai balasan karena dia udah nggak mau ganti rugi."ujar Bianca santai.


Alan menoleh ke asal suara, melihat Bianca yang sedang ngebully seseorang.


"Rel, liat deh pacar lo ngebully anak orang lagi."ucap Alan.


"Siapa?" tanya Farel tanpa mengalihkan pandangan nya dari ponsel nya.


"Bianca" jawab Alan

__ADS_1


"Birin aja."ucap Farel cuek, sejak kapan ia dan


Bianca pacaran?


"Eh, Mal, itu bukan nya doi lo?" ujar Vino


"Mana?"tanya Kemal.


"Itu tu yang lagi di bully sama Bianca, Siapa ya, nama nya gue lupa?" Vino mengetuk - ngetuk dagunya mencoba mengingat nama perempuan yang sering di bahas oleh Kemal.


"Oh Zaskia, itu tu Zaskia bukan sih?"Kemal menoleh, dan di ikuti oleh Farel.


"Ganti rugi gimana? Dengen ngeberishin sepatu lo pake kerudung gue, gitu maksud lo? Jangan ngaco deh Bianca, gue nggak akan pernah ngelakuin hal itu.!" tegas Zaskia.


"Kurang ajar banget lo!" bentak Binca dan hendak menapar Zaskia , belum sempat tangan itu mendarat di pipi muls Zaskia, namun tangan nya sudah di cekal oleh seseorang.


"Tc, mau sok jadi jagoan?" ucap Bianca menoleh melihat siapa yang berani mencegah nya.


"Farel?"gumam Bianca kaget dengan ke hadiran pria itu


"Kok kamu belahin dia, sih? Jelas - jelas dia yang salah, dia udah numpahin minuman ke rok sama sepatu aku,"ujar Bianca menunjuk Zaskia dengan dagu nya.


Farel menoleh, perempuan di samping nya malah menunduk.


"Tapi tadi dia udah minta maaf, lo nya aja yang memperbesar masalah," sela Sindy.


"Diem lo! Gue nggak ada urursan sama lo, nggak usah sok belain cewek cupu ini!!!." bentak Bianca kesal, kenapa semua orang pada belain Zaskia.


"Mending sekarang lo pergi dari sini!!" ucap Farel ingin mengakhiri keributan ini.


"Lo nggak lihat? Seisi kantin nyaksiin kebegoan lo. Apa lo nggak malu?"ucap Farel dengan ekspresi datar nya.

__ADS_1


"Kok kamu ngusir aku sih, yang? Aku tu nggak salah, aku..."


"Mau gue seret paksa?"semua yang Farel ucapkan terdengar seperti sebuah perintah. Jika Farel memberikan penawaran di akhir kalimat, itu tanda nya siapa pun orang yang di ajak bicara harus menuruti perkataannya.


Dengan terpaksa, Bianca pun berlalu pergi dari sama, sambil menghentak kan kakinya kesal.


"Basah, ganti kerudung lo"bisik Farel pelan, yang hanya di dengar oleh Zaskia saja.


Farel berlalu, di susul oleh ketiga sahabat nya.


"Ayo ke kamar mandi, ganti kerudung lo. Mau gue temenin?"tawar Sindy mengusap pelan pundak Zaskia.


Zaskia mengangguk sambil tersenyum kecil, sejujur nya dia masih takut jika Bianca nekat akan mengusik nya lagi.


^^^^


"Lo ada hubungan apa sama Zaskia??"tanya Kemal to the poin pada Farel.


"Maksud lo?" Farel memasuk kan earphone nya ke dalam saku celana. Setelah mendengar pertanyaan aneh dari Kemal, nafsu Farel untuk mendengarkan musik jadi hilang.


"Hari ini lo aneh, Rel. Sumpah aneh banget. Tadi pagi kalian berdua di hukum bareng krena terlambat, dan barusan lo belain Zaskia yang jadi korban bully Bianca. Nggak biasa nya, lo sepeduli itu sama apa yang di lakuin Bianca, lo marahin dia depan anak - anak, lo belain Zaskia secara terang - terangan. wajar nggak menurut lo kalau gue curiga?" tanya Kemal.


Farel tertawa, ia paham sekarang, Kemal sedang cemburu kepada nya.


"Kemal, Kemal, gue jelasin ya. Yang pertama itu kebetulan, dan yang kedua spontan. Lo nggak usah mikir yang aneh - aneh, Mal. Gue nggak sejahat itu dengan ngerebut barang yang udah jadi milik lo." Farel menepuk pelhan bahu Kemal, meykinkan sahabat nya bahwa memang ia dan Zaskia tidak memiliki hubungan apa - apa.


"Thanks, Rel."ucap Kemal tersenyum lega mendengar nya.


Sejujur nya Farel sendiri masih bingung. saat tangan Bianca melayang di udara, buru - buru Farel berlari menuju meja Zaskia, mencekal tangan yang berusaha melukai pipi calon istri nya. Pria itu yakin sekali, kalau yang ia lakukan itu hanyak sekedar bentuk refleks saja, tidak lebih.


~•••~

__ADS_1


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜


__ADS_2