Doa Sang Mantan

Doa Sang Mantan
10


__ADS_3

Kini Sari dan Lisa berada di satu hotel mewah yang di sulap lebih gemerlap dengan dekorasi super waw.


Mata para tamu benar-benar di manjakan oleh dekorasi mewah bergaya internasional. 


Dan kehadiran keduanya cukup menjadi perhatian beberapa tamu yang takjub dengan wajah keduannya.


Lisa seketika menyenggol lengan Sari yang terlihat grogi.


"Sadar, jangan keliatan kampungan.. harus elegan.. ngerti!!" bisik Lisa pada Sari.


Sari hanya mengangguk pelan namun matanya benar-benar tak bisa berbohong jika ia benar-benar terpukau oleh dekorasi yang super mewah itu. Kesan berkelas dan Lux sangat kental terasa.


Para tamu juga terlihat dari beberapa artis papan atas hingga pejabat terkenal turut hadir di acara pernikahan itu.


Sari dan Lisa pun melangkah pelan mengikuti jalur yang di dekorasi sedemikian rupa agar memudahkan para tamu undangan menuju ruang ballroom utama tempat acara di selenggarakan.


Langkah demi langkah membawa Sari ke dalam ruangan megah itu. Perlahan alunan musik yang sedikit rendah berbaur dengan suara-suara para tamu yang terlihat sedikit padat.


Hingga tanpa terduga tatapan Sari terpaku pada punggung yang berdekorasi penuh dengan bunga berwarna putih. Sosok pria yang terlihat tampan mengenakan setelah jas rapi tengah mengandeng mesra wanita berpakaian putih bak putri di dunia dongeng.


Langkah Sari terhenti dengan terpaku lurus pada panggung.


Lisa yang menyadari hal itu hanya bisa ikut berdiri disamping Sari dengan mengenggam erat jemari sang sahabat.


"Indah" tutur Sari pelan.


"Pernikahan yang sangat indah" timpalnya lagi dengan suara berat.


Sesaat Lisa merasakan jemari Sari yang terlihat dingin di ujung jarinya.


"Sekarang, dia adalah kenangan terburuk kamu"


"Hm" sahut Sari bergumam pilu.


Perlahan terdengar satu lagu romantis dari band pengiring yang membuat luka di hati Sari kian perih.


Lagu milik Cakra Khan- selamanya cinta.


Menatap kepergian dirimu


Menatap menangis sedih tak tertahan


Terbayang saat bersama lewati masa terindah


Saat kau memelukku tuturkan cinta


Kaulah seluruh cinta bagiku


Yang selalu menentramkan perasaanku


Dirimu 'kan selalu ada disisiku selamanya


Kau bagaikan nafas di tubuhku


Yang sanggup menghidupkan segala gerakku


Ku kan selalu memujamu hingga nanti kita kan bersama.


Terlihat Sari terhanyut dengan lirik lagu, sekilas moment saat-saat terbaik bersama Bayu pun seolah kembali terbayang. 


"Sari, kita duduk disana" ujar Lisa dengan melihat pada pojokan yang terdapat satu meja kosong.


"Gue disini saja" tolak Sari.

__ADS_1


Lisa terkaget.


"Lo serius?"


"Hm, gue mau disini sebentar"


"Oh, oke.. tapi gue duduk yaa, kaki gue enggak sanggup berdiri lagi nie, sakit banget" 


Sari mengangguk pelan. Dan perlahan Lisa berjalan meninggalkan Sari untuk mencari kursi.


Sari masih berdiri disana dengan mata terus tertuju pada dua sejoli Raja dan Ratu sehari yang terlihat berbahagia. 


Para MC pun akhirnya mengambil alih acara setelah lantunan lagu usai. Terlihat percakapan kocak MC untuk menghidupkan suasana acara.


Dan terlihat seorang MC wanita dengan santai berjalan menuju panggung pelaminan menghampiri dua sejoli yang terlihat tampan dan cantik itu.


"Hallo mas Bayu dan mbak Liana, Happy wedding yaa... haduh pasangan yang serasi sekali yaa teman-teman yang satu ganteng yang satu juga cantik banget kayak putri raja" puji sang MC wanita dengan mendapat seruan kompak para tamu yang menyetujui pujian sang MC.


Terlihat kedua pengantin baru itu sama-sama tersipu malu.


"Nah, aku tuh penasaran yaa sama orang-orang cantik dan ganteng ini tuh gimana sih pas awal saling jatuh cintanya.. sampai, sampai kalian clop dan putuskan untuk menikah?? Karena sempat aku denger yaa..katanya yaa katanyaa mas Bayu ini di campakkan oleh sang mantan Oopss sorry yaa keceplos, tapi sumpah deh cerita dong kisah cinta kalian sampai bisa sampai ke jenjang ini?? Kalau boleh nie" cecar sang MC wanita dengan tanpang keponya itu.


Sari seketika terkaget mendengar ucapan sang MC wanita itu.


Terlihat MC wanita itu memberikan Mic pada keduanya, namun Mic tersebut di sambut oleh sang pengantin wanita dengan wajah tersenyum bahagia.


"Iya.. sebenarnya kita janji sih enggak bahas ini lagi, tapi yaa kali ini aja kita buka sedikit yaa.." tuturnya dengan wajah malu dan sesekali menatap wajah sang pengantin pria yang ikut tersenyum.


"Jadi yaa, awalnya itu mama aku dan mama mas Bayu temen arisan gitu.. dan entah gimana mama aku denger kalau anak temen mama baru aja di campakkan sama pacarnya.. Nah gak lama aku tuh main kerumah mas Bayu dan enggak sengaja aja gitu kita ketemu karena pas mobil mas Bayu mau keluar malah ke halang mobil aku yang pas parkir dibelakang mobil dia . Dan yaa.. ya dari situ kita kenal.. terus yaa kita kenal jadi temen ngobrol, dan yaa gitu deh" cerita sang pengantin wanita malu sembari menutup wajahnya di sisi lengan sang pengantin pria.


Sari benar-benar syok mendengar cerita karangan itu yang begitu manis di dengar.


"Cieee, cieee" terdengar sorak riuh para tamu.


Keduanya terlihat sama-sama malu. Hingga akhirnya mas Bayu mengambil Mic tersebut dari tangan pengantin wanita.


"Saya" sahut mas Bayu terdengar lantang.


"Woooooh" suara riuh pun kembali terdengar dari para tamu yang semangat.


"Waah, gimana-gimana mas pas nembak mbak Liana?? Praktekin lagi dong mas, kita-kita yang jomblo kan jadi ikut kepo gitu " tutur sang MC wanita dengan tawa yang terlihat pintar melihat suasana acara.


Mas Bayu terlihat ragu-ragu, namun akhirnya ia pun mencoba mengulang moment nembak itu.


"Liana, mau kah kamu menjadi teman hidup mas, hingga Jannah dan meraih surga bersama?" 


Sari membeku.


"Brengsek" desis bibir Sari bergetar, betapa luluh lantak sudah hatinya mendengar ucapan Bayu.


"Ooooooohh, romantis banget sih, aduh bisa di jadiin novel gak sih ini cerita nyata loh, dicampakkan pacar terus beruntung banget dapat ganti yang MasyaAllah cantik banget... Waah mas Bayu doa gimana sih sama Allah biar cepat dapat ganti begini, udah baik cantik lagi terus kayaaa" seru sang MC wanita yang terus-terus mengubar cerita nan manis itu pada para tamu yang jadi ikut baper.


Tak lama Lisa mendekat pada Sari dengan wajah cemas.


"Sar, lo gak papa??" 


Sari menoleh dengan tatapan nanarnya.


"Hm" sahut Sari dengan suara terdengar sedikit parau.


"Kita pulang sekarang yuk, gue rasa lo udah cukup untuk memastikan jika rasa cinta lo udah mati buat Bayu" ujar Lisa dengan wajah cemas dan seriusnya.


"Gue masih mau di sini" ujar Sari pelan. 

__ADS_1


Wajah Lisa gelisah melihat raut wajah datar Sari yang benar-benar puas tanpa ekspresi.


"Gue rasa udah cukup" 


"Enggak" tolak Sari menahan Lisa yang sedikit menarik lengannya.


"Gue udah dandan sampai seperti ini, jadi gue mau menikmati ini lebih lama"


Kening Lisa terlihat cemas.


"Tapi... gue khawatir sama lo, jika terlalu lama lo disini.."


"Gue gak papa, gue yakin.. yakin karena perasaan gue udah mati buat mas Bayu, dan gue sekarang adalah tamu undangan jadi udah sepantasnya gue menikmati acara mewah ini" tutur Sari dengan seringai tawa bodohnya.


"Gue jarang suka tempat ramai, tapi kali ini gue buat pengecualian.. jadi lo ngeti kan??" timpal Sari menatap Lisa dengan wajah yakin.


Lisa menghela nafas pelan.


"Tapi.."ucap Lisa terputus dengan ragu.


"Kenapa?" tanya Sari memperhatikan Lisa yang terlihat memegang kepalanya.


"Gue pusing dan agak sedikit mual, gue mau pulang" 


Wajah Sari seketika panik.


"Lo sakit??"


"Tau nie tiba-tiba aja gue kaya pusing dan mual, makanya gue ajak lo, yuk kita pulang"


Sari menoleh lalu membuka tas pesta yang ia bawa lalu mengambil kunci mobil dan memberikannya pada Lisa.


"Lo bawa pulang aja mobil gue, kasian kalau lo naik gojek gak tega gue"


Lisa terbengong.


"Nah pas lo pulang gimana?"


"Gue mah cincai.. lo lagi sakit dan pakai baju India gini lagi, jadi mending lo pulang naik mobil gue terus"


Lisa seketika menghela nafas dengan menatap cemas wajah Sari.


"Lo tenang aja, gue gak bakal buat hal-hal yang memalukan, gue masih punya harga diri kok" ujar Sari meyakinkan Lisa yang sebenarnya tak yakin untuk meninggalkan dirinya begitu saja ditengah kegoncangan batin yang baru saja ia alami.


Sari kembali menganggukkan kepala agar Lisa percaya.


"Makasih ya Sar, maafin gue jadi gak bisa temenin lo lebih lama" 


"Gak papa, besok kalau lo udah enakan kita ketemu lagi di galeri, malam ini gue gak pulang kerumah tapi mau nginep di galeri aja"


"Oh, oke"


Lisa pun perlahan pergi meninggalkan Sari begitu saja di tengah acara pesta yang masih berlangsung meriah.


Sesaat Sari menoleh pada panggung pelaminan yang terlihat sang pengantin tak berada lagi disana.


"Lapar" gumam Sari yang seketika melihat kesekeliling ruangan yang terdapat banyak menu terhidang.


"Gue harus makan sepuasnya" tutur Sari dengan berjalan mendekat pada meja hidang yang tersusun panjang.


Tapi Sari tak berniat untuk menyantap makanan berat, ia ingin mencicipi menu ringan pada meja dessert.


Namun ketika hendak mengambil piring, tanpa sengaja Sari malah menabrak seseorang sehingga terjatuh.

__ADS_1


__ADS_2