
"Lo semua tahu Zaskia kan ,hik? Dia yang udah bikin gue frustasi , dia yang bikin gue jadi kayak gini ! Hik" ujar Farel setengah sadar .
" Zaskia ? Zaskia doi nya Kemal ?" tanya Vino
Farel memukul kepala Vino dengan botol Vodka yang ia pegang , " Enak aja lo ! Dia itu istri gue bego !" bentak Farel
"Hah?!!!" Alan dan Vino memekik kaget ketika mendengar ucapan Farel .
" Lan, Vin, Farel kenapa ?" tanya Kemal yang baru datang .
"Hmmmm hmm, dia..."
"Kenapa sih ?" tanya Kemal bingung melihat gelagat Vino.
" Biar Alan aja deh yang jelasin." Ujar Vino menatap Alan sambil mendorong Alan untuk maju ke depan dan bicara dengan Kemal.
"Eh, anu itu Farel mabok , Iya Farel mabok ." ucap Alan spontan , dia nggak sanggup mengata kan hal yang baru saja didengar nya dari Farel kepada Kemal .
" Iya gue tahu dia mabok , Maksud nya kenapa bisa sampai kayak gini ? Jangan bilang ini botol yang ke-11 ?" ujar Kemal menuju botol Vodka yang dipakai Farel untuk memukul kepala Vino barusan.
" Gue nggak tahu ,dia nggak cerita apa-apa. Gue sama Vino lagi asik joget barusan .Eh Farel malah nyelonong gitu ,sempoyongan pula . Ya udah kita ajak dia duduk di sini takut nya kebablasan main cewek." ucap Alan
" Ayo mending kita bawa dia balik." kata Kemal .
Vino memberi kode lewat kedipan mata kepada Alan . di saat-saat seperti ini ,Kemal dan Farel memang tidak boleh disatu kan bisa bahaya kalau Farel sampai keceplosan .
"Ayo jalan , Kenapa kalian berdua malah diam?" tanya Kemal yang melihat Vino dan Alan yang masih diam berdiri .
Vino menempill kan cengir kuda nya." Lo bawa dompet nggak, Mal?" Tanya Vino.
"Bawa, Kenapa emang nya ?" Kemal kening nya .
"Farel belum dibayar nih minuman nya , tadi kata bartender nya Sih, gue sama Alan yang disuruh bayar , uang cash kita udah abis ,Mal. Gue juga lagi nggak bawa kartu nih, Sekalian aja ya hehehe ."
" Ya udah nih bawa Farel ke mobil ,biar gue bayar dulu."
" Makasih , Kemal cakep deh ." kata Vino sambil mencolek dagu Kemal.
"Dih najis.." ujar Kemal jijik.
Vino dan Alan mulai memapah Farel, membawa nya menuju mobil Kemal.
Farel terus saja menyebut nama Zaskia , membuat Alan dan Vino semakin panik.
" Gimana nih Lan ? Zaskia mulu yang disebut , nanti kalau Kemal tahu gimana ?"tanya Vino panik .
__ADS_1
" Air ? Ya cepat cari air biar dia nggak terlalu mabuk ."ujar Alan cepat .
Vino mencari air yang ada di dalam mobil Kemal, dan beruntung di jok depan mobil ada air mungkin itu bekas Kemal, dan Vino tidak peduli akan hal itu .
Vino memaksa Farel untuk minum air, yang di temukan nya tadi di dalam mobil Kemal. seperti nya sih air putih tapi nggak tahu kenapa warna nya agak ke kuningan gitu .Ah, bodo amat Yang penting kan air.
" Gimana ? Apa dia masih mabuk ?" tanya Kemal saat mendarat kan bokong nya di bangku kemudi.
"Emmm, udah nggak terlalu sih " ujar Alan
" Ya udah sini Lan, duduk di sebelah gue , Ya kali gue nyetir sendiri Kayak sopir ."
" Iya iya "
Vino menahan lengan basalan yang hendak membuka pintu mobil, " jangan "
Vino menggeleng kan kepala nya , " Tolong jangan pergi , aku takut ."
" Apaan sih lo, Anjir."Ucap Alan geli .
" Vin, udah udah nggak usah drama lebay, lo. Kita antar Farel ke mana nih?" tanya Alan
" Ke rumahnya lah ." jawab Vino
" Nggak mungkin Kita ntar ke sana, ntar kalau orang tuanya marah gimana ?" ujar Alan
" lo masih ingat alamat nya?" tanya Alan
" Kalau nggak salah sih di daerah Setiabudi deh ."
" Oke Langsung cabut ke sana aja kita."sahut sahut Vino dari belakang .
Sementara itu di apartemen Farel , Zaskia tak henti-henti nya melirik jam di atas nakas yang sudah menunjuk kan pukul 02.00 malam . Farel ke mana ? Kenapa suami nya jam segini belum pulang juga ?
TOK TOK TOK!!
Siapa yang mengetuk pintu apartemen nya jam segini ? tidak mungkin Farel.
Zaskia berdoa dalam hati , semoga bukan penjahat,
" Bismillah "
Zaskia terkejut mendapati suami nya yang sedang di rangkul oleh seorang pria. penampilan Farel terlihat sangat kacau , keadaan nya jauh dari kata baik-baik saja .
" Suami saya kenapa Mas ?" tanya Zaskia pada pria yang sedang membopong suami nya itu.
__ADS_1
Tak menjawab , pria bermasker itu langsung menyerah kan Farel pada Zaskia. membuat Zaskia mengerut kan keningnya.
" Makasih Mas" ucap Zaskia saat orang itu langsung berlalu pergi tanpa mengucap kan sepatah kata pun .
"Kenapa dia aneh gitu? Tapi itu nggak penting sekarang. Mending sekarang aku urus Farel dulu." ucap Zaskia pelan.
"Aduhhh bau akoholnya, kuat banget." ucap nya lgii, sambil menutup hidung nya.
...^^^^...
Sebelum mengantar Farel ke apartemen.
"Siapa nih yang turun ?" tanya Kemal
" Lu aja Mal, pegel gue mumpung Farel ke parkiran tadi ." jawab Vino sambil menepuk-nepuk bahu nya .
"Lu, Lan?" katanya Kemal menatap Alan.
,Mal. kan yang Gotong Farel ke parkiran tadi gue sama Vino . lu aja ya." jawab Alan
" Ya udah iya sini, cogan mah ngalah ." ujar Kemal pasrah
Vina membuka kan pintu agar kemah leluasa memapa Farel .
"Uhhhh, mulut lo bau alkohol, Rel. parah sih mabuk berat loh." ucap Kemal mengibas-ngibas kan tangan di hidung nya .
" Lan, Tolong ambilin masker di laci depan!" suruh Kemal
Kemal memakai masker nya , iya benar-benar tidak kuat dengan aroma mulut Farel. membuat diri nya ikutan Pusing.
"Lu masih ingat nomor kamar nya Mal?" tanya Alan
" Kamar nomor 16 , deretan kanan lantai 2 . itu sih kalau nggak salah ." ujar Kemal
" Oke semangat ya babang Kemal ganteng. "Ucap Vino.
" Apaan sih". ucap Kemal yang measa geli dengan sikap sahabatnya yang satu ini.
Kemal mulai memapah Farel menuju kamar apartemen .
"Semoga semua nya baik - baik aja. " ucap Alan pelan yang menatap kepergian Kemal dan Farel.
"Gue, harap juga gitu. Gue rada - rada ngeri ngebayangin apa yang akan terjadi saat kemal sampai di apartment Farel, ntar. " ucap Vino.
"Kita doain aja , yang terbaik untuk mereka. " sambung viino lagii.
__ADS_1
Alan menatap viino. " Kok lo jadi, lebay jijay gini sih?" ucap Alan.
~•••~