Dia Badboy

Dia Badboy
Episode 72


__ADS_3

" Rel, lari pagi yuk. "


Farel yang sedang leha-leha di kasur menggelengkan kepalanya. "Males, sayang."


"Dih, mantan ketua gangster kok pemalas sih."


"Nah karena aku udah jadi mantan Kau mah makanya males."


""Fah ih Aku pengen lari pagi supaya sehat," rengek Zaskia sembari mengelus paha Farel yang hanya tertutup Boxer.


"Nggak mau ah! Ngapain, sih lari-lari kayak gitu. "Farel tersenyum jahil, ia membelai lembut wajah Zaskia." Mending kita olahraganya di atas ranjang aja gimana? Kita udah lama nggak main kuda-kudaan Kia, aku pengen..."


Zaskia memukul lengan kekar Farel. "udah lama? Terus yang tadi malam itu apa? Kamu siksa aku sampai subuh . dasar mesum! "


" tapi kan, olahraga di atas ranjang lebih sehat daripada olahraga di taman titik bisa memacu adrenalin juga Ay. "Farel mengedipkan satu matanya sambil terus menggoda Zaskia.


"Enggak! Enakan olahraga di taman Komah bisa sekalian lihat pemandangan . di apartemen terus bikin suntuk rel."


"Ya buat apa ke taman jauh-jauh cuman mau lihat pemandangan? Di kasur juga kamu bisa lihat pemandangan,Ay. Contohnya tadi malam, aku bisa lihat gunung, Lembah, air terjun . terus....."


Zaskia menipu wajah Farel menggunakan bantal. "Farel cabul, om pedofil, buruan mandi sebelum aku ngamuk!"


Farel mengedipkan matanya nakal titik morning kiss dulu dong Sayang "ucap cowok itu membuat Zaskia menghembuskan nafas lelah.


Cup!


"Udah kan? Buruan mandi cepat! "


Farel memasang wajah kecewa, "kok di pipi? Maunya di sini," tunjuknya pada bibirnya.


"Gak mau, kamu belum mandi dan belum gosok gigi lagi."


Farel bangun dari tidurnya, menarik pinggang Zaskia agar lebih dekat padanya


Zaskia yang mendapat serangan mendadak, tak bisa menyeimbangkan tubuhnya. Membuat dirinya jatuh terduduk di atas pangkuan Farel.


"Eh?"


Farel mengangkat dagu Zaskia agar mau menatapnya, "disuruh Cium aja kok bandel banget,hmm."


"Nghh.. Enggak koko, Rel"


Farel mengelus pipi Zaskia, sangat pelan . tubuhnya seakan tersengat aliran listrik.


Padahal ini bukan pertama kalinya Farel bersikap romantis. Tapi tetap Saja, Zaskia selalu merasa salah tingkah dengan segala perlakuan Farel terhadapnya.


"Rel, Aku mau mandi."


"Ya udah sana mandi, Kenapa pasti pakai lapor segala? Apa kamu mau minta dimandiin tanda tanya oh dengan senang hati My Queen."


" Enggak! "


Buru-buru Zaskia bangun dari pangkuan Farel, berjalan dengan tergesa-gesa menuju kamar mandi.


Membuat Farel terkekeh geli, "lucu banget istri gue Ya ampun. Baru digoda gitu aja udah salah tinggal gitu . gimana kalau gue ajak mandi bareng coba, bisa pingsan dia kali ya?"


...^^^^...


"Rel sini kejar aku!"


Farel dengan cepat mengejar Zaskia. "Dasar lelet! udah kayak siput aja masih banyak gaya kamu Ay."


Zaskia tertawa riang, memeletkan lidahnya ke arah Farel. "Sini dong tangkap aku, Masa gitu aja nggak bisa ih"


Hap! "Ketangkap."


Farel menggendong Zaskia, membuat istrinya tertawa geli. Meronta-ronta minta diturunkan. "Rel, ih turunin aku malu tahu lihat banyak orang yang lihatin kita."


" Siapa suruh yang remehin aku?


" Iya iya maaf, makanya turunin dulu.


Farel menurunkan Zaskia, kemudian mencari kursi kosong yang disediakan di sekeliling taman. "Sayang kamu haus nggak? "


Zaskia mengangguk , wajahnya berseri-seri . Astaga, Zaskia pintar sekali membuat Farel terpanah .


"Aku beli minum dulu kalau gitu ke , kamu tunggu di sini ya."


Zaskia menggelengkan kepalanya, bibirnya dimajukan sedikit. " ikuttt"


Astaga, jika ini bukan tempat umum, pasti Farel sudah menerkam si istrinya sekarang juga.


Mereka berdua bergandengan tangan, menyusuri para pedagang kaki lima yang tetap mengais rezeki meskipun hari minggu tiba.


"Kamu mau minum apa?" Tanya Farel.


" Aku mau seblak! "


" Sebelah itu makanan, bukan minuman . Katanya juga juara kelas, Masa Gitu doang nggak tahu. "


"Ih nggak mau tahu , pokoknya, aku pengen seblak rel "


Farel menggeleng, "masih pagi Mana ada orang jual seblak jam segini. Jangan aneh-aneh deh Ay, Lagian makan nggak enak kayak gitu kok bisa-bisanya kamu doyan."


Zaskia memukul bahu Farel, "jangan asal ngomong ya Rel! Aku sebagai kaum seblak merasa ternistahkan atas ucapan kamu barusan ya."

__ADS_1


"Iya maaf, ntar deh beli seblaknya. Aku mau minum dulu."


Farel meminum air putih yang dibelinya barusan. Rasa haus Zaskia Telah hilang ketika melihat Farel dengan semangatnya meneguk air itu.


Zaskia memperhatikan jakun Farel yang bergerak naik turun. Menggoda sekali, buru-buru ia mengucap , takut khilaf.


"Ayo rel. Buruan Ih! Aku teh pengen seblak!"


" Iya, Sayang. Nggak sabaran banget sih. "


Mereka berdua berjalan mencari penjual seblak. Dari ke jauhan Zasmkia melihat stand yang jual seblak.


"Itu di sana, ada yang jual." kata Zaskia girang.


Mereka pun berjalam menuju pedagang seblak, duduk di kursi pembeli sambil menunggu pesanan datang.


" Untunglah Ibu ini jual seblak kalau nggak kan bisa bahaya . Mau dicari ke mana coba jam segini , Beneran deh istriku ini . masa mau makan seblak pagi-pagi ." batin Farel


Farel mengedarkan pandangannya, matanya memicing ketika melihat seorang gadis cantik yang berdiri tak jauh dari tempatnya


mata mereka bertemu, membuat Farel menggelengkan kepalanya tak percaya.


"nggak mungkin Komah gue pasti salah lihat."


...^^^...


"Seru banget ya, real. Besar kalau libur kita main di taman aja, daripada di apartemen terus, bosan."


"Kalau aku sih, mau di manapun asal barang sama kamu nggak masalah Ay"


Zaskia terkekeh geli ," gombalan basi rel. "


"astagfirullah dan ." Farel dan Zaskia terkejut ketika melihat para sahabatnya duduk selonjoran di depan pintu apartemen. Muka mereka juga sangat mengenaskan seperti kaum yang tidak diberi makan sebulan.


" Para bapak buku, ini masih pagi . ada tujuan Apa kalian kemari.... Aduh."


Zaskia mencubit paha Farel, "nggak sopan, kalau nanya itu yang bener"


mereka berlima membetulkan posisinya, memasang wajah lurus seperti anak kucing.


"HUAA LO SEMUA LAMA BANGET SIH, OLAHRAGANYA. KITA UDAH NUNGGU DI SINI DARI TADI!" teriak Risa yang membuat seluruh penghuni apartemen Jejeran Farel menggeram kesal .


Zaskia meringis malu, "hehehe maaf ya Pak Bu."


Farel membuka pintu apartemen, mempersilahkan teman-temannya untuk masuk.


"Duh, kalian ngapain sih ke sini? Hari Minggu bukannya hibernasi malah bertamu Ke rumah orang. Kurang kerjaan banget sih kalian. "


"Karena kita lagi kurang kerjaan, makanya main ke sini. Siapa tahu lo butuh ART, Alan siap nih "kata Vino ketika mereka sudah duduk di ruang tengah..


"Kalian lapar nggak?" Tanya Zaskia perhatian.


Zaskia tersenyum Devil, "ngomong apa barusan Rel ? "


Farel menunduk takut . Jika mereka sedang Berdua, Pasti Zaskia akan mengancam perihal jatah bisa mampus Farel.


" Woa lah. Suami takut istri rupanya,! "Ujar Luna menahan tawa.


"baru ingat kalau udah punya pawang, Rel?" Tanya Cindy jahil


" Mas Farel nggak punya nyali natap wajah istri euy " ucap Vino ikut mengompori


" Ya udah ya aku masak dulu "


"Ikutttt" Luna komarisa, dan Cindy ikut menyusul sesi Kakak dapur titik meninggalkan ketiga cowok tampan yang sedang asyik dengan pikirannya masing-masing.


"Masak yang banyak ya Ay!"ujar Vino telat, yang dipanggil sudah menghilang dari pandangan .


Bugh!!


Farel melempar bantal sofa pada Vino ," Enak aja lo manggil istri gue dengan sebutan Ay."


"Lah? Emangnya salah? Ay? Nama akhirannya Kia kan?"tanya Vino polos.


Farel berbisik pelan membuat buku kuduk Alan dan Vino merinding. "Ayang"


"Gila! Alay bener lo."ujar Vino.


...^^^^...


Malam ini Luna, Risa, Cindy, Vino, dan Alan akan menginap di apartemen Farel dan Zaskia.


Menyusahkan sekali bagi Farel, tetapi menyenangkan bagi Zaskia, karena ia bisa terlepas dari sifat mesum suaminya tak apalah, meskipun hanya semalam.


"Main ToD mau nggak?"usul Vino yang mendapat gelengan dari para perempuan.


"Oke, pada mau ya."


Cindy melempar majalah yang berada di dekatnya. "Kita para cewek geleng-geleng kepala yafin. Nggak usah ngadik-ngadi deh lo. "


"ya udah tinggal ngangguk-ngangguk Apa susahnya dah?" sambung Alan


"Lebih banget, cewek mah tukang bohong titik Pantas aja pada tahun main ginian di," ujar Farel yang mendapatkan tatapan membunuh Dari keempat gadis di hadapannya .


"Ya udah, ayo siapa takut."

__ADS_1


mereka duduk di karpet yang berada di ruangan tengah, menggeser kursi dan meja agar lebih leluasa. Duduk melingkar, dengan botol kecap kosong berada di tengah-tengahnya


" kesempatan dare cuma ada 3 ya, sisanya truth" ujar Vino minta digaplok


Risa yang ingin membuka suara, dibuat bungkem oleh ucapan Farel. "2 Indo bacot no kecot yang banyak komentar, dikasih truth sama dare barengan . "


"Mampus lu semua," ujar Alan girang


jika permainan kejujuran seperti ini, para wanita pasti akan panik. Membuat para lelaki tersebut


Luna, Cindy, dan Risa berdoa dalam hati titik semoga mereka mendapatkan kesempatan dear titik Zaskia sih santai aja, tak masalah jika mendapatkan truth ataupun dare


"Oke gue pertama ya." Farel memutar botolnya, dan botol berhenti tepat mengarah ke Zaskia


"Truth," ujar Zaskia.


"GUE YANG NANYA, GUE!" Vino girang sekali ketika botol mengarah pada Zaskia. Sebuah lampu bohlam muncul di atas kepalanya. Otak Vino memang encer .


"mau nanya apa?" Tanya Zaskia


Vino bedehem "otongnya Farel gede nggak?"


Farel memuku kepalanya Vino,"Kalau yang nanya tu yang bener, ******!"


"Diem lo Rel, justru ini pertanyaan yang paling bener dan penting" kata Vino.


" Otong?" Tanya Zaskia tak paham. Memang Otong apa? Zaskia tahunya film anak kecil yang selalu memakai peci merah di kepalanya titik teman dekatnya Ipeh dan?


"Otong,Kia. Adiknya Farel, gede nggak?"


" adiknya Farel? Rania maksudnya? "Zaskia masih tak paham.


Vino hendak memperjelas pertanyaannya barusan, buru-buru Farel mencegahnya.


" Skip ! Ganti pertanyaan, lo nggak usah ngatarin letak bini gue ya Vin."


Mereka semua ngakak, sekarang Siapa yang takut Rahasianya terbongkar? Farel kan? Enak sekali main tuduh bawa perempuan tukang bohong, Ngaca dulu dong Bos!.


Zaskia kembali memutar botolnya, kini terarah pada Alan


Luna teriak girang, "gue gue"


"Truth or Dare? "


"Dare," ujar alam yang mendapatkan helaan nafas kekecewaan dari para penonton.


" Lo harus memakai bedak kayak bayi jamet. "


"Haah?"


"itu loh, yang biasanya ibu-ibu mandiin anaknya sore-sore, terus digendong sambil diajak ngegosip titik yang bedaknya belepotan sampai ke rambut-rambut, Lan."


Farel tertawa terbahak-bahak, mengambil bedak tabur Zaskia di dalam kamar. "Gue dandanin lo."


Farel mulai mendandani Alan, menabur bedak tak beraturan . yang diajak objek hanya pasrah saja, Alan menyesal karena memilih dare.


Alan mereme like, ketika merasakan jari Farel mengelus wajahnya.


"kalau lo ngedesah, gue gampar loh Lan! "


Alan tertawa geli mendengar ucapan Farel .


para perempuan sudah tak sabar ingin melihat mahakarya dari seorang Farel Aditama.


Farel menggeser badannya, benar saja semua orang di sana tertawa melihat wajah alam yang sangat mirip dengan bayi jamet.


Vino ngakak, berguling-guling di karpet sambil memegangi perutnya yang terasa kram."ngaceng gue "


" ngakak kenceng. "


para penonton melempar barang di sekitarnya untuk menipu wajah Vino.


^^^


sudah pukul 11.00 malam, Farel tidak bisa tidur. Ia ingin memeluk Zaskia malam ini Vino dan alam minyak sekali, Bahkan mereka berdua tidur dalam keadaan saling berpelukan .


para lelaki tidur di kamar tamu, Sedangkan para wanita tidur di kamar utama


Farel beranda dari posisinya, duduk di ruang tengah sambil memijit pelipisnya. ia sudah ngantuk banget, tapi ya tidak bisa tidur titik biasanya jika susah tidur, Farel akan meminta dikelonin oleh istrinya .


tak peduli, Farel berjalan mengendap-ngendap ke arah kamar utama.


Ceklek.


Tidak terkunci rupanya, Farel melangkahkan kakinya masuk ke dalam . gelap sekali di sini, tapi tak apalah, Farel tetap bisa mengenali Zaskia . Tak Mungkin ia salah pilih istri, Zaskia selalu memakai piyama berkarakter kartun, jangan lupakan hijab yang selalu melekat di kepala wanita itu.


"pokoknya istri gue yang paling gemuk , paling cantik ,pokoknya mukanya yang paling bersinar di antara yang lainnya. Ayang.... aku datang"


ketemu! Zaskia tidur di paling ujung kiri, Farel menghampiri wanita itu. mengusap kening Zaskia yang sedikit berkeringat.


Farel mengambil salah satu guling dan meletakkannya di atas karpet bulu ia menggendong Zaskia ala koala lalu memindahkannya di sana .


" nggak bisa tidur nggak di kasur nggak masalah yang penting gue bisa meluk bini gue."


Farel mendekat Zaskia dengan sangat erat, bibir tebalnya bergerak untuk mencium mata Zaskia yang masih terkejam. "asal sama kamu, tidur beralaskan kardus pun juga nggak apa-apa aku rela sayang ."

__ADS_1


~•••~


__ADS_2