
Pagi ini Zaskia berniat memasak nasi goreng untuk sarapan. gara-gara semalam menemani Farel begadang, sehabis salat subuh Zaskia tidur lagi . lupa kalau sekarang hari Senin .
Tangannya bergerak dengan lincah di atas wajan mengaduk nasi agar tercampur rata dengan telur dan juga sosis.
Badannya terlonjak kaget ketika merasakan tangan kekar melingkar di perutnya .Emang hal ini sudah biasa , namun tetap saja serangan tiba-tiba dari Farel seringkali membuatnya salah tingkah .
" Kita kesiangan ,ya sayang ?" Farel menyandar manja pada bahu Zaskia . bahkan kini Zaskia bisa mendengar Deru nafas suaminya,
" Iya, kamu sih gaya-gayaan pakai begadang segala. Awas aja kalau kita telat, kamu yang aku salahin."
Farah semakin mengeratkan pelukannya, membuat Zaskia tidak fokus dengan pekerjaannya. Farel tak tahu saja, mewakili Zaskia sedang mati-matian menahan arwahnya agar tetap diam di tempat, sikap romantis cowok itu selalu saja berhasil membuatnya melayang tinggi.
" Eh Farel lepasin dong."
Bukannya tak suka, justru Zaskia sangat menyukai posisi ini. Hanya saja ia takut acara memasaknya jadi tidak selesai karena ulah Farel di pagi hari.
Farel semakin gencar, mencium tengkuk Zaskia. Iya tertawa licik, pasti istrinya sedang menahan nafas. Tegang sekali.
Farel menjulurkan lidahnya pada tengkuk Zaskia, sedikit menjilatnya.
" Farel!" Ujar Zaskia memperingati
Tak peduli, Farel akan melancarkan aksinya, membalikkan tubuh Zaskia agar mau menghadapnya.
" Kata Vino, kalau gituan di dapur pagi-pagi rasanya heeeer banget. Apa gue coba aja kali ya" pikir Farel
Baru saja akan menerjang bibir mungil Zaskia, cubitan di pahanya terasa. Keras sekali, seperti ada kuku yang ikut menancap di kulitnya.
"ADAWHHHH.... Shsss sakit, Ay" kelu Farel
Zaskia mematikan kompor, melotot ke arah Farel sambil menyodorkan pisau." Kamu kenapa bandel banget sih? Susah dikasih tahu lagi, pagi-pagi udah bikin aku kesel aja" dengus Zaskia.
Farel menahan tawa, melihat wajah garang Zaskia yang seperti anak kucing yang sedang kelaparan. Hal itu malah membuatnya ingin terus menjahili istri kecilnya.
Farel mengintip ke arah masakan Zaskia, pura-pura tidak tahu." Kamu masak apa, Ay?"
" Aku bikin mie ayam! Ya Kamu lihat sendiri dong aku bikin apa."
" Wah nasi goreng, Pasti enak banget. Mana ada telurnya pula, pakai telur apa yang?"
Zaskia menggeram kesal," telur kamu ! ya Pakai telur ayam dong rel,masih aja nanya ."
Farel meneguk salivanya, istrinya kejam juga jika sedang kesel , Farel kurang puas sih , mungkin dia harus tanya sekali lagi ."
"Kalau sosisnya, Sosis aku bukan ?" tanya Farel lagi
" Farel kamu nggak usah ikut sarapan!"
...^^^^...
"Eh tadi pagi gue lihat Bianca!" Seru Luna bersemangat.
" Seriusan? Mau ngapain lagi dia ke sini?"
Luna mengetikkan bahunya," Gue nggak tahu juga sih, Yang jelas gue lihat dia berdiri di luar gerbang. Tadi pagi soalnya gue datang telat." Ujar Luna.
" Dia ngelihat loh?" Tanya Cindy
" Lihatlah kan gue lewat depan dia."
Zaskia tetap asyik mengunyah mie ayamnya, dia tidak terlalu mendengarkan obrolan ketiga sahabatnya itu.
Luna, Cindy dan Risa, terbelalak melihat mangkuk Sasuke yang sudah bersih, padahal makanan baru saja diantar sekitar 15 menit yang lalu. " lelah banget makannya Kia. Emang tadi pagi lu nggak sarapan?"
Zaskia meneguk es jeruknya," cuman dikit, Gue lagi males aja sama Farel."
" Kok bisa?" Tanya Risa penasaran. Biasanya pertengkaran dalam rumah tangga akan sangat seru sekali.
" Dia ngajak main di dapur, Padahal tadi pagi itu kita bangunnya kesiangan. Semalam juga udah aku temenin begadang, Tapi dia nggak ada puasnya." Ujar Zaskia polos.
Mulut Risa terbuka lebar." Hebat ya lo tahan banting juga ternyata"
" Parah sih Farel nggak cepet loyo" ujar Cindy geleng-geleng kepala.
Luna mengacungkan jempolnya " bukan main"
Zaskia menekuk wajahnya, para sahabatnya tidak nyambung jika diajak membicarakan masalah rumah tangga. Percuma saja dia cerita sama mereka.
" Nikah Enak nggak Kia?" Tanya Risa iseng.
Zaskia mengangguk antusias." Enak banget, kalau dapat suami kayak Farel"
" Dih kampret, Tadi katanya kesel sama Farel!" Ujar Luna melempar Kulit Kacang ke arah Zaskia.
" Kalau bucin mah emang beda" status Risa dengan gaya khas celetukannya.
" Kayak lo sama Vino maksudnya?" Luna memutar-mutar bola matanya, sambil menahan tawa.
__ADS_1
" Apaan sih? Gak jelas banget loh!"
Risa memasang wajah garang" tahu dari mana lo?"
" Yang pertama kali tahu Zaskia udah nikah sama Farel itu kan gue. Soal drama cinta segitiga Cindy sama Kemal juga gue, kan yang ngasih tahu sama kalian gue. Lah masa iya cuman Hubungan lo sama Vino doang Gue nggak tahu Cha?"
" Ih kampret banget lo nyari tahu privasi orang!"
" Jadi benar lo pacaran sama Vino?" Tanya Zaskia serius
" Iya hehehe"
" Astagfirullah" ujar ketiga sahabatnya mengelus dada.
Cindy mencibir," dulu aja lo nggak mau sama Vino, pakai sumpah-sumpah segala. Ngatain dia banci lah. Eh sekarang kepincut juga lo kan."
" Ya maaf, cinta kan tumbuh dengan sendirinya" jawab Risa cengengesan
Zaskia geleng-geleng kepala, Risa emang paling pandai mencari alasan.
" Eh Kia, tumben Farel nggak jemput loh ke sini. Biasanya juga Kalian makan berdua"
Zaskia celingukan mencari keberadaan Farel. " iya ya. Farel Kok tumben nggak kelihatan. "
" Vin, Lan! Sini deh." Cindy Melambaikan tangan pada Vino dan Alan yang sedang memesan bakso.
" Apaan?"
" Icha kangen sama lo, sini makanya!"
Vino berlari secepat mungkin ke arah meja mereka, tak mengindahkan teriakan Alan yang sedang membawa nampan berisi bakso.
" Halo, babyku cintaku sayangku. Lagi apa?" Ujar Vino dengan nada alaynya, membuat Risa tersipu malu.
Cindy dan Luna menutup mulutnya, makanan yang baru saja mereka telan memberontak ingin keluar lagi. Jijik melihat ekspresi Risa saat digoda Vino.
" Vin, Farel mana?"
" Eh ada Zaskia juga di sini, Farel udah pulang duluan "
Zaskia mengerutkan keningnya " dari kapan?"
" Sekitar 15 menit yang lalu. Katanya, sih. Ada urusan penting, gue kira dia udah kasih tahu loh "
Farel sudah pulang tanpa berpamitan pada dirinya? Padahal ini masih jam 11. Ada urusan apa sampai dia pulang jam segini, penting banget ya.
...^^^^...
Sudah jam 7 malam, Farel bergegas Pulang ke apartemen.
Tadi hanya bisa mengirim sebuah pesan singkat pada Zaskia. Bahwa hari ini dirinya ada urusan penting yang harus diselesaikan di kantor. Farel juga sudah izin pada pihak sekolah. Maklum Papanya adalah donatur terbesar di SMA Angkasa. Jadi ,Mana mungkin Farel tidak diberi izin.
Di luar hujan deras, ditambah padatnya kendaraan membuat Farel memijit pelan pelipisnya. Dirinya ingin segera sampai ke apartemen, karena jika sudah bertemu Zaskia rasa lelahnya akan hilang seketika.
Farel mengedarkan pandangannya keluar jendela titik alis tebalnya menyatu, membuat beberapa kerutan tidak hanya terlihat.
" Itu siapa? Astaga kasihan banget "
Farah melihat seorang gadis yang sedang duduk di emperan toko, sambil menekuk kedua lututnya sambil menggosokkan Kedua telapak tangannya seperti sedang kedinginan.
Farel menepikan mobilnya kemudian mengambil payung yang ia letakkan di jok belakang, ia berniat ingin membantu gadis tersebut.
" Lo Nggak apa-apa kan?"
Gadis Malang tersebut mendongak, membuat Farel menjatuhkan payungnya
" Farel?"
...^^^^...
Zaskia baru saja selesai mandi, Iya masih mengenakan handuk sebatas dada. Iya lupa membawa baju ke dalam kamar mandi.
Pintu kamarnya terbuka kasar, menampilkan keadaan Farel yang sangat acak-acakan. Mata memerah, peluh yang membasahi wajahnya, serta kemeja yang sudah tidak terkancing rapi.
Kenapa suaminya yang terengah-engah membuat Zaskia mendekati Farel, tak peduli dengan tubuhnya yang hanya terbalut oleh sehelai handuk.
" Farel Kamu kenapa? "
Melihat keadaan Zaskia sekarang, membuat warna Tak sabar ingin segera menerkam istrinya itu.
Farel menghempaskan tubuh Zaskia ke kasur, membuat saska melengoh kesakitan karena punggungnya yang mengenai pinggir ranjang.
" Rel kamu kenapa? Wanna tell me something? " ujar Zaskia setenang mungkin, Iya ingin meredakan emosi Farel yang sedang menggebu-gebu.
" Aku butuh kamu Kia, aku udah nggak tahan lagi " ujar Farel dengan suara seraknya.
Farel menindih tubuh Zaskia, dapat saya lihat ada kilatan nafsu di mata Farel. Entah apa yang telah terjadi pada suaminya ini.
__ADS_1
Bayangan ucapan Farel terlintas di pikiran Zaskia yang mengatakan" kamu nggak dosa, aku nggak pernah minta itu sama kamu..."
Malam ini Farel menginginkan dirinya, ia meminta haknya sebagai seorang suami. Apa pantas jika Zaskia menolak keinginan Farel? Zaskia pasti akan dosa besar jika menolaknya.
Sejujurnya Zaskia juga seringkali merasa bersalah ketika melihat wajah damai Farel yang sedang Entar tidur pulas. Jahat sekali dirinya karena tak pernah melayani Farel seperti seorang istri pada umumnya.
Mereka suami istri, mereka juga sudah saling mencintai . tak ada salahnya kan malam ini Zaskia menyerahkan dirinya pada Farel.
Zaskia mengangguk, mengelus rahang tegas suaminya, " lakukan apa yang kamu mau lakukan "
Farel melepas semua pakaiannya, membuat Zaskia memejamkan matanya.
Dengan sekali tarikan, handuk yang dipakai Zaskia terlepas, membuat Farel meneguk salivanya berulang kali .
Dan mereka pun melakukannya.
^^^
FLASHBACK ON
" Farel? "
" Bianca? "
Bianca bangun dari posisinya, menetap Farel dengan tetapan memperhatikan. "Tolongin aku rel"
Farel berniat meninggalkan Bianca, namun hati kecilnya tergerak untuk membantu gadis yang terlihat menyedihkan di hadapannya itu.
Farel menghembuskan napas panjang." Ayo gue antar lo pulang . "
Farel dan Bianca memasuki mobil. " rel, Gue minta maaf sama Lo atas semua perlakuan buruk gue ke Zaskia."
" Gue bener-bener nyesel, gue Emang pantes dapetin Karma "
" Gue dikeluarin dari sekolah, gue diusir sama nyokap bokap, gue dimusuhin sama temen-temen gue. Dan sekarang , Kemal dan Kamelia juga makin benci ke gue"
Farel menutup telinganya repat-rapat, tak ingin mendengar semua omong kosong Bianca.
" Gua antar lu ke mana? "Tanya Farel
" Apartemen XXX jalan XXXX"
Farel melajukan mobilnya dengan kencang, tak ingin berlama-lama satu mobil dengan Bianca.
" Udah sampai turun! "ujar Farel dingin
" Lu bisa mapak gue sampai ke depan kamar? Kaki gue sakit banget. "
" Nyusahin ! "meskipun berkata demikian, Farel ikut turun dari mobil, dan memapah Bianca menuju ke kamarnya .
" Lo mau masuk dulu? Untuk sekedar minum, mungkin? Gue janji nggak akan aneh-aneh deh."
" Nggak usah! " tolak Farel mentah-mentah
" Sebagai ucapan terima kasih gue, mungkin setelah ini kita nggak akan ketemu lagi, rel. Gue mohon kali ini aja. "
Farel mengangguk "ya udah."
Farel duduk di atas sofa berwarna merah. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan , apartemen Bianca terlalu besar untuk ditempati seorang diri.
" Diminum, rel. "
Selesai berganti pakaian titik Bianca duduk di sofa seberang Farel. Memperhatikan pria tampan di hadapannya yang sedang meneguk air minum yang ia buat.
Kenapa mendadak apartemen Bianca menjadi panas sekali ? Farel merasakan Hawa tubuhnya juga ikut panas, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.
Bianca bangun dari posisinya, berjalan gemulai ke arah Farel. "Kamu kenapa, rel? Kepanasan, ya?"
Bianca duduk di pangkuan Farel, mulai membuka kancing kemeja cowok itu satu persatu. "Kalau kepanasan bilang dong. Kan, ada aku yang bisa bukain kemeja kamu."
Badan Farel menegang, Sedetik kemudian kesadarannya kembali titik dengan segera Farel menghempaskan tubuh Bianca hingga jatuh ke terlentang di atas sofa.
Farel mengikat tangan Bianca menggunakan dasinya. menampar di angka berulang kali, untuk melampiaskan amarahnya." cewek gila lo! "
Buru-buru Farel pergi dari sana melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Farel mengusap rambutnya ke belakang titik mengeram frustasi,"Bianca kampret, bisa-bisanya dia kasih gue buat perangsang." rutuk Farel kesal
~•••~
Guys, Aku lupa nama kembarannya Kemal. Jadi nanti kalau namanya beda, kasih tau ya. Biar aku perbaik lagi nanti.
Dan kalau kalian masih ingat nama itu aku bahas di episode berapa? tolong kasih tau ya.
Dan aku juga minta pendapatnya. Kalian suka sama nama Kamelia atau sama nama yang sebelumnya?
Mohon di jawab ya, guys. Tapi ini, kalau namanya berbeda aja. Kalau sama, nggak usah di jawab.😉
__ADS_1
Makasih atas dukungannya, 🤗😘