Doa Sang Mantan

Doa Sang Mantan
36


__ADS_3

Malam harinya.


Aldi pulang dengan wajah lelah, rapat panjang membuat seluruh tubuhnya ingin segera istirahat. Langkahnya kian berat menuju kamar utama.


Namun tanpa di duga mama datang menghampiri sang putra dengan senyum.


"Sudah pulang kamu?? apa sudah makan?? mau ibu panaskan sesuatu untuk kamu?" sambut sang ibu dengan lembut.


Aldi menggeleng lelah.


"Enggak buk, makasih.. Aldi udah makan ini mau istirahat aja" jawab sang anak dengan terus melangkah menuju kamarnya.


Namun tiba-tiba langkahnya berhenti tepat di kamar Sifa yang lebih dulu ia lewati.


Ibu melihat dengan tak suka.


"Aldi.. ibu mau tanya.."


Aldi hendak menyentuh handel pintu kamar Sifa pun tertahan. Lalu berbalik menatap sang ibu.


"Apa, hari ini dia makan banyak? bagaimana dengan obat??" tanya Aldi.


"Biasa, dia minum tepat waktu dan tidak rewel.." jawab ibu enggan.


Aldi bernafas lega.


"Tadi siang ada wanita yang datang kemari.."


Aldi mendengar.

__ADS_1


"Siapa dia?? Apa dia guru les Sifa??" tanya Ibu menebak.


"Bukan..."


Ibu terkejut.


"Lalu siapa?? katanya teman Sifa?? apa itu masuk akal??"


"Sudahlah buk, biarkan Sifa senang.." ujar Aldi dengan hendak berlalu pergi.


"Aldi, ibu tidak suka.. " ujar ibu tegas sehingga menghentikan langkah Aldi.


"Apa dia wanita yang sempat di rumah sakit?? tante Dwi dan Liana sudah cerita, jika ada wanita wanita tidak sopan yang menjaga Sifa selama di rumah sakit.. apa benar dia orangnya??" tanya ibu gusar.


Aldi mendengar cecaran pertanyaan ibu dengan perasaan jengah.


"Ibu??"


Aldi berbalik dengan menatap sang ibu.


"Jika benar, ibu sudah carikan wanita yang pantas mendampingi kamu.. dia pintar dan juga berpendidikan tinggi.. asal kau se.."


"IBU!!!" hardik Aldi bernada tinggi.


Ibu terkesiap kaget mendengar nada tinggi sang anak.


"Tolong.. untuk berhenti menjodohkan Aldi dengan wanita pilihan ibu.. saat ini yang Aldi pikirkan hanya Sifa.. kebahagiaan Sifa itu yang utama bagi Aldi.." tutur Aldi tegas.


Ibu terpaku, ia merasa tak terima dengan ucapan sang anak.

__ADS_1


Hening, Aldi sadar jika ia sudah keterlaluan dengan menghardik sang ibu.


"Maaf, buk.. Aldi ingin istirahat" ujar Aldi sembari berlalu pergi.


Ibu masih terpaku dan tak percaya dengan ucapan sang anak.


"Baik, kamu hanya memikirkan kebahagiaan Sifa.. maka ibu akan tetap memikirkan kebahagiaan kamu, karena jika kamu memikirkan Sifa, maka Sifa hanya butuh sosok ibu penganti.. ibu akan carikan ibu penganti yang pantas untuk menjadi istri kamu" ujar ibu dengan tetap pada pendiriannya.


***


Di kamar utamanya. Aldi yang baru saja selesai mandi akhirnya bisa beristirahat dengan nyaman di kasur empuk.


Dengan meraih bantal sebagai teman tidur, ia mencoba untuk memejamkan kedua matanya.


.


Namun, sesaat ia mengingat sesuatu.


Wajah Sari, sang teman Sifa terlintas di benaknya. Lalu tanpa pikir panjang ia meraih handphonen dan melihat jam pada layar datar itu.


"Jam 1.." gumam Aldi berbisik.


Tangannya membuka satu aplikasi pesan Wa. Lalu mencari sebuah nama "Sari Sartika".


Ketika nama yang di cari ketemu, tiba-tiba saja Aldi merasa bimbang. Ia sedikit berpikir lama ketika nama itu tertera di layar.


Namun pada akhirnya ia mengetik sesuatu pada layar pesan itu.


"Sari.. maaf jika saya menganggu waktu istirahat mu, saya.. hanya ingin mengucapkan rasa terimakasih saya, karena kamu sudah berbaik hati pada Sifa.. sekali lagi, terimakasih, Sari.." tulis Aldi pada pesan itu, lalu ia kirim pada nama SariSartika.

__ADS_1


Pesan pun terkirim dengan sukses. Seiring dengan nafas lega Aldi. Lalu ia meletakkan handphonenya di atas kasur begitu saja dan ia pun tertidur lelap.


__ADS_2