
"Saran gue, sih, lo jangan deket - deket sama Andre." ujar Sandra menyarankan.
Zaskia menaikkan sebelah alis nya, menunggu kelanjutan dari ucapan Luna.
"Kalau gue liat - liat dia, ya. Kaya nya sih Andre demen deh sama lo Ki."lanjut Luna
Zaskia tertawa kecil , "Mana mungkin sih, Lun. Nggak usah ngacok ah kalau ngomong."ucap Zaskia yang tidak percaya dengan ucapan sahabat nya itu.
"Beneran loh ,Ki. Dari cara dia natap lo aja udah keliatan banger kalau dia itu suka sama lo."ucap Luna
"Apa lagi dia yang terkenal cupu banget, teman nya aja sama buku doang. Dia selalu nggak mau berinteraksi kali sama anak - anak yang lain, tapi beda banget sama lo. Kalau sama lo, gue perhatiin dia ekspretif banget kalau lagi ngobrol. Dari situ aja, udah keliatan banget kalau dia suka sama lo."ucap Luna
Zaskia menghentikan aktivits nya, kemudian menatap ke arah Luna.
"Kita tu udah sering ikut olimpiade bareng, Lun. Jadi wajar aja kalau kita tu dekat, dan sikap Andre menurut gue masih di taraf wajar - wajar aja. Mungkin dia merasa nyaman berteman sama gue, secara gue kan juga suka baca buku . Jnagan cepat nilai orang gitu deh, nggak baik. Belum tentu dekat itu suka"ujar Zaskia menggelengkan kepala nya, dia nggak habis dengan pikiran sahabat nya itu.
"Hadee,, masa lo nggak nyadar sih Ki? Anak satu kelas aja peka kali." lanjut Luna, yang masih mencoba meyakin kan pada Zaskia bahwa Andre itu menyukai Zaskia.
Triiiing.... Triiiiing.... Tringggg....
Bel masuk berbunyi, Di susul dnegan suara pak Amri , guru bahasa Indonesia.
"Assalamualaikum . Baik anak - anak, silahkan buka buku paket nya dan buka halaman 30.
"Nggak usah di pikirin, gue balik dulu ke bangku gue."Ucap Luna menepuk bahu Zaskia, lalu beranjak dari sana.
"Andre suka gue? Kok bisa , ya?"gumam Zaskia yang masih tak habis pikir, bagaimana bisa tu cowok suka sama dia. Zaskia masih termakan akan ucapan Luna tadi. Ucapan Luna masih terngiang - ngiang di telinga nya dan bahkan sekarang pun, wajah Andre mulai berputar - putar di kepala nya.
"Astagfirullah."ucap Zaskia menggeleng kan kepala nya mencoba menghilang kan semua pikiran nya.
^^^^
Zaskia melambai - lambaikan tangan nya pada seorang pria yang baru saja keluar dari pintu kedatangan internasional. Pria tersebut menoleh ke arah Zaskia, tersenyum sambil berjalan menghampiri adik kesayangan nya itu.
"Assalamualaikum adik kesayangan abang."sapa Jovian
Tak menjawab salam abang nya, Zaskia langsung memeluk Jovian dengan sangat erat.
"Lho, kok salam abang nggak di jawab? Dosa lo,Ki."ucap Jovi, dia merasakan tubuh adiknya itu bergetar, rupa nya Zaskia sedang menagis dalam pelukan nya.
__ADS_1
"Eh, kok malah menangis? Cengeng banget, sih." ucap Jovi melepaskan pelukan nya, menoel hidung mancung .
"Waalaikum salam,Aku kangen banget sama abang."ucap Zaskia.
Jovi menahan tawa nya,tak tahan melihat ekspresi adik nya, " Kalau kangen kok malah nangis? Nanti abang balik lagi aja ke Jepang. "
"Abaaaang jahat hiks..."oh tiak - tidak kenapa tangis adek nya semakin kencang? Seperti nya ada yang salah dengan ucapan nya
"Eh, udah - udah, ayok kita pulang. Di lanjutin di rumah aja nangis nya."ujar Jovi dengan nada menggoda.
"Tuh kan abang jahat ihh..." ucap Zaskia mengerucut kan bibir nya.
"HAHAHAHA...."
Saat sampai di pakiran, "assalamualaiku, pak Sardi, apa kabar?" sapa Jovi pada supir.
"Waalaikum salam, nak jovi. Alhamdulillah baik, maaf tadi bapak nggak ikut nyusul ke dalam abis nya nyari pakiran susah banget."ucap pak Sardi.
"Nggak apa - apa pak, justru Jovi berterima kasih sama bapak karena udah mau di repotin sama anak manja yang satu ini."balas Jovi sengaja menggoda adik nya.
"Abang, kok godain Kia mulu sih?" kesal Zaskia.
"Nggak kok, nak. Malahan bapak senang banget bisa ikut jemput kamu ke bandara, ayo masuk."kata pak Sardi membuka kan pintu mobil bagian belakang.
"Abang, disana betah banget, ya?"tanya Zaskia.
"Betah banget dong, malahan abang sampe nggak pengen balik lagi ke Indonesia."jawab Jovi
"Abaaaang.."rengek Zaskia manja, Jovi tersenyum melihat ekspresi adiknya itu.
Pak Sardi ikut tersenyum melihat ke akuran anak - anak majikan nya itu.
"Nak, Jovi sudah berapa lama nggak pulang ke Indonesia?"tanya pak Sardi.
"Baru juga setahun pak, kerasa lama banget ya aku nggak pulang - pulang."kata jovi
Jovian Julio, putra sulung dari Faisal dan Mina. Sudah 5 tahun dia menetap di Jepang untuk mengurus bisnis ayah nya yang memilki cabang di sana.
Pria itu sesekali pulang ke Indonesia hanya untuk menengok keluarga nya saja. Perbedaan umur yang terpat sedikit, membuat adik nya Zaskia sangat manja pada abang nya ini. Mereka sedari kecil selalu bersama, ketika sudah dewasa sangat sulit untuk di pisahkan.
__ADS_1
Untung saja Faisal selalu punya cara untuk membuat kedua anaknya tidak lagi bergantung sama lain.
...^^^^...
Setibanya di rumah, Jovi langsung di sambut oleh mama nya dengan pelukan rindu.
"Kangen.."ucap bunda nya.
"Jo, juga kangen banget sama Bunda."ucap Jovi.
"Aku juga mau, peluk."Zaskia bergabung dengan memeluk mama dan abang nya.
"Ayah, mana bun?"tanya Jovi yang tidak melihat ayahnya
"Tadi kata nya, masih di jalan. Ayo sekarang kamu ganti baju dulu! "suru Mina
"Iya, Bun. Yok dek."Jovi pun mengandeng tangan Zaskia untuk naik ke lantai atas, karena kamar Jovi dan Zaskia berdekatan.
"Kita ke kamar dulu ya, bunda."ucap Zaskia.
"Iya, kamu istirahat ya nak."ucap Mina mengelus lengan putrinya.
Jovi mengantarkan adiknya itu ke kamarnya," Istirahat, ya."ucap Jovi saat di depan pintu kamar Zaskia.
"Abang juga!"ucap Zaskia masuk kedalam kamarnya.
Jovi terdiam sejenak memandangi pintu kamar adiknya yang sudah tertutup rapat.
"Maaf kan abang, dek. Semoga ini adalah keputusan yang terbaik buat kamu."ucap jovi, kemudian berlalu masuk kedalam kamar nya.
Sekitar pukul 17.30 WIB, terlihat mobil Faisal memauki pekarangan rumah.
"Assalamualaikum."ucap Faisal saat di sambut oleh Mina.
"Waalaikum salam."jawab Mina mencium punggung tangan suami nya itu.
"Mana anak - anak? Apa mereka sudah kembali?"tanya Faisal yang melihat sekitar rumah yang tampak sepi.
"Udah, mereka lagi di kamar."ucap Mina.
__ADS_1
"Ayah, mandi dan istirahat lah juga. Ayah pasti capek kan."ucap Mina, menuntun Faisal untuk ke kamar mereka.
~•••~