Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 17


__ADS_3

"Hah, gimana?"tanya Zaskia lagi, dia tadi nggak fokus dengerin pertanyaan Farel.


"Tc. Gue tanya sama elo, kenapa lo nerima perjodohan ini?" Farel menekan 3 kata di akhir kalimat nya, kenapa perempuan di hadapan nya ini tidak mengerti juga?


"Tujuan keluarga lo datang ke sini untuk ngomongin perjodohan. Aku terima perjodohan ini, jadi letak kesalahan aku dimana?"tanya Zaskia polos.


"Lo masih nanya kesalahan lo dimana? Kenapa nggak lo tolak aja sih perjodohan ini?! Gue tau lo terpaksa menerima nya, kita sama - sama terpaksa."ucap Farel menjedah ucapan nya.


"Gue kasih lo kesempatan buat nararik kembali ucapan lo barusan, kata kan pada mereka kalau lo nggak setuju dengan perjodohan konyol ini!!" ujar Farel


Zaskia terkejut dengan ucapan Farel barusan, itu artinya posisi Farel sama dengan nya, mereka tidak tau apa - apa. Ini semua terjadi secara tiba - tiba. Kia berusaha ikhlas, sedangkan Farel masih dalam keadaan terpaksa.


Zaskia menggeleng pelan. " Nggak, gue nggak bisa. Sebelum nya, gue udah mikirin ini semua dengan matang - matang. Dan elo dengan seenak nya nyuruh gue buat ngubah keputusan gue. Tolong jangan egoi, jangan cuma pikir kan diri elo doang, tapi pikirkan lah orang tua elo juga."ujar Zaskia.


Farel tersenyum smirk, sudah lama sekali ia tidak mengelurkan senyum itu. Ini sudah saat nya seorang Farel Aditama memberi pelajaran kepada Zaskia.


"Egois lo bilang? Egois mana coba, sama mereka yang nggak memikirkan bagaimana perasaan gue, mereka cuma bisa nya nyuru ini dan itu doang..."


"Tap.."


"Gue belum selesai ngomong, jangan potong omongan gue, gue nggak suka!" sangga Farel saat Zaskia memotong ucpan nya.


"Gue nggak cinta sama lo, gue nggak sayang sama lo,dan gue nggak punya perasaan apa - apa terhadap lo. Lo bilang gue egois, lo yang lebih egois, ngorbanin masa depan gue demi perjodohan konyol ini!!" ucap Farel sinis, ia dengan sengaja meludah depan Zaskia, kemudian menginjak nya dengan sepatunya.

__ADS_1


"Elo mempermasalah kan cinta? Cinta itu datang karena terbiasa, kita nikah bukan atas dasar cinta kan? Anggap aja kita nikah buat membahagiakan kedua orang tua kita dan menyempurnakan agama kita. Urusan cinta bisa belakangan, yang penting kita jalani aja dulu. "ucap Zaskia mencoba untuk terlihat tenang, walau sebenarnya saat ini dia sudah ingin menangis saat di bentak Farel. Dia tidak ingin menunjukkan sisi lemah nya saat ini di depan pria itu.


Farel memegang bahu Zaskia kuat - kuat,


"Cinta datang karena terbiasa? Maksud lo setelah kita menikah, kita terbiasa hidup bareng, dan saat itu gue bakal cinta sama lo, gitu? gitu maksud lo?"


"Asal lo tahu, pernikahan itu tak seindah di film - film. Pernikhan itu nggak semanis di novel - novel. Jadi apa yang lo harapin dari pernikahan ini?"tanya Farel yang nggak habis pikir dengan jalan pikir perempuan di depannya ini.


"Apa yang salah dari pernikahan? Kita berusaha untuk menyempurnakan separuh dari agama kita, kita nggak bakal rugi. Lagian pernikahan bisa bawa kita ke surga nya allah."ucap Zaskia, tersenyum kepada Farel.


"Tc. Gue nggak butuh ceramah lo. Pokok nya gue mau lo batalin perjodohan ini atau selama pernikahan kita nanti gue akan bikin lo menderita!!" ujar Farel menatap Zaskia tajam


"Farel, lo...."


Farel hendak meninggalkan taman, namun ia mengurungkan niatnya. Masih ada dua pesan yang harus ia sampaikan pada Zaskia.


"Kalau lo tetap keras kepala, pengen lanjutin perjodohan ini. Siap siap aja setelah menikah, lo akan jadi janda!!"


"Lo itu jauh dari tipe cewek idaman gue!! Lo bagaikan debu di mata gue. Gue nggak sudi jatuh cinta sama cewek kaya lo!!"setelah mengatakan itu Farel berlalu dari sana.


Zaskia memejamkan matanya sesaat, ia tak boleh tersinggung dengan semua kata - kata yang keluar dari mulut Farel.


"Ya Allah, semoga saja keputusan yang Kia ambil ini adalah keputusan yang tepan." gadis itu melangkah menyusul Farel.

__ADS_1


"Jadi gimana? Udah diskusinya? Sekarang kita tentukan tanggl pernikahan kalian, ya."ucap Dimas.


"Kia, apa kamu sudah beneran yakin dengan keputusan kamu, nak?"tanya Mina sekali lagi.


Ia tidak mau putrinya menerima perjodohan ini karena terpaksa. Mina ingin putri nya bahagia, Mina akan sangat merasa bersalah , jika nanti Kia kenapa - kenapa.


Namun Mina percaya bahwa Farel adalah pria yang baik. Farel juga anak nya terlihat penuh kasih sayang dan kelembutan. Mina tak salah pilih, calon menantu nya ini memang pantas untuk menjadi suami putrinya.


Zaskia menatap Farel sebentar, manik mata pria di hadapan nya ini memancarkan kilat amarah,


"Insya allah bun, Kia yakin."jawab Zaskia.


Rahang Farel mengeras, pria itu mengepalkan tangan nya kuat - kuat.


"Sialan lo, Kia. Lo pikir lo sekarang sedang berhadapan dengan siap? Gue nggak pernah main - main sama omongan gue!"ucap Farel dalam hati, dia begitu kesal mendengar jawaban Zaskia.


Tiba - tiba saja ucapan Zaskia sewaktu di taman berputar kembali di pikiran Farel.


"Lagian pernikahan juga bisa bawa kita ke surganya Allah"


Farel merapikan kemejanya, ia menatap Zaskia penuh amarah. Dia saat hatinya sedang bergemuruh tak karuan, gadis itu malah asyik mengobrol dengan orang tua nya sambil sesekali tertawa.


"Pernikahan bisa bawa kita ke surga kata lo? Kalau gitu, sebelum kita ke surga, gue akan bikin pernikahan ini layak nya lo tinggal di neraka."ucap Farel dalam hati.

__ADS_1


~•••~


__ADS_2