Doa Sang Mantan

Doa Sang Mantan
53


__ADS_3

PLAAAKKK..suara tamparan yang cukup nyaring mendarat di wajah Sari.


"Aaakh" Sari mengerang sakit dengan tangan kini menahan pipi kanannya.


Liana menatap dengan penuh kebencian pada Sari.


"Kau benar-benar mengerikan, bagaimana kau bisa terus mengusik hidup rumah tangga aku dan mas Bayu" tukas Liana dengan suara amarah.


Sari terperanjak bingung.


"Apa maksud kamu Liana??"


"Kau masih bertanya??" tanya Liana dengan wajah tak percaya. "Kau sudah merusak rumah tanggaku, SARI!! KAU MEREBUT MAS BAYU DARI ISTRI SAHNYA!! KAU MURAHAN!! KAU BENAR-BENAR PELACUR" pekik Liana frustasi.


Sari terhenyak dengan kedua mata membulat sempurna.


"Apa yang Kau katakan!! AKU TIDAK PERNAH MEREBUT MAS BAYU!!" ujar Sari dengan nada tinggi.


"KAU MASIH MENGELAK!! KAU BAHKAN.. BAHKAN BERADA DI SATU HOTEL YANG SAMA DENGAN MAS BAYU!!!" cecar Liana dengan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan melempar beberapa lembar foto di wajah Sari.


Namun belum sempat Sari melihat lembaran foto yang sudah berserakan di bawah sana. Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dengan kasar.


BRAKKK..


"LIANA!!" seru mas Bayu dengan wajah gusar.


Liana tak bergeming menatap Sari. Sedangkan Sari tak gentar di hadapan Liana, karena ia tak pernah sekalipun menginginkan mantan kekasihnya itu kembali.


Bayu datang mendekat dan meraih dengan kasar lengan sang istri.


"Apa yang kau lakukan disini!!" seru Bayu dengan tatapan tajam.


Liana berbalik menatap Sang suami.


"Kenapa?? apa aku tak boleh menganggu pelacur MU!!" sindir Liana.


Bayu meradang.


"LIANA!!" bentak Bayu bernada tinggi.


Sari tertohok mendengar ucapan Liana.


Tanpa pikir panjang Sari menarik lengan Liana dan tak lama tangannya pun melayang tepat di pipi Liana.


PLAKKK ..sebuah tamparan balasan yang cukup kuat dari Sari untuk Liana yang benar-benar sudah keterlaluan.


Bayu mematung ketika melihat tamparan keras itu mendarat di pipi sang istri.


Liana emosi lalu hendak meriah baju kemeja Sari untuk ia hajar balik.


Namun dengan cepat Bayu menahan.


"Lepas mas..LEPAS!! KAMU BELA PELACUR MU ITU!! LEPAS..LEPAS!!" ronta Liana mencoba lepas dari kungkungan sang suami yang mencoba menahan amarah Liana yang sudah meledak.


Sari menatap dingin pada kedua pasang suami istri yang sudah merendahkan harga dirinya.


"Lebih mas bawa pulang istri mas" ujar Sari dingin.


Liana kian berang dengan sikap Sari yang santai.


"Kau busuk hati Sari..kau iri dengan kebahagiaan aku dan mas Bayu kan?? hingga ingin merebut kembali mas Bayu dari aku, kau tau mengapa mas Bayu menikah dengan ku??? itu karena kau miskin, kau tak bisa membahagiakan keluarga mas Bayu"

__ADS_1


Sari mengepalkan tangannya dengan kuat mendengar cecaran ucapan Liana yang terus menghina dirinya.


"Jika aku miskin, lalu mengapa kau merasa tersaingi??" tanya Sari menantang Liana.


Liana menatap tajam Sari.


"Aku ingatkan kau Liana, aku tak pernah sekali pun berpikir untuk merebut apa pun milik orang lain, apa lagi mas Bayu!!" cecar Sari bernada penuh penekanan.


"Kau BOHONG!!" tuding Liana tak percaya.


Sari pun meradang.


"Aku akan beri satu kabar yang mungkin akan membuatmu sadar.." ujar Sari dengan kesal.


Ia meraih handphone yang berada di atas meja sofa.


Bayu menatap dan menebak, akan ada hal apa lagi yang akan di tunjukkan oleh sang mantan.


"Lepas mas, Lepas.. aku udah gak tahan liat muka si Sari.. mau aku cabik-cabik dia.. Lepas.. Lepas!!" ronta Liana dalam pelukan sang suami yang menahannya.


"Sudah Liana, kamu salah paham, Sebaiknya kita pergi" ujar Bayu pada sang istri.


"AKU GAK MAU, AKU MAH BALAS TAMPARAN DIA MAS, KAMU SAJA YANG PERGI JIKA TIDAK TAHAN MELIHAT MANTAN MU ITU AKU HABISI!!" cecar Liana yang kian mengila.


Sari terlihat gusar ketika nada sambung itu tidak terangkat.


"Aku mohon angkat!!" pinta batin Sari mengerutu gusar.


Tak lama nada sambung itu pun bersambut.


"Hallo, Sari??"


Sari pun menelan salivanya. Lalu tanpa pikir panjang langsung mengubah mode suara menjadi losspeker.


"Maaf menganggu waktu ya, pak.. sudah Sari pikirkan..Sari akan terima lamaran Bapak" ucap Sari di hadapan Liana dan Bayu.


Deg..Bayu mematung.


"Benarkah?? syukur lah.. aku akan segera melamar mu secara resmi, tunggu aku" ucap pria dari sebrang telfon itu dengan nada riang.


Dan komunikasi itu pun langsung Sari putuskan begitu saja.


"Sudah dengar.. aku akan menikah dengan pria yang menerima diriku apa adanya.."


"SIAPA?" tanya Bayu emosi.


Sari tersenyum simpul.


"Untuk apa mas peduli, bukan kah mas sekarang sudah harus mengurus Liana??"


"SIAPA???" tanya Bayu mengulang dengan nada tinggi.


Sari membalas tatapan sang mantan dengan wajah tenang.


"Aldi Munandar" jawab Sari.


Bayu dan Liana seketika syok. Bayu membeku ketika mendengar nama Bupati itu.


"Gak mungkin!! gak mungkin mas Aldi ngelamar kamu, Sari.. itu gak mungkin, tante pasti akan syok dan menolak kamu!!" cecar Liana.


Sari tak peduli dengan cecaran frustasi Liana.

__ADS_1


"PERGI!!" usir Sari marah. "Pergi mas Bayu, bawa istri kamu ini keluar dari sini, atau Sari akan panggil pihak kepolisian dan menyeret kalian kesana!!" ancam Sari dengan nada tinggi.


"Kamu benar-benar kurang ajar Sari.. kamu Jalang, kamu pasti mengoda mas Aldi.. kamu..kamu..pasti ingin uang mas Aldi"


Mendengar ucapan Liana, Sari segera menekan nomor telfon.


Bayu melihat dengan gusar.


"SUDAH LIANA!!" bentak Bayu pada sang istri.


Liana terjegat kaget.


Lalu tanpa banyak berbicara Bayu langsung menyeret lengan Liana untuk keluar dari toko butik Sari. Liana terus merontak berteriak bak orang gila menyumpah serapah nama Sari.


Disaat suara Liana masih terdengar samar. Terlihat jemari Sari bergetar. Tubuh benar-benar tergucang. Ia terpaku menatap handphone dengan nomor telfon asal di sana.


***


Selang beberapa saat, tiba-tiba pintu butik Sari terbuka pelan.


Sari seketika terpaku pada sosok yang masuk dengan wajah penuh senyum untuk dirinya.


"Sari??" panggil Aldi dengan suasana hati bahagia.


Sari bangun dari duduk sofanya, dan hanya tersenyum bias pada Aldi.


"Setelah mendapat telfon dari mu, aku segera kemari, maaf jika sedikit terlambat" ujar Aldi yang akhirnya berdiri tepat di hadapan Sari.


Sekilas Aldi dapat melihat wajah Sari yang sedikit merah. Hingga tanpa sadar ia ingin menyentuh wajah Sari.


Namun tampaknya bening air mata Sari tak bisa ia kontrol, hingga tanpa sadar jatuh di pipinya.


Aldi terkesima.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Aldi gusar.


Sari terdiam dengan sedikit mengelengkan kepalanya.


"Enggak, Sari gak baik-baik aja" jawab Sari dengan suara bergetar.


"Mengapa menangis??Apa terjadi sesuatu??" tanya Aldi kian khawatir.


Dengan mencoba mengatur rasa sesak di dadanya.


"Sari masih berpikir, apa Sari pantas berada di samping Bapak??"


Aldi terpaku.


"Sari bukanlah wanita kaya, Sari hanya wanita biasa, bahkan.. bahkan cukup banyak kekurangan yang Sari miliki.. Apa Bapak masih akan menerima Sari??" tanya Sari dengan air mata yang kian turun di pipinya.


Aldi kian terrenyuh.


Lalu tanpa sadarnya menyentuh bening air mata Sari dan menyekanya.


Aldi menelan salivanya, lalu dengan instingnya ia meraih tubuh Sari dan menarik tubuh wanita itu untuk ia peluk.


Sari yang pasrah akhirnya menjatuhkan diri dalam pelukan sang Bupati. Dan Tangisnya pun pecah.


"Mengenal mu adalah pilihan ku, namun jatuh cinta padamu, sungguh itu di luar kendali ku.." gumam batin Aldi dengan memeluk erat tubuh Sari yang menangis di pelukan.


"Kesedihan mu dan ke khawatir mu, akan aku hapus, aku akan memberikan apa pun untuk kebahagiaanmu, percayalah pada ku" bisik Aldi di pucuk kepala Sari.

__ADS_1


"Dan siapa pun, tidak akan aku izinkan untuk menyakiti dirimu atau merendahkan dirimu, aku pasti akan membalasnya!!" sambung batin Aldi sembari mengecup pucuk kepala Sari dengan cinta.


__ADS_2