
Zaskia sudah selesai bersiap - siap, ia mengenakan baju gamis berwarna navy yang senada dengan warna kerudungnya. Zaskia terlihat sangat cantik, padahal gadis itu hanya memoles sedikit bedak dan liptin saja.
Zaskia mendengar suara mobil dari luar, ia yakin itu pasti mobil dari calon suaminya sudah datang. Astaga, Kia sangat gugup.
Tok tok tok
"Kamu udah siap? Yuk turun, tamunya udah datang."
"Abang tunggu sebentar, bedak Kia ketebalan nggak? Bibir Kia nggak belepotan kan?" ucap Kia melontarkan beberapa pertanyaan, pada abangnya.
Jovi mengulum senyumnya, ada - ada saja dengan adiknya itu.
"Cantik, kamu udah cantik banget, Dek. Adek abang adalah bidadari paling cantik urutan kedua setelah bunda. Beruntung banget calon ipar abang dapatin kamu."
Jovi mengandeng tangan Zaskia, berjalan perlahan menuruni anak tangga. Tangan Zaskia menegang, Jovi bisa merasakan bahwa adiknya sangat gugup.
Zaskia menunduk, tidak siap melihat calon suaminya.
"Nah, ini dia anaknya, Dimas kenalin ini putra pertama ku bernama Jovian."
"Selamat malam om, tante.."Sapa Jovi, tersenyum menyapa keduanya.
Selamat malam juga, yang cantik itu yang namanya Zaskia, ya?"tanya Anne.
Zaskia mengangkat kepala nya perlahan, lho? Calon suami nya mana? Di hadapannya hanya ada wanita paruh baya serta... Ah tidak mungkin orang tuanya sejahat itu, rela menjodohkannya dengan pria yang seumuran dengan sang ayah, Astagfirullah!
"Wahhh, cantik sekali anak kamu Faisal cocok banget sama anak kita ya, mah."ujar Dimas.
Oh ternyata, pasutri yang ada di depannya ini adalah calon mertuanya, lalu kemana calon suaminya?
"Anak kamu mana , Dim?"tanya Faisal, tampaknya pertanyaan dari sang ayah bisa mewakili kebingungan Zaskia.
"Dia berangkat bareng adiknya, mungkin terkena macet."Jawab Dimas.
"Kakak sih, lama banget ganti baju nya, ah jadi telat kan kita... "suara berisik dari arah pintu masuk berhasil mengalihkan perhatian Zaskia.
"Assalamualaikum." seorang gadis cantik dengan dress selutut berwarna tosca berjalan sopan ke arah mereka.
"Waalaikum salam" Jawab semua orang.
"Rain, kok kamu sendirian? Kakak mana?"tanya Anne, yang heran melihat anak gadisnya hanya sendirian datang ke sana.
__ADS_1
"Kakak lagi angkat telepon, dari temannya."jawab Rain
Zaskia bernapas lega, semoga saja calon suaminya punya urusan penting. Sehingga acara perjodohan ini di batalkan.
Tampaknya, Keberuntungan sedang tidak berpihak pada Zaskia. Suara bariton dari seorang pria berhasil membuat degup jantungnya berpacu dengan sangat cepat.
"Maaf saya terlambat."
Tunggu sebentar, Zaskia seperti p4erneh mendengar suara ini, tapi dimana? Suara ini begitu familiar di telinga nya. Bahkan, Zaskia sudah berulang kali mendengar suara ini. Sungguh, pada saat ini susah sekali untuk mengingat siapa pemilik suara yang di dengarnya ini.
Langkah pria itu semakin terdengar jelas, membuat Zaskia menundukkan kepala nya.
"Faisal, Mina, perkenalkan ini anak kami Farel." ucap Dimas memperkenal kan putra nya.
"Malam om, tante," sapa Farel menundukkan kepala nya sopan.
"Selamat malam Farel. Wah anak kamu ganteng ya, Dim" puji Faisal yang kagum melihat ketampanan putra sahabatnya itu.
"Farel? Farel siapa? Semoga aja bukan Farel Aditama, di dunia ini yang namanya Farel kan banyak. Zaskia bisa mati muda jika pria yang sedang duduk di hadapannya ini adalah ketua osisnya sendiri.
Zaskia mengangkat kepalanya secara perlahan, semoga saja dugaannya salah.
Glek
Zaskia bersaha untuk menelan salivanya dengan susah payah. Tidak salah lagi, Farel Aditama adalah orang yang akan di jodohin dengan nya.
"Halo kak, kenalin nama akau Raina."sapa Raina melambaikan tanganya kepada Zaskia.
"Halo, Raina. Nama aku Zaskia" balas Kia.
"Farel kenalin diri kamu!"bisik Anne mencubit paha putranya.
"Farel."ucapnya singkat.
"Za-Zaskia."sungguh, Zaskia tidak tahu mengapa suaranya menjadi bergetar seperti ini.
Ia yakin sekali, pasti saat ini abangnya sedang menahan tawa karena melihat kegugupannya.
"Yasudah, karena ini udah masuk jam makan malam, mending sekarang kita makan malam dulu. Ngobrolnya, kita lanjutin nanti , pasti kalian udah laperkan."ucap Mina, yang mendapat anggukan dari semua orang
Selama makan malam, Farel idak mengeluarkan suara sedikit pun. Zaskia jadi berpikir, apakah Farel tidak menyukai keramaian? Atau Farel orangnya memang nggak suka bicara? Atau Farel sebenarnya tidak menyukai acara ini? Begitu banyak pertanyaan dalam benak Zaskia.
__ADS_1
Acara makan malam sudah selesai, di lanjutkan dengan obrolan serius tentang perjodohan anatara Farel dan Zaskia.
"Faisal, Mina, kedatangan kami kemari, karena ada niat baik yang ingin kami utarakan pada keluarga kalian. Kami berniat serius ingin menjodohkan putra kami Farel dengan putri kalian Zaskia. Bagaimana, apa kali menyetujuinya?" ujar Dimas mengutarakan maksud dan tujuan mereka datang kesana.
"Semua nya, saya serahkan pada putri saya Kia, biar dia yang memutuskan tentang perjodohan ini. Masalah menolak atau menerima, semua ada di tangannya. Kami sebagai orang tua hanya bisa menghargai kepusan yang akan di ambil oleh anak kami."ucap Mina
Zaskia tersenyum mendengar jawaban sang bunda, ia yakin bundanya tidak akan memaksakan perjodohan ini. Namun, Kia tidak mau mengecewakan ayah dan bundanya, apa lagi keluarga Farel yang kelihatannya sangat berharap dengan perjodohan ini. Masalah bahagia atau tidaknya perjodohan ini, nanti saja dia pikirkan, biarlah nanti Kia sendiri yang akan menanggungnya. Tapi ia yakin Farel adalah pria yang baik, Semoga saja keputusannya kali ini tidak salah.
"Bismillah, Kia menerima perjodohan ini."ucap Zaskia pelan.
"Alhamdulillah." semua orang tersenyum bahagia mendengar jawab Zaskia. Namun, tidak dengan Farel, ia mengepalkan tangan nya kuat - kuat, ia tak terima dengan keputusan yang sudah diambil oleh Zaskia.
"Mohon maaf, Om, tante, boleh saya ngobrol berdua sebentar dengan Zaskia?"tanya Farel bersuara.
"Oh silahkan, nak Farel."jawan Mina.
"Ingat lho kak, kalian belum halal, jangan di apa - apain dulu Zaskia nya."bisik Anne.
Astaga ambigu sekali ucapan mamanya ini, Farel hanya ingin memberi pelajaran kepada Zaskia, tidak lebih.
Farel memberikan kode kepada Zaskia, agar gadis itu mengikutinya dari belakang. Zaskia pun berdiri dan mengikuti Farel.
"Kemana?"tanya Farel, dia tidak tau seluk beluk ruamh ini.
"Hah?"
"Habis ini kemana?"tanya Farel memperjelas pertanyaannya barusan.
Ya allah, Kia lupa. Ini kan rumahnya. wajar jika Farel nanya arah. Pria itu pas mencari tempat untuk ngobrol yang pas untuk mereka berdua.
"Lo autis?"tanya Farel, yang tidak mendapatkan jawaban dari perempuan yang ada di belakangnya.
"Lurus, belok kiri, disana ada taman lengkap dengan gazebonya juga, di sebelah kanan ada kolam ikan, ayah sengaja bi....."
"Gue mau ngobrol, bukan mau beli rumah lo."ucap Farel dingin.
Mereka berjalan ke taman yang di maksud Kia barusan. Setelah sampai disana, Farel pun mulai buka suara.
"Ngapain lo nerima perjodohan ini?"tanya Farel dengan nada sinis.
~•••~
__ADS_1