Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 22


__ADS_3

"Pertama lo nggak boleh nyetuh barang - barang milik gue, karena gue paling nggak suka kalau ada orang asing yang seenaknya nyentuh barang gue. Kedua, lo harus nyebunyiin status pernikahan kita, gue nggak mau kalau orang - orang tau kalau kita ini adalah pasangan suami istri. Ketiga, lo nggak boleh masuk ke kamar gue. Keempat, kalau depan keluarga kita harus bersikap seolah kehidupan rumah tangga kita baik - baik saja dan bahagian. Dan yang ke lima, lo nggak boleh ngatur - ngatur hidup gue, gue juga nggak akan ngelarang elo untuk ngelakuin apa pun yang lo mau. Kita memang satu atap, tapi lo harus tetap jaga sikap. Kita jalani kehidupan kita masing - masing. Lo nggak perlu ikut campur urusan gue, dan gue juga akan begitu. Jangan berani - beraninya lo ngaduin kelakuan gue ke nyokap." ucap Farel menegaskan peraturan yang harus di patuhi Zaskia selama tinggal bersamanya.


"Apa boleh aku nego?"tanya Zaskia.


"Ck, lo pikir gue lagi jualan."


"Tolong untuk kali ini aja, permintaan aku nggak banyak kok."kata Zaskia mencoba membujuk Farel.


"Apa?" tanya Farel.


"Untuk peraturan kelima, aku rasa perlu di ubah. Aku nggak apa - apa kalau kamu emang nggak anggap aku sebagai seorang istri, tapi tolong izinin aku buat tetap melayani kamu. Aku bisa masak, hitung - hitung menghemat pengeluaran kita. Aku juga bisa nyuci, jadi kamu nggak perlu lagi ngeluarin biaya buat tukang cuci. Aku juga...."


"Nggak, gue nggak mau lo ngubah peraturan yang udah gue buat. Apa hak lo ngu..."


"Kalau kamu nggak mau ngasih nafka ke aku juga nggak apa - apa, aku masih punya uang di tabungan. Tapi izinin aku untuk jadi istri yang baik buat kamu. Aku bakal turutin semua kemauan kamu, tapi tolong penuhi satu permintaan ku untuk kali inj aja. Kamu juga nggak bakal rugi kok." kali ini zaskia yang memotong ucapan Farel, sunggu seua peraturan yang Farel buat tidak masuk akal. Mereka suami istri, lalu untuk apa peraturan yang kelima di buat?


"Serah lo." Farel pergi meninggalkan kamar Zaskia, mangambil kunci mobil di atas meja, lalu memakai jaket. Berjalan keluar menuju pintu apartemen. Zaskia tidak tahu suaminya itu akan pergi kemana. Sesuai peraturan yang sudah di buat oleh Farel, Zaskia tidak berhak ikut campur urusan Farel.


Zaskia tersenyum, kali ini ia yang menang.


"Aku tau kamu benci aku, tapi aku nggak akan ngebiarin kamu membenci pernikahan ini, Rel."ucap Zaskia pelan.


...^^^^...


Selesai sholat maghrib, Zaskia bergegas menuju dapur. Zaskia membuka kulkas berniat memasak makan malam untuk dirinya dan juga Farel. Bermodalkan sayuran dan juga daging ayam, Zaskia rasa ia akan memasak sayur sop saja.


Memasak tentu hal yang mudah bagi Zaskia, ia sudah terbiasa membantu bunda nya dalam urusan dapur.

__ADS_1


Zaskia mulai mencuci daging dan sayuran, setelah itu memotongnya kecil - kecil menjadi beberapa bagian. Setelah air rebusan panas, Zaskia memasukkan potongan tersebut, menambahkan sedikit bumbu, lalu mencicipinya,


" Enak, pas." ucap Zaskia.


Sembari menunggu sop matang, Zaskia pergi ke ruang tamu, memeriksa apakah Farel sudah pulang atau belum.


"Farel kemana, ya? Dari sore belum juga pulang." gumam Zaskia.


Zaskia menoleh kearah kamar Farel, koper hitam milik suami nya masih tergeletak di depan pintu, posisi nya masih sama seperti tadi sore.


Zaskia pergi ke dapur mematikan kompor dan menuangkan sup ayamnya ke mangkuk lalu menyajikannya ke atas meja makan. Sambil menunggu suami nya pulang Zaskia berniat untuk merapikan pakaian Farel yang masih dalam koper.


"Aku rapihin nggak, ya? Mau gimana pun juga ini kan, udah jadi kewajiban aku. Tapi nanti kalau Farel marah gimana? Pasti aku juga yang akan kena semprot olehnya." gumam Zaskia yang ragu untuk membongkar koper nya Farel.


"Yaudah bismillah aja, semoga aja Farel nggak ngamuk, bismillah." ucap Zaskia, mulai mendekati koper itu.


"Mau ngapain lo?"


Zaskia membalikkan badannya, melihat Farel yang kini sedang menatapna dengan tatapan datar namun menusuk.


"Ini anu, aku barudan mau rap...."


"Jangan nunduk kalau lagi ngomong sama gue!"bentak Farel.


"Aku mau rapiin baju kamu ke dalam lemari." ucap Zaskia cepat tanpa jeda.


"Baru sehari jadi istri, udah mulai lancang lo, ya?!" ucap Farel menatap sinis Zaskia.

__ADS_1


"Aku cuma ma..."


"Jangan banyak alasan! Lo nggak lupa kan sama peraturan yang gue buat tadi sore? Gue rasa, lo makin ke sini, makin ngelunjak, ya?!" ujar Farel, ia tersenyum remeh, menatap Zaskia dari atas sampai bawah.


"Mimpi apa gue semalam, bisa nikahin cewek kaya lo? Bukan tipe gue banget."ucapnya lagi.


"Kita ini suami istri, apa nggak bisa kamu menghargai aku sedikit saja?" tanya Zaskia menggigit bibir bawahnya, mata nya mulai berkaca - kaca. Ia berusaha menahan air mata yang sebentar lagi akan turun membasahi pipinya.


"Lo harus ingat satu hal, kita suami istri cuma sebatas di atas kerta. Selebihnya , kita ini adalah orang asing yang nggak pernah saling kenal. Kita menikah karena terpaksa, bukan karena cinta!" balas Farel.


"Emmm... Yaudah kalau memang seperti itu menurut kamu, aku nggak apa - apa. Yuk kita makan malam, Rel. Aku udah masak barusan." ujar Zaskia berusaha mengganti topik pembicaraan yang menurutnya sangat sesintif.


"Tadinya gue laper, tapi setelah gue liat muka lo, nafsu makan gue jadi hilang. Dan lo nggak usah sok baik gini. Percuma, karena gue nggak akan ngelirik lo sedikit pun! Jadi lo nggak usah susah - susah buat ngambil hati gue, anggap aja lo nggak punya suami."ujar Farel.


"Minggir lo, ngalangin jalan gue!" seru Farel berjalan dan dengan sengaja menyenggol bahu Zaskia.


BRAKKKK


Farel membanting pintu kamar nya, hal itu membuat Zaskia memejamkan matanya karena takut.


"Lo itu cengeng, Zaskia"


Zaskia tak boleh menangis, dia tak boleh terlihat cengeng di depan Farel. Zaskia akan memperjuangkan pernikahannya, Zaskia akan memperjuangkan cinta nya dan akan membuat Farel mencintainya. Gadis itu hanya perlu sabar, berdoa dan berusaha. Ia yakin Allah telah mengatur jalan hidupnya, Zaskia adalah pemeran utamanya, Allah lah yang mengatur segalanya.


"Apa gue udah keterlaluan, ya barusan?" tanya Farel bermonolog di dalam kamar, Farel terlihat sangat gelisah, ia merutuki kebodohannya yang berbicara kasar pada Zaskia. Entah mengapa pernikahan sialan ini membuat emosinya bertambah berkali - kali lipat. Apa lagi status yag ia pegang sekarang, sungguh Farel sanat muak. Ia membenci garis tangan hidup nya sendiri, berakhir lah dengan Zaskia yang menjadi pelampiasan amarah nya.


~•••~

__ADS_1


__ADS_2