
Zaskia masuk kedalam kamarnya, ia menangis sesegukan di bawah bantal. Bukan karena permintaan orang tuanya yang meminta ia untuk menikah muda, tapi Zaskia tidak rela jika harus di tinggal sendiri oleh orang - orang yang ia sayang.
Ayah, bunda dan abang nya akan menetap di Jepang dalam jangka waktu yang lama. Itu artinya Zaskia akan berpisah dengan mereka. Membayang kan saja Zaskia tak mampu.
Tok tok tok
"Kia, abang masuk ya?" tak ada jawaban, Jovi memutuskan masuk ke dalam kamar adik nya. Ia tak tega membiarkan Zaskia menanggung beban seberat ini di usianya yang masih terbilang sangat muda.
"Abang tau kamu belum tidur, emang nggak sesak apa tidur tengkurap di bawah bantal gitu? Mendingan nikah muda, dek, daripada mati muda." bisa - bisa nya jovi menggoda adiknya dalam keadaan seperti ini.
Zaskia bangun dari posisinya, duduk bersila menatap sang abang.
"Abang, jangan bilang abang udah tau rencana ayah sama bunda hiks...."
"Maafin abang , dek. Tujuan abang pulang ke Indonesia adalah untuk jemput ayah dan Bunda. Abang kira sebelumnya, ayah sama bunda udah ngasih tau kamu , dan masalah perjodohan ini, abang juga nggak tau tentang rencana ayah yang mau jodohin kamu sama anak sahabatnya."ucap Jovi,
"Kia, kira abang bakalan lama disini kali ini, eh tau - tau nya. Minggu depan abang udah pergi, pake ajak ayah , bunda lagi hiks..."
"Udah ih, jangan nagis terus. kasihan calon suami kamu, masa dia dapat istri yang cengeng kaya kamu.."ujar Jovi yang berusaha membuat adiknya tersenyum.
"Abang, Kia nggak mau pisah sama kalia.."rengek Zaskia
"Kia dengerin abang ya, orang tua pengen anak nya bahagia, nggak ada orang tua yang pengen anaknya susah. Kia harus yakin sama pilihan ayah dan bunda nggak akan salah mereka pengen kasih yang terbaik buat kamu. Kia nggak boleh ragu sama pilihan ayah dan bunda . Kia pengen, kan lihat ayah dan bunda bahagia? Apa Kia mau melihat mereka sedih? Apa Kia mau mereka kecewa?" ujar Jovi yang mencoba membujuk adiknya.
Zaskia menggelengkan kepalanya , ia menghapus sisa air mata yang masih menempel di pipi nya.
"Jadi, gimana? Apa Kia menerima perjodohan ini?" tanya Jovi.
__ADS_1
Zaskia menggeleng , mendengar kata perjodohan membuat dirinya ingin menangis kencang.
"Kia, nggak tau bang. Kia masih terlalu kecil untuk itu, Kia belum bisa mengurus rumah tangga. Kia nggak mau pisah sama kalian." ucap Zaskia kembali menangis.
Jovian tersenyum mendengar jawaban Zaskia, ia membawa adiknya itu ke dalam pelukan nya, mencium lembut puncak kepala sang adik.
"Yaudah, nggak apa - apa, sayang. Abang hargai apa pun keputusan kamu. Kia terima, alhamdulillah, Kia nolak juga itu hak Kia. Karena nanti kan yang akan menikah dan menjalani rumah tangga itu bukan abang tapi kamu. abang nggak ada hak untuk ikut campur apalagi memaksa."ucap Jovi
Zaskia menangis sesegukan, ia meremas baju jovi kuat - kuat." Kia sayang abang, jangan pergi, bang." ujar Zaskia.
"Abang juga sayang banget sama, Kia."balas Jovi.
...^^^^...
Asap rokok mengepul di ruangan apartement nya, bibir sexy itu kini sedang sibuk mengabsen nama - nama hewan yang di sertai dengan umpatan laknat lainnya. Setelah di rasa sedikit tenang, Farel membuka mata nya perlahan, ia merasa emosi nya mulai mereda.
Tak sia - sia Farel meneguk 3 botol vodka sampai habis tak tersisa,Sudah lama sekali dirinya tidak menyentuh minuman haram itu. I a akan meminumnya saat hati nya sedang kacau, seperti sekarang ini. Ia sangat membutuhkan sesuatu yang bisa membuat nya, merasa tenang.
Farel yakin ia, sedang di permain kan oleh takdir. Semesta tidak ingin Farel bahagia. Setelah dulu ia kehilang orang yang sangat ia cintai, kini semesta memaksanya untuk kembali menjalin hubungan dengan orang yang berdbeda,/
Flashback on..
"Papa, mau ngomong apa sama Farel?" tanya Farel yang berjalan menghampiri kedua orang tuanya yang sedang berada di ruang tengah.
"Duduk dulu, nak!"ujar Anne pada putra nya.
"Jadi gini, Rel. Kamu itu kan udah besar? Papa lihat kamu juga udah mulai berubah sedikit demi sedikit. Sebagai orang tua yang baik. Sudah pasti kami menginginkan yang terbaik untuk kamu..."
__ADS_1
Langsung to the poin aja, pah" ujar Farel yang tidak suka basa basi.
"Papa mau jodohin kamu sama anak temannya papa."
Farel memasang ekspresi datar, "Maksudnya gimana? Kalian nyuruh aku buat nikah muda?"
"Iya sayang, kamu mau kan? Ini demi kebaikan kamu,anak. Dia anak sahabat papa, dia seumuran sama kamu, dia cantik dan sholeha. mama rasa kalian bisa saling melengkapi kekurangan kalian satu sama lain.
"Mama pikir aku orang bodoh? Aku tau tujuan papa dan mama nikahin aku, Aku belum punya pacar belum berarti aku belum move on dari Lita, ma. Aku belum punya pacar, bukan berarti kalian bisa menjodohin aku sama perempuan yang nggak aku kenal." ucap Farel dengan nada bicara nya yang mulai meninggi.
"Farel, jaga bicara kamu!" Tegur dimas.
"Waktu itu kamu bilang nggak akan kecewaain mama lagi, kenapa kamu nggak bisa pegang omongan kamu sendiri?"
"Papa jangan manfaatin situasi. Ini beda, pah. Ini tu tentang hidup dan masa depan Farel. Farel yang akan jalani ini semua bukan kalian., bukan kalian. Kalian nggak berhak buat ngatur hidup Farel. Kemaren mama minta Farel buat tinggal di sini, Oke Farel turutin. Mama minta Farel untuk jadi lebih baik, oke Farel turutin juga. Dan sekarang? Mama minta Farel buat nikah dengan wanita pilihan kalian?
"ck, Omong kosong! Kalau tau akhirnya bakal di jadiin robot kaya gini, Mending dari awa aku nggak usah pulang kerumah. Rumah ini dari dulu nggak pernah berubah. Selalu ngasih kesan buruk dalam hidup Farel!!" ujar Farel dengan nada tinggi nya.
PLAKKKK
Tamparan keras mengenai pipi mulus FArel, membuat ujung bibir nya sedikit mengeluarkan darah.
"Dari dulu kamu emang nggak pernah berubah, susah diatur, otak kamu isinya cuma Lita Lita Lita. Move on REL. Mau sampai kapan kamu akan terjebak dalam masa lalu? nggak usah munafik, Papa tau kamu belum bisa melupakan Lita. Kamu harus terima perjodohan ini, papa nggak nerima penolakan!!"ucap Dimas tegas.
Farel mengacak rambutnya frustasi. Ia beranjak dari sana seraya mengambil kunci mobil di atas meja.
"Malam ini aku nggak akan pulang kesini, papa sama mama nggak usah nungguin Farel atau pun nyariin Farel."ucap dan berlalu pergi.
__ADS_1
Flashback off
~•••~