
"Saya terima nikah dan kawinnya Zaskia Azzahra binti Faisal Ahmad dengan mas kawin emas seberat 50 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai."Farel berhasil mengucap kan ijab kabul di depan orang banyak hanya dengan sekali tarikan napas.
Pak penghulu mengangguk kecil lalu menatap sekeliling. " Bagaimana para saksi, sah?"
"SAHHHHH,"ucap seluruh tamu dengan antusias.
Sementara di kamar Zaskia, gadis itu tak henti - hentinya mengucap kan syukur, ia tersenyum sambil memandangi diri nya di depan cermin. Zaskia sudah sah menjadi istri seorang Farel Aditama, ketua osisi nya sendiri.
Zaskia menghela napas sejenak, gadis itu cukup sadar diri bahwa dalam pernikahan ini hanya diri nya lah yang merasa sangat bahagia, tidak dengan Farel.
"... Atau selama pernikahan kita nanti, gue bakal bikin lo menderita.!"
Ucapan Farel terus berputar - putar dalam benak Zaskia, ia tersadar saat seseorang mengelus bahunya pelan, "Tante?.."
"Kamu kenapa melamun, nak? Ayo turun, sayang, ijab kabul nya udah selesai. Sekarang kita ke bawah, ya. Temui Farel dan para tamu yang lain," ujar Anne lembut sambil mengelus pelan kepala Zaskia yang tertutup hijab.
"Iya, tante."ucap Zaskia.
Anne mengulum senyumnya, " Panggil mama aja biar sama kaya Farel. Kamu kan sekarang udah jadi anak mama juga." ucap Anne.
"Iya, ma."Zaskia tersenyum kikuk, merasa tak nyaman dengan panggilan baru kepada mertua nya.
"Nggak apa - apa, nanti juga terbiasa, yuk turun."
Anne mengandeng tangan Zaskia, mereka berjalan perlahan menuruni tangga.
Semua mata terarah pada Zaskia, mereka menatap Zaskia lekat - lekat. Hari ini Zaskia terlihat sangat cantik. Ia memang cantik, namun di hari yang spesial ini kecantikan nya bertambah berkali - kali lipat. Zaskia menyadari bahwa sedari tadi Farel memperhatikan diri nya, buru - buru pria itu membuang muka kearah lain. Zaskia merasa malu di tatap seperti itu, ia berusaha menetralkan degup jantung nya yang berdetak dengan sangat cepat.
Zaskia duduk di sebelah Farel, ia tidak tahu setelah ini akan melakukan apa. Mencium kening? Oh bukan - bukan, itu tugas Farel.
Zaskia harus apa? pikiran nya mendadak blank, kenapa pak penghulu tidak memberikan nya intruksi?.
"Silahkan mempelai wanita sematkan cincin di jari manis suami, begitu pun sebalik nya."
Zaskia mulai memasangkan cincin di jari Farel, tangan nya gemetar, ia mulai berkeringat dingin.
__ADS_1
Oke, Zaskia sedikit lebay. Meskipun sudah sah tetap saja ia merasa gugup.
Zaskia mencium punggung tangan Farel, di balas dengan kecupan singkat di keningnya. Bibir tebal nan hangat itu mampu membawa Zaskia terbang ke awang awang. Zaskia tak dapat lagi menahan senyum nya, kedutan di bibir nya seakan - akan mewakili perasaan gadis itu.
Semua tamu bersorak, mereka ikut bahagia dengan pernikahan Zaskia dan Farel. Pernikahan mereka di bumbui dengan ucapan juga doa - doa dari kerabat maupun rekan kerja ayah serta mertuanya.
Ia pikir para tamu akan menghujat nya karena menikah di usia yang masih sangat mudah. Ternyata dugaannya salah besar, para hadirin yang hadir adalah orang - orang penting, pembisnis besar, juga teman kantor ayah nya, mereka pikir Farel dan Zaskia menikah karena urusan bisnis. Tentu hal tersebut sudah biasa terjadi di dunia pebisnisan, menikah kan anak nya hanya demi mendapatkan proyek besar, tak lupa juga jabatan tinggi serta keuntungan yang berlimpah ruah.
Nyatanya? Mereka dinikahkan hanya karena Zaskia akan di tinggal pergi oleh kedua orang tuanya. Oke lupakan, tidak perlu membahas masalah itu lagi, semua sudah terjadi.
Dimas menepuk pelan bahu Frel,"Papa bangga sama kamu, Rel."
Farel hanya berdeham, pelan menjawab ucapan papa nya. Entahlah ia sangat tidak bahagia dengan pernikahan ini. Boleh tidak Farel. Menceraikan Zaskia pada detik ini juga?
Oh, tolonglah. Bagaimana seorang Zaskia menggantikan posisi Lita dalam hatinya? Sampai kapan pun, Farel tak akan pernah membiarkan hal itu terjadi.
...^^^^...
Tak ada resepsi, tak ada acara syukuran keluarga. Farel menolak semua tawaran itu, yang di inginkan nya sekarang adalah ia ingjn cepat kembali ke apart nya. Farel sangat lelah,mengapa orang - orang disini pada rempong sekali? Lihat saja mamanya, yang tak henti - henti memamerkan Zaskia pada teman - teman arisannya, buang - buang waktu.
"Eh bentar,jeng. Haduh,tunggu bentar ya Kia sayang."
"Ih kamu apaan sih, kak? Main narik mama sembarangan, kamu kira mama ini cewek apaan?"tanya mamanya memulai drama.
Farel memutar matanya jengah, " Aku capek, ma" ucap Farel
Anne melirik jam rolex yang bertengger manis di pergelangan tangannya, melihat jam ang ternyata menunjukkan pikul11 siang.
"Ya, sudah sana istirahat. Ngapai kamu narik - narik mama segala? Yang harusnya kamu tarik itu Kia, buaknnya mama."ucap Anne menahan tawa.
"Cie,, kakak nanti malam bela duren nihh,"goda Anne lagi
Farel mendengus kesal, kenapa hari ini mama nya sangat menyebalkan.
"Kakak, pengen pulang."ucap Farel
__ADS_1
Bugh!
Anne memukul kepala kepala Farel dengan tasnya, membuat pria itu meringis kesakitan,
"Awww" Farel mengusap kepalanya.
"Kamu itu ya kak, hargai orang tua Kia dong. Masa udah nikah masih aja nempel sama kita, ya. seenggak nya..."
"Pulang ke apartemen!"kata Farel, memotong ucapan mama nya.
Bugh!
Kali ini Anne melempar tasnya dan mengenai wajah Fare, yes kena sasaran!
"Mama apa - apaan sih?!"
"Kamu yang apa - apaan, baru aja 2 jam yang lalu ijab kabul, udah mau ngerusuh aja."jawab Anne kesal dengan anaknya itu.
"Ngerusuh apanya sih, ma? Farel pengen balik ke apartemen, Farel udah nggak nyaman disini."ujar Farel
"Yaudah, balik ke rumah mama aja." usul Anne
"Duh, enggak - enggak, aku maunya balik ke apartemen, titik. "putus Farel yang menolak usulan mamanya.
"Ih kamu mah gitu. Mama mulai kecantol ini sama istri kamu, Rel. Kaya nya mama nggak bisa deh jauh - jauh dari istri kamu itu." Zanne sengaja memasang ekspresi memelas agar anaknya itu luluh, dan mengurungkan niat kejinya itu untuk membawa menantunya untuk tinggal di apartemen.
"Yaudah, kalau gitu kenapa nggak mama saja yang menikah dengan Zaskia?"ujar Farel yang berhasil membuat Anne kecewa dan sangat kesal.
Dengan tak berperi ke anakannya, Anne sengaja menendang masa depan putranya itu.
"Anj..." Farel menutup mulutnya rapat - rapat, sadar kalau mengumpat bukan solusi yang tepat untuk saat ini.
Anne melengos begitu saja setelah memberikan pelajaran kepada Farel.
"Sialan! masa depan gue..." Farel meringis pelan, bisa - bisanya sang mama menendang harta berharga miliknya, lihat saja nanti nggak Farel kasih cucu baru tau rasa.
__ADS_1
~•••~