
"Ih parah banget, tuh anak IPS tuli kali, ya? Di suruh ngantri eh malah nerobos. Sakit banget badan gue, njir, sempit - sempitan kaya barusan." omel Risa, menarik kursi di samping Luna.
"Kaya nya kita ke kantin di waktu yang salah deh, ternyata semua guru pada rapat, gue kira cuma guru mapel kita doang yang rapat. Parah sih, kalau jamkos semua, adik kelas yang biasa nya istirahat sejam setelah kita, malah jadi barengan gini, penuh deh nih kantin." timpal Sindy
"Mana pada bar bar semua lagi, kaya anak IPS" ucap Risa yang masih sangat kesal dengan anak Ips.
Vino kelilipan seperti ada yang membicarakan nya. Sekilas ia mendengar nama IPS di sebut - sebut. Pria itu menoleh, mata nya terfokus pada seorang gadis yang sedang mendumel tidak jelas.
"Heh!! Lo ngomongin gue, ya?"tanya Vino pada gadis itu, yang tak lain adalah Risa.
Risa yang merasa di panggil pun mendongak kan kepala nya. "Apaan sih? Gue lagi ngomongin anak IPS, bukan ngomongin lo, GR banget sih lo, " balas Risa jutel.
"Ya sama aja, gue anak IPS, mau apa lo?"tanya Vino.
"Dih, anak IPS ternyata,pantesan nggak punya sopan santun." Risa tersenyum remeh.
"Heh, nomong apa lo barusan?"
"Hah heh hah e! Lo pikir gue anjing?" umpat Risa, tak terima dengan panggilan Vino.
"Mirip" balas Vino santai.
"Ngomong apa lo, sini biar gue kasih cabe tu mulut lo."
"Lo tuh yang kaya cabe!"
"Kurang ajar banget tu mulut lo ya, berani nya cuma sama cewek,"ujar Risa melempar kasar sendok yang sedang ia pegang.
Vino bangun dari kursi nya, menatap Risa tajam. " ngaapain gue harus takut sama cewek jadi - jadian kaya lo? Dih nggak banget."
"Eh, lo itu...."
Sindy yang mengetahui perdebatan ini tak akan menemukan titik terang, ia mulai melerai kedua nya sebelum terjadi jambak - jambak kan seperti di film yang biasa ia tonton.
"Udalah, Cha"
"Ih nggak bisa gitu aja dong, Sin. Ini cowok mulut nya harus di kasih pelajaran." balas Risa yang tak mau mendengar kan Sindy.
__ADS_1
"Yadah nih bimbing mulut ge ke jalan yang lurus!"tantang Vino
"Ih lo..."
"Cha, udah diem!!" ujar Luna tenang, ia yakin setelah ini Risa akan menuruti ucapan nya.
"Tapi kan..."
"Cha."Luna masih mengguna kan suara andalan nya.
"Iya, iya." Risa menunjuk Vino dengan jari tengah nya, " Dan lo, banci, inget urusan kita belum selesai."
Kemal menahan tawa, baru kali ini ada cewek yang berani mengatai Vino banci. Cewek itu belum tau saja, bagaimana jika Vino sudah menunjuk akan wujud asli nya.
"Oke siapa takut." tantang Vino.
Luna melihat ke arah pintu kantin, di sana ada Zaskia yang sedang berbincang dengan seseorang.
"Itu Kia, gue susulin aja kali ya, keburu makanan nya dingin," ujar Luna yang mendapat anggukan dari kedua sahabat nya. memang kalau urusan makanan, Sindy dan Risa tidak ada tandingan nya.
...^^^^...
"Astagfirullah, aku nabrak orang lagi? Tapi kok nggak mental kaya kemarin? Semoga bukan Farel ya allah," Gumam Zaskia pelan.
Ia mengangkat kepala nya, melihat siapa orang yang telah di tabraknya. Mata Kia melotot, terkejut. Di hadapan nya berdiri seorang gadis cantik, dengan rambut kuncir kuda yang tengah tersenyum kepada nya.
"Halo kak Kia." sapa gadis tersebut sambil memeluk Zaskia erat.
"Kak Zaskia di tanyain sama mama, kapan mau main ke rumah? Mama udah kangen banget kata nya." katanya.
Zaskia masih terpaku di tempat nya, menatap tak percaya pada gadis yang kini sedang memeluk nya.
"Raina, kamu kok bisa di sini?" tanya Zaskia kaget, melihat keberadaan adik ipar nya itu.
Raina melepaskan pelukan nya, " Pindah sekolah, di suruh papa hehe..." jawab Raina tersenyum.
"Hah?.." Zaskia kaget
__ADS_1
"Iya, kata nya supaya bisa ngawasin kak Kia sama kakak, kalau ada apa - apa nanti Raina harus laporan ke papa." ujar Raina
"HAH?!!!" Zaskia membekap mulutnya sendiri, sungguh ia tidak bisa menyembunyi kan keterkejutan nya.
"Kenapa, kak? Santai aja kali, aku bukan tukang ngaduh kok. Jadi kakak tenang aja, Kalau masalah nya nggak emergency kali, maka semua akan aman." ucap Raina.
"Kia, lo ngapain di sini? Ayo makan."Luna menghampiri Zaskia, berdiri di sebelah nya.
"Loh, ini siapa?" tanya Luna, ketika menyadari kehadiran gadis yang tak ia kenal.
"Hai, kak, kenalin nama aku Raina murid baru kelas 10 IPA1,"ucap Raina memperkenal kan diri.
"Hai, Raina. Kenalin nama gue Luna sahabat nya Zaskia."" balas Luna memperkenal kan diri.
"Kalian saling kenal?"tanya Luna.
"Emmmm ini anu, aku...."
Seperti nya Raina peka, ia yakin sekali kakak ipar nya ini belum mencerita kan apa pun soal status baru nya kepada Luna.
"Aku sepupu kak Zaskia dari Bali." ujar Raina.
"Oh, jadi ini yang kemarin nikah?" Luna menahan tawa dalam hati.
"Ohhhh" respon Luna, mengangguk kecil.
"Yaudah, kak Kia, Kak Luna, aku balik duluan ke kelas ya. Udah kenyang banget nih hehe.." ucap Raina.
"Iya, hati - hati, Raina." ucap Luna dan Zaskia.
Saat Raina melewati Luna, ia tak sengaja melihat name tag yang terpasang di seragam Raina.
"Raina Aditama? Kaya pernah denger."ucap Luna dalam hati.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
__ADS_1
Terimah kasih💜