
"Yaelah apaan, Icha? Cepetan deh, lo kebanyakan basa basi tahu nggak?!" seru Luna yang kesal dengan Icah ke banyakan gaya.
"Iya - iya, Luna, galak banget ih.." balas Risa.
Sindy yang sedari tadi berjalan di belakang Risa mulai kesal, lebih baik ia saja yang menyampaikan informasi ini.
"Jam pertama sam..." belum sempat Sindy menyelesaikan ucapan nya, Risa sudah lebih dulu membekap mulut nya.
"Lo bandel banget sih, Sin. Udah diem aja, biar gue yang menyampaikan nya!" seru Risa.
"IHHH, APAAN SIH ICHA, TANGAN LO BAU TERASI TAU NGGAK! SANA JAUH - JAUH DARI GUE, MALES GUE SAMA LO!" Sindy berjalan meuju bangku nya, meninggalkan Risa sendirian di depan kelas.
"Ih ngambekan, kayak perawan." gerutu Risa, melihat kepergian Sindy.
"Woi, Cha, jadi apa hot news nya?"
"JAM PERTAA SAMPAI JAM KETIGA KITA FREE, GUYS. GURU - GURU PADA RAPAT YUHUUU." teriak Risa semangat.
"Woooo! Asi nih." sorak sekelas heboh.
Anak IPA free? Kejadian yang sangat langka. Mereka tidak akan menyia - nyiakan kesempatan emas ini.
"Kantin mau nggak?"ajak Luna.
"Boleh, deh, ayok. Lagian tadi pagi gue belum sarapan, tuh anak curut udah nongol aja depan rumah gue pagi - pagi, ngajak berangkat bareng."tunjuk Sindy pada Risa yang kini sedang tebar pesona di depan kelas. Zaskia geleng - geleng kepala melihat kelakuan Risa yang begitu aktif.
"Kalian duluan aja, ya. Gue mau keruang osis dulu, soal nya ada beberapa laporan yang harus gue kasih ke pak Adi."ujar Zaskia.
"Aduh iya deh, ibu sekretaris sibuk banget nih," goda Sindy.
"Yaudah, kita duluan ya, Kia."pamit Luna, pada Zaskia.
"Iya, nanti gue nyusul ya."balas Zaskia
"Hah, kalian mau ke mana?"teriak Risa pada kedua sahabatnya.
" Ke neraka, ikut lo?!"
"Ya kali ikut?" jawab Icha memasuk kan ponsel nya ke dalam saku.
"Cha, udah lo save belum,?"tanya, Melly
Risa menepuk jidatnya, lupa. Video tiktok yang barusan ia buat bersama Melly belum di simpan.
"Nanti deh kita buat ulang. Sekarang gue mau nyusulin Luna dan Sindy yang udah duluan ke neraka, Good bye Melly." pamit Risa berlalu pergi menyusul kedua sahabatnya.
...^^^^...
Flashback on.
"Tiap hari kita berangkat bareng, tapi lo gue turunin di sini. Nggak boleh, protes!!!" ucap Farel
"Iya, terus pulang nya gimana?"tanya Zaskia.
"Ya tetap lah, lo harus jalan ke sini. Jarak sekolah ke halte kan dekat. Lo harus sudah ada di sini 5 menit sebelum gue. Gue orang nya nggak suka nunggu,kalau gue udah ada di sini dan gue nggak liat lo. Liat aja, gue bakal ninggalin lo."ujar Farel,
__ADS_1
"Kalau dalam waktu 5 menit, kamu belum juga datang, gimana?"tanya Zaskia.
"Ya tunggu lah, kan yang nggak suka menunggu itu gue, jadi lo jangan ikut - ikutan" jawab Farel.
Zaskia mengulum senyumnya, " Iya, iya tadi aku cuma bercanda kok."kata Zaskia.
"Nggak lucu, lo nggak cocok jadk pelawak." ketus Farel.
"Terus cocok nya jadi apa?"tanya Zaskia.
"Istri, gue."jawab Farel spontan.
Mampus! Farel salah ngomong.
"Maksud nya lo itu kan istri gue, ya diem aja nggak usah jadi apa - apa."astaga kenapa Farel memndadak jadi salting seperti ini?
"Sana turun, gue nggak mau lagi di hukum kaya kemaren - kemaren."ucap Farel.
Zaskia menyodor kan tangan nya pada Farel.
"Apaan? Uang? Kan udah gue kasih tadi sebelum berangkat. Cewek matre juga lu ya!"tuduh Farel.
*Tanpa memperduli kan umpatan suami nya, Zaskia langsung mengambil tangan Farel yang sedang memegang stir, lalu mencium punggung tangan suami nya itu.
"Salim doang, Rel" ucap Zaskia*.
Entah aba - aba dari mana, Farel mengecup puncak kepala Zaskia.
Cuppp
Buru - buru Farel memaling kan wajah nya, sungguh ia sangat malu sekarang.
"Cepetan turun!"seru nya.
"Haha iya suami. Garang banget sih, suami aku ini" goda Zaskia
Farel mengacak rambut nya frustasi, sungguh ia kelepasan! Farel berjanji dalam hati, dia nggak akan melakukan hal bodoh seperti itu lagi."
"Sial! Gue kenapa ,sih?"gumam nya heran.
Flashback off
"Bengong mulu, awas kesambet."
Farel menyeruput es kopi susu yang ada di atas meja.
"Yaelah, kutub es kalau di tanya diam aja!"seru Vino
Farel menyatukan alisnya, " Emang lo nanya apa? kata - kata lo nggak ada sama sekali mengandung unsur pertanyaan" Saut Farel datar.
Tampaknya Vino sudah mengusik ke tenangan Farel
"Mampus lo!" ujar Alan pada Vino
"Nah kan, Farel jadi serem gara - gara lo ,Vin" tambah Kemal.
__ADS_1
"Diem lo pada!" ucap Vino pada Kemal dan juga Alan, kini pandangan nya fokus pada Farel.
"Yaelah ,Rel. Ngegas mulu kalau ngomong, santai dong."ucap Vino.
"Hmmm" balas Farel
"Gue mau pesan makanan, kalian mau apa?"tanya Alan
"Gue mau es teh aja deh, masih kenyang gue."ucap Vino
"Gue sama kaya punya Vino."tambah Kemal
"Oke, lo mau apa , Rel?"tanya Alan.
Farel mengangkat gelasnya yang masih berisi es kopi susu yang masih penuh.
"Oke" ucap Alan mengerti.
"Lo ngerti Lan, dia gomong apa?"tanya Vino sedikit berbisik di tlingan Alan.
"Dia bilang es kopi nya masih ada, jadi nggak perlu gue pesenin lagi, nanti kalau pengen dia bisa pesan sendiri."jawab Alan
"Busett, cuma ngangkat gelas doang jawaban nya bisa sepanjang itu? Luar biasa."ujar Vino menatap Farel takjub.
Alan beranjak dari duduk nya, berjalan menuju gerai para pedagang ang sudah mulai ramaioleh pembeli.
"Lo kenapa nggak masuk kemaren, Rel?"tanya Kemal.
"Izin"
"Izin kenapa?" Kini Vino yang bertanya.
"Kepo."balas Farel.
"Izin kenapa lo, Rel?"tanya Kemal
"Sepupu gue nikah." jawab Farel singkat.
"Giliran Kemal yang nanya lo jawab. Kalau gue yang nanya mulut lo julid mulu, bener - benar asu," ucap Vino kesal.
"Nikah dimana?"tanya Kemal lagi, mengabaikan Vino yang menggerutu.
"Bali"
Luna duduk di belakang mereka, ia tidak tuli, telinga nya cukup tajam untuk mendengar kan obrolan ketiga nya dari awal. Sindy dan Risa sedang memesan makanan, Zaskia seperti nya masih sibuk dengan urusan osis nya.
"Alasan nya kok sama ya, dengan alasan Kia."gumam Luna.
"Gue jadi penasaran, dengan Kia, apa sebenar nya yang terjadi."tambah nya lagi.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜
__ADS_1