
Bunyi bel yang begitu nyaring membuat seluruh warga sekolah bersorak senang, mulai dari murid hingga para guru yang usia nya sudah setengah abad. Mereka membawa ransel nya masing - masing, berdesakan guna mencari jemputan.
Ada yang menaiki angktan umum, ada yang mengendarain kendaraan sendiri, dan ada juga berboncengan sama pasangannya.
Seluruh kelas pulang di jam yang sama, membuat Zaskia harus menunggu beberapa menit hingga keadaan sekolah kembali sepi.
"Lo pulang sama siapa, Ki? " tanya Sindy ketika mereka sedang berjalan di koridor.
"Di jemput sama supir, seperti biasa." jawab Zaskia tersenyum menatap ketiga sahabatnya.
"Ya Allah maaf jadi bohong lagi kan." ucap Zaskia dalam hati.
"Tumben supir lo belum datang? Biasanya dia udah stay depan gerbang " ucap Risa yang tidak melihat jemputan untuk Zaskia
"Macet mungkin, Cha." tanpa di sadari ucapan Sindy barusan dapat mewakili jawaban yang akan di ucapkan Zaskia, jadi dia nggak perlu mnegucapkan kata bohong lagi.
"Kalian pulang bareng?"tanya Zaskia.
"Iya, nih. Icha mana bisa jauh dari gue."ujar Sindy.
"Dih, najis lo. Mau nebeng, Ki?"tawar Risa.
Zaskia tampak berpikir sejenak, memikirkan alasan yang masuk akal, ia tidak mau berbohong lagi.
"Nggak deh, lagian rumah kita kan nggak searah, takut ngerepotin hehe..." tolak Zaskia halus.
"Oh, yaudah kalau gitu kita duluan ya, daaaa"pamit keduanya.
Daaaa"
"Lo nggak pulang , Lun? " tanya Zaskia saat melihat Luna masih stay berdiri di samping nya. Zaskia berjalan ke bangku yang ada di dekat lapangan, mereka duduk di sana.
"Ya nggak lah, gue nunggu sampai jemputan lo dateng. Khawatir gue, kalau lo di gangguin lagi sama Bianca." ucapLuna.
"Nggak apa - apa kok, kalau lo mau pulang duluan. Gue bisa jaga diri, lagian kaya nya Bianca udah pulang." kata Zaskia meyakinkan sahabat nya itu.
"Yakin lo nggak apa - apa , gue tinggal sendiri?"tanya Luna
"Iya nggak apa - apa, lo balik aja duluan!"Seru Zaskia.
Zaskia mengantarkan Luna sampai pakiran, Luna mulai menghidupkan motor ninja kesayangan nya.
"Yaudah, kalau gitu gue balik ya, Ki. Jaga diri lo oke, kalau ada apa - apa, cepat hubungin gue."pesan Luna.
"Iya, lo hati - hati di jalan, pelan - pelan aja bawa motornya."Pesan Zaskia, dia tahu kalau Luna sering bawa motor ugal - ugalan.
"Siap bos."jawab Luna.
Zaskia melambaikan tangan nya pada Luna yang mulai menjauh dari sekolah.
"Alhamdulillah, aman." ucap Zaskia, ia melirik jam tangan nya.
__ADS_1
"Mampus telat, Pasti paduka raja ngamuk nih."ucap Zaskia.
Zaskia berlari sekencang mungkin menuju halte, napasnya terrengah - engah. ia bersyukur karena Farel masih ada di sana, menunggu nya. Dia pikir, pria itu akan pergi meninggalkan nya.
"Lo telat 2 menit 30 detik. Dai mana aja sih lo?" semprot Farel saat Zaskia baru mendudukkan bokongnya di kursi mobil.
"Maaf, tadi masih banyak teman - teman, nggak mungin aku langsung ke sini."jawab Zaskia, mengatur napas nya.
"Alasan. Untung gue masih punya ahati, kalau nggak uda gue tinggal lo di sini."Ujar Farel yang mulai menjalankan mobil nya.
"Kamu masih punya hati?"tanya Zaskia
"Masih lah."jawab Farel spontan
"Berarti bisa jatuh cinta dong?" Tanya Zaskia yang kini matanya fokus menatap Farel yang sedang menyetir.
Farel menoleh karahnya, "Nggak jelas , lo."
...^^^^...
"Rel, yuk makan malam udah siap nih. "ujar Zaskia sambil mengetuk pintu kamar Farel. Entah apa yang suami nya itu lakukan di dalam kamar, sudah hampir setengah jam Zaskia menunggu nya .
Ceklek!
Farel berjalan menuju meja makan, tentu dengan wajah datar nya.
Zaskia menghela napas, dan mengikuti pria itu dari belakang.
Farel mulai mengambil makanan nya, dan mulai memakannya dengan lahap, menurutnya masakan istrinya ini benar - benar enak. Zaskia tersenyum senang, karena kelihatan nya Farel menyukai makanan yang di masaknya
"Gue paling benci kalau lagi makan ada suara." ucap Farel.
Zaskia menutup bibir nya rapat - rapat. Jadi ini alasan kenapa Farel tidak berbicara saat makan malam di rumah nya waktu itu, tidak mungkin juga Farel marah - marah di sana?
Selesai makan Zaskia membereskan meja makan dan mencuci piring kotor. SEtelah selesai dengan pekerjaan nya, Zaskia menghampiri suami nya yang sedang duduk di ruang tv sambil memainkan ponsel nya.
"Rel?"
"Apa?"Farel masih fokus main ponselnya.
"Kamu tau nggak kalau Raina pindah ke sekolah kita?"tanya Zaskia.
Farel terdiam lama, lalu meletakkan ponselnya di atas meja.
"Kata siapa?" tanya nya.
"Tadi waktu di kantin aku ketemu sama dia."Zaskia sengaja tidak menyebutkan alasan kenapa Raina pindah sekolah. Ia yakin sekali, Farel akan marah besar pada mertua nya itu.
"Ngapain dia pindah?"tanya Farel, Zaskia menggeleng.
"Yaudah natar biar gue tanya sendiri."ucap Farel. Kemudian pria itu berdiri.
__ADS_1
"Mau kemana?"tanya Zaskia pada Farel yang mulai berlalu pergi.
"Kamar"jawab Farel singkat
"Jangan lupa sholat isya, ya Rel."pesan Zaskia pada suami nya.
Tak menghiraukan ucapan Zaskia, Farel berlalu begitu saja memasuki kamar.
"Selamat malam, Rel" ucapnya lagi.
...^^^^...
Hari demi hari berhasil di lewati Zaskia sebagai seorang istri Farel Aditama. Dua hari yang lalu kedua orang tua dan Abang Zaskia sudah pergi ke Jepang.
Zaskia rasa semakin hari sikap Farel semakin cuek saja. Bukan gombalan manis yang iadapatkan, malahan cacian yang Farel lontarkan untuknya.
Kia kira segala ketulusan yang selama ini ia tanamkan akan segera berbuah manis. Nyatanya? Hati Farel sekeras batu, sangat sulit untuk di taklukkan.
"Are you oke, Ki?" tanya Sindy.
"Kenapa, sin?" Zaskia tersadar dari lamunannya.
"akhir - akhir ini gue sering liat lo suka ngelamu, lo kenapa? Ada masalah?"tanya Sindy.
"Cerita aja ke kita, Ki. Jangan di pendam sendiri."uca Luna dan mendapat anggukan dari Sindy dan Risa.
"Apa karena orang tua lo dan bang Jo?" tebak Sindy.
Zaskia tersenyum pada ketiga sahabatnya. Entalah ia bingung akan menjawab apa. Fakta yang harus di ungkapkan sangat tidak masuk akal, Zaskia galau karena Farel. Tidak mungkin kan ia bercerita masalah prbadinya pada ketiga sahabatnya? Farel sendiri sudah melarang nya untuk melakukan itu.
"Awas aja kalau lo sampai ceritain ke orang - orang tentang status kita yang sebenarnya. Gue pastiin hidup lo akan jauh menderita dari pada ini!!" Zaskia masih ingat jelas, ancaman suami nya itu.
"Gue, nggak apa - apa ko."balas Zaskia memaksa kan senyum di bibir nya.
"Kalau nggak apa - apa, ya di makan dong makanannya, keburu dingin tuh." kata Luna
Zaskia sedang tidak nafsu makan, tetapi ia tidak mau merepotkan teman - teman nya lagi. Zaskia mulai memasukkan sesendok mie ayam ke dalam mulut nya.
Mata Zaskia terkunci, hati nya berdenyut sakit melihat pemandangan Bianca yang sedang duduk di atas pangkuan suaminya, Farel.
Zaskia menahan kristal bening yang akan segerah jatuh di pelupuk mata nya.
Mata mereka sempat beradu, Farel langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
Zaskia bangkit dari duduk nya.
"Gue ke toilet dulu, ya" ucap gadis itu sambil memaksakan senyum nya.
See? Zaskia masih bisa terlihat pura - pura kuat di depan sahabat nya. Luna tahu senyum yang barusan Zaskia tunjukkan adalah senyum penuh luka, ia isa melihat semua nya.
Tidak tahan lagi, Luna mengejar Zaskia yang sudah berlari meninggalkan kantin.
__ADS_1
"Eh gue juga kebelet nih, kalian lanjutin aja makan nya"ujar Luna, bangkit dari duduknya dan berlari menyusul Zaskia tanpa memperdulikan panggilan Risa dan Sindy.
~•••~