Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 38


__ADS_3

Setelah selesai mengompres Zaskia, Farel segera mengambil ponsel nya . membuka grup chat yang beranggota kan diri nya dan ketiga sahabat gila nya . sebelum nya Farel tidak pernah ikut nimbrung dalam topik apa pun yang sedang dibahas dalam grup ini . dengan aman terpaksa , Farel mengetik sebuah pesan , yang ia sendiri yakin jawaban para sahabat nya pasti akan menyeleweng .


Sebelum nya Farel nggak pernah ikut nimbrung dalam topik apa pun yang sedang di bahas dalam grup ini. Dengan amat terpaksa ,Farel mengetik sebuah pesan, yang ia sendirii yakiin jawaban para sahabat nya pasti akan menyeleweng.


...KUMPULAN PARA PRIA GANTENG...


^^^Farel|^^^


^^^Cr buat bbr gmn?^^^


|Alan


Anjay, tumben sii bos muncul.


|Kemal


Ada apa gerangan, paduka kemari?


|Vino


Nampak nya paduka prabu siliwangi sudah lelah melawan ratu sakida, betul tidak paduka raja?


^^^Farel |^^^


^^^Gue serius. nggak ush bcnd!^^^


|Kemal


Iya, Rel, kenapa?


^^^Farel|^^^


^^^Cr buat bbr gmn?^^^


|Vino


Bbr apaan?


Berang - berang rawa?


|Alan


Bubur tolol


Iya, kan Rel?


^^^Farel |^^^


^^^Hm^^^


|Kemal


Cara buat bubur?


Emang siiapa yang sakit?


|Alan


Raina, kali


|Vino


Jangan kaya orang susah, Rel.


Pengen bubur mah tinggal beli,


emang di komplek lo nggak


ada yang jual bubur?


dih, ngenes ama.


Pengen makan bubur kudu bikin sendiri.


^^^Farel|^^^


^^^g nymbg^^^


|Vino


Dih, otak lo yang nggak nyampe


^^^Farel|^^^


^^^Aws lo!^^^

__ADS_1


|Vino


Kalem atuh, Rel,


kan cuma bercanda.


|Alan


Sudah anak - anak jangan


berkelahi, ayok baikan.


|Kemal


EMPAT PRIA COGAN


MANA SUARA NYA?


|Vino


TAMPAN


|Alan


RUPAWAN


|Kemal


MAPAN


^^^Farel|^^^


^^^Brmn^^^


|Vino


Nggak asik lo ,Rel!


^^^Farel|^^^


^^^Lee Vino apaan?^^^


|Alan


Lee min ho klimis


Lee Vino amiis


|Kemal


Wkwkw anjiir ngakak banget


ampe terjungkal


|Vino


IIkan hiu minum susu


sok tau banget lii asyu


Farel menon aktifkan data seluler nya, memati kan ponsel nya lalu meletak kan nya di atas meja rias Zaskia. Percuma ia meladeni ucapan para sahabat nya. Kalian bisa lihat sendiri kan? Bukan nya mendapat kan titiik terang, masalah mala semakin runyam.


"Bodoh amat, mending gue cari tukang bubur aja sekarang."


"Harus buru - buru niih, keburu tukang bubur nya naik haji" ucap Fare, bergegas mengambil jaket dan dompet nya. Dan tidak lupa ia juga mengabil kunci motor nya.


...^^^^...


Dua orang gadis cantik sedang berjalan menuju perpustaskaan sembari sesekalii tertawa. Hingga langkah mereka terhenti karena panggilan seseorang.


"Lun, Cha, tunggu!"


Kedua nya berbalik, menatap heran priia yang kini sedang mengatur napas nya.


"Kalian dua, dari tadi di panggil kenapa nggak mau berhenti siih, huh huh huh huh.."


"Lo kenapa?"


Kemal menghela napas panjang, menatap, Luna dan Risa secara bergantian.


"Kia mana?" tanya pria itu seraya tersenyum.


"Ngapain lo nanyain, Kia?" tanya Luna penuh selidik.


"Kia lagi di ruang osis,Kemal." ujar Risa enteng, yang langsung mendapat kan tatapan tajam darii Luna.

__ADS_1


"Ngapain dia di sana?"tanya Kemal


"Kok lo banyak nanya sih, Mal?"tanya Luna, tak suka.


Kemal mengusap dada nya, terkejut dengan bentakan Luna. IIa bertanya baik - baik padahal, kenapa gadis tomboy di hadapan nya ini sensi sekali pada nya.


"Nggak apa - apa, siih. Cuma kangen aja, hehehe" ucap Kemal santai, menampil kan cengir kuda nya.


"Dih, najis lo!" Luna mendorong dada bidang Kemal, Ia kurang menyukai priia itu,


"Pergi lo sana, Mal!"


"Luna, lo apa apaan, sih.Jangan kasar gitu dong sama,Kemal. Emang lo mau nanti di kasarin juga sama cowok? Lembut dikit kek jadi cewek, kaya nya lo harus banyak belajar deh sama, gue"


Luna memutar mata nya malas, penyakit gatel Risa pun kumat.


"Lo nggak tau aja, Cha. Kia itu udha jadi istri orang. Gue nggak yakin kalau, Kemal nggak tau apa - apa soal ini." ucap Luna dalam hati.


Luna malas meladeni Kemal dan Risa, a pun berlalu mennggal kan kedua nya.


"Eh, Lun, lo mau kemana? Tungguin gue!" teriak Risa


"Mal, Gue nyusuliin Luna. dulu ya. Kalau lo pengen tanya - tanya tentang Kia, lo biisa chat gue kok. " kata Riisa


"Iya, Cha thanks ya." ucap Kemal


Seorang gadis cantik yang sedari tadi bersembunyi di balik pintu UKS, berusaha mati-matian menahan Isak tangis nya. Pembicaraan yang dia dengar barusan cukup menyakit kan. Padahal di sini dirinya lah yang salah, terlalu Naif terhadap perasaan nya sendiri.


Apa mencintai itu sesakit ini?


Apa mempertahan kan sebuah rasa, apa harus mengorban kan air mata terlebiih dahulu?


Kenapa dirinya merasa kehilangan padahal diirinya belum jadiian?


Kenapa diri nya merasa terasingkan padahal , mereka haya sebatas kawan?


jadi, apa dia harus menghentikan pelayarannya sampai di sini saja? Dia belum sampai pada tujuan, Bahkan dia belum menemukan tempat berlabuh.


Perempuan kodratnya menunggu, bukan mengejar. Tapi Mau sampai kapan terus menerus menunggu? Mau sampai kapan dirinya dibodohi oleh perasaannya sendiri?


Sungguh, Iya tak kuat. Melihat pria yang dicintainya selama 5 tahun ini, sedang berjuang untuk mendapatkan cinta dari perempuan lain.


Bolehkah ia tukar posisi? Iya juga ingin merasakan dikejar, ingin diperjuangkan, Apa itu hanya sebuah haluan? Angan-angan? Atau mimpi saja?


" Mal, kamu terlalu tinggi untuk ku gapai."


" Kamu terlalu jauh untukku genggam"


" Kamu terlalu sempurna untuk diriku yang terlampau rapuh"


Mengapa mencintai itu harus sesakit ini?


...^^^^...


Jeritan maupun sorakan terdengar jelas, Ketika cowok terpopuler di SMA Angkasa berjalan melewati koridor.


" Farel makin hari makin ganteng anjim"


" Itu muka apa ubin masjid sih? Adem bener"


" Rahim gue anget tolong"


" Masya Allah Farel itu beneran manusia? Muka nya sebelas dua belas sama calon imam gue"


" Beruntung banget yang bisa jadi istri nya nanti"


" Halalin gue dong ,rel"


Vino menghenti kan langkah nya, sorot mata nya menatap tajam gadis yang meminta dihalal kan oleh Farel, berbisik pelan Seraya satu tangan nya mengelus pucuk rambut gadis tersebut.


" Hai cantik sini gue aja yang halalin mau nggak?"


" Nyet , aelah buruan, itu si Farel cepet banget jalan nya kayak lagi ditagih utang aja" ujar Alan menarik kerah seragam Vino.


" Lo di suruh jalan bareng, malah kayak babu ngintilin di belakang, Eh tau nya lagi asik godain anak perawan."


" Emang dia masih perawan?" Tanya Vino polos.


"Hah?"


" Dia haram, Lan. Bukti nya tadi minta di halalin."ucap Vino


"Bodoh amat, sebahagia kunyuk aja."balas Alan.


~•••~

__ADS_1


__ADS_2