Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 7


__ADS_3

"Dia bilang mau mampir ke rumah nyokab nya. Aelah nggak cocok lo jadi teman nya Farel, masa baca yang beginian doang kagak bisa, percuma lo namain di kutub es.


"Katanya kembaran, baca gitu doang nggak mampu, buta huruf kali ya."cibir Alan.


"Kutunyu kumburun, bucu gutu duung ngguk mumpu, butu huruf kulu yu. Bacot lo!"


Astaga.


Ini masih siang, bisa tidak sehari saja Alan dan Vino tidak membuat kuping Kemal mengeluarkan asap? Panas cuy..


"Udah deh kalian dua debat mulu, mending sekarang kita langsung berangkat aja. Anak - anak yang lain pasti udah nungguin kita dari tadi."ujar Kemal.


"Yuk,cabut, Lan, lo yang nyetir ya tangan gue pegel banget seharian balesin chat dari para aset."ucap Vino


"Maka nya nggak usah punya banyak pacar. Nanti lo kualat baru tahu, mempermainkan hati wanita.


Tertampar, terjungkal, terslebew dong tapi nggak sadar - sadar juga.


"Ayo dong, Lan. kali ini aja lo yang nyetir," ujar Vino yang masih berusaha membujuk Alan.


Alan duduk di kursi depan, ia bingung kenapa Vino belum juga naik,dan kursi di sebelahnya masih kosong.


"Lan, kok lo bengong? Ayo jalan!" seru Vino


"Anjir, lo ngapain duduk di bangku belakang? Buruan pindah ke depan!! Lo kira gue supir lo apa?!"dengus Alan yang tidak terima.


Astaga, dengan santaii nya Vino duduk di kursi belakang sambil mendengarkan musik melalui earphone, kaki nya terangkat 1 , bibir pria itu asyik mengunyah permen karet.


"Sini, anak anjing comel."ujar Alan tersenyum manis seraya menatap tajam Vino dari spion depan.


"Yaelah Lan, Sekali - kali kan gue juga pengen ngrasain gimana rasanya punya supir nih, Bokap gue pelit banget buat nyediain supir buat gue. Ayolah ,Lan."bujuk Vino sambil mengedip - ngedipkan mata nya lucu.

__ADS_1


"JIJIK!"sembur Alan lalu mulai menjalan kan mobil Vino menuju ke markas LORD DEVIL.


^^^^


Sudah sekitar 7 bulan Farel tidak ada mampir kerumah orang tuanya. Ia terlalu sibuk dengan urusan - urusan nya yang tidak penting, sehingga ia lupa untuk berkunjung. Semua kegiatan sekolah Farel ikuti, semua kenakalan remaja hampir di gelutinya semua, balapan liar adalah sudah bagaikan rutinitas nya setiap hari.


Dulu Farel memang sering mampir untuk sekedar berkunjung ke rumah orang tua nya, tapi dia tidak mau menginap di sana. Ia sudah mempunyai apartemen sendiri , jadi buat apa dia menginap disini? Itu adalah kalimat yang selalu di gunakan Farel saat sang mama memaksa nya untuk menginap.


Namun, untuk saat ini kalimat itu sudah tidak berlaku lagi. Farel sudah tidak tega melihat mama nya harus bolak - balik ke apartemen nya hanya untuk membujuk nya untuk kembali kerumah.


Ya, kali ini Farel memutuskan untuk menginap di rumah orang tua nya untuk beberapa hari kedepan nya.


Kejadian 2 tahun yang lalu memang nggak ada sangkut paut nya dengan keluarga nya, tapi tempat inilah yang menjadi alasan Farel untuk meninggalkan rumah nya dan memilih tinggal sendiri. Ah, sudahlah mengingatnya kembali sama saja ia membuka lukanya yang sudah di tutupnya rapat - rapat.


Biarlah sebuah kepercayaan tumbuh dengan sendiri nya, Farel yakin bahwa sesuatu yang hilang pasti akan di gantikan dengan sesuatu yang lebih baik dan berharga, Farel percaya itu.


"Kakaaak, Farel" teriakan nyaring dari seorang gadis berhasil menyadarkan Farel dari lamunan masa lalu nya.


"Kangen kakak ih."ujar gadis tersebut lalu menghambur ke pelukan sang kakak.


"Ayo kita masuk, tadi mama masak banyak banget, sengaja buat nyambut kakak kata nya. Kata mama, kakak mau menginap disini ya? Yaey, nanti kita nonton film bareng ya, kak. Rania nggak sabar deh, abisnya udah lama banget kakak nggak main ke sini, Rania kan jadi kangen banget sama kakak."Rania berceloteh ria sambil mengandeng tangan Farel untuk masuk kedalam rumah.


Di meja makan sudah ada Anne yange sedang sibuk menata makanan. Farel tersenyum terharu melihat sang mama yang sangat antusias menanti kepulangan nya ke rumah.


" Hai, ma."Sapa Farel.


Anne menoleh, mendapati anak laki - laki nya yang sedang menatap nya dengan tatapan sendu.


" Mama kira kamu ngga jadi pulang."sedikit lagi air mata Anne akan jatuh, ia masih nggak percaya Farel mau mendengarkan nasihatnya beberapa hari yang lalu.


"Farel pasti pulang kok ma, Farel juga kangen kumpul bareng kalian lagi."ucap Farel.

__ADS_1


Oh tidak - tidak, bulir air mata Anne jatuh secara perlahan membasahi kedua pipinya. Niat awal untuk tidak menangis di depan kedua anaknya gagal, Farel berhasil meruntuhkan pertahanan Anne.


"Mama jangan nangis, Farel udah sering bikin mama sedih dan kecewa, kali ini Farel pengen liat mama tersenyum terus. Farel bakal usahain buat bikin mama selalu bahagia, jadi Farel mohon jangan nangis lagi." ucap Farel, menghapus air mata mamanya.


"Ini air mata kebahagiaan, kak. Udah lama banget mama nunggu kamu pulang ke rumah. Mama masih nggak nyangka, sayang."ucap Anne memeluk putra nya erat, seolah - olah tak ingin anak lelakinya itu pergi lagi dari rumah.


"Ihhh apa - apaan, sih kok jadi melow gini? Rain juga mau dipeluk."Rania ikut masuk ke dalam pelukan hangat itu, ikut menyalurkan rasa bahagia melihat mama dan kakaknya tidak terpisahkan lagi oleh jarak, Rania harap kebahagiaan ini akan selalu menyelimuti rumahnya dan keluarga kecil mereka.


"Rania emang nggak tahu gimana masa lalu nya kak Farel, tapi Rania bakal berusaha untuk selalu membuat kakak, mama dan papa selalu bahagia. Rania nggak suka melihat kalian selalu bersedih, Rania mau keluarga kita bahagia terus. Ya allah tolong kabulkan do'a Rania"ucap Rania dalam hati.


^^^^


Farel melangkah masuk kedalam kamar nya, dia melihat dan menulusuri setiap sudut di kamarnya.


"Nggak ada yang berubah sedikit pun dari kamar ini, semua nya tetap sama. Mama emang paling bisa di handalkan."gumam Farel saat melihat bareng - barang nya yang masih lengkap dengan posisi yang sama, tidak berubah sedikit pun.


Farel merebahkan tubuhnya di ranjang, ia sangat lelah seharian ini menjalani kegiatan yang begitu padat. Belum lagi pikiran nya yang melalang buana entah kemana. Ia butuh udara segar untuk menjernihkan pikirannya, mungkin satu atau dua putara bisa membantu.


Farel meronggoh saku celana nya, mencaro kontak asisten pribadinya, Bintang.


Farel mulai mengetikkan sesuatu dan mengirinya pada Bintang.


^^^"Job?"^^^


"Nanti malam lawan Mark, gimana?" balas Bintang


^^^"Ambil motor gue di apartemen, gue lagi di rumah nyokap dan terima tantangan dia."^^^


"Ok, laksanakan boss."balas Bintang.


Sudah 2 tahun Farel menggeluti dunia mala, ini semua ia lakukan bukan tanpa sebab. Dan kalian kan tau sendiri, apa alasan Farel melakukan itu semua. Farel tak pernah merasa sendirian, ada Vino, Alan dan juga Kemal yang selalu setia menemani nya.

__ADS_1


Keempat pria itu memang nakal, pemabuk, pecandu rokok, pembalap liar dan sangat jauh dari kata suci. Namun, mereka tidak pernah bermain kotor dengan perempuan apalagi harus menyewa ja la ng untuk memuaskan nafsu bejatnya. Entalah, menyakiti perempuan tidak terdaftar dalam list kenakalan mereka berempat.


~•••~


__ADS_2