Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 21


__ADS_3

Setelah mati - matian membujuk kedua orang tua nya, Akhirnya Farel di izinkan untuk pulang ke apartemen, tentu saja bersama Zaskia.


"Rel, ayolah. Pulang kerumah mama aja, ya." tak henti - hentinya Anne merengek membujuk anaknya, Raina menepuk jidatnya melihat tingkah mama ya.


"Mama udahlah, mungkin kakak pengen belajar mandiri. Jangan di paksain terus." ujar Raina membujuk sang mama.


"Emang mama nggak pengen cepat - cepat dapat cucu?"sambungnya yang langsung mendapatkan jitakan dari Farel.


" Nggak usah ngaco, Rain"ujar Farel.


"Udah - udah jangan ribut di sini, ayo keluar. Kasihan ynag punya rumah malah nunggu lama." ajak Dimas pada istri dan juga anak - anaknya.


Kaki Farel terasa pegal sekali, sudah hampir satu jam ia menunggu di teras, menonton Zaskia yang sedang menangis sesegukan di pelukan bunda nya.


"Hiks... Hiks... Bunda.." Zaskia melepaskan pelukannya dari Mina, membuat Farel bisa bernapas dengan lega.


"Udah, sayang. Kasihan suami kamu dari tadi nungguin."ucap Mina.


Faisal menghampiri Farel, menepuk pelan bahu pria yang kini sudah resmi menjadi menantunya itu.


"Ayah titip Kia ya ,Rel. Tolong bimbing dia, nasehati Kia kalau dia berbuat salah, tegur Kia kalau dia melawan perintah kamu. ayah percayakan Kia sepenuhnya sama kamu, tugas ayah udah selesai, ayah yakin kamu bisa jadi pemimpin yang baik dalam rumah tangga kalian."


"Iya, yah, insya allah,"ujar Farel mantap, sebenarnya ia ragu dengan ucapannya sendiri.


"Kia harus jadi istri yang baik, ya, Nurut sama suami, jangan melawan, layani suami dengan sepenuh hati. Nggak boleh ngeluh dan jalani semua nya dengan ikhlas ya, nak." nasehat Bunda Mina pada Zaskia.


"Iya, bun, insya allah."ucap Zaskia


"Kia, kala Farel macam - macam sama kamu, kasih tau papa ya, nggak usah takut."


"Emmmm iya, pah." jawab Zaskia.


"Rel, adik gue orang nya cengeng banget, manja juga. Jadi sabar aja,ya, hadapin dia. Semoga lo kuat." ucap Jovi kepada Farel.


"Abang ih!" Zaskia menghentak - hentakkan kakinya, membuat semua orang di sana tertawa.


"Ekhem, kita jalan sekarang, ya, udah sore banget soalnya." sungguh Farel sangat membenci situasi ini, dimana semua orang tertawa padahal tidak ada yang lucu.


"Yaudah hati - hati di jalan, Rel. Kalem aja bawa mobilnya, kayaknya sebentar lagi bakal turun hujan." pesan Jovi


"Iya, bang." jawab Farel

__ADS_1


"Hati - hati, kak Kia." ucap Raina.


"Daaa, Rain."


"Kapan - kapan kita shopping bareng ya, Kia." ucap mama Anne.


"Hehehe, iya, ma. Mama jaga kesehatan ya, papa juga."


"Duh menantu kesayangan mama perhatian banget, sih. Nggak kaya yang itu, tuh." tunjuk Anne pada putranya.


Farel memutar bola mata nya malas, pamit pada semua orang di sana lalu memasuki mobil, di susul oleh Zaskia.


Farel menjalankan mobil nya, hujan pun mulai turun membasahi kota Jakarta. Tak tahan lagi, Farel melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, hampir saja Zaskia terpental ke depan.


"Rel, pelan - pelan aja. Jangan ngebut! Jalan nya licin.... ASTAGFIRULLAH, FAREL!!!"teriak Zaskia saat Farel menambah kecepatan mobilnya.


"Mobil nya baru gue cuci, ntar kotor lagi. Udah lo diem aja, nggak usah bawel!" ujar Farel yang fokus ke jalan.


Zaskia memejamkan maa nya seraya mengeratkan pegangan nya pada sabuk pengaman.


"Iya, tapi jangan ngebut juga!! Pelan - pelan aja, Rel"kata Zaskia, dia sangat takut.


"Lebih bahaya lagi kalau kita satu mobil. Udah lo diem aja, bentar lagi juga nyampek. Apartemen gue deket kok dari sini."balas Farel, tanpa mengalihkan pandanganya dari jalanan.


Farel menepikan mobilnya ke kiri jalan, dia melepaskan sabuk pengaman nya, dan menoleh kearah Zaskia. Kemudian di turunkannya kaca mobil.


"Sekali lagi lo berisik, gue lempar lo keluar!!" ancam Farel, Zaskia pun terdiam seribu bahasa di buatnya.


Melihat Zaskia yang terdiam, Farel pun tersenyum smirk. Kemudian ia melanjutkan perjalanan nya dan menutup kembali kaca mobil nya.


...^^^^...


"Lo tinggal sendiri?"tanya Zaskia saat kaki nya melangkah masuk ke dalam apartemen Farel.


Hening.


"Halooo? Farel? Kok diem?" uca Zaskia karenaFarel tidak meresponnya.


"Pertanyaan lo penting ?"tanya Farel balik, dengan nada sinis.


Tentu Farel tidak mau menjawab pertanyaan yang Zaskia lontar kan pada nya.Masih banyak hal penting yang harus di bicarakan pada gadis yang sudah berstatus sebagai istrinya ini.

__ADS_1


"Ya, nggak juga sih, tapi..."


"Lo lama banget sih jalannya, cepatan!!" potong Farel, yang terus berjalan menuju apartemennya


Dengan gerakan cepat, Zaskia kembali menarik dua koper yang di atasnya terdapat beberapa hadia pernikahan yang diterimanya dari para tamu undangan.


"Iya, iya sabar dong, Ini koper nya berat tau." balas Zaskia.


"Bagus nggak kamar nya?" tanya Farel saat mereka sudah berada di ambang pintu kamar tamu apartemen.


"Bagus banget. Simple tapi elegant." jawab Zaskia. Zaskia menatap wajah Farel dari samping, tersenyum manis kemudian berucap," kamu kok tau selera aku."


"Lo suka?" tanya Farel


"Suka, ternyata kamu per..."


"Bagus deh kalau suka." dengan sengaja Farel memotong ucapan gadis bawel di samping nya ini, ia tidak suka mendengar pujian yang keluar dari mulut Zaskia.


Farel memutar tubuhnya, berniat meninggalkan Zaskia yang sedang sibuk merapikan isi kopernya.


"Eh, mau kemana?"tanya Zaskia.


Farel menunjuk dengan dagu nya, menunjuk pintu putih yang berada persis di depan kamar Zaskia.


Zaskia beranjak dari posisinya, kemudian menghampiri Farel. "Itu ruangan apa?"tanya Zaskia penasaran.


"Kamar gue."jawab Farel singkat.


"M - maksudnya?" tanya Zaskia kaget.


Farel menatap mata Zaskia lekat - lekat, ujung bibir nya tertarik ke atas." Lo pikir gue mau satu kamar sama lo ? Jangan kan satu kama, kalau boleh milih gue bakal talak lo sekarang juga. Gue benci sama lo!" ucap Farel dengan nada sinis dan menatap Zaskia dengan tatapan penuh kebencian.


Zaskia menunduk takut, ucapan Farel sangat menusuk hatinya.


"Jangan nunduk! Angkat kepala lo kalau gue lagi ngomong sama lo!!" ucap Farel tegas. Buru - buru Zaskia mengangkat kepalanya.


"Gue punya banyak peraturan di tempat ini. Lo harus dengerin baik - baik, karena gue nggak terima sedikit pun kesalahan yang lo buat, paham!!" suara Farel terdengar melembut tapi penuh penekanan, tapi tetap saja itu membuat bulu kuduk Zaskia meremang di buatnya.


Zaskia mengangguk, "Iya, paham" cicitnya.


"Pertama lo nggak boleh nyetuh barang - barang milik gue, karena gue paling nggak suka kalau ada orang asing yang seenaknya nyentuh barang gue. Kedua, lo harus nyebunyiin status pernikahan kita, gue nggak mau kalau orang - orang tau kalau kita ini adalah pasangan suami istri. Ketiga, lo nggak boleh masuk ke kamar gue. Keempat, kalau depan keluarga kita harus bersikap seolah kehidupan rumah tangga kita baik - baik saja dan bahagian. Dan yang ke lima, lo nggak boleh ngatur - ngatur hidup gue, gue juga nggak akan ngelarang elo untuk ngelakuin apa pun yang lo mau. Kita memang satu atap, tapi lo harus tetap jaga sikap. Kita jalani kehidupan kita masing - masing. Lo nggak perlu ikut campur urusan gue, dan gue juga akan begitu. Jangan berani - beraninya lo ngaduin kelakuan gue ke nyokap." ucap Farel menegaskan peraturan yang harus di patuhi Zaskia selama tinggal bersamanya.

__ADS_1


"Apa boleh aku nego?"tanya Zaskia.


~•••~


__ADS_2