Doa Sang Mantan

Doa Sang Mantan
20


__ADS_3

"Anak ibu terserang pneumonia!!" ucap sang dokter jaga di ruang IGD rumah sakit swasta itu.


Sari terkaget.


"A-pa, dokter?? Pe??"


"Pneumonia" sambung sang dokter dengan memperjelas menyebutkan penyakit yang di derita Sifa.


"Penyakit pneumonia atau yang disebut dengan radang paru-paru adalah suatu kondisi yang terjadi pada paru-paru, di mana kondisi ini memengaruhi kantung-kantung udara mikroskopik (alveolus) yang ada dalam paru-paru, anak anda, buk" jelas sang dokter dengan lebih mudah.


Namun masih terlihat jelas jika Sari tak benar-benar paham.


"Begini, lebih baik kita lakukan foto rongsen pada paru putri anda, agar jelas sudah separah apa radang parunya" saran sang dokter pada Sari.


"Ta-pi.. ini bukan anak saya, dokter" sela Sari menjelaskan.


Kening sang dokter terlihat jelas jika ia kaget. mendengar ucapan Sari.


🍃🍃🍃


Di lain sisi.


Aldi tengah berputar kota guna mencari alamat yang di berikan pak Budi, galery make up yang sering Sifa kunjungi.


Di dalam mobil dinasnya ia dengan gelisah melihat semua ruko yang berjejer dan membaca satu persatu pamplet dagang itu.


"Gak ada pak!!" seru Sang supir pada Aldi.


Aldi kian gundah.


"Putar sekali lagi pak, kata pak Budi toko galery memang di daerah sini" perintah Aldi pada sang Supir.

__ADS_1


Sang supir pun kembali membawa putar stiur mobil mengikuti perintah sang majikan yang tengah kalut kehilangan sang putri tercinta.


Lampu malam jalan yang tak begitu terang kian mempersulit Aldi ketika membaca jejeran pampelt dagang itu.


Namun ketika mobil dinas itu kembali berputar, tercetus satu ide dari sang supir pada Aldi.


"Pak, maaf sebelumnya.. bagaimana kalau saya tanya satu-satu saja pak.. biar jelas pak dimana letak tokonya, karena bisa jadi toko itu tak memiliki nama pamplet"


Aldi dengan cepat menyetujui saran sang supir. Dan akhirnya mobil sedan camry itu pun perlahan berhenti di sisi badan jalan.


Sang supir dengan cepat turun dari mobil itu. Melihat hal itu, Aldi akhirnya memutuskan untuk ikut turun mengikuti sang supir yang tanpa kaget.


"Pak??" seru sang ajudan yang duduk di kursi depan.


"Aku tidak bisa menunggu, aku juga harus turun untuk mencari Sifa" ujar Aldi pada sang ajudan.


Sang ajudan terlihat menghela nafas panjang, ia akhirnya harus ikut turun untuk menjaga sang kepala daerah itu yang pasti akan timbul perhatian publik.


Satu mobil patroli polisi yang berada di belakang mobil sang pejabat pun ikut turun. Dan beberapa petugas polisi akhirnya di perintah untuk menyisir jajaran ruko itu untuk mencari galery make up itu.


Namun tak sedikit menyimpan moment itu dengan mengambil foto sang wakil Bupati yang terlihat gusar dan terburu-buru menyusuri tiap pertokoan itu.


"Wah ada apa nie?" seru seorang warga yang jadi kepo.


"Pasti ini sidak dadakan pak Wakil!!" timpal warga lain beropini.


"Mampus deh, bakal ada pembongkaran lapak jualan!!" ujar sang pedangan asongan yang panik.


"Malem-malem sidak, kurang kerjaan banget tuh pak Wakil, cari muka banget sih!!" timpal yang lain.


Namun Aldi terus fokus bertanya dari satu toko ketoko. Hingga sekitar 30 menit lamanya, akhirnya seorang anggota kepolisian berlari mendekat pada Aldi.

__ADS_1


"Pak, tokonya ketemu!!" seru polisi itu cepat.


Wajah Aldi berubah, ia dengan segera berlari menuju sang polisi tersebut.


"Di sebelah sana pak, di toko nomor 4 paling g ujung" tunjuk sang polisi dengan memberi arah pada Aldi.


"Oke, kerja bagus" puji Aldi, lalu ia pun berlari menuju toko galery itu. Karena hal itu, semua rombongan Aldi pun ikut berlari mengejar sang pak Wakil.


Dan tak lama, langkah Aldi pun berhenti tepat di depan toko Galery By Queen.


Aldi menghela nafas pelan, melihat pamplet dagang yang hanya sebuah spanduk yang hampir pudar.


Dan terlihat jika toko itu tertutup oleh pintu besi. Wajah gelisah Aldi pun terlihat kesal, karena pencariannya tak membuahkan hasil.


"Handphone" pinta Aldi pada sang Ajudan.


Sang Ajudan pun dengan cepat menyerahkan handphone miliknya pada Aldi.


Aldi dengan cepat membuka layar itu dan melihat nomor telfon yang tertera pada spanduk tersebut.


Dengan kening berkerut, ia menunggu nomor yang ia hubungi tersambung. Nada sambung itu tak kunjung di angkat. Hingga Aldi terlihat kesal.


Lalu tak lama Aldi pun kembali melihat pada spanduk dan mengetik nomor telfon kedua milik sang Galery.


"Semoga ini di angkat!!" rutunya setengah kesal.


Nada hubung itu terdengar kembali. Dan tak berselang lama, terdengar suara seorang wanita menyambut dari sebrang telfon.


"Hallo, dengan ??"


"Apa kamu pemilik Galery by Queen??"sela Aldi bernada dingin.

__ADS_1


"Y-aa?? benar, saya pemilik Galery by Queen.. maaf anda siapa??"


"Dimana putriku, Sifa??"


__ADS_2