
Bulir keringat membasahi pelipis Zaskia, hari libur seperti ini ia gunakan sebaik mungkin untuk mengurus apartemen, dan beberapa pekerjaan rumah lainnya .
" Nyuci udah, nyetrika udah , beres-beres juga udah . alhamdulillah pekerjaannya udah selesai semua."
Farel menghampiri Zaskia, hendak memeluk istrinya . namun, dengan gerakan cepat Zaskia berhasil menghindar dari serangan Farel.
" Aku belum mandi, masih bau keringat . Peluknya Nanti aja kalau aku udah cantik dan wangi"
"Kamu dalam keadaan apapun akan terlihat cantik Sayang . Kamu itu cantik di mata lelaki yang tepat. Contohnya aku "
Zaskia memukul lengan Farel," gombal. Gimana udah dijemur belum bajunya ?"
Farel kembali mendekati Zaskia, kemudian ia mencium berkali-kali pipi istrinya itu. " udah dong Ay."
Zaskia mengerutkan keningnya" Ay?"
" Ayang , hehehe "
Zaskia tertawa ngakak , tangannya aktif sekali memukul Farel.
Memang jika wanita sudah tertawa , tangannya pun juga ikut tertawa . Tabok sana tabok sini.
" Kok ayang sih ?" tanya Zaskia saat tawanya mulai mereda .
" Kalau sayang nggak enak ah , Aku selalu diledekin sama teman-teman . mending ayang kan . kalau Aku panggil Ay jadi berasa manggil nama belakang kamu, bisa ngeles dikit-dikit lah , hehehe."
"Dasar .Nanti agak siangan mau nganterin aku ke supermarket nggak ? Bahan-bahan di dapur udah habis"
" Mau banget, ya udah aku mandi dulu ya ,bye Ayang "
"Rel, Ih geli tau nggak"
" Ay dan Fa. bagus nggak ? Aku panggil kamu AY dan kamu panggil aku Fa." Celetuk Farel sembari terkekeh geli.
" Cowok kulkas sekalinya bucin alay juga ya"
Farel tertawa, menjulurkan lidahnya hingga mengenai hidung mancung Zaskia.
" Farel jorok ih !"
Melihat wajah kesal Zaskia . menjadi kesenangan tersendiri bagi Farel.
Ternyata menikah saat ini , Farel menyesal karena dulu selalu bersikap kasar pada Zaskia . Farel meringis jika mengingat perbuatannya dulu, ia berjanji tak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi .
"Membahagiakanmu adalah misiku selanjutnya, Ay."
...^^^...
Farel mendorong troli belanja yang di dalamnya berisi Zaskia. Entah mengapa dirinya merasa bahagia melihat Saskia kesal karena ulahnya .
" Kalau kamu nggak mau naik ke sini ,Itu sama aja kamu nggak nurutin perintah suami. dosa loh Kia, jaminannya neraka ."
Istri kecilnya lucu sekali, pipi memerah dan bibir yang manyun membuat Farel ingin mengantongi Zaskia .
"Jangan yang lucu-lucu dong Ay"
" Nanti aku masukin kulkas loh "
" Oh apa kamu mau aku ajarin di raak mi? iya ay?"
Zaskia yang sudah sangat kesal , hanya melirik sebal ke arah Farel .
" Adiknya lucu banget Mas " ujar seorang ibu yang berada di belakang mereka.
Lihatkan sekarang ? karena wilayah suaminya . sudah kelima kalinya Zaskia disebut sebagai adiknya Farel .
" Iya Bu , makasih. adik saya lagi ngambek karena nggak dibeliin susu ." Beo Farel melirik ke arah Zaskia yang semakin cemberut .
" Iya kah?" Ibu tersebut mendekat ke arah troli mereka ." Adik cantik jangan ngambek dong sama mas ganteng . kasihan tuh Mas gantengnya "
Zaskia tidak buta,Ibu sosialita di hadapannya ini menyukai Farel . melihat tatapan matanya saja, sudah terlihat jelas bahwa ibu ini berusaha untuk mengambil hati Zaskia .
Memang, sejak memasuki supermarket ini. tatapan memuja langsung terarah pada suaminya . tak heran jika sedari tadi banyak sekali orang yang curi-curi pandang ke arah Farel . Menyebalkan bukan?
" Bu permisi ya ." Zaskia menarik tangan Farel untuk kembali mendorongnya menjauh dari hadapan Ibu tersebut.
"Ututu, adik ciapa ini? lutu anget cih."
Farel memainkan wajah Zaskia.mulai dari mencubit pipinya , menarik hidungnya lalu menekan pipi Zaskia hingga bibirnya ikutan maju.
__ADS_1
" Farel ! diam ya. Aku lagi bete sama kamu "
" Turunin aku sekarang !"
" Cepat!"
Farel tertawa,"dih, turun aja sendiri . Manja banget sih"
Bagaimana Zaskia akan turun ? jika di pangkuannyabanyak sekali makanan milik Farel .
Zaskia melihat seorang pelayan pria yang sedang menata makanan di raknya . Farel pikir hanya dirinya yang bisa jahil ? Zaskia juga bisa kali .
" Mas mas!" Panggil Zaskia
" Saya Mbak ?"
" Iya ,Mas sini deh"
Farel tahu istrinya ini pasti akan balas dendam. Zaskia memang gadis nakal. membuat Farel kewalahan karena ulahnya.
Farel masih fokus memperhatikan, ia ingin tahu sampai mana kemampuan istrinya dalam balas dendam .
Pelayan tersebut menghampiri mereka ," Ada yang bisa saya bantu, mbak.?"
"Tolong turunin saya tutorial ini dong Mas !"
Farel membulatkan matanya, Sedetik kemudian ia mengatur ekspresinya agar Tetap datar . Takkan ya biarkan Zaskia menang .
"Hah!"
" Tolong turunin saya di troli ini mas." kata Zaskia lagi
Pelayan tersebut melirik ke arah Farel . Wajah datar, tetapi Tatapan yang tajam membuat siapapun ingin kabur dari tempat ini sekarang juga .
"Gimana caranya Mbak ?"
Kenapa Farah diam aja? apa jadinya tidak cemburu ? Oh baiklah .
" Gendong Mas ." jawab Zaskia
"Hah!"
Zaskia membuka lebar lebar tangannya , menyuruh sang pelayan agar semakin mendekat .
"Gendong Mas ...AAAA"
Farel mendorong troli Zaskia dengan kencang , mengelilingi supermarket yang mendapatkan tetapan geli dari pengunjung yang lain.
Zaskia kegirangan, minta Farel untuk mempercepat lajunya . " Ayo buruan rel , lebih cepat ayo , kurang cepat nih ,ayo " teriak Zaskia heboh
Niat hati ingin membuat Zaskia kapok karena berhasil membuatnya cemburu , eh malah respon positif yang ia dapatkan. istrinya memang sangat unik, membuat Farel geleng-geleng kepala .
Mereka sudah selesai belanja , Farel melupakan sesuatu, ia mendorong troli Zaskia ke arah kotak rokok.
" Eh mau ke mana lagi rel?" tanya Zaskia mengerutkan keningnya
"Kan belanjanya udah selesai" lanjutnya
" Mau beli sesuatu, kelupaan " Jawab Farel.
Zaskia terkejut bukan main , di hadapannya banyak sekali rokok dengan beraneka merk. pasti suaminya akan membeli tembakau kering ini , Zaskia tidak akan membiarkannya .
" Eh mau ngapain kamu ?
" Beli permen "
Zaskia memukul tangan Farel yang hendak mengambil rokok ." Aduh kenapa sih, Ay?"
" Nggak boleh!"
" Emang kenapa ?"
" Aku nggak suka bau asap"
Farel mencibir ,"Dih, yang mau ngerokok depan kamu siapa ? aku mah kalau ngerokok biasanya di markas bareng anak-anak . nanti kamu akan Terpukau kalau melihat aku ngepulin asap . bisa meninggal di tempat kamu lihatnya, Ay." ucap Farel seolah bangga.
" Nggak boleh Farel , mau kamu ngerokok di toilet skali pun aku tetap nggak akan ngizinin kamu beli rokok "
Zaskia mendengus kesal ," Mending kamu beli permen deh . Jadi kalau lagi pengen ngerokok kamu bisa ganti pakai permen ."
__ADS_1
Farel menaikkan satu alisnya," permen mana bisa ngeluarin asap "
" Bakar apartemen aja sekalian kalau pengen berasa !" ucap Zaskia kesal.
" Kalau kamu emang sayang sama aku , Kamu pasti nurutin apa yang aku mau . aku minta kamu untuk berhenti ngerokok bisa?"
cowok itu mengetuk-ngetuk telunjuknya pada dagu, seperti sedang memikirkan sesuatu . Farel tak bisa hidup tanpa rokok , Farel juga tak bisa hidup tanpa Zaskia . oke masuk akal , farat akan mendapatkan kerugian dari ide gilanya ini .
" Iya deh aku nggak jadi beli rokok "
" Tapi sebagai gantinya , pakai bibir kamu ya"Ujar Farel tersenyum smirk.
"Hah?"
" Kalau aku lagi pengen ngerokok , kamu harus cium aku . sebagai pengingat diri Ay"
Zaskia menimbang-nimbang, tak ada salahnya juga sih . Lagian hanya sebuah ciuman kan ? Pahala baginya jika menyenangkan hati suami .
Zaskia mengangguk ,membuat mata Farel berbinar senang.
" Satu ciuman untuk satu batang rokok, gimana?" tanya Farel menaik turunkan alisnya .
" Boleh siapa takut ."Ujar Zaskia menerima tantangan suaminya itu.
Farel tak jadi beli rokok, dirinya kembali mendorong troli menuju kasir.
Farel menurunkan istrinya, menggenggam tangan Zaskia agar tidak terseret orang . Maklum , istrinya kecil sekali . Farel bisa gila jika Zaskia terlepas dari jangkauannya .
" Rel? Sini deh."kata Zaskia setengah berbisik
Farel membungkukkan sedikit badannya , "Apa?"
" Kamu sehari ngerokok berapa batang ?" tanya Zaskia
Farel tersenyum jahil , rupanya Zaskia kepikiran perihal ciuman tadi .
" 3 bungkus." Ucap Farel asal
" Mampus "ucap Zaskia menepuk keningnya.
...^^^^...
" Gue nggak akan biarin lo celakain Zaskia "
" Ya terserah gue dong . gue nggak minta diceramahin dan gue juga nggak butuh nasihat dari lo.gue datang ke sini buat ngajak lo kerjasama , mau nggak ?"
Pria itu mengepal tangannya . Bagaimana bisa wanita di hadapannya ini tahu jika dirinya menyukai Zaskia?
" Kita beda. Lo terlalu jahat untuk mendapatkan cinta dari seseorang "
" Bukan gini caranya , kalau Farel emang nggak cinta sama lo. Lu Seharusnya terima itu semua "
"Nggak,gue bukan lo yang lain Zaskia gitu aja untuk Farel. gue nggak akan Biarin siapapun deketin Farel. pokoknya cuman gue yang ada di samping Farel!!"
Pria itu mengusap rambutnya ke belakang . Kenapa wanita ini kerap kepala sekali ? Sudah jelas-jelas Zaskia dan Farah saling mencintai . tak ada celah bagi mereka untuk masuk ke dalam hubungan keduanya.
" gue bukan perusak hubungan orang "
Wanita itu tersenyum sinis , " Lo pengen gue ngerusak Zaskia ? Lebih baik mana? hubungannya yang gue rusak atau kehidupannya yang gue acak-acak ?"
" Lu pengen Zaskia yang lo bangga-banggakan itu jadi Butiran Debu dalam sekejap mata ? gue nggak pernah main-main sama ucapan gue sendiri "
" Kalau lo pengen bunuh Farel sih, silakan gue nggak masalah . Karena gue yakin tenaga lo nggak ada apa-apanya ketimpang dia."
" Sedangkan gue? Gue licik dan punya banyak peluang.Zaskia itu cewek lemah , kapanpun gue bisa ngehancurin dia dengan tangan gue sendiri ."
" Sekali lo sentuh Zaskia , gue nggak akan segan-segan bikin hidup lo menderita seperti dulu !"
"Cowok brengsek ! nggak usah ngancam gue balik !"
Pria itu berpikir sejenak ." kalau gue terima tawaran loh, gue bakal dapat apa ?"
" Dapat Zaskia ."
" Farel buat gue dan Zaskia buat lo , gimana?"
" Oke, gue setuju ."
~•••~
__ADS_1