
Dari tadi Zaskia tidak menyapanya sama sekali, Sebenarnya apa yang terjadi pada istrinya? Haruskah para memancing keributan terlebih dahulu agar Zaskia mau berbicara dengannya ? sungguh , dikacangin oleh Zaskia adalah hal yang paling parah benci setelah pelajaran matematika .
pada meletakkan sendoknya di atas piring .tangannya meraih tisu lalu menghapus sisa minyak yang menempel pada bibirnya .
" Kok bisa semalam gue tidur di kamar ?" ujar Farel tak tahan lagi dengan keheningan di meja makan .
Zaskia masih sibuk mengunyah roti berisi selai strawberry kesukaannya . malas meladeni ucapan Farel yang tak ada faedahnya sama sekali . Zaskia masih kesal dengan tamparan yang dilayangkan oleh suaminya tadi malam , apa para tak sadar dengan kesalahan yang telah Ia perbuat ?
"Lo Budek ya ,Kia?" Kata Farel, namun Zaskia masih tetap diam .
" Kia, ZasKia ?!" panggilnya lagi.
" Kamu nggak lihat aku lagi makan ? kalau lagi makan nggak boleh ngomong ,Bukannya kamu nggak suka ya kalau kita ngucapin sepatah kata pun di meja makan ?" kata Zaskia
SKAKMAT
Zaskia meminjamkan matanya , ia rasa nada bicaranya barusan terdengar sedikit kasar .
" Sorry, tadi kamu nanya apa,Rel?" ralat Zaskia, dengan suara yang agak lembut .
Farel memutar bola matanya malas." gak jadi udah ketelen." Jawab Farel kesel
Zaskia mengedikkan bahunya acuh ," ya udah"
" lo kenapa sih Kia?"tanya Farel
" Kenapa, apanya ?" tanya Kia balik
" Lu lagi PMS? PMS mulu perasaan." ujar Farel
" Yang bilang lagi PMS siapa ?"
Nikmatnya keributan ini, Ayo lanjutkan. Awali pagi harimu dengan ribut bareng suami .
" Lo itu aneh, masih pagi udah sensi aja. Gue nanya baik-baik padahal."
" Kamu nanya di saat aku masih ngunyah makanan, Farel. Gimana aku bisa jawab pertanyaan kamu?" Ujar Zaskia membela diri.
Gadis itu Sudah muat dengan sikap Farel yang selalu menyalahkan dirinya hanya karena hal yang sepele.
" Ya lu kan bisa ngomong baik-baik, nggak perlu nyindir gue segala." Ucap Farel kesal.
" Kamu itu kenapa sih, kayak anak kecil aja? Semalam marah-marah, pagi ini juga marah-marah. Emang ya aku in itu nggak pernah bener di mata kamu, salahin aja aku terus. Emang pada dasarnya cowok itu egois. Maunya menang sendiri nggak pernah mau ngertiin perempuan." Kata Zaskia.
Zaskia menyelesaikan sarapannya, meraih tas gendongnya. Meninggalkan Farel yang sedang melongo di meja makan.
Seperti ada yang kurang, pagi ini Zaskia tak mengejut punggung tangannya seperti pagi Biasanya.
" Astagfirullah bini gue, kalau udah marah mulutnya pedas banget." Ucap Farel pelan sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
^^^^
Zaskia mengendap - ngendap, ia takut Farel akan menangkap basah dirinya karena berangkat dengan menggunakan angkutan umum. Ya mau bagaimana lagi? Ini adalah satu - satunya cara agar Zaskia bisa menghindar dari Farel untuk sementara waktu.
Zaskia menghentikan langkahnya ketika sudah berada di ambang pintu kelasnya. Masih sepi rupanya, hanya ada beberapa murid teladan yang sedang mengerjakan tugas piket.
Mata Zaskia memicing, meneliti gadis yang sedang menenggelamkan wajahnya pada lipatan tangan di atas bangku milik Cindy .
Apa itu Cindy ? Yang benar saja . Cindy selalu kepang dua,rambutnya tak pernah IA biarkan tergerai.
Zaskia apal betul bentuk rambut teman-temannya, Luna yang selalu Kucir kuda dan Risa yang selalu memakai banana .
Zaskia berjalan perlahan mendekati gadis tersebut . kini bahunya naik turun seperti sedang menangis , baru saja ingin menyentuh rambutnya , Gadis itu sudah mengangkat kepalanya terlebih dahulu .
" Astagfirullah "
" Cindy?"
" Lo kenapa ?"
Zaskia melempar tasnya ke sembarang arah , tak peduli dengan kondisi tasnya. Kini keadaan sahabatnya lebih penting daripada apapun . Lagian di dalam tasnya tak ada buku.
Farel pernah bilang ," kasihan badan lo nanti , nanti makin pendek kalau keterusan bawa tas berat, taruh aja semua buku lo di kolong bangku, kayak gue. nanti kalau disuruh bikin tugas sama guru tinggal bawa pulang deh, bukunya . kalau ada cara mudah ngapain nyari yang sulit ."
" nggak usah sentuh gue !" ujar Cindy menepis kasar tangan Zaskia yang sedang mengelus rambutnya.
"Lo kenapa sih,Cin?" Tanya Zaskia.
" Kemarin Farel juga kayak gini."
" Terus hari ini , Cindy juga bersikap sama ."
"Sebenarnya mereka Kenapa sih , Kenapa mereka berdua bersikap aneh gitu sama aku?"gumam Zaskia yang penuh tandda tanya.
...^^^^...
" Dari mana aja lo, Rel?" tanya Alan .
Farel tak menjawab ,Memperlihatkan tangannya yang sedang memegang gelas es kopi susu .
" Lu beli es kopi cuman satu doang?Kita kan berempat Rel, kurang 3 tuh ." ujar Vino protes.
" Lo mau ?"tanya Farel
" Mau lah kalau gratis ." balas Vino nyengir .
Farel mengeluarkan beberapa lembar bawang merah dari saku celananya. Kemudian menyerahkannya pada Vino.
" Sana beli sekalian beli makanan, belum sarapan gue !"suruh Farel kepada Vino .
__ADS_1
"Cih, belum sarapan, apa emang Lo nggak mau makan Sarapan yang udah dibuat sama istri loh?"
Sontak kepala Farel, Alan dan Vino menolh ke arah Kemal yang sedang asyik merokok di ujung Rooftop.
" Maksud lo apa?" Tanya Farel dengan menaikkan satu alisnya.
Kemal membuang rokoknya, perlahan berjalan mendekati ketiga sahabatnya, " pakai pelet apa lo,Rel?" Tanya Kemal dengan nada remeh.
"Maksud lo apa sih Mal? Nggak jelas banget ." ujar Farel .
"Mal...."
Alan membekap mulut Vino , berbisik pelan .
" Lu jangan ikut campur, Vin. udah diem aja, nanti kalau dua-duanya udah babak belur , baru deh kita pisahin." kata Alan .
" Pisahin apanya?" tanya Vino yang tidak mengerti dengan maksud perkataan Alan.
"Kuburannya, ya orang nya lah dong dong." ucap Alan menoyor kepala Vino
"Oh Oke Bunny." ucap Vino Seraya mengedipkan satu matanya .
" Astagfirullah , kaum Sodom yang satu ini segera diazab aja ya Allah . percepatkan lah kematiannya. Hidup juga nggak berguna. " ucap Alan, sambil menengaddah kan tangan nya, seolah - olah dia beneran berdoa.
"Nyebut apa, lo Lan? Tega bener doain gue mati muda." kata Vino dengan ekspresi yang menggeli kan.
Alan ddan Vino berjalan mundur, bersembunyi di balik tangki air berwarna orange.
"Sebelum nobar, alangkah baik nya lo pake uang Farel buat beli makanan, Vin!" ujar Alan.
"Bercanda mulu, Lan. Nggak lucu tau, hayuk atus gas ke kantin" seru nya.
"Aduh...." pekik kedua nya ketika merasakan. benda kecil melayang mengenai kepala mereka.
"Ngomong mulu lo berdua, berisik!!" ujar Kemal menggenggam beberapa kerikil di tangan nya, sebagai senjata jika Alan dan Vino terus mengoceh.
" Maksud lo apa, Mal?"
Kemal menoleh, menjatuhkan kerikil yang ia pegang tadi.
"Lo pelet Zaskia? Kok bisa dia mau sama lo?"
"Lo tau kan, Mal. Gue paling nggak suka basa - basi. To the point aja apa susahnya, sih?" ucap farel masih dengan gaya cool anddalan nya.
"NGAPAIN LO NIKAHIN,ZASKIA? GUE SUKA SAMA DIA UDAH DARI LAMA, GUE CINTA SAMA DIA, GUE CURHAT SAMA LO TENTANG ISI HATI GUE , REL. LO TAHU KALAU GUE LAGI NGEPERJUANGKAN CINTA NYA ZASKIA. DAN LO! LO UDAH NGERUSAK DIA. LO UDAH BANGUN JARAK DI ANTARA HUBUNGAN GUE DENGAN DIA. LO ITU ORANG KE TIGA, REL!!"ujar Kemal berapi - api.
Farel, Alan dan Vino terkejut denganapa yang baru saja di katakan Kemal.
"Lo..."
__ADS_1
~•••~