Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 18


__ADS_3

Lapangan SMA Angkasa, disini lah mereka sekarang. Pagi tadi Anne memaksa Farel untuk berangkat bareng dengan Zaskia. Sialnya mereka terlambat 5 menit, bayangkan cuma 5 menit saja. Pak Ujang selaku satpam sekolah memang tidak bisa diajak kerja sama, padahal Farel sudah mengulurkan 3 lembar uang merah pada pak Ujang namun ditolak. Padahal lumayan kan, bisa tambah - tambah buat belih rokok dan bedak istrinya.


"Lo itu apa - apaan sih, pake nyogok segala tadi?" tanya Zaskia yang tak habis pikir dengan calon suaminya itu.


Astaga, kuping Farel panas sekali rasanya, perempuan yang di samping nya ini, terus saja mengoceh. "Lo bisa diem nggak sih?!" ujar Farel kesal


"Gimana kalau kita ketahuan oleh guru? Terus hukuman kita jadi bertambah, gara - gara lo hampir ngasih uang ke pak satpam."ucap Zaskia kesal.


Mereka berdua sedang di jemur di lapangan. Padahal masih pagi, tapi kenapa cuaca hari ini panas sekali? Belum lagi kuping Farel yang rasanya ingin meledak karena terus mendengar ocehan Zaskia.


Sekarang masih jam pelajaran, tetapi masih aja ada beberapa siswi yang masih berkeliaran di luar. Mereka sengaja keluar karena ingin melihat tontonan gratis. Kapan lagi bisa melihat dengan jelas seorang most wanted sekolah yang sedang dihukum di tengah lapangan? Beberapa dari mereka ada juga yang membawakan handuk dan juga minum untuk Farel. Zaskia yakin sekali kalau mereka adalah fansnya Farel. Mana mungkin ada orang yang seperhatian itu pada dirinya.


Zaskia menoleh ke arah Farel, tak henti - hentinya bibir mungil itu mengeluarkan pujian atas ketampanan yang di miliki oleh seorang Farel Aditama.


"Gara - gara lo gue, jadi di hukum di lapangan." kata Farel


Zaskia tersadar, buru - buru ia mengalihkan pandangannya.


"Lebay banget, kaya baru pertama kali dihukum aja. Bukannya lo udah langganan, ya, jadi miniatur lapangan kaya gini?" kata Zaskia.


"Jangan suka lempar kesalahan yang elo buat ke orang lain. Tanggung jawab bukanya ngedumel." sambungnya.


Farel mengubah posisi nya menjadi berhadapan dengan Zaskia, ia geram sekali dengan perempuan yang ada di depannya ini, sedari tadi Zaskia hanya menyalahkannya saja.


"Lo, taukan kalau gue benci sama lo? Jangan bikin gue juga muak sama sifat lo yang satu ini. Dendam gue yang semalam aja belum sempat gue bales, dan lo..."


"Tapi ka..."


"Jangan potong ucapan gue! Sampai kapan pun gue nggak akan pernah suka sama elo. Lo itu bukan tipe cewek gue, bawel, manja, pembangkang."ujar Farel dengan nada sinis.


"Dan satu lagi, lo itu cengeng,Zaskia." lanjut Farel


Setelah mengatakan itu, Farel berlalu meninggalan Zaskia di tengah lapangan. Para penggemar Farel berhamburan, ikut menyusul sanga pangeran yang berjalan menuju loker siswa.


"Astagfirullah, Farel lo sotoy banget"ucap Zaskia mengelus dadanya.

__ADS_1


Zaskia hanya geleng - geleng kepala, hari ini ia senang sekali, bisa satu mobil dengan Farel, dihukum bareng Farel, dan sebentar lagi ia akan menjadi nyonya Aditama. Zaskia tidak mau memikirkan ucapan Farel, biar saja semuanya berjalan semestinya.


Toh, sejauh apapun dia menghindar, tetap saja pada akhirnya mereka akan menikah. Entah sejak kapan perasaan itu mulai muncul, Kia jatuh cinta pada seorang Farel Aditama


Dasar perempuan, baru kenal sebentar sudah, sayang.


^^^^


"Lo, kenapa tadi pagi bisa telat, Ki?"tanya Sindy


"Biasa mogok."ucap Kia sambil tersenyum


"Ya Allah maafin Kia berbohong" kata Zaskia dalam hati.


"Kok bisa di hukum bareng Farel?"tanya Risa penasaran.


Zaskia mengedikkan bahunya, "Mungkin kebetulan kali, Cha."ucap Zaskia.


Zaskia dan ketiga sahabatnya sedang berjalan menuju kantin dan tanpa sengaja Zaskia menabrak seseorang.


"Awww" gadis yang Zaskia tabrak terlonjak kaget, sehingga membuat minuman yang ada di tanganya terjatuh mengenai rok dan sepatu gadis itu.


Bianca mendongak, menatap Zaskia dengan tatapan membunuh.


"Anjir, punya mata nggak,sih? Liat nih rok sama sepatu gue jadi basah."bentak Bianca.


"Maaf, Bianca. Sekali lagi gue minta maaf, gue nggak sengaja. Gue bakal tanggung jawab kok."ucap Zaskia.


"Oh, harus! Lo emang harus tanggung jawab." kata Bianca.


"Sekarang , yuk. Kita ke koperasi, ya, nanti rok lo, gue ganti."ajak Zaskia, hendak merahi tangan Bianca.


Bianca menghempaskan tangan Zaskia yang hendak menyentu lengannya.


"Enak aja, gue nggak mau! Lo bersihin rok sama sepatu gue, gimana pun caranya, pokoknya harus bersih."ucap Bianca

__ADS_1


Zaskia menatap para sahabatnya secara bergantian, lalu menghela napas sejenak, ia pun memulai membersihkan rok Bianca yang terkena tumpahan minuman tadi, untung Zaskia kemana - mana selalu membawa tisu basah.


"Jongkok!"ucap Bianca


"Hah?"


"Gue bilang jongkok, bersihin sepatu gue!" perintah Bianca


Luna menahan lengan Zaskia, "Jangan mau."


"Lo itu apa - apaan sih? Sepatu gue basah gara - gara temen lo. Dia harus tanggung jawab lah." ucap Bianca, mendorong kasar pundak Luna.


"Gue dari tadi diam aja ngeliat lo ngebentak Kia. Iya gue tau, dia salah karena udah nabrak lo. Tapi dia kan nggak sengaja, dia udah minta maaf dan udah mau tanggung jawab buat beliin lo rok baru. Eh lo nya malah nolak. Dan sekarang lo malah jadiin dia babu buat ngebersiin sepatu kumel lo itu? Gue nggak akan bisa tinggal diem,Bianca." ujar Luna yang sudah mulai kesal dengan gadis itu.


"Lo nggak usah ikut campur! "Bianca hendak menampar Luna, namun berhasil di cegah oleh Zaskia.


"Udah Lun, nggak apa - apa. Gue emang salah, sepatu Bianca kotor karena gue nggak hati - hati." ucap Zaskia.


Zaskia jongkok di depan Bianca, dengan kurang ajarnya Bianca meletakkan kakinya di atas paha Zaskia yang terbalut rok SMA. Zaskia mengeluar kan tisu, hendak membersihkan sepatu Bianca.


"Jangan pakai tisu! Pakai kain yang di atas kepala lo itu!"suruhnya.


Satu dorongan keras berhasil membuat Bianca jatuh tersungkur. Risa sudah sangat muak dengan tingkah laku Bianca, bisa - bisanya ia merendah kan harga diri sahabatnya.


"Kurang ajar banget lo! Lo pikir temen gue ini apaa?! Nggak usah belagu deh lo jablay!"bentak Risa.


Bianca bangun di bantu oleh dayang - dayang nya," Diem lo cabe!" kata Bianca kesal pada Risa.


"Kalau gue cabe, terus lo apaan? Rambut warna warni kaya anak ayam, seragam kekecilan kaya baju adik gue yang masih TK, baju nggak di kancingin? Sini gue bantun kancingin, sini. Kasihan tu dada lo jadi santapan gratis buat anak cowok. Lo mau sekolah apa open BO?!" Risa tidak tahan lagi untuk tidak mengeluarkan kata - kata kasarnya pada gadis kurang ajar di hadapannya ini.


"Sialan lo anjir!!"bentak Bianca hendak menyerang Risa, namun dengan cepat Zaskia menghalanginya..


"Gue minta maaf sama lo atas keteledoran gue barusan, maaf atas perlakuan Luna, dan maaf juga atas ucapan Risa. Gue permisi, yuk."ucap Zaskia mengajak ketiga sahabatnya, ia yakin sekali para sahabatnya ini nggak akan mau minta maaf kepada Bianca. Dari pada keadaan semakin runyam, lebih baik Zaskia mengalah dan mewakili para sahabatnya meminta maaf kepada Bianca.


Mereka duduk di bangku tengah, menyantap makanan yang diantar mbak Jum selaku penjual mie ayam dengan khidmat. Namun, kedatangan seseorang berhasil mengusik ketenangan keempatnya.

__ADS_1


Byurrrrr


~••••~


__ADS_2