Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 13


__ADS_3

"Jo, tolong panggil kan adik kamu, di kamar! Suruh temui bunda sama ayah di bawah,"titah Faisal pada Jovi.


"Iya, yah." Jovi melangkah kan kaki nya menuju kamar adik nya.


Tok Tok tok


"Ki, abang boleh masuk?"


"Masuk aja, bang. Pintu nya nggak di kunci, kok."terdengar suara adik nya dari balik pintu.


"Kenapa bang?"tanya Zaskia, saat melihat abang nya berjalan menghampiri nya.


"Di panggil ayah, Ki. Kamu udah di tungguin di bawah. Langsung samperin sana!"seru Jovian.


"Oke."balas Zaskia tersenyum sambil mengacung kan jempol nya.


Zaskia pun beranjak dari duduk nya, dan berjalan keluar menemui ayah nya, yang sedang berbicara di telepon dengan seseorang, nampak nya pembicaraan itu sangat serius.


"Kenapa, bun? Kok tumben manggil Kia ke sini" tanya Zaskia sambil duduk di sofa sebelah bunda nya.


Tak menjawab pertanyaan Kia, Bunda malah tersenyum. " kita tunggu ayah dulu, ya." ucap Mina.


"Ekhem."Faisal berdehem terlebih dahulu.


"Mengapa suasana di ruang keluarga terasa begitu mencengkam? Tidak seperti biasa nya." pikir Zaskia.


"Kia sayang, ayah mau tanya sama kamu. Sekarang umur Kia , berapa nak?"tanya Faisal


"17 tahun, yah."jawab Zaskia.


"Ayah nggak nyangka, ternyata gadis kecil ayah sudah tumbuh dewasa. Kalau ayah punya satu permintaan sama , Kia. Apa Kia mau mengabulkan nya?"tanya Faisal.


Zaskia menoleh melihat bunda dan juga abang nya. dia merasa kalau pembicaraan kali ini benar - benar serius. Kia, bisa melihat dari mimik dan juga nada bicara ayah nya.

__ADS_1


"Insya allah, yah. Kalau Kia bisa, pasti Kia kabulkan. Memang nya, ayah mau minta apa sama Kia?"tanya Zaskia.


"Kamu, yakin akan mengabulkan nya?


"Iya, yah."jawa Kia mantap.


"Serius , kamu bakal mengaulkan permintaan ayah?"tanya Mina memastikan.


"Iya, emang kenapa sih, kok bunda sama ayah kaya nggak yakin gitu denger jawaban Kia."ujar Zaskia heran.


"Kia akan mewujudkan, semua permintaan ayah dan bunda."Lanjut Zaskia.


"Umur 17 tahun adalah umur yang pas untuk menikah muda, apa kamu mau?"tanya Faisal yang berhasil membuat Zaskia membelalak kan mata nya.


"Iya, ma..."


Deg!!


Jantung Kia berpacu dengan sangat cepat, apa ia tak salah dengar? Bukan nya menikah di usia 20 tahu juga masih bisa di katakan nikah muda.? Tolonglah, dia ,asih SMA.


Zaskia tertawa, ia memukul pelan bantal sofa yang berada di pangkuan nya.


"Ayah ih, Kia udah serius mala becanda. Bun, lihat ayah, masa becanda nya sampai bikin aku keringet dingin gitu.


"Ayah, serius nak. Ayah nggak lagi becanda" kata Mina yang membuka suara.


"Hah? Gimana bun.?" tanya Zaskia. Zaskia tampak seperti anak polos yang tidak tau apa - apa.


"Ayah, ingin kamu menikah secepat nya!" ujar Faisal.


"Ayah, cercanda kan?"tanya Zaskia masih dengan tawa di bibir nya.


"Ayah, serius, Kia."

__ADS_1


Zaskia menatap orang tua nya bergantian, raut wajah ayah nya yang serius serta tatapan bunda nya yang sayu, benar orang tua nya sedang serius.


"Tapi kenapa harus Kia? Kia kan masih sekolah, yah. Anak ayah sama bunda itu bukan cuma Kia aja, ada abang juga. Kenapa nggak abang aja yang di suruh nikah. Lagian, umur abang kan juga udah pas dan pantas untuk menikah." ujar Zaskia.


"Jangan bilang, kalau ayah sama bunda nyuruh Kia nikah, cuma karena ingin cucu. Nggak!! Kia nggak bisa , Kia mash mau lanjutin sekolah Kia."lanjut Kia menunduk lesu.


"Bukan, bukan sayang kamu salah. Ayah sama bunda nyuruh kamu nikah bukan karena cucu dari kamu. Minggu depan ayah dan bunda harus pergi dengan Bang Jo ke Jepang, ikut menetap di sana. Dan itu bukan untuk seminggu atau dua minggu. Mungkin kita akan menetap di sana agak lama, bisa berbulan - bulan atau bahkan tahun juga bisa."


"Ayah harus kerja di sana, ngebantu abang kamu buat ngurus perusahaan di sana. Kasihan bang Jo sering kelelahan, selalu sibuk, terkadang sampai lupa waktu kalau udah ngurus urusan kantor. Perusahaan di jakarta udah ada tangan ayah yang handle. "


"Ayah nggak tega kalau harus ninggalin kamu sendiri di sini, mau bawa kamu kesana juga nggak bisa, kan? Tanggung kalau harus pindah. Kamu kan sebentar lagi lulus, nak." Faisal menjelaskan panjang lebar, berharap anak perempuan nya itu bisa mengerti.


"Apa ayah sama bunda nggak percaya sama, Kia? Zaskia bisa jaga diri kok ,yah. Lagian disini ada teman - teman Kia juga, Kia nggak sendiri, Kia juga bisa ngajak Sindy buat nginep di sini. Nggak harus dengan menikah mudah, yah." kata Zaskia dengan nada melemah.


"Sayang, dengerin bunda, Semua orang tua ingin yang terbaik untuk anak nya, nggak ada orang tua yang pengen melihat anak nya dalam kesusahan. Kami, tau banyak yang sayang sama kamu, tapi apa bisa Luna, Sindy dan Icha bimbing Kia? Melindungi Kia 24 jam? Jagain Kia dari orang - orang jahat? Nggak kan nak? ayah dan bunda pengen yang terbaik untuk Kia. Kamu tenang aja, ayah udah ada calon baut kamu. Dia pria yang baik, seumuran sama kamu, dia anak dari sahabat ayah." ujar Mina.


"Jadi gimana, apa kamu mau?"tanya Faisal yang terdengar seperti sebuah permintaan.


"Kasih Kia waktu buat memikirkan nya dulu, yah. Sekarang, Kia nggak bisa mikir apa - apa, otak kia mumet, dan Kia nggak ngasih keputusan sekarang."ucap Zaskia.


"Ya sudah nggak apa - apa, ayah sama bunda paham kok. Besok kita akan makan malam dengan keluarga calon keluarga suami kamu, kamu bisa kasih keputusan besok saat di depan mereka."kata Faisal.


"Ayah tau Kia anak yang baik, Kia nggak akan mengecewakan kami, kan?" ucap Faisal.


Zaskia tersenyum getir mendengar ucapan sang ayah, ia tidak tau harus menjawab apa.


"Kia izin ke kamar, mau istirahat dulu, yah, bun. Assalamualaikum." ucap Zaskia.


"Waalaikumsalam."ucap Faisal, Mina dan juga Jovi.


Zaskia beranjak dari duduknya, dan berlalu dari ruang keluarga. Semua anggota keluarga yang lain hanya bisa menatap kepergian Zaskia dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.


Jovi menatap iba pada adiknya, sebenarnya dia nggak tega dengan adik nya itu.Tapi dia tidak bisa melakukan apa - apa. Tapi dia yakin, keputusan ayahnya ini pastilah yang terbaik untuk adiknya.

__ADS_1


"Yah, bun. Jo susul Kia dulu ya."ucap Jovi.


~•••~


__ADS_2