Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 66


__ADS_3

" Aku pengen pulang" cicit Zaskia memainkan ujung kerudungnya.


" nggak boleh sayang, kamu masih belum sembuh. Kita diam di sini dulu ya."


Zaskia cemberut, membuat orang ingin mengoyal-nguyel pipinya. Namun ia tahan, karena pipi Zaskia masih dalam tahap penyembuhan.


Bianca kampret, bisa-bisanya dia merusak aset berharga Farel.


Sudah seminggu saatnya dirawat di rumah sakit. Dalam waktu 3 hari saja Sebenarnya ya sudah sembuh, tapi Farel tidak mengizinkannya pulang dengan alasan istrinya itu belum pulih betul. Dengan sedikit paksaan, dia terus-menerus Zaskia untuk dirawat dalam pengawasan dokter.


keadaannya juga sudah membaik, mulai dari fisik maupun mental. Farel sempat membawa Zaskia untuk konsultasi dengan psikiater, untungnya Ia hanya mengalami ketakutan sementara, tidak sampai trauma berat.


Luka di wajahnya juga sudah mengering, namun masih sedikit sakit ketika banyak digunakan untuk berbicara.


" Bianca gimana?"


Farel yang sedang mengupas buah menghentikan aktivitasnya, menoleh ke arah Zaskia yang sedang duduk di pinggir ranjang rumah sakit.


" kesel aku sama Pak kepsek, dia nggak masukin Bianca ke dalam penjara. Dia cuma dikeluarin doang dari sekolah, mana bisa dia kapok kalau kayak gitu hukumannya."


" sini deh rel."


Faren mendekat ke arah Zaskia, mengelus kepala Gadis itu yang tertutup hijab. " kenapa sayang?"


" kamu nggak boleh punya dendam sama siapapun, kamu nggak boleh punya musuh. Sejahat apapun orang di luar sana, kita harus tetap bersikap baik kepada mereka."


sudah Farel juga, pasti istrinya akan tausiah.


" belajar dari kejadian Rania,Rel. Kamu yang punya masalah, Eh malah di kamu yang kena imbasnya kan."


" kamu dan Rania adalah tanggung jawab aku. Yang namanya masalah pasti bakal datang silih berganti,Ki. Orang jahat itu nggak pandang bulu. Nggak pandang gender. Dan nggak pandang status. Kalau emang dia jahat ya jahat aja." Farel mendorong pelan kening Zaskia dengan jari telunjuknya.


" Aku nggak suka sama prinsip hidup kamu, bagiku yang namanya kejahatan ya harus dibalas dengan kejahatan. Sayangnya hatiku nggak selembut hati kamu sayang. Aku nggak bisa baik sama mereka yang udah jahatin keluarga kita."

__ADS_1


Zaskia mengulum senyumnya, ia menyusun nusuk pipi Farel. " panjang banget udah kayak pidato negara deh."


Farel terkekeh geli," Eh iya kok panjang banget ya Ay? Coba tolong hitung ulang barusan aku ngomong berapa kata." Farel mendekat tubuh Zaskia.


Mereka berdua tertawa. Namun keromantisan keduanya terusik karena suara berisik dari ambang pintu masuk.


" Ya ampun Zaskia sayang. Kamu kenapa,naak?" Tanya Inne heboh, mendorong Farel agar mau melepaskan pelukannya pada Zaskia.


" mamaaaaa" Zaskia berhambur ke pelukan Inne, tak memperdulikan Farel yang sedang dongkol di pojokan.


" Yaelah dikacangin Emang enak." Ujar Rania jahil menyenggol lengan kakaknya.


" Kamu kenapa sayang?"


" dia dianiaya teman sekelas Farel mah." Ujar Farel jujur, karena ia yakin sekali istrinya itu tidak akan berani menjawab pertanyaan sang mama.


"HAH?" Pekik Inne


" Terus sekarang kamu nggak papa kan sayang?" Tanya Inne panik.


" nggak apa-apa Mah, Lagian Kia Udah seminggu dirawat di sini." Ujar Zaskia polos yang mendapatkan plototan dari Farel.


"HAH?" Inne membalikkan badan, melempar tatapan maut pada kedua anaknya.


" Aduh sakit mah." Tria Farel dan Rania, ketika Inne menjewer kuping keduanya. Iya tak peduli kini matanya banyak fokus pada Zaskia.


" Kenapa nggak ada yang bilang ke mama?"


" buat apa? Lagian sekarang kan Mama udah di sini Aduhhhhh..."


" Kakak diam dulu, nanti jewerannya makin kenceng. Rania nggak ikut-ikutan padahal," ujar Rania berusaha melepaskan kupingnya yang ditarik oleh sang mama.


" Kenapa waktu Mama nanya keberadaan Zaskia, kalian malah bilang Zaskia lagi sibuk tugas OSIS? Pinter bohong ya kalian sekarang!"

__ADS_1


" lepasin dulu makanya nanti kakak jelasin"


Inne mengatur nafasnya, kemudian melepas telinga Farel dan Rania dengan kasar.


Ingin rasanya Farel dan Rania mengumpat, Namun semua itu mereka tahan.


" maafin Zaskia ya mah, Farel ataupun Rania nggak salah. Di Sini Zaskia lah yang bersalah. Zaskia cuman nggak pengen mama sama papa jadi khawatir. Zaskia juga nggak ngomong apa pun ke bunda sama ayah. Zaskia takut mereka akan langsung terbang ke sini setelah tahu Zaskia masuk rumah sakit."


Farel senyum-senyum sendiri, istrinya memang baik sekali" cepetan sembuh dong Sayang aku nggak tahan pengen peluk kamu sebelum tidur."


" kalau kamu ngerasa udah mendingan, Mama bersyukur banget, Kia. Tapi mama kesel juga, karena disaat kamu dirawat, di saat kamu sakit. Mama malah nggak ada di samping kamu."


" nggak apa-apa Mah. Tiap hari ada Rania sama Farel yang bergantian jagain Zaskia."


Inne mengerutkan keningnya." Rania?"


" iya, setiap pulang sekolah Rania ke sini mah." Ujar Zaskia polos yang membuat Rania bersembunyi di balik punggung kakaknya.


"OH SEJAK KAPAN KAMU KERJA KELOMPOK DI RUMAH SAKIT?"


" ampun Ma. Rania Rania bohong juga disuruh sama Kakak kok.


" Oh jadi kamu biang keroknya." Inne pun mulai mengejar Farel.


Raina dan Zaskia tertawa melihat Farel kejar-kejaran dengan mamanya.


ruangan Zaskia terbuka sedikit. Seorang lelaki tampan berdiri di luar sana tersenyum ke arah Zaskia.


" maafin gue rel. Senang lihat lo udah bahagia sekarang. Gue janji nggak akan ganggu hidup lo lagi."


Zaskia tak mengenali pria tersebut, Mengapa cara dia menatap Zaskia tulus sekali? Seperti seseorang yang ingin menyampaikan ucapan terima kasih namun terhalang oleh sesuatu.


~•••~

__ADS_1


__ADS_2